9
44

Fungsi Hati : Pengertian, Gangguan, Bagian, Struktur & Jenisnya

loading...

Fungsi Hati – Pada kesempatan kali ini admin akan memberikan informasi mengenai Fungsi Hati yang merupakan salah satu organ yang ada di tubuh manusia dan hati ini memiliki peran yang sangat penting dalam pencernaan maupun yang lainnya. Untuk lebih jelas penjelasannya mari kita simak artikel dibawa ini dengan seksama.

Pengertian Hati

Fungsi Hati

Fungsi Hati

Hati merupakan salah satu organ yang ada di tubuh manusia dan memiliki perannya sangat vital dalam tubuh manusia. Organ ini sering disebut dengan liver yang merupakan organ terbesar di dalam tubuh. Organ yang berwarna cokelat ini memiliki berat sekitar 1,5 kilogram.

Hati terletak di rongga perut kanan bagian atas, tepat di bawah rusuk bagian kanan. Organ ini memiliki dua bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Lobus kanan hati merupakan bagian terbesar yang ukurannya lima sampai enam kali lebih besar daripada lobus kiri.

Baca Juga : Sistem Pencernaan Manusia

Fungsi Hati Dalam Tubuh Manusia

Fungsi Hati

Fungsi Hati

Dibawah ini merupakan Fungsi Hati yang harus kita ketahui, antara lain:

loading...
  1. Menghancurkan Sel Darah Merah Yang Tua

Fungsi hati adalah menghancurkan sel-sel darah merah yang sudah tua dan rusak. Sel darah merah yang mengalir didalam tubuh akan mencapai masa akhirnya.

Semakin lama, sel-sel darah merah yang lebih dari tiga bulan akan menjadi tua dan perlu dihancurkan. Begitu juga dengan sel-sel darah merah yang sudah rusak juga harus dimusnahkan.

  1. Membentuk Sel Darah Merah Baru

Tidak hanya menghancurkan sel darah merah, fungsi hati juga untuk memproduksi sel darah merah baru. Caranya adalah dengan menyerap kembali zat besi yang telah dilepaskan oleh hemoglobin pada sel darah merah yang sudah rusak. Zat besi inilah yang bisa digunakan kembali untuk menjadi sel darah merah baru.

  1. Memproduksi Cairan Empedu

Fungsi hati manusia juga menghasilkan cairan empedu. Cairan empedu adalah cairan yang  terdiri dari garam empedu, air, kolesterol, bilirubin, dan elektrolit.

Cairan empedu sangat diperlukan oleh usus kecil untuk suatu tujuan. Usus kecil bisa menyerap berbagai zat-zat gizi seperti vitamin, lemak, kolesterol, dan lainnya dengan adanya cairan empedu.

  1. Menyaring Darah

Fungsi hati selanjutnya adalah untuk menyaring darah. Selain di ginjal, darah juga bisa disaring di hati. Tujuan dari penyaringan darah yang dilakukan didalam organ hati yakni untuk menyaring beberapa senyawa yang ada di tubuh dan menghilangkan senyawa tertentu baik senyawa yang berasal dari dalam tubuh seperti hormon maupun senyawa luar tubuh.

  1. Mendukung Pembekuan Darah

Fungsi hati juga mampu untuk mendukung pembekuan darah. Karna hati berfungsi menghasilkan cairan empedu sangat berperan pada penyerapan vitamin K. Vitamin K diperlukan untuk membentuk jenis koagulan tertentu. Koagulan tersebut lah yang memengaruhi proses penggumpalan atau pembekuan darah.

  1. Menjadikan Tubuh Memiliki Kekebalan

Organ hati merupakan bagian dari sistem fagosit mononuklear. Sistem fagosit mononuklear ini didalamnya mengandung sejumlah sel Kupffer yang tinggi.

Sel Kupffer ini terlibat dalam sistem kekebalan tubuh. Melalui sel Kupffer inilah agen-agen pembawa penyakit seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit lainnya akan dihancurkan.

  1. Metabolisme Karbohidrat

Hati juga memiliki fungsi untuk melakukan metabolisme karbohidrat. Dalam hati terdapat karbohidrat yang tersimpan yang nantinya akan dipecah menjadi glukosa. Hasil dari pemecahan karbohidrat, yakni glukosa akan masuk ke dalam aliran darah. Fungsi glukosa adalah untuk mempertahankan kadar glukosa agar tetap normal.

  1. Metabolisme Lemak

Fungsi hati manusia bisa untuk melakukan metabolisme lemak. Cairan empedu yang dihasilkan oleh hati akan membantu untuk memecah lemak agar lemak lebih mudah dicerna tubuh. Lemak yang suah dipecah oleh hati dapat disimpan menjadi lemak di hati dan juga dapat dikeluarkan dalam bentuk energi.

  1. Metabolisme Protein

Selain karbohidrat dan lemak, fungsi hati juga bisa untuk melakukan metabolisme protein. Sama seperti lemak, protein juga membutuhkan cairan empedu untuk bisa memecah protein.

Pada proses pemecahan protein akan mengubah gugus amino atau asam-asam amino yang dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan energi atau diubah kembali menjadi karbohidrat dan lemak.

loading...
  1. Menyimpan Vitamin dan Mineral

Tidak hanya zat-zat gizi makro seperti karbohidrat, lemak, dan protein saja yang disimpan di dalam hati. Fungsi hati adalah untuk menyimpan zat-zat gizi mikro yaitu vitamin dan mineral. Hati juga menyimpan beberapa vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K.

Selain itu, vitamin B12 juga bisa disimpan di dalam hati. Selain itu, organ hati juga mempunyai fungsi untuk menyimpan mineral seperti zat besi, tembaga, dan lainnya. Zat besi disimpan dalam bentuk ferritin untuk kemudian membantu proses pembuatan sel darah merah baru. Pada beberapa kasus, penyimpanan ini tahan untuk beberapa tahun.

  1. Sintesis Protein Plasma

Selain metabolisme protein, fungsi hati juga bisa untuk melakukan sintesis hampir semua protein plasma seperti albumin, fibrinogen, dan protombin.

Sintesis protein plasma berupa albumin cukup penting karena albumin berfungsi mengangkut asam lemak dan hormon steroid yang berfungsi mencegah kebocoran pembuluh darah.

  1. Sintesis Angiotensinogen

Fungsi hati ini salah satunya untuk melakukan sintesis angiotensinogen. Angiotensinogen merupakan sebuah hormon yang ada didalam tubuh yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan darah. Hormon ini meningkatkan tekanan darah dengan cara mempersempit pembuluh darah.

  1. Mengubah Amonia menjadi Urea

Protein yang telah dipecah oleh hati menghasilkan produk sampingan yakni berupa amonia yang merupakan racun bagi tubuh apabila dalam jumlah besar. Fungsi hati bisa untuk mengubah amonia menjadi urea. Urea akan dilepaskan oleh hati ke dalam darah yang kemudian disaring ginjal dan dikeluarkan melalui urine.

  1. Mendetoksifikasi Tubuh

Fungsi hati dapat mendetoksifikasi tubuh dengan cara memecah obat-obatan dan alkohol yang mengandung sejumlah racun yang membahayakan tubuh. Racun-racun yang ada di tubuh akan diubah oleh hati menjadi bentuk lain yang kemudian dibuang ke luar tubuh.

  1. Sebagai Eksresi Hati

Fungsi hati juga sebagai alat eksresi. Dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Baca Juga : Fungsi Mulut Dalam Sistem Pencernaan Manusia

Cara Menjaga Fungsi Hati

Fungsi Hati

Fungsi Hati

Berikut ini adalah beberapa cara menjaga fungsi hati agar tetap dalam kondisi yang baik:

  • Miliki pola diet sehat
  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Lindungi tubuh Anda dari paparan bahan kimia di udara
  • Hindari jarum kotor
  • Hindari alkohol
  • Hindari zat terlarang seperti narkotika
  • Dapatkan vaksinasi untuk hepatitis A dan hepatitis B
  • Tetap jaga privasi perawatan pribadi Anda seperti pisau cukur, sikat gigi, dll.

Penyebab Gangguan Fungsi Hati

Fungsi Hati

Fungsi Hati

Dibawah ini merupakan penyebab gangguan dari fungsi hati, diantaranya:

  1. Konsumsi Obat-obatan

Meskipun yang dikonsumsi adalah obat yang legal, dalam arti bukan obat-obatan yang terlarang (narkoba), akan tetapi zat dalam obat yang membuat kerja hati menjadi berat. Minumlah obat jika anda memang benar-benar membutuhkannya.

  1. Banyak Minuman Beralkohol

Alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan kerja hati menjadi berat. Bahkan tidak hanya hati, kerja organ tubuh yang lain juga ikut berat. Jika ini berlangsung lama akan bisa memicu gangguan fungsi hati.

  1. Pencernaan Tidak Lancar

Untuk pencernaan minimal 1kali dalam sehari yang harus dikeluarkan tubuh. Namun jika BAB tidak lancar dapat membuat kerja hati makin berat karena akan menggantikan sistem pencernaan untuk memerasnya.

  1. Penumpukan Lemak Jenuh

Konsumsi makanan berminyak atau yang dibuat dengan minyak goreng yang berulang akan menyebabkan menumpuknya lemak jenuh. Kondisi ini bukan saja akan membuat kerja hati menjadi berat, namun juga bisa menyulitkan untuk dibersihkannya.

Cara Mencegah dan Mengatasi Gangguan Fungsi Hati

Fungsi Hati

Fungsi Hati

Berikut ini beberapa cara mencegah dan mengatasi gangguan fungsi hati, diantaranya:

  1. Hindari Bahan Pengawet

Hindarilah menggunakan bahan pengawet, ganti penyedap rasa dari daftar masakan anda dengan menggunakan bawang putih. Rempah ini selain kaya antioksidan juga akan membuat rasa masakan menjadi lebih nikmat.

  1. Minum Air Putih yang Banyak

Air putih sangatlah penting untuk tubuh kita, jadi untuk itu minumlah selalu air putih minimal 8 liter dalam sehari untuk mencegah gangguan fungsi hati. Bawalah selalu air putih setiap kali anda berpergian yang bisa menghindarkan anda untuk membeli air soda dan minuman berwarna lainnya.

  1. Atur Waktu Tidur

Istirahat yang cukup dan teratur juga membuat hati beristirahat. Dalam dunia kesehatan tubuh kita mrmbutuhkan istirahat malam sekitar 8 jam akan membuat kerja hati juga terhenti dan ikut beristirahat sementara.

  1. Hentikan Alkohol dan Minuman Bersoda

Anda sebaiknya tidak hanya menghindari, namun menghentikan minuman alkohol, bersoda maupun minuman manis. Jika Anda tidak mengkonsumsinya sama sekali akan bisa mengembalikan fungsi hati.

Struktur Hati

Fungsi Hati

Fungsi Hati

  • Lobus kiri dan lobus kanan : dengan lobus kanan lebih besar dibandingkan dengan lobus kiri.
  • Lobulus Hepar disusun oleh lobulus-lobulus kecil dan tersusun dalam kolom.
  • Vena sentralis pada bagian tengah tiap lobulus. Vena bergabung menjadi vena yang lebih besar dan membentuk vena hepatika yang kemudian menuju ke dalam vena kava inferior
  • Lakuna, merupakan ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus lainnya.

Jenis – Jenis Hati

Fungsi Hati

Fungsi Hati

Dibawah ini merupakan Jenis-Jenis Hati, diantaranya:

  1. Qalbun Mayyit (Hati yang Mati)

Jenis hati ini adalah jenis hati orang-orang kafir. Setan sudah menjadikan hati orang-orang tersebut sebagai rumahnya sehingga setan-setan itu dapat berkuasa secara penuh dan berbuat apa saja di dalamnya. Hati jenis ini sudah sangat sulit untuk diobati.

Kendati demikian, bukan berarti mustahil bagi mereka untuk mendapatkan hidayah karena hidayah Allah bisa datang kepada siapa saja termasuk  orang-orang yang berhati seperti ini.

  1. Qalbun Maridh (Hati yang Sakit)

Jenis hati ini telah mendapatkan cahaya. Namun cahaya yang didapatkannya masih redup sehingga masih ada bagian hatinya yang gelap. Setan masih bisa masuk dengan bebas ke dalam hati ini.

Hati jenis ini tidak bisa merasakan lezatnya ketaatan kepada Allah, dan seringnya terjerumus ke dalam dosa. Namun demikian hati jenis ini lebih mudah diobati daripada jenis hati Qalbun Mayyit. Segala bentuk penyakit yang ada dalam hati sering disebut penyakit batiniyah.

  1. Qalbun Salim (Hati yang selamat)

Qalbun salim merupakan jenis hati yang paling baik. Hati jenis ini merupakan hati yang dipenuhi dengan keimanan. Orang yang mempunyai qalbun salim akan mampu melawan segala bentuk syahwat ataupun godaan setan.

Jenis hati ini akan diterangi dengan cahaya yang terang-benderang. Orang yang memiliki hati seperti ini akan selalu merasakan kenikmatan dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah bahkan berperang di jalan Allah SWT.

Bagian – Bagian Hati

Fungsi Hati

Fungsi Hati

Dibawah ini merupakan Bagian-Bagian dari Hati, diantaranya:

  1. Hati/Liver

Kelenjar besar berwarna merah gelap pada bagian atas perut sebelah kanan, tepat di bawah diafragma. Fungsinya yaitu sebagai tempat penyimpanan dan filtrasi darah sekresi empedu, konversi gula menjadi glikogen, dan banyak aktivitas metabolik lainnya.

  1. Glikogen

Polisakarida yang sangat bercabang, yang tersusun atas rantai glukosa, merupakan bentuk utama penyimpanan karbohidrat pada binatang terutama disimpan di hati dan otot; glikogen disintesis dan didegradasi menjadi energi sesuai dengan kebutuhan. (Dorland, 2002)

  1. Sekresi

Proses seluler berupa pembentukan dan pelepasan produk spesifik; aktivitas ini dapat berkisar dari pemisahan zat spesifik dalam darah hingga pembentukan zat kimia baru.

  1. Empedu/Bile

Cairan yang disekresi oleh hati, dipekatkan dalam kantung empedu, dan dikeluarkan ke dalam usus halus melalui saluran empedu, yang membantu proses alkalinisasi isi usus dan berperan dalam emulsifikasi, absorpsi, dan pencernaan lemak; konstituen utamanya adalah garam empedu terkonjugasi, kolesterol, fosfolipid, bilirubin, dan elektrolit. (Dorland, 2002)

  1. Infiltrasi

Difusi atau penimbunan patologis substansi di suatu jaringan, yang normalnya tidak terdapat pada jaringan tersebut atau dalam jumlah yang melebihi normal.

  1. Sirosis/Cirrhosis

Sirosis/Cirrhosis merupakan sekelompok penyakit hati yang ditandai oleh peradangan interstisial hati, hilangnya arsitektur hati yang normal, fibrosis, dan degenerasi nodular.

Baca Juga : Fungsi Kerongkongan Dalam Sistem Pencernaan Manusia

Nahh, itulah penjelsan seputar Fungsi Hati yang meliputi, Pengertian, Bagian-Bagian, Jenis-Jenis, Struktur, Cara Mencegah & Mengatasi serta Cara Merawat Hati yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply