2
21

Fungsi Kerongkongan (Esofagus): Pengertian, Struktur & Bagiannya

loading...

Fungsi Kerongkongan – Kerongkongan adalah salah satu organ sistem pencernaan manusia yang dimana proses pencernaan makanan diawali oleh mulut lalu kerongkongan. Manusia memiliki sistem pencernaan makanan yang kompleks.

Ada beberapa organ penyusun sistem pencernaan manusia, dan masing-masing mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Dibawah ini akan dijelaskan lebih detail mengenai Kerongkongan (Esofagus), mari kita simak artikel ini dengan seksama.

Pengertian Kerongkongan (Esofagus)

Fungsi Kerongkongan

Fungsi Kerongkongan

Kata Esofagus ini berasal dari bahasa Yunani yaitu, “Oeso” yang artinya “membawa” dan “phagus” artinya yaitu “memakan”. Dalam bahasa indonesia, esofagus biasa sering disebut dengan kerongkongan. Di  kerongkongan ini jika ada makanan yangmasuk, maka makanan itu hanya lewat selama kurang lebih 6 detik. Setelah itu makanan tersebut nantinya akan didorong ke lambung.

Pengertian Kerongkongan (Esofagus) merupakan salah satu bagian organ pencernaan yang terletak diantara faring dan lambung, dan juga berlekatan dengan trakea. Kerongkongan ini memiliki organ pencernaan berbentuk seperti tabung berotot yang ini memiliki fungsi membawa makanan dari mulut ke lambung.

Kerongkongan (Esofagus) ini mendorong makanan dengan sebuah gerakan hasil perpaduan kontraksi otot yang disebut dengan gerakan peristaltik. Kerongkongan memiliki panjang pada orang dewasa sekitar 23 – 25 cm dan lebar sekitar 2 cm.

loading...

Baca Juga : Fungsi Mulut dalam Sistem Pencernaan Manusia

Fungsi Kerongkongan (Esofagus)

Fungsi Kerongkongan

Fungsi Kerongkongan

  1. Menyalurkan Makanan Dari Mulut ke Lambung

Kerongkongan dalam hal ini mempunyai fungsi sebagai pipa penyalur makanan dari mulut ke dalam lambung, sementara itu tenggorokan ini merupakan saluran pernapasan yang tugasnya menghubungkan antara mulut dengan paru paru.

  1. Menghasilkan Gerak Peristaltik

Pada saat makanan menuju kerongkongan nantinya otot-otot yang menghasilkan sebuah gerak peristaltik sehingga pada dindingnya itu berkontraksi serta secara perlahan, makanan tersebut terdorong masuk ke lambung. Perlu untuk diketahui, bahwa makanan ini hanyalah lewat saja tanpa mengalami proses pencernaan, yang mana aktivitas pencernaan tersebut akan dimulai di lambung.

  1. Mencegah Laju Isi dan Cairan Lambung

Pada saat makanan di lambung, nantinya akan menghasilkan suatu asam yang kuat, yakni asam klorida dan juga berbagai enzim yang mempunyai tugas dalam membantu proses pencernaan. Campuran tersebut dinamakan dengan asam lambung.

Terjadinya suatu penyempitan sfingter di kerongkongan tersebut, maka akan mampu mencegah masuknya cairan lambung itu ke kerongkongan akibat dari kadar asam lambung yang naik.

Bagian – Bagian Kerongkongan (Esofagus)

Fungsi Kerongkongan

Fungsi Kerongkongan

Kerongkongan (Esofagus) ini terbagi 3 bagian diantaranya :

  1. Bagian Superior (1/3 atas esofagus )
    Pada bagian atas kerongkongan ini sebagian besar otot penyusun esofagus tersebut pada bagian ini ialah otot rangka (bekerja secara sadar/dapat dikendalikan)
  1. Bagian Tengah (2/3 tengah esofagus)
    Pada bagian tengah kerongkonan ini terdiri dari otot campuran dari otot rangka serta otot halus.
  2. Bagian Inferior (3/3 bawah esofagus)
    Pada bagian bawah kerongkongan ini terdapat otot penyusunnya ini merupakan otot halus yang bekerja tanpa kita sadari (tidak dapat dikendalikan).

Struktur Kerongkongan (Esofagus)

Fungsi Kerongkongan

Fungsi Kerongkongan

Kerongkongan (Esofagus) ini memiliki 4 lapisan didalamnya, antara lain:

  1. Lapisan Serosa

Lapisan Serosa merupakan lapisan terluar yang terdiri dari pembuluh darah, limfe serta saraf. Lapisan serosa pada kerongkongan (esofagus) ini berupa jaringan ikat. Lapisan serosa ini mempunyai rongga-rongga kecil yang dimana tempat keluarnya cairan serosa yang memiliki fungsi sebagai pelumas gerakan otot.

  1. Lapisan Otot

Lapisan otot merupakan lapisan otot polos yang mana lapisan otot ini bekerja sendiri tanpa kita sadari. Dalam lapisan otot ini terdapat 2 jenis serabut otot, diantaranya serabut otot longitudinal (memanjang) dan serabut otot sirkuler (melingkar).

Kombinasi dari kontraksi kedua jenis otot ini akan menghasilkan gerakan peristaltik usus yang memiliki fungsi untuk memecah makanan dan juga membawanya ke organ pencernaan selanjutnya.

  1. Lapisan Submukosa

Berupa lapisan jaringan ikat longgar yang berisi pembuluh darah, limfe, saraf serta kelenjar lendir. Pembuluh darah pada lapisan submukosa esofagus ini memiliki peranan yang penting dalam mengedarkan makanan yang diserap.

loading...
  1. Lapisan Mukosa

Lapisan mukosa merupakan lapisan yang terdapat di kerongkongan yang disusun oleh sel epitel berlapis gepeng bertingkat serta jaringan ikat tipis. Lapisan mukosa memiliki sel goblet yang mampu menghasilkan lendir.

Pada kondisi normal, esofagus ini tidak akan tahan terhadap asam lambung yang memiliki sifat asam sehingga akan terasa seperti rasa nyeri ataupun seperti terbakar pada saat terjadi kelainan naiknya asam lambung itu ke mukosa esofagus.

Nahh, itulah penjelasan seputar Fungsi Kerongkongan (Esofagus) yang meliputi, Pengertian, Struktur, Fungsi & Bagian – Bagiannya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply