4
17

Fungsi Trakea : Pengertian, Struktur, Bagian & Penyakitnya (Lengkap)

loading...

Fungsi Trakea – Pada kesempatan kali ini Admin akan memberikan pengetahuan tentang fungsi trakea. Sebelumnya telah kita bahas fungsi laring dalam sistem pernapasan manusia dan lanjut kita bahas trakea manusia. Apa kalian sudah tau fungsi trakea dalam tubuh manusia?. Jika belum mari kita simak artikel berikut ini dengan seksama.

Pengertian Trakea

Fungsi Trakea

Fungsi Trakea

Trakea merupakan salah satu organ yang memiliki peran yang sangat penting pada pernapasan manusia. Trakea adalah tabung 10 sampai 16 cm panjang 2 sampai 25 inci, trakea itu sendiri berbentuk silindris dan terdiri dari 20 kotak dengan bentuk cincin yang kuat namun fleksibel.

Trakea juga berasal dari laring dan diformulasikan sebagai bronkus utama pada tubuh manusia dan dari faring ke sumsum tulang belakang dan berperan sebagai jalan napas ke paru-paru.

Baca Juga  : Fungsi Faring

Fungsi Trakea

Fungsi Trakea

Fungsi Trakea

Berikut ini merupakan fungsi trakea dalam sistem pernapasan manusia yang harus kalian ketahui, antara lain:

loading...
  1. Sebagai Sistem Pernapasan

Salah satu fungsi trake yakni sebagai sistem pernapasan dan trakea termasuk dalam tabung pernapasan yang terletak di bagian belakang laring. Udara mengalir melalui trakea lalu ke bronkus, kemudian ke alveoli baru.

Kotoran yang tersisa di udara diangkut dan disaring oleh trakea. Trakea juga bisa menjaga kelembaban dan bertugas untuk mengatur suhu udara karena mengandung lendir atau lendir yang disebut lendir pada selaput lendir.

  1. Mencegah Benda Berbahaya Masuk ke Dalam Paru-Paru

Fungsi trakea juga dapat mencegah benda asing masuk ke batang tenggorok karena sumbatan udara, ia ditangkap dan diikat ke selaput lendir. Lalu benda tersebut dikeluarkan dari tubuh dengan suatu bentuk lendir (seperti dicampur pada lendir trakea).

  1. Sebagai Alat Proses Pencernaan

Fungsi selanjutnya yakni sebagai alat proses pencernaan. Dinding trakea akan menghubungi dinding organ pencernaan, seperti kerongkongan, untuk melebur. Trakea juga secara tidak langsung mempengaruhi proses pencernaan manusia.

Apabila trakea tersumbat, ini dapat menjadi masalah di esofagus yang dimasukkan. Contohnya, jika saluran udara telah tersumbat, refleks batuk dipicu, sampai kerongkongan dan trakea dibebaskan dari benda padat pertama.

Struktur Trakea

Fungsi Trakea

Fungsi Trakea

Berikut ini merupakan struktur trakea yang terdiri dari 3 lapisan yakni lapisan dalam (jaringan mukosa), lapisan tengah (jaringan otot dan tulang rawan), dan lapisan luar (jaringan ikat).

  1. Lapisan Dalam (Jaringan Mukosa)

Lapisan Dalam merupakan salah satu struktur pada trakea yang tersusun oleh sel epitel silindris bersilia dengan sel goblet. Lapisan dalam berfungsi menghasilkan lendir ataupun cairan kental (Mukus) yang akan melindungi dinding trakea dan melindungi saluran pernapasan dari bakteri, kotoran dan debu.

  1. Lapisan Tengah (Jaringan Otot & Tulang Rawan)

Lapisan tengah atau tulang rawan merupakan lapisan dimana tempat letaknya tulang rawan yang berbentuk seperti huruf C. Pada bagian tulang rawan ini berada pada bagian posterior atau belakangnya yang merupakan tempat bertemunya trakea dengan esofagus.

Sekitar cincin tulang rawan tersebut terdapat jaringan otot berupa otot polos, fungsinya untuk menggerakan pernapasan, mengontrol refleks batuk dan tesedak. Pada lapisan ini juga ada struktur yang mengubungkan cincin tulang rawan trakea serta melindungi kedua ujung cincin agar tetap dalam keadaan optimalnya.

  1. Lapisan Terluar Adventitia (Jaringan Ikat)

Lapisan terluar adventitia merupakan lapisan terakhir pada trakea. Pada lapisan ini juga bisa ditemukan saraf, pembuluh darah dan juga jaringan lemak. Sedangkan ada juga yang menyebutkan bahwa dinding trakea terdiri atas empat lapisan, Jika demikian maka yang dimaksud lapisan ke 4 yakni lapisan submukosa yang terletak setelah lapisan mukosa.

Lapisan submukosa disusun oleh jaringan ikat yang terpisah dari epitel di lapisan mukosa. Lapisan ini banyak pembuluh darah dan saraf. Lapisan ini dapat terjadi pergerakan mukosa trakea.

Bagian – Bagian Trakea

Fungsi Trakea

Fungsi Trakea

loading...
  1. Jaringan Tulang Rawan

Ada tulang rawan 16 hingga 20 hyiline dalam bentuk “C” yang membentuk saluran. Bagian terbuka dari kartrid ialah “C” ada di bagian belakang kerongkongan. Profilaksis lamina dengan jaringan konvensional dan otot di bagian tulang rawan.

  1. Jaringan Ikat

Lapisan lamina-propina di tulang rawan ialah sebuah kumpulan sel-sel pada jaringan ikat. Lapisan koneksi ini berfungsi sebagai koneksi antara jaringan dan jaringan lain. Ada pula pita yang menghubungkan tulang rawan dalam bentuk “C” dari trakea.

  1. Jaringan Epitel

Jaringan epitel pada dinding trakea mempunyai bentuk epitel silinder. Sel epitel pada lapisan ini menghasilkan lendir atau lendir yang mempunyai suatu fungsi untuk pelindung.

  1. Jaringan Otot

Jenis otot yang dapat membentuk trakea adalah otot yang membentuk jalan napas lain, yaitu otot polos. Jaringan yang berada di bagian terbuka tulang rawan “C”, yang membentuk organ ini. Fungsi otot pada organ ini dikaitkan dengan efek pernapasan dan oksidatif dari batuk atau mekanisme kelelahan.

Penyakit Pada Trakea

Fungsi Trakea

Fungsi Trakea

Berikut ini merupakan beberapa penyakit yang terjadi di trakea pada sistem pernapasan manusia, antara lain:

  1. Tracheitis

Tracheitis ialah salah satu infeksi yang terjadi pada trakea. Tracheitis yang disebabkan oleh bakteri dan dikenal sebagai trakeitis bakteri.

  1. Croup

Croup yaitu salah satu jenis infeksi saluran pernapasan yang umumnya dialami anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Croup disebabkan oleh virus yang menjangkiti laring atau kotak suara dan trakea atau batang tenggorokan.

  1. Fistula Trakea-esofagus (TEF)

Fistula trakea-esofagus (TEF) merupakan suatu pertumbuhan jaringan abnormal yang menyambungkan esofagus dengan trakea.

Baca Juga : Fungsi Hidung

Nahh, itulah penjelasan mengenai fungsi trakea dalam sistem pernapasan manusia yang meliputi, pengertian, struktur, bagian & penyakitnya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply