9
83

Pengertian Konjungsi : Jenis, Ciri-Ciri & Contohnya (LENGKAP)

loading...

Pengertian Konjungsi – Kata konjungsi atau juga sering disebut dengan kata hubung ini biasa kita gunakan dalam kehidupan keseharian kita, baik dalam percakapan santai ataupun serius. Walaupun terlihat sepele, kata hubung mempunyai peran dan fungsi yang paling besar dalam tata bahasa Indonesia. Berikut ini akan dijelaskan seputar Konjungsi mulai dari pengertian sampai contohnya. Okee langsung saja kita simak artikel dibawah ini dengan seksama. Selamat Membaca.

Pengertian Konjungsi

Pengertian Konjungsi

Pengertian Konjungsi

Konjungsi adalah kata untuk menghubungkan kata kata, ungkapan-ungkapan ataupun kalimat-kalimat dan lainnya dan tidak juga untuk tujuan ataupun maksud lain. Konjungsi tersebut tidak dihubungkan dengan objek, dan konjungsi juga tidak menerangkan kata, konjungsi cuma menghubungkan kata – kata ataupun kalimat – kalimat dan yang lainnya.

Ciri – Ciri Konjungsi

Pengertian Konjungsi

Pengertian Konjungsi

Berikut ini merupakan ciri ciri kalimat konjungsi yaitu sebagai berikut :

  • Kalimat Terletak di tengah jikalau menghubungkan antar kata
  • Apabila menghubunkan antar kalimat diiringi koma
  • Memiliki subjek yang paling baik saat menghubungkan antar kata ataupun antar kalimat

Jenis – Jenis Konjungsi

Pengertian Konjungsi

Pengertian Konjungsi

loading...

1. Konjungsi Koordinatif

konjungsi koordinatif merupakan konjungsi yang menggabungkan kata ataupun klausa yang berstatus sama, contohnya dan, atau, tetapi. Dalam konjungsi koordinatif, cuma menggunakan satu kata untuk menggabungkan 2 kalimat yang mempunyai status sama ataupun derajat yang setara. Konjungsi ini ialah konjungsi yang paling sederhana dan tidak sekomplek konjungsi lainnya.

Contoh : dan, atau, tetapi, sedangkan, kemudian, namun, melainkan, dan lain sebagainya.

Dalam ilmu tata bahasa, konjungsi koordinatif bisa dibagi kedalam 3 kelompok berdasarkan sifat hubungannya.

  • Konjungsi Koordinatif Penambahan

Contoh kalimat :

Anne dan Aldric sedang belajar Matematika bersama.

Vina beserta teman sekelasnya akan mengunjungi museum di akhir pecan.

Dalam konjungsi koordinatif penambahan, konjungsi yang dipakai adalah serta, dan, beserta.

  • Konjungsi Koordinatif Perlawanan

Sesuai dengan namanya, konjungsi koordinatif perlawanan mempunyai arti kata hubung yang menggabungkan 2 buah kata, klausa ataupun kalimat yang sederajat akan tetapi mempertentangkan suatu hal yang menjadi topik pada klausa ataupun kalimat tersebut. Kata hubung yang biasa dipakai adalah tetapi, sedangkan, melainkan.

Contoh penggunaan konjungsi koordinatif perlawanan:

Para koruptor seharusnya tidak cuma menjalani hukuman penjara tetapi juga mengganti uang yang dikorupsinya sebanyak 5 kali lipat.

Hilda sebenarnya anak yang cerdas tetapi ia malas belajar.

  • Konjungsi Korelatif Pilihan

Konjungsi korelatif pilihan merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menggabungkan 2 ataupun lebih klausa atau juga kalimat yang bertujuan untuk menghadirkan pilihan ataupun memilih. Kata konjungsi yang biasa dipakai diantaranya ; atau, maupun, ataupun.

Contoh kalimat:

loading...

Deandra atau Kevin mampu untuk menyelesaikan proyek biologi dengan baik.

Baik hari biasa ataupun hari libur, Tasya tidak pernah belajar.

2. Konjungsi Subordinatif

konjungsi subordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat ataupun menghubungkan bagian dari kalimat subordinatif. Berbeda dengan konjungsi koordinatif, kedua klausa pada konjungsi subordinatif tidaklah setara.

Klausa yang mempunyai derajat lebih tinggi disebut induk kalimat sedangkan klausa lainnya yang derajatnya lebih rendah disebut anak kalimat.

Konjungsi subordinatif dibagi menjadi beberapa kelompok , diantaranya:

  • Konjungsi Subordinatif Waktu

Konjungsi waktu berfungsi untuk menghubungkan 2 klausa untuk menjelaskan keterangan waktunya. Berdasarkan waktu terjadinya, konjungsi waktu bisa diklasifikasi menjadi:

1) Permulaan

Konjungsi waktu yang menjelaskan kapan dimulainya suatu peristiwa yang ditemukan dalam induk kalimat. Kata hubung yang biasa dipakai adalah sedari, sejak. Contoh penerapannya adalah sebagai berikut:

2) Bersamaan

Peristiwa yang terjadi pada kedua kalimatnya berlangsung pada waktu yang bersamaan. Kata hubung yang dipakai adalah sambil, ketika, selama, seraya, selagi, tatkala, dan sambil.

Anda bisa memperhatikan penerapannya pada beberapa kalimat sederhana di bawah ini:

Kinanti menatap langit biru seraya kedua tangannya memegang erat tas merahnya.

Lisa paling terpukul sewaktu ibunya meninggal tahun lalu.

Ayah sedang membaca koran sambil menyantap sarapannya.

Banyak orang yang berlomba – lomba memperoleh hadiah utama undian tersebut, sementara aku sama sekali tidak tertarik.

3) Berurutan

Konjungsi waktu yang dipakai untuk menggabungkan 2 klausa yang mempunyai urutan waktu yang berkesinambungan. Kata hubung yang umumnya dipakai diantaranya; seusai, sesudah, sebelum, begitu, selesai.

Untuk lebih memahaminya, anda bisa memperhatikan contoh beberapa kalimat di bawah ini:

Kita harus berdoa sebelum tidur.

Begitu ayah tiba di rumah, Dinda melompat kegirangan.

Fina memutuskan untuk pindah sekolah sesudah ayah dan ibunya berdiskusi sepanjang malam.

4) Batas Akhir

Kata hubung yang dipakai adalah hingga dan sampai.

Contoh kalimat:

Anda harus tetap belajar dengan giat sampai impianmu tercapai.

Kim terus menangis di kamarnya hingga petang.

Janganlah anda menyerah sampai tujuanmu terlaksana.

  • Konjungsi Subordinatif Syarat

Jenis konjungsi yang menghubungkan induk kalimat dan anak kalimat dimana anak kalimat menjelaskan syarat terlaksananya suatu unsur pada induk kalimat. Kata hubung yang umumnya dipakai pada konjungsi bersyarat adalah jikalau, jika, manakala, bilamana, apabila, dan asalkan.

Contoh kalimat:

Mulan tidak akan dibenci oleh masyarakat bila ia tidak membuat hal buruk terhadap Maia.

Fiona akan menjadi penyanyi terkenal, asalkan ia banyak belajar dan trus berlatih.

Aku akan datang ke pesta ulang tahun Kiana apabila aku telah menyelesaikan PR ku.

  • Konjungsi Subordinatif Pengandaian

Dalam konjungsi ini, anak kalimat ini berperan untuk menjelaskan kemungkinan tercapainya ataupun terlaksananya suatu kejadian ataupun unsur yang telah dipaparkan pada induk kalimat. Kata hubung yang umumnya dipakai adalah seandainya, umpamanya, sekiranya, andaikata, andaikan.

Contoh kalimat:

Seandainya Dinda menjadi presiden Indonesia, ia akan menerapkan program pembangunan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Andaikata polisi datang lebih awal, maka perampok itu tentunya akan tertangkap saat menjalankan aksinya.

Seumpamanya ia datang lebih awal, kami tidak akan meninggalkannya.

  • Konjungsi Subordinatif Pembandingan

Anak kalimat menjelaskan pembandingan dan juga kemiripan yang sebelumnya telah dipaparkan pada induk kalimat.

Contoh kalimat:

Gina cuma diam seolah – olah ia tidak mengetahui apa yang terjadi saat ini.

Daniel terus berlari seakan – akan terdapat orang jahat yang akan membawanya ke tempat menakutkan.

  • Konjungsi Subordinatif Sebab

Anak kalimat menjelaskan sebab ataupun alasan yang telah disebutkan pada induk kalimat.

Contoh kalimat:

Farell memperoleh nilai jelek karena ia tidak belajar tadi malam.

Harga kebutuhan bahan pokok melonjak tinggi sebab mendekati hari raya Idul Fitri.

  • Konjungsi Subordinatif Akibat

Anak kalimat menjelaskan akibat ataupun hasil dari unsur yang telah disebutkan pada induk kalimat.

Contoh kalimat:

Harga bawang merah dan cabai melonjak tinggi, akibatnya banyak pedagang kaki lima yang gulung tikar.

Biaya kuliah yang mahal sampai – sampai membuatnya harus menjual rumah serta tanahnya di kampung.

Masyarakat setempat masih membuang sungai ke sungai sekitar, akibatnya rumah mereka terendam banjir saat musim penghujan.

  • Konjungsi Subordinatif Komplementasi

Anak kalimat berperan sebagai pelengkap unsur yang telah dipaparkan pada induk kalimat.

Contoh kalimat:

Polisi sangat yakin bahwa ia tidak pelakunya.

Dia telah berjanji pada ibunya bahwa ia tidak akan lupa mengerjakan PR dan belajar sebelum ia bermain besama Dion dan Jo.

Ibunya sangat yakin bahwa Maria sudah berkata jujur pada ayahnya.

Dinanti tahu betul sifat ayahnya itu seperti apa.

Dokter sangat percaya diri saat memvonis pasiennya.

4. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif merupakan bentuk konjungsi yang menyatukan 2 kata ataupun klause yang mempunyai derajat yang sama. Kedua kalimat ataupun klause tersebut saling mempengaruhi sama lain. Contoh kata hubung yang umumnya dipakai adalah tidak cuma ….. tapi…, hanya …… entah…

Contoh kalimat:

Di dunia ini tidak terdapat yang abadi, baik harta ataupun tahta.

Anda harus menanggung segala resikonya, baik itu buruk atau tidak.

Tidak cuma berdoa kepada Sang Pencipta, tapi anda juga harus tetap berusaha keras untuk bisa mewujudkan impian anda.

5. Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi antarkalimat merupakan konjungsi ataupun kata hubung yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. umumnya dimulai dengan huruf capital di awal kalimat dan menggunakan kalimat baru untuk menghubungkannya.

Berikut beberapa konjungsi antarkalimat yang biasa dipakai pada kalimat.

  • Konjungsi antarkalimat ketersediaan dimana menjelaskan kesediaan subyek ataupun pelaku penting untuk melakukan sesuatu. Contohnya, Dewi selalu bersikap kasar terhadap temannya. meskipun demikian, ia tetap disayangi oleh semua temannya.
  • Konjungsi antarkalimat yang menjelaskan lanjutan dari sebuah peristiwa yang telah terdapat di kalimat sebelumnya. Contohnya, Leo membersihkan kamarnya di pagi hari. terus ia mencuci piring dan membantu ibunya memasak.
  • Konjungsi antarkalimat yang menjelaskan pertentangan dari hal yang telah dipaparkan di kalimat sebelumnya. Contohnya, Awalnya Hilda merasa sangat senang bisa melihat langsung konser Afghan. Namun, suasana konser yang kurang aman membuatnya meninggalkan konser lebih awal.
  • Konjungsi antarkalimat menjelaskan unsur ataupun hal yang tidak ditemukan pada kalimat sebelumnya.
  • Konjungsi antarkalimat yang menerangkan ataupun menjelaskan situasi yang sebenarnya. Contohnya, Kita harus tetap melakukan upacara bendera setiap hari Senin. cuma ini langkah kecil yang bisa kita buat untuk mengenang jasa para pahlawan.
  • Konjungsi antarkalimat untuk menjelaskan konsekuensi dari kalimat sebelumnya. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:

Dunia perfiilman Indonesia telah berkembang pesat saat ini. Dengan begitu banyak film Indonesia yang menghiasi layar kaca ataupun box office.

6. Konjungsi Antar Paragraf

Konjungsi antarparagraf akan mengawali suatu paragraph yang mempunyai hubungan dengan paragraph sebelumnya. Dengan kata lain, konjungsi antarparagraf berperan sebagai penghubung antara suatu paragraf dengan paragraph lainnya.

Konjungsi yang umumnya diletakkan pada awal paragraph diantaranya akan hal, terdapat pun, mengenai, alkisah dan pada itu.

Berikut contoh konjungsi antarparagraf yang bisa anda amati dan perhatikan.

Paragraf 1:

Meniti karir di ibu kota bukanlah perkara yang mudah. Anda harus mempunyai dana yang lumayan dan tekad yang kuat untuk memulainya. Pendidikan yang tinggi serta pengalaman yang lumayan di tempat kerja sebelumnya ialah dana yang kuat untuk meniti karir di ibu kota.

Namun, apakah itu saja cukup? Semuanya tidak akan berguna bila Anda tidak mempunyai upaya juang serta mental yang baik. Anda akan langsung tereliminasi sebelum Anda memulai segalanya.

Oleh karena itu, langkah awal yang butuh Anda buat adalah melatih mental Anda. Tujuannya yakni supaya Anda tidak mudah menyerah ataupun frustasi saat dihadapkan pada kegagalan. Anda bisa memulai melatih kekuatan mental Anda dengan tetap maju pantang mundur saat dihadapkan pada situasi sulit.

Selain itu, anda bisa memotivasi diri Anda sendiri saat Anda berada pada posisi seperti ini. pasti anda akan mempunyai jenjang karir yang baik bila Anda berhasil menerapkannya.

Paragraf 2:

Masih banyak para koruptor yang hidup nyaman dan mewah di pada sel penjara mereka. Mereka bahkan bisa menggunakan ponsel mereka dan tetap menjalankan usaha mereka dari balik jeruji sel mereka.

Tak sedikit masyarakat yang mempertanyakan hukum Indonesia, khususnya hukum kepada para koruptor. Bila hal ini tidak diselesaikan secepat mungkin, maka para koruptor tidak akan jera untuk terus melakukannya.

Jadi, bisa kita simpulkan bila kurang tegasnya hukum di Indonesia lah yang menjadikan para koruptor tidak jera juga dalam melakukan aksinya. Pemerintah harus bersikap lebih tegas dan memperkuat hukum di Indonesia apabila hendak benar – benar memberantas korupsi.

Indonesia akan tetap dipenuhi oleh para koruptor bila hukum di Indonesia tetap bersifat tajam ataupun tegas kepada kaum miskin akan tetapi tumpul ataupun lunak kepada penguasa ataupun pejabat negara.

Nahh, itulah penjelasan mengenai Konjungsi yang meliputi, Pengertian, Jenis-Jenis, Ciri-Ciri & Contohnya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply