5
31

Fungsi Usus Halus : Pengertian, Struktur, Bagian & Gangguannya

loading...

Fungsi Usus Halus –  Setelah kita mengetahui fungsi usus besar, langsung ke organ selanjtnya yaitu fungsi usus halus. Usus halus merupakan salah satu organ dalam sistem pencernaan manusia dan memiliki peran yang sangat penting. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai tugas dan fungsinya bagi tubuh mari kita simak artikel ini dengan seksama.

Pengertian Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Usus halus merupakan salah satu organ pencernaan yang berbentuk tabung dimulai dari lubang pilorus pada lambung sampai ke katup ileosekal pada usus besar.

Usus halus ini memiliki ukuran panjang sekitar 6,7 meter dengan diameter 2,5 cm dan menjadikannya organ terpanjang dalam sistem pencernaan manusia  yang mana memiliki ukuran yang lebih panjang daripada usus besar dengan panjang 1,8 meter dengan diameter 7,6 meter.

Baca Juga : Fungsi Usus Besar Dalam Sistem Pencernaan Manusia

Fungsi Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Dibawah ini merupakan beberapa fungsi usus halus yang perlu kalian ketahui, antara lain:

loading...
  1. Fungsi Penetralan

Fungsi pertama yakni penetralan. Pada makanan yang sudah setengah cerna yang berasal dari lambung mempunyai kondisi yang sangat asam. Sehingga harus dinetralisir supaya kerja usus halus lebih optimal.

Nantinya, doudenum akan mengeluarkan hormon secretin. Hormon ini dapat menyebabkan pankreas mengeluarkan sejumlah besar natrium bikarbonat.

Sodium bikarbonat yang akhirnya meningkatkan pH chyme dari 2 menjadi 7 (dari asam menjadi netral). Dan juga lendir dan cairan empedu juga dapat mempunyai efek penetralisir asam.

  1. Perlindungan Dari Asam

Kondisi bubur chyme yang asam dari lambung mampu merusak usus halus. Oleh karna itu usus halus harus melindungi dirinya dari kerusakan akibat asam ini. Sel goblet di epitel usus akan mensekresi lendir yang membentuk lapisan guna melindungi usus halus dari kandungan asam tadi.

  1. Melindungi Dari Mikroba

Pada dinding epitel usus ada yang namanya sel antimikroba yang disebut sel Paneth. Sel ini akan mensekresi peptida antimikroba yang bisa membunuh mikroba berbahaya dalam makanan yang dicerna.

  1. Sebagai Pertahanan

Fungsi selanjutnya yaitu sebagai pertahanan untuk membantu sistem imun tubuh.  Adanya flora usus pada usus halus memberikan kontribusi positif pada tubuh kita.

Selain itu, juga ada namanya peyer’s patches yang berupa kumpulan nodul limfoid pada ileum. Struktur ini merupakan bagian penting sistem imun yang berada dalam saluran pencernaan.

Pada bagian ini juga terdapat bagian dari sistem limfatik yang menghasilkan antigen dari bakteri atau organisme berbahaya yang diambil dari saluran pencernaan, yang nantinya akan dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.

  1. Membuang Limbah Pencernaan

Salah satu fungsi usus halus berikutnya yakni membantu dalam proses buang air besar dengan mengeluarkan limbah pencernaan.

Kontraksi serat otot melingkar dan longitudinal pada dinding usus tidak cuma membantu mencerna makanan, akan tetapi juga membantu pergerakan limbah sepanjang usus halus hingga dikeluarkan dari tubuh.

  1. Sekresi Hormon

Berikut ini merupakan beberapa sekresi hormon yang dapat mempermudah proses pencernaan, antara lain:

  • Secretin

Sel epitelian di dalam usus halus akan mengeluarkan hormon secretin. Zat ini akan langsung merangsang pankreas dan hati untuk melepaskan cairan kaya bikarbonat ke dalam usus halus melewati saluran pankreas dan saluran empedu.

  • Cholcystokinin

Sel enteroendokrin pada duodenum khusus mensintesis dan mensekresi hormon cholecystokinin. Dengan adanya hormon ini, pankreas dan kantung empedu nantinya akan melepaskan enzim pencernaan ke dalam usus halus. Hormon ini juga bisa menekan rasa lapar.

loading...
  • Polipeptida Penghambat Lambung

Sel K dalam mukosa duodenum dan jejenum mensintesis polipeptida penghambat lambung sebagai hormon endokrin. Zat ini akan dibawa bersama darah dan akan menghalangi sekresi asam klorida (HCl)  ke dalam lambung.

  • Motilin

Lapisan bawah dari duodenum dan jejenum mengandung banyak sel endokrin M yang mengeluarkan hormon motilin. Untuk meningkatkan gerak peristaltik dan menyiapkan usus untuk mencerna makanan berikutnya.

Baca Juga : Fungsi Empedu Dalam Sistem Pencernaan Manusia

Struktur Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Berikut ini merupakan struktur organ usus halus yang perlu kalian ketahui, antara lain:

  1. Struktur Serosa

Struktur serosa ini dekat dengan pembuluh darah, limpa serta jaringan saraf dan letaknya ada diluar. Struktur serosa usus halus ini berbentuk membran ikat yang disungkup oleh peritoneum visceral.

Struktur serosa juga mempunyai jalan napas kecil tempat keluarnya senyawa serosa yang berperan sebagai pelumas aktivitas otot.

  1. Struktur Otot

Usus halus memiliki otot polos yang menjalankan aktivitasnya otomatis tanpa kita sadari. Didalam struktur otot ada dua jenis serat pada otot yaitu serat otot longitudinal dan serat otot sirkuler.

Gabungan gerakan peregangan kedua otot tersebut akan menghasilkan aktivitas peristaltik usus yang berperan untuk membendung makanan dan memasukkan ke organ pencernaan selanjutnya.

  1. Struktur Submukosa

Struktur selanjutnya yaitu struktur submukosa yang memiliki bentuk struktur membran ikat longgar yang mengandung pembuluh darah, limfe, saraf serta kelenjar lendir.

Pembuluh darah di struktur submukosa usus halus mempunyai kontribusi penting dalam menyalurkan makanan yang telah diserap.

  1. Struktur Mukosa

Struktur mukosa merupakan salah satu struktur dari usus halus yang terdiri oleh organ epitel sederhana dan membran ikat tipis. Struktur mukosa memiliki organ goblet yang bisa memperoleh lendir.

Lendir ini berupa sekresi dari semua kelenjar yang didapat dari usus halus. Struktur yang pembuatannya dihasilkan oleh hormon sekretin dan enterokirin ini disebut dengan jus usus.

Enzim Pada Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Berikut ini merupakan enzim yang terdapat di organ usus halus, antara lain:

  1. Enzim Amilase

Merupakan enzim yang bertujuan mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula yang lebih sederhana (maltosa).

  1. Enzim Enterokinase

Merupakan enzim yang memeiliki tugas untuk  mengganti tripsinogen menjadi tripsin.

  1. Enzim Tripsin

Merupakan enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang mudah diserap oleh usus halus.

  1. Enzim Tripsinogen

Merupakan enzim yang belum aktif, maka harus diaktifkan menjadi tripsin dari enterokinase.

  1. Enzim Maltase

Merupakan enzim yang memiliki tugas untuk mengganti maltosa menjadi glukosa dan galaktosa.

  1. Enzim Laktase

Merupakan enzim yang mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

  1. Enzim Sukrase

Merupakan enzim yang berperan buat mengganti sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

  1. Enzim Lipase Usus

Merupakan enzim yang berperan buat mengganti lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

  1. Enzim Erepsin atau dipeptidase

Merupakan enzim yang memiliki tugas untuk mengganti pepton menjadi asam amino.

  1. Enzim Disakarase

Merupakan enzim yang berperan buat mengganti disakarida menjadi monosakarida.

Bagian – Bagian Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Berikut ini meupakan bagian-bagian dari usus halus yang perlu kalian ketahui, antara lain:

  1. Duodenum (Usus dua belas jari)

Duodenum merupakan bagian pertama dan terpendek dari usus halus. Duodendum memiliki ukuran panjang sekitar 20 sampai 25cm, oleh karena itu bagian ini biasa disebut dengan usus dua belas jari.

Posisi usus dua belas jari ini membentang dari lubang pilorus lambung menuju arah kanan sampai ke lilitan duodenojejunal yang ada disebelah kiri. Struktur usus dua belas jari ini berbentuk seperti huruf C dan memiliki ukuran diameter paling besar dibanding bagian usus halus lainnya.

Adapun fungsi utama duodenum yaitu untuk mencerna makanan secara kimia dengan bantuan enzim-enzim pencernaan yang sebagian berasal dari pankreas.

  1. Jejenum (Usus Kosong)

Jejenum merupakan bagian kedua yang sebelumnya duodendum (usus dua belas jari). Jejenum ini berbatasan langsung dengan usus dua belas jari dan ileum. Jejenum juga mewakili 2/5 dari keseluruhan panjang usus halus.

Sebelum duodenum melakukan dan menyelesaikan pencernaan kimiawi, fungsi usus halus jejenum melakukan hampir 90% proses penyerapan nutrisi dari makanan yang dicerna.

Hampir seluruh usus halus mempunyai jonjot usus yang mana penyerapan nutrisi terjadi, pada bagian jejenum fungsi penyerapannya akan lebih baik lagi seterusnya.

  1. Ileum (Usus Penyerapan)

Ileum atau usus penyerapan merupakan bagian ketiga dari usus halus, merentang dari jejenum hingga katup ileosekal. Panjangnya hampir 3/5 kali panjang keseluruhan panjang usus halus. Dindingnya lebih tipis dan lebih banyak mengandung lemak mesenterika.

Ileum juga berfungsi menyerap nutrisi makanan yang belum diserap pada proses sebelumnya, ileum  berperan penting dalam mengatur katup ileosekal supaya tidak terjadi refluks dari usus besar ke usus halus.

Dalam fungsi pencernaan, ileum sendiri mengandung reseptor guna menyerap vitamin B12 dan garam empedu. Ileum juga mampu menyerap sisa nutrisi dari makanan yang sudah dicerna. Ileum  dapat menyerap sekitar 95% garam empedu terkonjugasi dari usus halus.

Gangguan – Gangguan Pada Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Fungsi Usus Halus

Berikut ini beberapa gangguan yang timbul pada usus halus yang harus kalian ketahui, antara lain:

  1. Penyumbatan Usus Halus

Masalah ini bisa timbul saat makanan atau tinja tidak bisa melewati usus halus dan terjebak di dalamnya.

Gejala yang bisa dialami  yakni, sembelit, muntah, kesulitan buang angin, kembung, bunyi usus yang keras, kram atau nyeri perut yang parah, dan pembengkakan pada perut.

  1. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome merupakan salah satu ganggungan pada usus dan sering mengganggu usus besar, tetapi tidak jarang kondisi ini dapat terjadi di usus halus. Penderitanya bisa mengalami gejala kembung, perubahan pada pola buang air besar, kram perut, sembelit, dan diare.

  1. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn dapat memicu peradangan pada bagian usus halus, khususnya bagian ileum. Biasanya gejala yang dialami yaitu diare dan sakit perut, tetapi penderitanya juga bisa mengalami demam, pendarahan dari dubur, dan penurunan berat badan.

  1. Penyakit Celiac

Penyakit Celiac merupakan salah satu penyakit autoimun yang diturunkan secara genetik yang menyebabkan kerusakan pada bagian usus halus ketika penderitanya mengonsumsi gluten. Gejala yang bisa dialami dengan penyakit ini yaitu adalah diare dan sakit perut.

  1. Kanker Usus

Kanker usus merupakan salah satu ganggugan pada usus. Adapun beberapa gejala yang timbul yaitua danya darah di tinja, sakit perut, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, dan terdapat benjolan di perut.

Baca Juga : Fungsi Pankreas Dalam Sistem Pencernaan Manusia

Nahh, itulah penjelasan mengenai seputar fungsi usus halus yang meliputi, Pengertian, Struktur, Bagian & Gangguannya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun atau tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua.

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply