BUDAYA ORGANISASI : Pengertian, Fungsi, Karakteristik,Teori & Contoh

BUDAYA ORGANISASI : Pengertian, Fungsi, Karakteristik,Teori & Contoh

Budaya organisasi – adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Pengertian Budaya

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi

Budaya adalah suatu asumsi yang mendasar di kembangkan dan di temukan di suatu kelompok untuk kebutuhan menguasai dan mempelajari masalah adaptasi eksternal dan internal. Dan juga budaya  terdiri dari mental program bersama yg mensyaratkan respon individu pada lingkungan.

Budaya mengandung lingkup yg lebih luas. Negara di dunia pasting mempunyai budaya sendiri yang menjadi budaya nasional. Dalam satu Negara mungkin terdapat banyak bermacam-macam suku dan budaya sendiri, sebagai landasan berdasarkan kesukuan dan kewilayahan.

Ada juga yg  berpandangan berbeda dengan apa itu budaya didefinisikan sebagai cara hidup orang yg hidup berpindah pindah dari generasi ke generasi melalui berbagai proses pembelajaran dan pengetahuan untuk menciptakan hidup yg paling tepat di lingkungan nya.

Pengertian Budaya Organisasi

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi
  • Secara Umum

Terdapat beberapa Pengertian Budaya Organisasi yang dapat dipahami dan dimengerti  secara umum. Berbagai definisi tersebut yaitu :

  • Budaya organisasi adalah rangkaian sistem prinsip yang diakui bersama dan dipraktikkan oleh seluruh elemen organisasi. Hal ini menjadikan pembeda antara organisasi satu dengan lainnya.
  • Definisi budaya organisasi yaitu cara organisasi menjalin interaksi dengan lingkungan yang terintegrasi baik perilaku, asumsi, kisah, gagasan, mitos dan pikiran-pikiran yang menekankan mengenai makna bekerja dalam organisasi.
  • Budaya organisasi merupakan rangkaian dasar dari anggapan-anggapan yang ada. Anggapan tersebut kemudian berkembang di suatu kelompok menjadi acuan bertingkah laku dalam organisasi. Kebiasaan inilah yang akan diwariskan kepada generasi penerus selanjutnya sebagai cara pandang, dasar bertindak dalam organsiasi.

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi

Terdapat sepuluh pengertian budaya organsasi yang bisa dirangkum pada artikel ini. Setiap ahli menyatakan arti yang berbeda dari budaya organisasi. Berikut arti budaya organisasi menurut para ahli :

Walter R. Freytag

Budaya Organisasi adalah kumpulan asumsi dan nilai baik yang disadari maupun tidak yang bisa mengintegrasikan organisasi. Asumsi dan nilai tersebut menjadi penentu perilaku anggota organisasi.

Schein Definisi

Budaya Organisasi yakni pola dari rangkaian asumsi dasar yang ditemukan, dibentuk dan berkembang pada kelompok. Asumsi tersebutk mempunyai tujuan agar organisasi mampu mengahadapi permasalahan yang muncul diakibatkan penyesuaian eksternal dan integrasi internal yang telah berjalan dengan baik. Sehingga harus diajarkan kepada generasi berikutnya mengenai metode untuk mencapai pemahaman, bagaimana memikirkan dan merasakan terpaut problematika yang ada.

Susanto

Budaya Organisasi merupakan nilai-nilai yang menjadi acuan SDM dalam menyelesaikan masalah eksternal serta usaha untuk menyesuaikan integrasi ke internal perusahaan sehingga tiap anggota organisasi perlu memahami nilai-nilai yang ada untuk berperilaku di dalam organisasi.

Larissa A. Grunig, et al

pengertian Budaya Organisasi dimaknakan sebagai persepsi, simbol, prinsip, nilai, dan keinginan untuk mensinergikan kelompok dalam berkerja sama.

Teori budaya organisasi yang dikemukakan oleh Hodge, Anthony dan Gales (1996) adalah gabungan dari karakteristik organisasi yang terlihat dan tidak terlihat.

Mandy dan Noe (1996)

Mengemukakan Budaya Organisasi yaitu sebagai sistem dari nilai yang ada, faith, dan behaviour pada organisasi yang saling menjalin interaksi dengan struktur formal dalam pembentukan aturan berperilaku.

Menurut Lathans

arti Budaya Organisasi adalah kumpulan norma dan nilai yang mendidik bagaimana anggota organisasi bertingkah laku. Anggota organisasi akan bergerak sesuai budaya yang terbentuk supaya diterima oleh sekitarnya.

Robbins

Budaya Organisasi merupakan sistem prinsip yang dirangkul oleh anggota organisasi sebagai pembeda dengan organisasi lainnya.

Gareth R. Jones

Budaya Organisasi adalah cara pandang bersama dan diyakini oleh anggota organisasi sebagai sistem dari prinsip bersama.

Fungsi Budaya Organisasi

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi

Secara Umum

  • Secara sederhana fungsi organisasi secara umum yaitu :
  • Sebagai karakteristik dan meningkatkan loyalitas kepada organisasi
  • Mempermudah dalam menjalankan fungsi pengorganisasian
  • Menjunjung dan menanamkan nilai-nilai organisasi kepada anggota
  • Sebagai alat dalam pengendalian perilaku
  • Mendukung performa ekonomi
  • Sebagai penunjuk arah organisai terpaut hal yang diperbolehkan dan tidak

Menurut Para Ahli

  • Terdapat beberapa penjelasan fungsi organisasi yang dinyatakan oleh para ahli. Akan tetapi pada intinya semua memiliki makan yang sama.

Menurut pendapat Robert Kreitner dan Angelo Kinicki (2001:73) budaya organisasi mempunyai fungsi sebagai berikut

  1. Memberi anggota identitas organisasional
  2. Memfasilitasi komitmen kolektif
  3. Meningkatkan stabilitas system social
  4. Membentuk perilaku dengan membantu anggota menyadari lingkungannya

Robbins (1999) menyatakan fungsi organisasi terdiri dari :

  1. Budaya memiliki tugas dalam menentukan batasan
  2. Budaya organnisasi sebagai identitas anggota organisasi
  3. Membantu dalam pembentukan komitmen
  4. Mendukung terciptanya loyalitas dalam sistem sosial.

Menurut Beach (Horrison, 1972) terdapat 7 fungsi budaya organisasi yaitu :

  1. Menetapkan acuan bagi keberhasilan organisasi (realistis dan terukur)
  2. Menginformasikan terkait penggunaan dan kepentingan sumber daya organisasi
  3. Menciptakan hubungan saling ketergantungan antara organisasi dan anggota
  4. Merumuskan berbagai cara dalam pengawasan tingkah laku dalam keabsahan organisasi dengan menetapkan posisi kekuasaan serta cara menggunakannya.

Teori Budaya Organisasi

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi

Budaya organisasi menjadi bagian dari teori komunikasi. Teori komunikasi yang membahas seluruh simbol dalam berinteraksi seperti action, kebiasaan, obrolan, dan prinsip yang terikat.

Pada kasus perusahaan maka budaya organisasi perusahaan menjadi bagian dari strategi yang diterapkan perusahaan untuk mencapai tujuan. Berdasarkan hal tersebut maka ada berbagai persepsi yang mendasar tentang teori budaya organisasi perusahaan. Teori tersebut dinyatakan sebagai berikut :

  1. Para anggota organisasi atau perusahaan membentuk dan menjaga rasa yang dipunyai secara bersama mengenai kondisi organisasi. Hal ini membawa keterikatan pemahaman yang lebih baik pada nilai yang ada dalam organisasi. Nilai organisasi merupakan acuan dan prinsip yang diartikan ke dalam budaya organisasi perusahaan.
  2. Budaya organisasi biasa menggunakan simbol tertentu yang mudah dipahami oleh anggota organisasi. Pada saat anggota mengerti arti simbol dan mempraktikkannya maka anggota akan dapat menyesuaikan dengan budaya organisasi di perusahaannya.
  3. Beragamnya budaya yang ada di dalam organisasi. Kemudian memunculkan keberagaman dalam penerapannya. Namun perbedaan inilah yang pada akhirnya saling mengisi dan melengkapi. Menyembunyikan kelemahan dan saling menguatkan antar elemen dalam organisasi.

Karakteristik Budaya Organisasi

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi

Budaya organisasi mempunyai ciri-ciri tertentu yang perlu diketahui dan dipahami. Adapun karakteristik terssebut adalah :

  1. Adanya Inovasi dan Pengambilan Resiko. Karakteristik ini mencoba mendorong anggota untuk bersikap selalu inovatif dalam bekerja khususnya pada penyelesaian persoalan. Selain itu anggota diminta tidak takut dalam mengambil resiko asalkan sudah melalui perhitungan yang matang.
  2. Memperhatikan secara mendetail. Para anggota organisasi diharap fokus pada hal yang dikerjakan dan selalu teliti dan mendetail dalam menganalisis
  3. Berorientasi pada kebermanfaatan. Manajemen organisasi memusatkan pada keluaran khususnya bermanfaat bagi berbagai pihak.
  4. Berorientasi pada orang. Setiap keputusan yang diambil oleh organisasi harus melalui pertimbangan bahwa efeknya harus positif terhadap anggota dalam organisasi.
  5. Berorientasi pada tim. Program dan tindakan dalam organisasi cenderung pada kinerja tim dibandingkan kinerja personal.
  6. Bersifat Agresif. Budaya organisasi membuat anggota bertindak agresif dalam bekerja.
  7. Adanya Stabilitas. Budaya dalam organisasi memberi penekanan pada stabilitas status quo.

Contoh Budaya Organisasi

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi

Contoh budaya organisasi bisa ditemukan di setiap organisasi yang telah mempunyai manajemen yang baik. Sebagai contoh budaya pada suatu kota yang kerap ditemukan di Indonesia seperti :

  • Di Purworejo BERIRAMA ( Bersih,Indah,Rapi,Aman,Makmur ).
  • Di Wonosobo ASRI ( Aman,Sehat,Rapi,Indah ).
  • Di Kebumen BERIMAN ( Bersih Indah,Manfaat,Aman,Nyaman ).
  • Di Demak BERAMAL (Bersih, Elok, Rapi, Anggun, Maju, Aman dan Lestari).

Kita juga bisa menemukan budaya organisasi perusahaan yang mudah diketahui seperti :

  • Yang pertama ada PERTAMINA WAY (staf, kualitas dan kuantitas, peralatan dan fasilitas, format fisik dan produk dan pelayanan).
  • Yang kedua CHEVRON (Integritas, Kepercayaan, Keanekaragaman, Terobosan, Kemitraan, Melindungi Manusia dan Lingkungan, Kinerja Tinggi).
  • Yang ketiga BANK MANDIRI (TIPCE : Trust, Integrity, Customer focus, Proffesionalism, Escelent).
  • budaya organisasi bank mandiri

Terminlogi Budaya Organisasi

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi

Budaya dlm perusahaan adalah bentuk kehidupan dan nafas yang paling dalam dari keinginan orang untuk melakukan apa yg benar. Sebenarnya budaya selalu menyesuaikan dengan perubahan yg terjadi di sekelilingnya.

Organisasi pula juga mempunyai budaya sendiri yang beda dengan organisasi yang lainnya. Dan budaya organisasi merupakan budaya yang di terapkan pada lingkup organisasi tertentu.

Ada beberapa terminology yang dipaparkan sebagai berikut.

1. Dominant culture

Dominan culture merupakan budaya yang berlaku secara menyeluruh didalam organisasi, dan juga merupakan pandngan makro terhadap budaya yang memberikan warna warna kepribadian yang berbeda beda suatu organisasi. Ini menunjukan perbedaan dan ciri khusus antara satu oraganisasi dan yangg lainnya.

2. Subcultur

Subcultur merupakan budaya yang ada dalam kegiatan kerja yang dijadikan bagian keseluruhan organisasi.

3. Core values

Core values merupakan isi dari dominant culture yang berisi nilai utama atau dominan yang di terima di semua organisasi.

4. Strong culture dan weak culture

Strong culture dan weak culture merupakan suatu organisasi yang berguna untuk membandingkan dan membedakanan antara apa itu yang dimaksud serong culture dan weak culture.

Mitos Budaya Organisasi

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi

Mitos merupakan kepercayaan yang di ikuti, akan tetapi belum tentu mengandung kebenarannya. Motos berkaitan dengan budaya organisi.

Budaya merupakan alat yg cepat untuk menetapkan setiap masalah, sebenarnya bduaya bukan sesuatu yangg bisa diterapkan denga cepat untk semua persoalan. Akan tetapi strateginya yg da[at di terapkan dengan cepat.

Budaya sedikit berbeda dengan strategi. M ini merupakan pola perilaku berakar mendalam pada  orang dan setrategi adalah sebuah gagasan tentang bagaimana bersaing secara efektif.

Budaya menolak semua perubahan. Mitos merupakan bahwa budaya bahwa menolak perubahan tertanam dalam jiwa banyak manajer. Budaya menolak jika nilai utama yang sudah lama praktk  dan cara yg dirima luas dlm bahaya. Akan tetapi sebenarya budaya selaku menyesuaikan dengan perubahan yg teradi di sekitarnya.

Perubahan budaya bisa di kelola. Perubahan budaya hanya di laksanakan jika mereka merasa perlu untuk itu dan sangat siap untuk berubah. mereka berubah ketika kecerdikan kolektif mengenal bahwa dunia sudah berubah dan bahwa budaya merima dengan baik dan maksud agar bisnisnya selamat.

Kepemimpinan tingkat atas merupakan kunci untuk menanamkan  budaya koeprasi yangg kuat. Banyak hal dilaksanakan kepemimpinan dengan membangun budaya terpadu. Kepemimpinan membentuk lingkungan kerja, kepemimpinam juga merupakan kunci untuk membangun strong culture.

Orang bergantung pada budaya yang diketahui bahkan saat sudah tidak relevan lagi. Orang berpegangan pada masa lalu, pada cara bekerja dan membantu mereka maju mencapai seperti mereka sekarang ini. Perusahaan yang baik berupaya bertindak melawan kecenderungan melindungi status quo.

Strong culture bersifat monolitis. Strong culture keluar dimana lingkungan minta keberagaman pikiran dan tindakan, budaya yang kuat akan bercemin pada permintaan dan memperkuat keberagaman.

Budaya memebentuk indentitas pada anggota organisasi. Meski budaya bukan merupakan aturan formal yang ketat akan tetapi sangat mempengaruhi sukses tidaknya organisasi. Hal ini juga merupakan prioritas dalam organisasi.

Tipe Budaya Organisasi

Budaya Organisasi
Budaya Organisasi

Budaya organisasi merupakan filosofi dasar sebuah organisasi membuat keyakinan, norma dan niali bersama menjadi karakteristik tentang cara melakukan organisasi. Menurut Jeff Cartwright (1999:11) ada 4 tipologi budaya sebagai siklus hidup budaya:

  1. The monoculture

The Monocolture merupakan model “ras murni” yang menyebabkan banyak konflik dalam dunia dimana banyak etnis dan kelompok rasial berbeda. Monoculture berfokus tajam, dalam bisnis monoculture diunggulkan satu orang, satu sasaran, yang berfikir tunggal dan jiwa kewirausahaan.

  1. The superordinate culture

Tipe ideal budaya organisasi. Keberagaman budaya menjadi pemicu pemisahan dan konflik, kreatifitas dan energy. Pikiran difokuskan pada kebersamaan daripada perbedaan.

  1. The divisive culture

Bersifat memecahbelah. Oraganisasi ditari kearah berbeda. Tidak ada pemisahan konflik antara “kita dan mereka”.

  1. The disjunctive culture

Pemecahan organisasi secara eksplosif menjdi unit budaya individual. Pecahnya konglomerasi dengan menjual unit bisnis individual dan gagalnya merger organisasi karena tidak cocok dengan budaya.

Tipe budaya tersebut menurut Jeff Cartwright menunjukan perbedaan terletak pada derajat kekuatan hubungan antara dominant culture dengan subculture.

Terrence E. Deal dan Allan A. Kennedy (2000:107) menggolongkan 4 tipe, mempertimbangkan hubungan antara tingkat resiko dengan kegiatan perusahaan dengan kecepatan perusahaan dan mendapat sasaran balik.

  1. The tough-guy, macho culture

Dunia individu yang mengambil resiko dan mendapat sasaran balik cepat apabila tindakan benar atau salah.

  1. The work hard-play hard culture

Kegembiraan dan tindakan, pekerja mengambil sedikit resiko dengan sasaran balik cepat. Budaya membuat mereka menjaga kegiatan dengan resiko rendah pada tingkat relativ tinggi.

  1. The bet-your company culture

Budaya ini beresiko tinggi dan sasaran balik lambat.

  1. The process culture

Tanpa atau sedikit sasaran balik, pekerja menemukan sulit mengukur apa yang mereka kerjakan.

Empat kategori tersebut ialah penyederhanaan. Tidak ada perusahaan yang cocok salah satu kategori. Setiap perusahaan memiliki campuran dari semua tipe budaya tersebut.

Stephen P. Robbins (2001:527) mempunyai 5 tipe, dilakukan dengan menarik hubungan antara tingkat sosiabilitas dan solidaritas.

  1. Network culture

Pada bagian ini tingkat sosiabilitas atau kesenangan  bergaul tinggi dan tingkat solidaritas rendah. Orang biasanya terbuka berbicara mengenai bisnis secara bebas, menggunakan banyak waktu untuk sosialisasi dan mendapat masalah karenanya. Orang mengetahui secara cepat dan merasa mereka bagian dari kelompok.

  1. Mercenary

Tujuan low on sociability high on solidarity. tingkat sosiabilitas rendah dan tingkat solidaritas tinggi. Mercenary culture berfokus dalam menarik bersama membuat pekerjaan dikerjakan. Komunikasi cepat, dikontrol dengan cara yang tidak ada tidak mungkin. Menonjolkan bisnis dan omong kosong tidak ada toleransi karena menghabiskan waktu.

  1. Fragmented culture

low on sociability high on solidarity yang memiliki arti solidaritas dan sosiabilitas rendah. Melaksanakan kontrak dan tidak saling mengenal. Anggota menunjukkan identifikasi dengan organisasi mana dia bekerja.

  1. Communal culture

low on sociability high on solidarity yang memiliki arti sosiabilitas dan solidaritas tinggi. Anggota sangat bersahabat satu sama lain dan mudah bergaul dengan baik, secara pribadi maupun professional. Perusahaan teknologi tinggi, dimulai dengan internet. Organisasi ini cenderung berbagi dalam banyak hal.

Robert Kreitner dan Angelo Kinicki (2001:75) terdapat 3 tipe terpaut dengan serangkaian keyakinan normativ yang berbeda.

  1. Construkive culture adalah pekerja untuk berinteraksi dengan orang lain, bekerja pada tugas dan proyek dengan cara membantu mereka dalam memuaskan kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang.
  2. Passive-defensive culture yaitu menolak keyakinan pekerja harus berinteraksi dengan orang lain dengan cara tidak menantang keamanan kerja mereka senidri.
  3. Aggressive-defensive culture yaitu pekerja mendekati tugas dengan memaksa dengan maksud melindungi status dan keamanan kerja mereka. Keyakinan normative mencerminkan oposisi, kekuatan, kompetiif dan perfeksionis.

Perbandingan Budaya Organisasi

Kesamaan pembentukan budaya memungkinkan makhluk hidup menyesuaikan lingkungan karena mendapatkan atribut budaya seperti bahasa dan organisasi kelompok. Jeff Carwright (1999:20) :

  1. Distinctive
  2. Satisfying
  3. Protective
  4. Inclusive/exclusive
  5. Objective/subjective
  6. Instructive
  7. Continuous

Perbedaan, mendampakan pembenturan budaya dari: kepribadian, metode, perilaku, sikap dan gaya manajemen. Jeff Carwright (1999:15) :

  1. Manajement style (Gaya Manajemen)
  2. Bias
  3. Value (Nilai-niali)
  4. Induvidualism (Induvidualisme)
  5. Change (Perubahan)
  6. Constituency (Unsur Pokok)
  7. Identity (Identitas)
  8. Srategy (Strategi)

Nah, itulah penjelasan mengenai Budaya Organisasi yang meliputi, Pengertian Budaya Organisasi, Budaya Organisasi Menurut Para Ahli, Karakteristik Budaya Organisasi, Terminologi Budaya, dan lain sebagainya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan bisa bermanfaat.

Budaya Organisasi

Leave a Comment