10
52

EKONOMI MIKRO : Pengertian, Tujuan, Ruang Lingkup [LENGKAP]

loading...

Ekonomi mikro – adalah ilmu ekonomi yang mempelajari tentang perilaku konsumen dan instansi serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas sebab input, barang dan jasa yang diperjual-belikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana bermacam keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang tentu menentukan harga, dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.

Individu yang membuat kombinasi konsumsi ataupun produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, nantinya akan membentuk suatu keseimbangan pada skala makro, dengan anggapan bahwa semua hal lain tetap sama.

Ekonomi mikro memiliki kebalikannya yaitu ekonomi makro, yang dimana disitu akan membahas kegiatan ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai tentang pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, bermacam kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta akibat atas beragam tindakan pemerintah (contohnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.

Pengertian Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Apa itu ekonomi mikro? Pengertian ekonomi mikro adalah ilmu ekonomi yang khusus mempelajari tingkah laku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang dan jasa yang diperjual-belikan.

Ekonomi mikro atau mikroekonomi secara langsung berpengaruh kepada pengambilan keputusan dalam hal penawaran dan permintaan barang atau jasa. Sehingga dari definisi ekonomi mikro tersebut mempunyai tujuan utama bagi perusahaan yaitu untuk menganalisis pasar dan bagaimana mekanismenya untuk membentuk harga relatif produk dan jasa.

loading...

Beberapa aspek analisis dalam ekonomi mikro adalah:

  • Analisis biaya dan manfaat
  • Teori permintaan dan penawaran
  • Elastisitas
  • Model-model pasar
  • Industri
  • Teori produksi
  • Teori harga

Terdapat peran ekonomi mikro dalam bisnis bisa membantu menganalisis kegagalan pasar dan menjabarkan secara teoritis kondisi dalam pasar persaingan sempurna.

Ekonomi Mikro Menurut Para Ahli

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Berikut ini beberapa ahli di bidang ilmu ekonomi pernah membahas tentang pengertian ekonomi mikro, diantaranya:

1. Adam Smith

Adam Smith mengemukakan bahwa ekonomi mikro adalah subjek ekonomi yang selalu bersifat ekonomis rasional. Hal ini menimbulkan para pelaku ekonomi harus mempertimbangkan hal-hal rasional sebelum membuat keputusan.

2. David Ricardo

David Ricardo mengemukakan bahwa pengertian ekonomi mikro adalah suatu kondisi dimana para pelaku ekonomi telah memiliki informasi tentang seluk beluk sebuah pasar. Dengan demikian ekonomi makro merupakan faktor penentu dari pasar ekonomi global.

3. Marshal dan Piqou

Marshal dan Piqou mengemukakan bahwa pengertian ekonomi mikro adalah tingkat mobilitas yang tinggi dalam pasar sehingga membuat para pelaku ekonomi bisa langsung beradaptasi atau menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada di pasar.

4. N. G. Mankiw

G. Mankiw mengemukakan bahwa pengertian ekonomi mikro adalah ilmu yang mempelajari tentang peran individu-individu pelaku ekonomi, bagaimana rumah tanggan dan perusahaan membuat keputusan, dan bagaimana mereka berinteraksi di dalam pasar tertentu.

5. Sadono Sukirno

loading...

Sadono Sukirno mengemukakan bahwa pengertian ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang membahas tingkah laku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjual-belikan.

Ekonomi mikro ini menganalisis bagaimana berbagai keputusan dan tingkah laku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa yang nantinya akan menentukan harga, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa berikutnya.

Konsep Dasar Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Untuk memahami lebih dalam tentang pengertian ekonomi mikro dan contohnya maka studi mikroekonomi melibatkan beberapa konsep kunci, termasuk:

  • Permintaan, penawaran, dan ekuilibrium : Teori penawaran dan permintaan membantu menentukan harga di pasar yang bersaing. Dalam pasar persaingan sempurna, ia meringkas bahwa harga yang diminta oleh konsumen adalah sama dengan yang dipasok oleh produsen. Itu menghasilkan ekuilibrium ekonomi.
  • Teori produksi: Ini adalah studi tentang produksi – atau proses mengubah input menjadi output.
  • Biaya produksi: Teori ini menyatakan bahwa harga barang atau jasa ditentukan oleh biaya sumber daya yang digunakan untuk membuatnya.
  • Ekonomi tenaga kerja: adalah kebutuhan untuk mempelajari fungsi dan dinamika pasar tenaga kerja bayaran upah. Ini terlihat pada pemasok layanan tenaga kerja (atau pekerja), permintaan untuk layanan ini (majikan), dan mencoba untuk mengerti pola upah, pekerjaan dan pendapatan.

Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Ruang lingkup ekonomi mikro adalah konsumen dan produsen. Dalam dunia ekonomi, produsen dan konsumen ini merupakan individu-individu pada rumah tangga, masyarakat, organisasi atau perusahaan.

Mikroekonomi mengkaji tingkah laku penjual dan pembeli, termasuk interaksi keduanya dalam pasar faktor produksi.  Ruang lingkup ekonomi sendiri meliputi beberapa hal berikut:

  • Permintaan adalah barang atau jasa yang dibeli atau diminta atau dipesan oleh pelanggan pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan penawaran merupakan barang atau jasa yang dijual atau ditawarkan oleh produsen dalam waktu dan tempat tertentu.
  • Teori produksi adalah dasar untuk menganalisa biaya produksi dan tingkat dari produksi.
  • Elastisitas permintaan merupakan pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah suatu produk yang diminta. Sedangkan elastisitas penawaran merupakan sebuah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah produk yang ditawarkan.
  • Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui dari seseorang atau konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dikerjakan oleh penjual dan pembeli.
  • Mekanisme harga adalah fenomena yang sering terjadi karena harga yang ada di pasaran itu fleksibel, jadi harga dapat berubah kapanpun jika memang kondisinya memungkinkan.

Tujuan Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Beberapa tujuan ekonomi mikro antara lain:

  • Melakukan analisis pada mekanisme pasar yang membentuk harga relatif kepada produk barang dan jasa, serta alokasi dari sumber terbatas di antara banyaknya penggunaan alternatif.
  • Melakukan analisis kegagalan pasar, merupakan saat pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien dan menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang diperlukan bagi suatu pasar dengan persaingan sempurna.

Teori Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Setelah memahami mengenai pengertian ekonomi mikro dan tujuannya, tentunya kita juga perlu mengetahui apa saja yang dianalisis dalam mikro ekonomi. Analisis ekonomi mikro atau mikroekonomi dibagi menjadi 3, diantaranya adalah:

1. Teori Harga

Harga digunakan sebagai dasar untuk menganalisis interaksi antara penawaran dan permintaan barang atau jasa yang ada dalam pasar serta faktor yang bisa mempengaruhinya. Analisis dikerjakan terhadap:

  • Proses pembentukan harga
  • Faktor-faktor yang bisa mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran
  • Hubungan antara harga permintaan dan penawaran
  • Bentuk-bentuk pasar
  • Konsep elastisitas permintaan dan penawaran

2. Teori Produksi

Teori produksi juga digunakan sebagai dasar untuk mengerjakan analisis biaya produksi dan tingkat dari produksi. Analisis dilakukan kepada:

  • Semua yang berkaitan dengan biaya produksi barang dan jasa
  • Tingkat produksi yang paling menguntungkan bagi produsen
  • Gabungan dari faktor produksi yang harus dipilih oleh produsen untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal

3. Teori Distribusi

Teori distribusi tujuannya adalah untuk mengerjakan analisis ekonomi mikro terkait dengan upah tenaga kerja, besarnya bunga yang harus dibayarkan kepada pemilik modal, dan besarnya keuntungan yang diperoleh oleh produsen.

Komponen Ekonomi Mikro dalam Bisnis

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Dalam penerapannya di bidang bisnis, ekonomi mempunyai 3 komponen utama yang harus dipahami dan dimengerti diantaranya:

1. Interaksi di Pasar Barang

Jika dilihat dari segi ekonomi mikro, perekonomian terdiri atas berbagai pasar termasuk pasar barang. Kegiatan tawar menawar diantara penjual dan pembeli sampai terbentuk kesepakatan harga termasuk dalam interaksi pasar barang.

Ekonomi mikro disini penting untuk mendalami interaksi yang terjadi di pasar dimana secara lebih jauh akan mempengaruhi kebijakan pengambilan keputusan terpaut harga produk dalam perusahaan.

2. Tingkah Laku Penjual dan Pembeli

Seperti pada pengertian ekonomi mikro sebagai teori yang mempelajari mengenai tingkah laku penjual dan pembeli, sehingga ekonomi mikro berkaitan dengan  perilaku produsen dan konsumen di pasar dengan tujuan berbeda.

Ekonomi mikro mempelajari bagaimana konsumen harus memenuhi kebutuhannya dengan pendapatan yang dimiliki, sementara produsen berusaha untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

3. Interaksi di Pasaran

Dalam hal ini ekonomi mikro membahas teori tentang interaksi konsumen dan produsen yang melibatkan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, modal dan kewirausahaan.

Masalah Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

1. Harga Dasar dan Harga Tertinggi

Krisis ekonomi yang pernah melanda dunia terjadi cukup lama dan diyakini bahwa mekanisme pasar tidak dapat menyelesaikan masalah ekonomi tersebut. Artinya, keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar tidak terwujud. Pengaruh dari krisis tersebut merupakan melambungnya harga berbagai jenis barang yang diperlukan oleh produsen dan konsumen.

Salah satu campur tangan pemerintah dalam permasalahan ini adalah kebijakan pemerintah mengenai tentang harga dasar (floor price) dan harga tertinggi (ceiling price). Tujuan penentuan harga dasar merupakan untuk membantu produsen, sedangkan harga tertinggi untuk membantu konsumen. Contohnya, musim panen padi menimbulkan jumlah beras melimpah. Dampaknya, harga beras turun sehingga para petani mengalami kerugian. Untuk menangani masalah tersebut, pemerintah menentukan harga dasar (floor price) beras untuk membantu para petani.

2. Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

Berhubung dengan naiknya harga BBM, para pengusaha angkutan umum bus kota, angkot, dan taksi mengalami penurunan pendapatan dan mengurangi laba bagi pengusaha dan para sopir. Untuk menyesuaikan kenaikan harga BBM tersebut, beberapa pengusaha angkutan umum menaikkan harganya secara sepihak. Tindakan ini jelas saja akan memberatkan para konsumen pengguna jasa angkutan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah bersama para asosiasi pengusaha angkutan melakukan penyesuaian tarif angkutan umum dengan menetapkan harga resmi bagi para pengusaha bus kota, angkot, dan taksi. Besarnya harga resmi ini tentu tidak akan memberatkan konsumen atau juga tidak merugikan pengusaha angkutan umum.

3. Masalah Monopoli

Praktik monopoli akan mengakibatkan penguasaan pasar terhadap barang atau jasa tertentu yang diperoleh dari salah satu perusahaan. Praktik monopoli kerap kali merugikan masyarakat dan konsumen. Di lain sisi, monopoli akan mempersempit peluang usaha bagi masyarakat lain sehingga kurang menumbuhkan semangat berwirausaha masyarakat. Perusahaan yang melaksanakan praktik monopoli seringkali mempermainkan dan menetapkan tarif tanpa mempertimbangkan kelompok masyarakat yang mempunyai usaha sejenis. Hal ini akan menghancurkan para pesaing.

Untuk menghindari kegiatan praktik monopoli, pemerintah membuat peraturan yang mengatur tentang kegiatan usaha agar meningkatkan iklim usaha yang sehat bagi masyarakat.

4. Masalah Distribusi

Jalur distribusi barang dan jasa yang panjang akan mengakibatkan tingkat harga barang menjadi tinggi dan mahal ketika sampai ke tangan konsumen. Untuk itu, beberapa usaha telah dilaksanakan oleh pemerintah atau swasta untuk mempersingkat alur pengiriman menjadikan harga barang ketika sampai ditangan konsumen biayanya tidak mahal. Misalnya, PT. Coca Cola Indonesia melakukan pengiriman barang melalui lebih dari 120 pusat penjualan di seluruh Indonesia dan dikirimkan langsung melalui ke pedagang eceran (80% pengecer) dan grosir dan 90% masuk jenis usaha kecil.

5. Masalah Birokrasi

Panjangnya jalur birokrasi di negara kita dalam rangka penyaluran bantuan dan penuntasan masalah perekonomian di Indonesia sering kali menyebabkan keengganan para pengusaha kecil untuk mengambil kesempatan tersebut. Permintaan permohonan dana bantuan dengan membawa proposal dari satu meja birokrasi ke meja yang lain. Tidak jarang juga diantara meraka menjadi putus asa karena lamanya proses permohonan dan malasnya menghadapi permainan birokrasi. Proses birokrasi perijinan yang berbelit-belit dinyatakan sebagai salah satu hambatan dalam menggalakan roda ekonomi di Indonesia.

6. Masalah Pembangunan Infrastruktur

Masalah pembangunan seperti jalan tol dan pelabuhan yang menjadi gerbang masuknya devisa asing tidak bekerja sesegera mungkin. Pembangunan juga bisa mempermudah dalam penyaluran distribusi sehingga memperoleh keuntungan tersendiri bagi para pelaku usaha kecil atau mikro. Dengan demikian arus pendapatan, sebab penjualan ini dapat membangkitkan kinerja produksi berkelanjutan.

7. Belum Meratanya Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik

Listrik pasalnya merupakan motor penggerak roda perekonomian. Ketika suatu kegiatan usaha tidak mendapatkan pasokan listrik, hal ini memberi dampak proses produksi berhenti. Meskipun hanya sebatas usaha kecil dalam proses produksinya tetap harus menggunakan listrik.

8. Masalah Pembebasan Lahan

Masalah pembebasan lahan yang selama ini kerap menjadi permasalahan besar antara pengembang dan warga. Investasi akan terhalang jika pembebasan lahan ini sulit diselesaikan. Di Indonesia masih banyak sosok makelar tanah yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi, bukan kepentingan rakyat. Akan tetapi untuk memgendalikannya, kini telah terciptanya Undang-undang No.2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Demikian juga dengan sudah finalnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

9. Belum Terciptanya Transparasi Penggunaan Retribusi Pajak

Masalah ini juga menjadi salah satu masalah ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia, permasalahan ini hanya bisa dituntaskan oleh pemerintah daerah. Karena biaya yang mengalir untuk pembangunan tanpa diketahui malah hanya dinikmati oleh sedikit elit. Sehingga yang sampai pada rakyat diberbagai daerah adalah sisa dari dana yang telah dipotong oleh para elite tersebut. Transparasi ini menjadi penting supaya dana yang keluar dan masuk bisa diketahui dengan jelas. Perlu penguatan fungsi kontrol publik agar masalah ini bisa terlaksana.

10. Pungutan Liar

Berdasarkan penelitian LPEM UI Tahun 2003 bahwa pengeluaran perusahaan untuk biaya “tambahan atau pungutan liar” telah mencapai 11% dari biaya produksi. Hal ini tentunya akan bisa menjadi penghambat yang sangat besar dan dapat membuat kacau iklum investasi yang tengah dibangun di Indonesia. Thomas Dharmawan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menyatakan bahwa potensi biaya produksi yang bisa dihemat mencapai 30% jika praktik pungli dapat dihilangkan.

Hal ini berarti hampir mendekati sepertiga biaya produksi merupakan pungli dan harga jual ke konsumen dapat diturunkan mencapai 30% jika praktik pungli ini dihilangkan. Praktik pungli ini adalah sebagai syarat akan nuansa korupsi (Susan Rose Ackerman).

Dikatakan juga bahwa korupsi sering melekat dalam struktur hierarkis dari birokrasi, dimana para pegawai pemerintah memiliki kewenangan penuh dalam mengambil keputusan sedangkan para pengusaha tidak mempunyai pilihan lain akan menjadi sarana yang mempersubur praktik korupsi ini.

11. Pengenaan Perpajakan Berganda dan Berlapis-lapis

Banyak pemerintah daerah yang sekarang menggunakan pajak berlapis terhadap para investor yang ingin menanamkan modal didaerahnya, polanya bermacam-macam, mulai dari pajak yang merekat pada jenis usaha tersebut sampai kepada retribusi ‘khusus’ untuk sang kepala daerah. Hal ini jelas semakin menciptakan ketakutan tersendiri bagi para pengusaha atau pemilik modal.

Peran Ekonomi Mikro Dalam Bisnis

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Dari komponen-komponen utama tersebut, menjadikan ekonomi mikro sebagai teori di pasar berpengaruh terhadap perusahaan. Berikut ini beberapa peran ekonomi mikro dalam bisnis atau perusahaan diantaranya:

1. Merumuskan Kebijakan

Ekonomi mikro bisa menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan perusahaan terpaut dengan harga dan upah dalam pengelolaan sumber daya. Dengan adanya teori ekonomi mikro dapat dijadikan sumber informasi untuk mengkaji interaksi di pasar dan bagaimana campur tangan pemerintah sehingga bisa membentuk kebijakan perusahaan yang strategis dan inovatif.

2. Menyusun Prediksi

Dari pengertian ekonomi mikro telah dipaparkan yakni sebagai sumber informasi interaksi di pasar. Sehingga dengan adanya ekonomi mikro maka perusahaan bisa menyusun strategi atau prediksi untuk kedepannya.

Ekonomi mikro dapat membantu memprediksi kemungkinan yang akan terjadi di pasar, misalnya dalam hal trend produk.

3. Memahami Perilaku Konsumen

Melalui ekonomi mikro, maka secara tidak langsung perusahaan dapat mengerti bagaimana kebutuhan konsumen. Tentu saja ini akan berpengaruh terhadap kemampuan produk atau jasa dapat bertahan di pasar.

4. Mengetahui Perputaran Barang

Ekonomi mikro bisa menjadi alat untuk mengetahui pergantian produk. Jika mau bertahan di pasar, maka perusahaan harus mengawasi produk yang dijual tetap berada dijalurnya tujuannya untuk menghindari kecurangan dari pesaing.

5. Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Produktivitas perusahaan bisa terwujud dengan dorongan berbagai aspek seperti SDM yang berkualitas, produk yang terjamin kualitasnya dan lainnya. Sehingga dengan meningkatnya produktivitas bisa menambahkan keuntungan perusahaan secara maksimal.

Metode Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Sebagian besar studi mikroekonomi modern dikerjakan menurut teori ekuilibrium umum, yang dikembangkan oleh Leon Walras dalam “Elements of Pure Economics” (1874) dan teori ekuilibrium parsial, diperkenalkan oleh Alfred Marshall dalam “Principles of Economics” (1890). Cara ini berusaha untuk merepresentasikan perilaku manusia dalam bahasa matematika fungsional, yang memungkinkan para ekonom untuk mengidentifikasi model pasar individu yang bisa dites secara matematis.

Cara Marshellian dan Walrasian berada di bawah payung besar mikroekonomi neoklasik . Sebagai positivis logis, neoklasik percaya dalam membangun hipotesis terukur tentang peristiwa ekonomi, yang nantinya menggunakan bukti empiris untuk melihat hipotesis mana yang bekerja paling baik.

Tidak seperti fisikawan atau ahli biologi, ekonom tidak bisa menjalankan pengujian berulang, sehingga ekonom neoklasik membuat asumsi penyederhanaan tentang pasar, seperti pengetahuan yang sempurna, jumlah pembeli dan penjual yang tak terbatas, barang homogen, atau hubungan variabel statis, untuk mengidentifikasi solusi. Efisiensi ekonomi ditentukan oleh seberapa baik pasar nyata menaati aturan-aturan model.

Pandangan utama yang bersaing, yang paling sering didukung oleh sekolah Austria, menolak keseimbangan statis neoklasik sebagai tidak realistis dan mempunyai cacat fatal. Sedangkan, ekonomi Austria memilih sebuah analisis berdasarkan deduksi logis, menggunakan prinsip-prinsip kembar dari tatanan spontan dan subjektivisme.

Daripada menganggapkan heterogenitas dan ketidaksempurnaan, model Austria menjelaskan bagaimana insentif ekonomi membantu individu mengatasi masalah nyata ketidaktahuan dan ketidakpastian. Dengan kata lain, pasar muncul karena orang mempunyai pengetahuan yang tidak lengkap, preferensi yang berbeda dan ketidaksempurnaan lainnya.

Contoh Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

Setiap ekonomi makro dan mikro mempunyai contoh permasalahan pada kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang ditimbulkan ekonomi makro ini lebih berfokus pada masalah ekonomi secara luas, seperti ekonomi pemerintahan dan ekonomi antar negara.

Sementara permasalahan ekonomi mikro hanya meliputi usaha individu atau perusahaan tertentu. Berikut ini adalah contoh ekonomi makro dan contoh ekonomi mikro dilihat dari permasalahan ekonomi yang dapat ditemukan sehari-hari.

  • Perilaku konsumen
  • Perilaku produsen
  • Biaya
  • Permintaan
  • Penawaran
  • Investasi individu
  • Penetapan harga dasar
  • Penetapan harga tertinggi
  • Distribusi barang dan jasa
  • Laba perusahaan
  • Rugi perusahaan
  • Monopoli pasar
  • Stok dan persediaan barang dan jasa
  • Gaji karyawan
  • Pembangunan infrastruktur

Nah, itulah penjelasan mengenai seputar Ekonomi Mikro yang meliputi Pengertian Ekonomi Mikro, Tujuan Ekonomi Mikro, Konsep Ekonomi Mikro, Metode Ekonomi Mikro, Teori Ekonomi Mikro dan Contoh Ekonomi Mikro secara lengkap. Semoga artikel kali ini dapat menambah wawasan Anda dan bisa bermanfaat.

Ekonomi Mikro 

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply