17
34

Fungsi Pembuluh Darah :Pengertian, Struktur, Jenis & Penyakit

Fungsi Pembuluh Darah – Pada kesempatan kali ini Admin akan memberikan pengetahuan tentang fungsi pembuluh darah pada peredaran darah manusia.Pembuluh darah ini memiliki peran penting bagi tubuh. Apa kalian tau fungsinya dalam kesehatan tubuh manusia?. Jika belum mari kita simak artikel berikut ini dengan seksama.

Pengertian Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Pembuluh darah adalah serangkaian tabung yang berada didalam tubuh Anda. Mereka menyalurkan dari darah ke jantung. Sementara arteri membawa darah dari jantung dan mengangkut oksigen dan nutrisi yang bermanfaat ke sel-sel tubuh.

Setelah oksigen habis, vena akan mengambil darah kembali ke jantung di mana ia dipompa ke paru-paru untuk mengambil oksigen yang baru lagi. Pembuluh darah terkecil cuma berukuran 5 mikrometer.

Arteri membawa darah beroksigen jauh dari jantung. Mereka tangguh di luar tetapi mengandung lapisan sel epitel interior yang halus yang memungkinkan darah mengalir dengan lancar. Arteri juga mengandung lapisan tengah yang kuat dan berotot yang membantu memompa darah ke seluruh tubuh manusia.

Kapiler nantinya akan menghubungkan arteri ke vena. Arteri akan mengirimkan darah yang kaya oksigen ke kapiler,yang mana tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang sebenarnya terjadi. Kapiler kemudian mengirimkan darah yang kaya limbah ke pembuluh darah untuk diangkut kembali ke paru-paru dan jantung.

Pembuluh darah membawa kembali darah ke jantung. Hampir dengan arteri tetapi tidak sekuat atau setebal. Tidak seperti arteri, vena mengandung katup yang memastikan darah mengalir hanya pada satu arah saja.

Arteri tidak membutuhkan katup karena tekanan dari jantung begitu kuat sehingga darah hanya dapat mengalir dalam satu arah. Katup juga membantu darah mengalir kembali ke jantung untuk melawan gaya gravitasi.

Baca Juga : Fungsi Plasma Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Berikut ini merupaka fungsi pembuluhdarah yang harus kalian ketahui, antara lain:

  1. Membawa darah dari jantung
  2. Mengangkut darah beroksigen seluruh tubuh
  3. Mengangkut darah dari arteri ke kapiler
  4. Menguras darah dari kapiler ke dalam vena kemudian bertukar oksigen, karbon dioksida, air dan garam antara tubuh dan jaringan sekitarnya .
  5. Arteriol juga regulator utama tekanan dan aliran darah.
  6. Kapiler juga mendukung dalam penyediaan jaringan tubuh dengan komponen yang diperlukan darah.

Baca Juga : Fungsi Sel Darah Putih

Karakteristik Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Berikut ini merupakan karakteristik pembuluh darah yang harus kalian ketahui, antara lain:

  • Pembuluh darah mempunyai struktur yang serupa dari diameter tertentu (kaliber). Akan tetapi, dalam pembuluh yang sama karakteristik ini bervariasi di sepanjang jalan, tidak selalu mudah untuk membedakan satu dengan yang lain. Pembuluh darah ini bercabang dan menjadi lebih tipis, yang terjadi secara bertahap.
  • Pembuluh darah yang lebih besar (arteri dan vena) mempunyai lebih banyak lapisan sel dan dinding yang lebih tebal. Sementara pembuluh kaliber yang lebih kecil dan sangat tipis (arteriol, venula dan kapiler), biasanya dengan satu lapisan.
  • Vena dan arteri besar mempunyai katup yang mencegah refluks darah. Mereka juga membantu darah untuk kembali ke jantung, yang sangat penting di daerah yang jauh seperti kaki. Apabila katup ini tidak berfungsi dengan baik, maka katup tersebut akan menyebabkan insufisiensi vena, dan menghasilkan varises.
  • Pembuluh yang sangat tipis akan membentuk jaringan tabung yang bercabang dengan baik, yang disebut vasa vasorum, untuk membantu menyuburkan lapisan awal pembuluh darah yang lebih besar. Komponen pembuluh darah berfungsi untuk membantu dalam transportasi darah dalam tubuh, sering masuk dan keluar dari jantung.

Struktur Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Berikut ini merupakan struktur pembuluh darah yang harus kalian ketahui, antara lain:

1. Tunika Intima

Tunika Intima merupakan lapisan paling dalam dari pembuluh darah yang lain dan terdiri dari selapis sel endotel yang membatasi permukaan dalam pembuluh. Terdapat lapisan subendotel yang terletak dibawah lapisan endotel. Lapisan ini memiliki peran pada kontraksi pembuluh darah.

2. Tunika Media

Tunika Media merupakan salah satu struktur pembuluh darah yang terletak di atas tunika intima dan merupakan lapisan tengah dari pembuluh darah. Tunika media terdiri dari serat otot polos yang melingkar.

Tunika media ini dipisahkan oleh membrane lamina elastik interna yang mengandung serat elastik dan berpori, maka zat-zat bisa masuk melalui pori tersebut. Sementara yang membatasi antara tunika media dengan tunika adventitia yakni lamina elastik eksterna.

3. Tunika Adventitia

Tunika Adventitia merupakan lapisan terluar daripada pembuluh darah dan memuat banyak jaringan ikat kolagen khususnya kolagen tipe 1 dan jaringan elastik.

4. Anastomosis Arteriovenosa

Anastomosis Arteriovenosa merupakan salah satu struktur pembuluh darah yang berfungsi untuk penyambungan langsung antara arteri dengan vena. Anastomosis arteriovenosa ini akan tersebar di seluruh tubuh dan biasanya berada di pembuluh-pembuluh kecil, seperti di kuku, jari & telinga.

Anastomosis ini dipersarafi dengan sistem saraf otonom (simpatis dan parasimpatis). Anastomosis arteriovenosa juga berperan dalam sistem pengaturan suhu (termoregulator).

5. Vasa Vasorum

Vasa Vasorum merupakan pembuluh darah kecil yang membagikan suplai metabolit untuk sel-sel di tunika media dan tunika adventitia pembuluh darah besar, baik arteri maupun vena.

Jenis – Jenis Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Berikut ini merupakan jenis-jenis pembuluh darah yang harus kalian ketahui, antara lain:

1. Pembuluh Nadi (Arteri)

Pembuluh Nadi (Arteri) merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari dalam jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh nadi ini berfungsi mengalirkan atau mengeluarkan darah dari jantung.

Diameter pembuluh nadi ini sangat beragam, mulai dari yang paling besar yaitu aorta (berukuran ± 20 mm ) hingga ke cabang-cabang yang terkecil yakni arteriol (berukuran ± 0,2 mm ). Sebagian besar pembuluh nadi akan mengalirkan darah yang mengandung zat oksigen.

Pembuluh nadi memiliki dinding yang elastis (atau kenyal) dan mampu melakukan kontraksi. Dinding pembuluh nadi ini terdiri dari 3 jenis jaringan, yang meliputi jaringan ikat pada lapisan paling luar, jaringan endotelium yang melapisi permukaan dalam arteri & jaringan otot yang tebal.

2. Vena (Pembuluh Balik)

Vena merupakan pembuluh yang membawa darah ke jantung. Vena memiliki bentuk yang bercabang-cabang yang membentuk venula yang berdiameter ± 0,2 mm. Venula ini juga membentuk cabang-cabang yang lebih kecil yang disebut dengan kapiler.

Vena juga merupakan pembuluh mempunyai dinding lebih tipis, kurang elastis, dan lubang pembuluh lebih besar daripada arteri. Vena sendiri terdiri dari 3 lapisan jaringan yang sama. Di sepanjang vena memiliki katup yang menjaga agar darah tidak berbalik arah.

Pengaruh dari kontraksi jantung ke aliran darah vena sangat kecil sehingga aliran di dalam vena lebih banyak disebabkan oleh kontraksi otot-otot di sekitarnya dan didukung oleh katup-katup.

Terdapat 3 jenis vena yang masuk ke jantung, yaitu vena cava pulmonalis, vena cava superior, dan vena cava inferior.

  • Vena Cava Pulmonalis merupakan vena yang berasal dari paru-paru dan masuk ke jantung melalui atrium kiri.
  • Vena Cava Superior merupakan vena yang membawa darah yang kaya CO2 dari bagian anterior (atas) tubuh ke atrium kanan.
  • Vena Cava Inferior merupakan vena yang membawa darah kaya CO2 dari bagian posterior (bawah) tubuh manusia.

3. Kapiler

Kapiler merupakan salah satu jenis pembuluh darah yang memiliki ukuran kecil sebagai perpanjangan arteri dan vena. Kapiler akan saling berhubungan dan membentuk percabangan yang rumit. Dinding sel pembuluh ini bersifat permeabel sehingga cairan pada tubuh dan zat-zat terlarut bisa keluar masuk melalui dinding selnya.

Kapiler juga sebagai tempat berlangsungnya pertukaran oksigen, karbon dioksida, zat-zat makanan dan hasil-hasil dari ekskresi dengan jaringan yang ada di sekeliling kapiler. Beberapa pembuluh kapiler memiliki lubang dengan ukuran yang sempit sehingga sel darah merah bisa rusak jika melewatinya.

Diameter pembuluh ini dapat berubah-ubah. Kapiler bisa menyempit sebab pengaruh temperatur lingkungan yang rendah dan membesar bila ada pengaruh temperatur lingkungan yang tinggi serta bahan kimia, seperti histamin.

Penyakit Pada Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Fungsi Pembuluh Darah

Berikut ini merupakan beberapa penyakit pada pembuluh darah yang harus kalian ketahui, antara lain:

1. Arteri Periferal

Arteri Periferal merupakan penyakit pembuluh darah yang membuat arteri periferal menyempit disebabkan adanya penumpukan lemak dan kolesterola. Jika ini terjadi, darah tidak dapat mengalir dengan normal.

2. Aneurisma 

Aneurism merupakan penyakit pada pembuluh darah yang terdapat benjolan yang berkembang di pembuluh darah. Biasanya penyakit ini terjadi di aorta, tetapi bisa timbul di pembuluh darah manapun.

Ada beberapa jenis penyakit aneurisma yakni aneurisma cerebral dan aneurisma abdominal. Apabila terdeteksi dan dibiarkan, dalam keadaan penuh tekanan aneurisma bisa pecah dan mengancam nyawa.

3. Varises Vena

Varises Vena merupakan penyakit pada pembuluh darah dengan keadaan di mana vena membesar sehingga menyebabkan tonjolan yang nampak pada kulit.

Biasanya varises terlihat pada vena kaki, tapi bisa juga pada bagian tubuh yang lain. Walaupun sebagian tidak menunjukkan gejala, namun kadang varises disertai dengan kram dan pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.

4. Trombosis Vena Dalam

Trombosis Vena Daam merupakan penyakit yang terdapat gumpalan darah yang terbentuk pada salah satu vena dalam tubuh.

5. Embolisme Pulmonal

Embolisme Pulmonal merupakan penyakit yang terdapat gumpalan darah yang terbentuk berpindah dari vena ke paru-paru.

Nahh, itulah penjelasan mengenai fungsi pembuluh darah yang meliputi, pengertian, struktur, karakteristik, jenis & penyakitnya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply