4
29

EKONOMI MAKRO :Pengertian, Tujuan, Teori, Ruang Lingkup [LENGKAP]

loading...

Ekonomi Makro – adalah studi mengenai ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro bisa dipakai untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Walaupun ekonomi makro adalah bidang pembelajaran yang luas, terdapat 2 area riset yang menjadi ciri khas disiplin ini: kegiatan untuk mempelajari sebab dan akibat dari fluktuasi penerimaan negara jangka pendek (siklus bisnis), dan kegiatan untuk mempelajari faktor penentu dari pertumbuhan ekonomi jangka panjang (peningkatan pendapatan nasional). Model makroekonomi yang terdapat dan prediksi-prediksi yang terdapat jamak dipakai oleh pemerintah dan korporasi besar untuk membantu pengembangan dan evaluasi kebijakan ekonomi dan strategi bisnis.

Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Apa itu ekonomi makro? Pengertian ekonomi makro adalah sebuah ilmu ekonomi yang mempelajari tentang perekonomian sebuah negara secara menyeluruh. Dengan kata lain, dalam ilmu ekonomi makro dipaparkan tentang perubahan ekonomi sebuah negara yang menimbulkan dampak pada masyarakatnya dan pasar.

Beberapa aspek analisis dalam ekonomi makro diantaranya;

  • Pendapatan nasional
  • Kesempatan kerja
  • Laju Inflasi
  • Neraca pembayaran

Adapun tujuan mempelajari ilmu ekonomi makro atau makro-ekonomi adalah untuk bisa mengerti berbagai peristiwa ekonomi di sebuah negara serta memperbaiki kebijakan ekonomi di negara tersebut. Secara singkat, itulah pengertian ekonomi makro.

loading...

Berikut ini penjelasan dari beberapa ahli di bidang ilmu ekonomi pernah menjelaskan pengertian ekonomi makro. Beberapa ahli tersebut adalah:

1. Budiono (2001)

Budiono menyatakan pendapat bahwa, teori ekonomi makro adalah ilmu yang mempelajari tentang pokok ekonomi, baik jangka pendek maupun jangka panjang meliputi stabilitas dan pertumbuhan perekonomian sebuah negara.

2. Sadono Sukirno (2000)

Sadono Sukirno menyatakan pendapat bahwa, pengertian Ekonomi Makro adalah sebuah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang kegiatan utama perekonomian secara komprehensif terhadap berbagai masalah pertumbuhan ekonomi.

  • Masalah tersebut diantaranya:
  • Pengangguran
  • Inflasi
  • Neraca perdagangan dan pembayaran
  • Kegiatan ekonomi yang tidak stabil

3. Samuelson dan Nordhaus

Samuleson dan Nordhaus menyatakan pendapat bahwa, pengertian ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari dan mengamati kinerja perekonomian secara keseluruhan dan komprehensif.

4. Robert S. Pindyck dan Daniel L. Rubinfeld (2009)

Robert S. Pindyck dan Daniel L. Rubinfeld menyatakan pendapat bahwa, pengertian ekonomi makro adalah sebuah ilmu ekonomi yang mengatasi variabel agregat ekonomi, seperti:

  • Tingkat dan rata-rata pertumbuhan produksi nasional
  • Angka pengangguran
  • Suku bunga
  • Inflasi

Teori Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Dalam dunia perekonomian kita pasti tidak asing dengan istilah dua teori ekonomi yang berpengaruh dalam jalannya perekonomian. Yakni teori ekonomi mikro dan terori ekonomi makro. Akan tetapi dalam pembahasan kali ini kita akan terfokus pada teori ekonomi makro.

Pada dasarnya teori ekonomi makro adalah sebuah teori yang mempelajari dan mambahas tentang semua peristiwa, fenomena atau masalah-masalah yang terkait    dengan ekonomi secara keseluruhan atau dalam ruang lingkup besar.

Ekonomi makro juga merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang memfokuskan analisis terhadap mekanisme kerja perekonomian suatu bangsa secara menyeluruh. Karena pada dasarnya ekonomi makro mempunyai tujuan ekonomi makro adalah untuk mengerti dan memahami peristiwa atau kejadian seputar perekonomian dan berusaha untuk membuat suatu rumusan yang menjadi solusi untuk memperbaiki kebijakan ekonomi yang ada.

loading...

Selain itu didalam ekonomi makro ini ada beberapa hubungan yang terjadi. Hubungan yang dibahas di dalamnya meliputi hubungan antara variabel yang agregatif, berikut ini adalah hubungan tersebut, antara lain :

  • Tingkat pendapatan nasional
  • Konsumsi yang dilakukan rumah tangga
  • Investasi nasional (pemerintah atau swasta)
  • Tingkat tabungan (institusi atau individu)
  • Belanja pemerintah (APBN atau APBD)
  • Tingkat harga (harga umum atau harga pasar)
  • Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
  • Tingkat bunga yang didapat
  • Kesempatan kerja dan lapangan pekerjaan
  • Neraca pembayaran
  • Ekspor dan impor

Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Pengertian ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara agregat atau secara komprehensif. Definisi ekonomi makro juga memaparkan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak orang atau masyakarakat, perusahaan dan juga pasar. Ekonomi makro juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, stabilitas harga serta keseimbangan neraca.

Sedangkan, Pengertian ekonomi mikro adalah cabang teori ilmu ekonomi yang membahas perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang dan jasa yang diperjualbelikan. Definisi ekonomi mikro membahas perilaku produsen dan konsumen serta variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan dan rumah tangga.

Tujuan Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi makro bisa membantu memahami dan menyelesaikan masalah terkait perekonomian, dan juga sebagai alat untuk menentukan arah kebijakan yang akan diambil.

Berikut ini adalah tujuan kebijakan ekonomi makro, antara lain:

  • Membantu meningkatkan kapasitas produksi
  • Membantu meningkatkan kesempatan kerja pada masyarakat
  • Mengendalikan laju inflasi pada suatu negara
  • Membantu meningkatkan pendapatan nasional
  • Menjaga kestabilan perekonomian
  • Menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri
  • Membantu pemerataan distribusi pendapatan
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara

( BACA JUGA : EKONOMI MIKRO )

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Teori ekonomi makro mempelajari tentang beberapa hal, diantaranya; penentuan kegiatan perekonomian, inflasi, tingkat pengangguran, kebijakan pemerintah, dan hal lain yang berhubungan dengan perekonomian secara keseluruhan.

Melihat dari pengertian ekonomi makro di atas, berikut ini adalah ruang lingkup ekonomi makro:

  1. Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara

Pada analisis ini, teori ekonomi makro akan menjelaskan sejauh mana suatu perekonomian bisa menghasilkan produk dan jasa. Analisis makro ekonomi ini akan memberikan rincian pengeluaran secara gabungan atau keseluruhan, meliputi:

  • Pengeluaran dari rumah tangga (konsumsi rumah tangga)
  • Pengeluaran Pemerintah
  • Pengeluaran perusahaan atau investasi
  • Eksport dan import
  1. Kebijakan Pemerintah

Perekonomian pada suatu negara tidak akan terlepas dari masalah pengangguran dan inflasi. Pemerintah harus melakukan berbagai usaha untuk menangani masalah ini melalui serangkaian kebijakan, baik itu kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal.

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dikerjakan pemerintah untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat atau money suplay dalam perekonomian. Sedangkan kebijakan fiskal merupakan langkah pemerintah dalam mengganti struktur dan jumlah pajak serta pengeluaran yang tujuannya untuk mempengaruhi kegiatan perekonomian.

  1. Pengeluaran Agregat/ Menyeluruh

Saat pengeluaran menyeluruh tidak mencapai tingkat yang ideal maka akan terjadi masalah pada perekonomian. Untuk mewujudkan kesempatan kerja yang lebih baik dan mengatur laju inflasi, maka idealnya pengeluaran gabungan harus berada pada tingkat yang diperlukan.

Walaupun secara teori hal ini bisa dilakukan, akan tetapi pada praktiknya tujuan ini cukup sulit untuk direalisasikan.

Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Perkembangan Bisnis

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi makro merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang memaparkan tentang perubahan ekonomi skala besar yang berpengaruh terhadap masyarakat dan perusahaan beserta pasarnya. Ekonomi makro kerapkali berhubungan dengan permasalahan keuangan negara.

Dalam sebuah bisnis, ekonomi makro berperan untuk menganalisis cara-cara atau metode terbaik yang mempengaruhi kebijakan target seperti stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan.

Ekonomi makro terdiri dari beberapa komponen yang bisa berpengaruh langsung terhadap pembuatan keputusan suatu perusahaan termasuk perkembangan dari perusahaan tersebut.

Permasalahan Ekonomi Makro Dalam Bisnis

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

1. Masalah Kemiskinan dan Pengangguran

Sekarang ini beberapa bisnis menargetkan masyarakat kelas menengah kebawah sebagai sasaran penjualan barang atau jasa yang di produksi. Faktanya, di Indonesia tingkat kemiskinan masih tinggi dan disinyalir akan semakin tinggi.

Sebagai target penjualan perusahaan maka ekonomi masyarakat menengah kebawah bisa menjadi salah satu penghambat kenaikan pendapatan. Masyarakat hanya akan membeli suatu produk seperlunya dan bukan menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Ini dapat menjadi pertimbangan perusahaan agar tidak hanya menargetkan masyarakat menengah kebawah saja, akan tetapi juga menengah keatas.

Kemiskinan di Indonesia saat ini juga diperparah dengan tingkat pengangguran yang tinggi. Kemiskinan dan pengangguran menjadi permasalahan selamanya bagi bangsa Indonesia. Dengan adanya permasalahan seperti ini menambah pasar perusahaan semakin mengecil. Bisnis harus bisa bersaing dengan semakin sulitnya mendapatkan customer.

2. Krisis Nilai Tukar terhadap Utang Luar Negeri

Nilai tukar sudah menjadi permasalahan ekonomi makro yang krusial di Indonesia sendiri. Krisis mata uang terbesar yang pernah terjadi di negara ini adalah pada tahun 1997 yang menimbulkan guncangan rupiah terhadap dolar.

Selain berpengaruh terhadap devisa negara, dampak buruknya paling dapat dirasakan oleh sektor swasta yang mengadakan pinjaman luar negeri. Bagi perusahaan besar yang melangsungkan kerjasama penjualan dengan luar negeri bisa jadi ini menjadi masalah serius.

Misalnya saja modal didapatkan dari sumber dana oleh investor bisnis yang berasal dari luar negeri, dan jika terjadi penurunan nilai tukar rupiah maka akan berdampak pada pengembalian dana yang lebih besar. Utang terhadap luar negeri tidak memperoleh perlindungan dari negara (hedging), sehingga ketika terjadi depresiasi nilai tukar menyebabkan pembengkakan utang dalam sekejap.

3. Permasalah Perbankan dan Kredit Macet

Faktor utang luar negeri dan laju inflasi yang tinggi menimbulkan gangguan terhadap sistem perbankan di Indonesia. Perbankan kerapkali mengalami kesulitan likuditas dampak banyaknya usaha yang macet karena beban utang negara.

Perusahaan atau investor yang memperoleh sumber dana dari bank menjadi sasarannya. Salah satu ekonomi makro ini akan menimbulkan pengurasan terhadapa aset perusahaan apalagi pada perusahaan yang sedang berkembang yang umumnya mendapatkan modal dari bank.

Unit usaha mikro pun tak luput dari imbasnya karena kesulitan menambah modal dampak perbankan yang mengalami kredit macet, sehingga sulit untuk mengembangkan bisnisnya ke ranah yang lebih luas.

4. Pertumbuhan Ekonomi

Dalam hal ini pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perubahan ekonomi negara dari periode satu ke periode berikutnya. Pertumbuhan ekonomi mempengaruhi tingkat produksi suatu perusahaan atau bisnis salah satunya karena laju inflasi yang tak tertangani.

Terdapat inflasi yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku yang akan berimbas pada pembengkakan biaya produksi. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, pengangguran adalah bagian dari pertumbuhan ekonomi yang mengakibatkan berkurangnya permintaan produksi perusahaan.

Dalam rasio yang lebih kompleks, ekonomi makro berpengaruh terhadap kelangsungan suatu bisnis. Perkembangan bisnis tidak mampu dilepaskan dari dinamika ekonomi makro di Indonesia baik bisnis yang sedang dirintis maupun yang sudah berlangsung lama.

Tujuan Kebijakan Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Tujuan kebijakan ekonomi makro adalah untuk meningkatkan dan mempertahankan kestabilan perekonomian dalam negeri, akan tetapi pada kenyataannya tujuan dari kebijakan ekonomi makro sangat luas dan tidak hanya terbatas pada dua hal itu saja. Berikut tujuan kebijakan ekonomi makro yang mempunyai bagian dalam seluruh kegiatan ekonomi negara, yaitu.

1. Memperluas lapangan pekerjaan

Dengan mendorong meningkatnya produktivitas produksi dalam kegiatan ekonomi, maka peluang dalam menyerap kebutuhan akan tenaga kerja menjadi semakin tinggi, sehingga ketersediaan dan kesiapan lapangan pekerjaan akan meningkat. Bagi masyarakat ini akan menjadi hal yang positif, karena hal ini menimbulkan dampak pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meningkatnya kesejahteraan masyarakat menyebabkan masyarakat mempunyai daya beli, sehingga akan meningkatkan angka permintaan dalam pasar. Pasti dengan melihat peredaran ekonomi yang seperti ini, maka secara langsung akan membantu menggerakan pertumbuhan kegiatan ekonomi.

2. Meningkatkan skala produksi dalam negeri

Dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) langkah tepat yang harus diambil oleh pemerintah adalah dengan meningkatkan peredaran produksi dalam negeri. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar negara kita dapat bersaing dalam perdagangan bebas dunia dan mengambil peran dalam meningkatkan kegiatan ekspor dan meminimalkan kegiatan import.

Meningkatkan kegiatan ekspor akan memberikan pemasukan pada negara berupa devisa dan untuk kegiatan ekonomi dalam negeri akan mengalami peningkatan, yaitu permintaan yang terus bertambah maka akan dibutuhkan tenaga kerja yang sesuai dan bahan baku yang semakin meningkat.

Dengan melihat seluruh elemen yang ada dalam kegiatan ekonomi dapat merasakan dampak positifnya, maka secara terus menurus kegiatan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan mempercepat pembangunan nasional.

3. Meningkatkan pendapatan nasional

Meningkatnya pendapatan nasional tersebut maka tidak lepas dari pengaruh terhadap tingkat produktivitas ekonomi dalam negeri. Produktivitas ekonomi yang terus meningkat akan disamakan oleh peningkatan pendapatan nasional pula. Dapat dikatakan produktivitas ekonomi merupakan cermin dari suksesnya pertumbuhan pendapatan nasional yang selalu berdampak saling menguatkan antar yang satu dengan yang lain.

Jika bicara tentang pendapatan nasional maka akan berhubungan pula dengan tingkat kemakmuran masyarakatnya, semakin dikatakan sejahtera semakin tinggi juga pertumbuhan ekonomi negara. Dampak lain dari meningkatnya pendapatan nasional adalah membuat peningkatan pendapatan per kapita masyarakat dan negara, hal ini tentu sejalan dengan tingkat kemakmuran yang merata yang ada di lapisan masyarakat.

4. Menstabilkan neraca pembayaran luar negeri

Tujuan kebijakan ekonomi dalam kegiatan perdagangan internasional ialah berperan dalam mengontrol neraca pembayaran. neraca pembayaran diperlukan sebuah pengaturan dan pengawasan agar aktivitas dalam kegiatan ekspor impor tidak mengakibatkan ketimpangan yang berakibat pada defisit.

Tujuan ditetapkan kebijakan makro adalah untuk menghindarinya terjadinya defisit, sehingga secara proses seluruh aktivitas ekonomi harus berjalan sesuai dengan arah dari kebijakan yang telah ditetapkan. Cara agar neraca pembayaran terus mengalami keseimbangan adalah dengan mengurangi kegiatan import yang tidak perlu dan lebih menggalakkan lagi kegiatan ekspor.

Fokus dari kebijakan ini lebih dari peningkatan kegiatan ekspor, dengan harapan dengan meningkatnya ekspor maka secara langsung akan memberikan kontribusi kepada negara berupa penambahan pendapatan berupa devisa.

5. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional

Jika kita melihat Indonesia saat ini, terlihat jelas sekali bahwa pemerintah terus menerus melakukan pembangunan nasional secara menyeluruh yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Percepatan pembangunan diharapkan akan memberikan peran serta terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi dalam negeri secara signifikan. Dari sinilah peran kebijakan ekonomi mempunyai andil dalam mendorong pemerintah untuk terus melakukan berbagai pembangunan yang nantinya akan mempermudah akses dan distribusi yang merata ke seluruh daerah di Indonesia.

Pembangunan yang merata akan menjadikan tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi di berbagai daerah yang dampaknya pada meningkatnya produktivitas kegiatan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Jika seluruh daerah dapat meningkatkan kemampuan perekonomian masing-masing, maka dalam peredaran nasional akan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi negara.

6. Menjaga kestabilan ekonomi

Tujuan kebijakan ekonomi makro tidak hanya memperhatikan bagaimana secara terus menurus mendorong terwujudnya percepatan pertumbuhan ekonomi dalam negeri, akan tetapi kebijakan ini juga mengatur bagaimana menjaga kestabilan ekonomi terhadap perubahan-perubahan situasi ekonomi dalam negeri maupun dari pengaruh dari luar negeri yang bisa menimbulkan krisis.

Secara menyeluruh yang dimaksud dengan menjaga kestabilan ekonomi adalah pemerintah terus memantau agar kegiatan ekonomi tidak terhambat dengan berbagai sentimen yang terjadi, sehingga seluruh kegiatan produksi dapat berjalan dengan maksimal.

Pemerintah juga terus menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya untuk masyarakat, cara yang digunakan untuk terus menciptakan potensi penyerapan tenaga kerja adalah dengan menarik investor asing untuk membangun pabrik-pabrik di dalam negeri guna memberikan peluang lapangan pekerjaan. Hal yang penting lagi dalam menjaga kestabilan ekonomi ialah pemerintah secara berkelanjutan terus memantau kegiatan pasar, bagaimana tingkat penawaran dan permintaan yang terjadi, sehingga dengan adanya faktor pengawasan tersebut bisa menjaga kestabilan harga pasar.

7. Pemerataan distribusi pendapatan

Pemerataan distribusi pendapatan dalam kegiatan ekonomi dapat didapatkan dengan cara yaitu setiap masyarakat diberikan kebebasan dalam membentuk sebuah usaha mandiri dengan menciptakan kegiatan produksi baik itu barang maupun jasa. Selain itu dengan meningkatnya ketersediaan lapangan kerja, juga menghadirkan pemerataan pendapatan kepada masyarakat luas.

Dengan melihat dua cara tersebut, maka akan terasa sekali peran dari kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah, yaitu dengan mendorong produktivitas kegiatan ekonomi dan mebuat lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Sehingga dengan cara tersebut bisa mewujudkan pemerataan distribusi pendapatan secara adil dan menimbulkan dampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

8. Mengendalikan inflasi

Meningkatnya harga-harga produk dan jasa dari tahun ke tahun biasa dikenal dengan istilah inflasi. Inflasi bisa menimbulkan  buruk bagi kegiatan ekonomi dalam negeri dan kegiatan masyarakat. seperti yang  kita ketahui bersama, jika terjadi inflasi maka akan memicu sentimen terhadap kenaikan kebutuhan modal, tuntutan kenaikan upah atau pembaruan standar UMR, dan yang paling buruk adalah masyarakat tidak mempunyai kemampuan dalam mencukupi kebutuhan terhadap barang dan jasa.

Inflasi yang tidak terkendali akan berpotensi menyebabkan terjadinya krisis moneter yang berkepanjangan. Dimana bila sudah mengalami krisi maka akan terjadi penurunan dan melambatnya pertumbuhan perekonomian negara.

Dengan melihat bahaya dari potensi yang disebabkan oleh inflasi, maka diperlukan sebuah kebijakan ekonomi dalam mengontrol harga pasar yaitu dengan cara melakukan kegiatan impor untuk menekan harga atau dengan cara mengatur jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.

Tujuan – Tujuan Kebijakan Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Banyaknya pemerintah dan masyarakat suatu negara menginginkan suatu keadaan perekonomian yang ideal, sehingga tujuan dari kebijakan ekonomi makro antara lain :

  1. Tingkat kesempatan kerja (tingkat Employment) yang tinggi
  2. Peningkatan kapasitas produksi nasional yang tinggi
  3. Tingkat pendapatan nasional yang tinggi
  4. Keadaan perekonomian yang stabil
  5. Neraca pembayaran luar negeri yang seimbang
  6. Distribusi pendapatan yang lebih merata
  7. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi
  8. Tingkat inflasi yang rendah

Bentuk – Bentuk Kebijakan Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

  1. Kebijakan Fiskal adalah langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan dalam pendapatan ddam pengeluaran negara dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat dalam perekonomian atau mempengaruhi jalannya perekonomian.
  2. Kebijakan Moneter adalah langkah-langkah pemerintah yang dioperasikan oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) untuk mempengaruhi atau merubah penawaran uang dalam masyarakat atau merubah tingkat bunga (mempengaruhi jumlah uang yang beredar), dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat
  3. Kebijakan segi Penawaran, bertujuan untuk mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaa sehingga dapat menawarkan barang nya dengan harga yang lebih murah atau dengan kualitas yang lebih baik.

Contoh Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Ekonomi Makro

Tiap ekonomi makro dan mikro mempunyai contoh permasalahan pada kehidupan sehari-hari. Permasalahan ekonomi makro lebih terfokus pada masalah ekonomi secara luas, seperti ekonomi pemerintahan dan ekonomi antar negara. Sementara permasalahan ekonomi mikro hanya meliputi usaha individu atau perusahaan tertentu. Berikut ini merupakan contoh ekonomi makro dan contoh ekonomi mikro dilihat dari permasalahan ekonomi yang ditemukan sehari-hari.

  • Pertumbuhan ekonomi
  • Tingkat pengangguran
  • Kesempatan kerja
  • Pendapatan nasional
  • Kebijakan ekonomi
  • Inflasi
  • Deflasi
  • Kerjasama antar negara di dunia
  • Organisasi ekonomi internasional
  • Pendapatan per kapita
  • Ekspor
  • Impor
  • Siklus ekonomi
  • Investasi pemerintahan
  • Neraca pembayaran

Nah, itulah penjelasan mengenai Ekonomi Makro yang meliputi, Pengertian Ekonomi Makro, Tujuan Ekonomi Makro, Ruang Lingkup Ekonomi Makro, Teori Ekonomi Makro dan Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan bisa bermanfaat.

EkonomI Makro

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply