11
245

Penyebab Gunung Meletus dan Dampak Serta Cara Penanggulangannya

loading...

Penyebab Gunung Meletus – Gunung Meletus merupakan suatu bencana alam yang mengeluarkan macam-macam dari dalam bumi seperti debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya. Gunung meletus biasanya dapat diprediksi waktunya sehinggi korban jiwa dan harta benda bisa diminimalisir.

Penyebab Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

  1. Peningkatan Kegempaan Vulkanik

Yang ditandai dengan terjadi aktivitas yang tidak biasa pada gunung berapi, misalnya frekuensi gempa bumi meningkat yang mana dalam sehari bisa terjadi puluhan kali gempa tremor yang tercatat di alat Seismograf. Selain itu terjadi peningkatan aktivitas Seismik dan kejadian vulkanis lainnya hal ini disebabkan oleh pergerakan magma, hidrotermal yang berlangsung di dalam perut bumi.

Kalau tanda tanda seperti diatas keluar dan terus berlangsung dalam beberapa waktu yang sudah ditetapkan maka status gunung berapi bisa ditingkatkan menjadi level waspada. Pada level ini harus dilakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar, melakukan penilaian bahaya dan potensi untuk naik ke level berikutnya dan kembali mengecek sarana serta pelaksanaan shift pemantauan yang harus terus dilakukan.

  1. Suhu Kawah Meningkat Secara Signifikan

Sebagai tanda bahwa magma sudah naik dan telah mencapai lapisan kawah paling bawah sehingga secara langsung akan mempengaruhi suhu kawah secara keseluruhan. Pada gunung dengan status normal, volume magma tidak terlalu banyak terkumpul di daerah kawah sehingga menyebabkan suhu di sekitar normal.

Keluarnya magma tersebut bisa dikarenakan adanya pergerakan tektonik pada lapisan bumi yang  berada dibawah gunung seperti gerakan lempeng sehingga meningkatkan tekanan pada dapur magma dan pada akhirnya membuat magma terdorong ke atas hingga berada tepat dibawah kawah.

loading...
  1. Terjadinya Deformasi Badan Gunung

Hal ini dikarenkan adanya peningkatan gelombang magnet dan listrik sehingga menyebabkan perubahan struktur lapisan batuan gunung yang dapat mempengaruhi bagian dalam seperti dapur magma yang volume-nya mengecil atau bisa juga saluran yang menghubungkan kawah dengan dapur magma menjadi terhambat  akibat deformasi batuan penyusun gunung.

  1. Lempeng lempeng Bumi Yang Saling Berdesakan

Hal ini mengakibatkan tekanan besar menekan dan mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik, vulkanik dan meningkatkan aktivitas geologi gunung. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa lempeng merupakan bagian dari kerak bumi yang terus bergerak setiap saat, dan daerah pengunungan merupakan zona dimana kedua lempeng saling bertemu, desakan lempeng bisa juga menjadi penyebab perubahan struktur dalam gunung berapi.

  1. Akibat Tekanan Yang Sangat Tinggi 

Beberapa penyebab seperti yang dijelaskan pada point sebelumnya membuat cairan magma untuk bergerak ke atas masuk ke saluran kawah dan keluar. Jika sepanjang perjalanan magma menyusuri saluran kawah terdapat sumbatan, dapat menimbulkan ledakan yang dikenal dengan letusan gunung berapi. Semakin besssar tekanan dan volume magma-nya maka semakin kuat ledakan yang akan terjadi.

Tanda – Tanda Gunung Berapi Akan Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Berdasarkan hasil pengamatan yang sudah dilakukan sejak lama, baik oleh tenaga ahli ataupun oleh masyarakat biasa, dapat disimpulkan sebelum terjadi letusan gunung kerapkali dijumpai tanda atau ciri ciri yang sangat spesifik yang mana tingkat keakuratan-nya cukup tinggi.

Berikut ini akan dijelaskan ciri ciri gunung api akan meletus yang sering terjadi disekitar gunung :

  1. Suhu Disekitar Gunung Meningkat

Terutama bisa dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di lereng ataupun kaki gunung. Hal ini disebabkan karena aktivitas magmayang  semakin meningkat sehingga berkumpul di dekat permukaan bumi, sehingga suhu panas dari magma tersebut merambat sampai mempengaruhi lapisan tanah yang ada diseluruh badan gunung. Jadi , bisa disimpulkan bahwa jarak antara magma dengan permukaan bumi lebih dekat dari biasanya.

  1. Mata Air Mengering

Tanda ini sebenarnya masih berhubungan dengan point sebelumnya, karena magma terdorong keatas sehingga jarak antara magma dan lapisan tanah menjadi lebih dekat, dampaknya nanti bisa membuat air tanah menguap dan kering, karena pada lapisan tertentu didalam tanah suhu menjadi sangat panas sehingga mengeringkan sumber mata air.

  1. Tumbuhan Sekitar Gunung Layu

Karena panasnya suhu didalam tanah meningkat secara signifikan maka banyak tumbuhan layu. Efeknya lebih parah daripada layu karena musim kemarau. Saat magma terkumpul tepat dibalik gunung, ada salah satu lokasi yang dimana magma mampu bergerak ke atas dekat dengan lapisan tanah. Itulah kenapa tumbuhan layu dan mati hanya terjadi pada titik tertentu saja sebelum gunung meletus dan dapat menjadi penyebab pemanasan global dikarenakan panasnya suhu.

  1. Hewan Liar Turun Gunung

Salah satu tanda yang sering ditemukan penduduk adalah banyak binatang atau hewan liar yang sebelumnya jarang terlihat turun ke pemukiman penduduk yang berada di kaki gunung. Penyebabnya karena hewan merasa tidak nyaman dengan adanya peningkatan suhu yang terjadi di dekat puncak gunung tempat habitat asli mereka.

  1. Sering Terdengar Suara Gemuruh

Kejadian ini menandakan akan terjadinya peningkatan aktivitas magma di perut gunung dani ini juga sebagai bukti bahwa tekanan semakin tinggi sehingga tak jarang suara gemuruh disertai oleh keluarnya gas dan debu vulkanik. Kekuatan suara gemuruh yang dikeluarkan tergantung dari status gunung saat itu, jika sudah berstatus siaga tentu saja akan terdengar lebih sering daripada saat berstatus waspada.

Dampak Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Setiap bencana alam pasti membawa dampak tersendiri yang dirasakan oleh penduduk yang berada disekitar bencana tersebut. Biasanya bencana alam serupa dengan dampak negative, akan teteapi tidak demikian terjadi pada letusan gunung berapi yang malah membawa dampak positif disamping terdapat juga efek negatifnya.

loading...

Berikut ini adalah beberapa dampak letusan gunung berapi baik yang positif maupun negatif :

1. Dampak Negatif

Berikut ini adalah penjelasan mengenai dampak negatif yang ditimbulkan pada letusan gunung berapi :

  • Asap dan debu yang banyak keluar saat sebelum ataupun sesudah letusan bisamenyebabkan ISPA bagi masyarakat yang tinggal didekat lokasi bencana.
  • Dengan meletusnya gunung berapi ini, maka otomatis segala aktivitas penduduk menjadi lumpuh sehingga ekonomi tidak berjalan dengan semestinya
  • Lava dan Lahar akan merusak semua yang dilewatinya seperti hutan, sungai, lahan pertanian maupun pemukiman penduduk.
  • Karena lahar yang menyebar akan merusak hutan sekitar maka akan mempengaruhi ekosistem hayati wilayah tersebut.
  • Akan timbulnya pencemaran udara yang disebabkan dari letusan ini, gunung berapi mengeluarkan debu dan gas gas beracun yang mengandung Sulfur dioksida, Hidrogen sulfida, Nitrogen dioksida.
  • Menganggu Parawisata yang terdapat pada titik tertentu yang mana sebelum terjadinya bencana menjadi tujuan destinasi wisata. Dengan letusan gunung berapi, beberapa lokasi wisata ditutup sehingga menghambat  percepatan ekonomi.

2. Dampak Positif

Berikut ini  adalah penjelasan mengenai dampak positif yang ditimbulkan pada letusan gunung berapi :

  • Saat terjadi letusan, banyak batu batu berbagai ukuran yang dimuntahkan gunung yang mana dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai bahan bagunan.
  • Besarnya volume material vulkanik selama letusan berlangsung justru membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar karena mempunyai profesi baru yakni sebagai penambang pasir.
  • Tanah tanah sekitar gunung yang terkena material letusan akan semakin subur, tentu saja hal ini sangat menguntungkan para petani dimana mereka tidak harus mengeluarkan biaya lagi untuk membeli pupuk.
  • Setelah gunung meletus, biasanya keluar mata air makdani yaitu mata air yang kaya dengan kandungan mineral.
  • Selain itu keluar juga sumber air panas/ geyser baru secara bertahap dan periodik, hal ini tentu saja bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kesehatan kulit.
  • Pada wilayah yang sering terjadi letusan gunung berapi sangat potensial untuk dijadikan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang tentu saja bernilai ekonomis.

Peristiwa Gunung Meletus Di Indonesia

Penyebab Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Karena Indonesia merupakan negara dengan konsentrasi gunung berapi tertinggi di dunia maka tak heran hal tersebut menyebabkan sering terjadinya bencana gunung berapi. Hingga saat ini terdapat beberapa letusan gunung berapi yang mempunyai skala letusan besar. Perlu diketahui skala letusan gunung ini menggunakan pengukuran berdasarkan VEI (Volcanic Explosivity Index).

Proses Terjadinya Gunung Meletus      

Penyebab Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Gunung api yang masih aktif akan mengalami sebuah siklus yaitu mengeluarkan material dalam bumi yang disebut dengan erupsi gunung berapi. Gunung meletus mengalami sebuah proses yang berhubungan dan berurutan antara satu tahap dengan tahap lainnya. Ada beberapa tahapan proses terjadinya gunung meletus, antara lain:

  1. Terdapat endapan magma di perut bumi

Proses terjadinya gunung meletus ini disebabkan karena dengan adanya magma di dalam perut bumi atau inti Bumi. Magma sendiri merupakan batuan cair yang ada pada di perut Bumi. Magma bisa terbentuk akibat panasnya suhu di dalam interior Bumi.

  1. Terdapat gas yang bertekanan tinggi

Suhu panas yang ada di dalam Bumi mampu melelehkan batuan penyusun pada lapisan bumi. Saat batuan- batuan tersebut meleleh maka akan menghasilkan gas yang nantinya akan bercampur dengan magma. Magma ini terbentuk di kedalaman 60 sampai 160 km di bawah permukaan Bumi.

  1. Magma didorong gas yang memiliki tekanan tinggi

Magma yang mengandung gas nantinya tentu terdorong sedikit demi sedikit ke permukaan Bumi karena mempunyai massa yang lebih ringan daripada batuan padat yang menyimpan di sekelilingnya. Magma yang mengandung gas berada pada kondisi dibawah tekanan bauan- batuan berat yang berada di sekelilingnya. Tekanan inilah yang menimbulkan magma meletus ataupun yang disebut dengan erupsi gunung berapi ataupun gunung meletus.

Nah itulah beberapa tahap atau proses terjadinya gunung meletus yang perlu Anda ketahui. Proses tersebut saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Gunung meletus juga bukan merupakan peristiwa yang langka terjadi di Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara yang berada di Iingkaran cincin api maka gunung api ada banyak jumlahnya di Indonesia dan banyak aktif.

loading...

Contoh Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Gunung api yang aktif di Indonesia jumlahnya banyak dan kerap mengalami erupsi. Kita tidak jarang mendengar berita mengenai gunung meletus yang ada di Indonesia. Berikut beberapa peristiwa gunung meletus yang ada di Indonesia antara lain sebagai berikut:

Meletusnya Gunung Sinabung

Bencama gunung meletus yang pertama adalah meletusnya gunung Sinabung. Gunung Sinabung adalah salah satu gunung yang masih aktif di Indonesia. Gunung Sinabung adalah gunung yang lokasinya berada di wilayah Sumatera Barat. Gunung Sinabung akhir- akhir ini mengalami erupsi yang cukup lama dan  dan pada waktu-waktu tertentu saja.

Banyak masyarakat yang berada di sekitar gunung Sinabung untuk mengungsi dalam kurun waktu tertentu. Selain itu efek Gunung Sinabung meletus banyak masyarakat yang mengalami kerugian karena tanah pertanian mereka rusak terkena abu vulkanik muntahan gunung Sinabung.

Meletusnya Gunung Merapi

Gunung terkenal aktif di Indonesia berikutnya adalah gunung Merapi. Gunung Merapi adalah gunung yang lokasinya berada di Jawa Tengah. Gunung ini berada di kawasan kompleks gunung di Jawa Tengah dan gunung ini juga merupakan gunung yang paling besar di kompleks tersebut.

Peristiwa erupsi dasyat gunung Merapi terjadi di tahun 2010. Pada Saat itu banyak korban yang meninggal akibat letusan gunung Merapi, termasuk juga Juru Kunci Mbah Marijan.

Meletusnya Gunung Kelud

Gunung Kelud adalah gunung yang lokasinya berada di wilayah Jawa Timur. Gunung Kelud mengalami letusan yang dasyat, bahkan material abu vulkanik dari Gunung Kelud ini hingga ke wilayah Jawa Tengah, termasuk Yogyakartka yang tertutup dengan abu tebal.

Cara Mengatasi Akibat Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

  1. Mengidentifikasi sistem keamanan yang berlalu di daerah tersebut

Sebagai lupa satu usaha yang dapat kita lakukan bagi mengurangi akibat terjadinya letusan gunung berapi merupakan mengidentifikasi sistem keamanan yang berlaku di suatu daerah. forum Penanggulangan Bencana Daerah pastilah melalui alat- alat spesifik yang dipakai sewaktu-waktu saat bencana alam tiba. bukan hanya untuk gunung meletus saja, akan tetapi bencana alam lainnya. model sistem pengamanan yang dapat kita gunakan bagi mengurangi akibat gunung meletus merupakan alat pengukur aktivitas magma yang ada di dalam bumi. Dengan alat tersebut, maka petugas dapat memperingatkan masyarakat saat tentu terjadi suatu erupsi, sehingga akibat yang timbul dapat diminimalkan.

  1. Selalu bersikap waspada

Selalu bersikap waspada pun perlu dilakukan, terlebih untuk masyarakat yang berada di antara gunung tersebut. Selalu siaga jika terdengar suara gemuruh ataupun terasa gempa vulkanik. Dengan memasang sikap siaga maka kita selalu siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

  1. Selalu siap pada merencanakan evakuasi

Selain memasang sikap waspada, kita pun harus selalu merencanakan evakuasi. Disamping selalu merencanakan trik evakuasi, kita pun harus menyiapkan bermacam peralatan yang diperlukan seperti senter, baterai, obat-obatan, makanan dan minuman, serta bermacam aksesories seperti masker dan kacamata.

  1. ada nomor-nomor telepon penting

Dan satu hal yang tidak sampai terlupa merupakan selalu ada nomor-nomor telepon penting, baik forum maupun bermacam pihak yang dapat menolong saat terjadi bencana alam. Nomor-nomor tersebut dapat kita hubungi saat kita menantang  bencana alam sewaktu-waktu, sehingga tentu banyak masyarakat yang segera dievakuasi dan jumlah korban dapat diminimalkan.

  1. Mencari zona yang kondusif bagi mengungsi

Tempat mengungsi pun termasuk hal yang paling krusial bagi dipertimbangkan dan sebagai lupa satu usaha penyelamatan demi mengurangi akibat negatif sebab meletusnya gunung berapi. zona yang kondusif bagi mengungsi merupakan zona yang jaraknya jauh sebab puncak gunung api, sehingga tentu jauh sebab jangkauan material gunung api. Dengan demikian para pengungsi tentu merasa aman.

  1. mempunyai kendaraan yang siap digunakan kapan saja

Kendaraan ataupun angkutan pun ialah unsur yang paling krusial bagi mengurangi akibat negatif dari meletusnya gunung api. Kendaraan tentu berguna bagi mengangkut para pengungsi agar jauh dari gunung yang sedang meletus,

Pencegahan dan Penanggulangan Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Penyebab Gunung Meletus

Indonesia terletak dalam rangkaian pegunungan muda sehingga ditemukan banyak gunung berapi yang masih aktif. Gunung berapi bukan hanya mendatangkan bencana, akan tetapi juga dapat mendatangkan banyak manfaat untuk masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Contohnya, abu vulkanik dapat menyuburkan lahan pertanian serta material letusan sebagai bahan bangunan, seperti pasir, kerikil, dan batu.

Gunung berapi dapat menjadi sahabat apabila kita mampu memanfaatkan dengan arif dan bijaksana serta mengenalnya dengan baik. supaya gunung meletus bukan mengakibatkan banyak korban maka perlu diusahakan bisnis – bisnis sosialiasi dan penanggulangan bencana. Hal ini berhasil diusahakan dengan cara sebagai berikut.

Sebelum Terjadi Letusan

Tindakan yang harus diusahakan oleh pihak berwenang / pemerintah sebelum terjadi letusan merupakan sebagai berikut.

  1. Pemantauan dan pengamatan aktivitas dalam gunung barah yang sedang aktif
  2. Pembuatan dan penyediaan peta zona rawan bencana letusan gunung api, peta tempat risiko bahaya gunung api, serta peta pendukung lainnya, seperti peta geologi gunung api
  3. mengeluarkan langkah – langkah mekanisme tetap penanggulangan bencana letusan gunung api.
  4. membuat bimbingan dan penyebarluasan informasi gunung barah kepada masyarakat.
  5. Penyelidikan dan penelitian geologi, geofisika, dan geokimia dilakukan di gunung api.
  6. Peningkatan asal daya manusia dan pendukungnya, seperti peningkatan sarana dan prasarana.

Tindakan yang harus diusahakan oleh individu / masyarakat sebelum terjadi letusan merupakan sebagai berikut.

  1. Mengenali daerah setempat yang berhasil dijadikan zona mengungsi
  2. Memantau dan mendengarkan informasi berkenaan status gunung api
  3. Mengikuti bimbingan dan pengarahan dari pihak yang bertanggung jawab.
  4. mempunyai persediaan kebutuhan – kebutuhan dasar, seperti obat – obatan dan makanan yang memadai.
  5. Mengikuti arahan pengungsian pihak berwenang.
  6. Menyelamatkan barang – barang yang berharga, terutama dokumen dan surat penting.
  7. ketika Terjadi Letusan Gunung Api

Tindakan yang mampu diusahakan oleh pemerintah / pihak berwenang ketika terjadi letusan adalah sebagai berikut :

  1. Membentuk tim gerak cepat.
  2. Meningkatkan pemantauan dan pengamatan yang didukung dengan penambahan peralatan yang lebih memadai.
  3. Meningkatkan pelaporan taraf aktivitas menurut alur dan sinyal pelaporan sinkron dengan kebutuhan.
  4. Memberikan rekomendasi kepada pemerintah setempat sinkron prosedur.

Tindakan yang mampu diusahakan oleh individu / masyarakat ketika terjadi letusan merupakan sebagai berikut.

  1. apabila terdapat evakuasi, pastikan bukan kembali ke kediaman sampai keadaan sudah dipastikan aman.
  2. Jauhi daerah rawan bencana, seperti lereng gunung, lembah, dan daerah aliran lahar.
  3. saat melihat lahar ataupun benda lain yang mendekati rumah, segera selamatkan diri dan cari konservasi terdekat.
  4. Lindungi diri sebab debu dan awan panas.
  5. Pakailah kacamata pelindung.
  6. Pakailah masker kain bagi menutup mulut dan hidung.

Sesudah Terjadi Letusan

Tindakan yang berhasil diusahakan oleh pemerintah / pihak berwenang sesudah terjadi letusan merupakan sebagai berikut.

  1. Menginventarisasi data, yang meliputi sebaran dan volume hasil letusan.
  2. Mengidentifikasi daerah yang terkena dan terancam bahaya.
  3. Memberikan sarana penanggulangan bahaya.
  4. Memperbaiki akomodasi pemantauan yang rusak.
  5. Menurunkan status taraf kegiatan.
  6. Melanjutkan pemantauan rutin, walaupun keadaan sudah menurun.
  7. Memberikan sarana penataan zona jangka pendek dan jangka panjang.
  8. Membangun kembali bangunan, sarana, dan akomodasi lainnya yang terkena bencana.

Tindakan yang berhasil diusahakan oleh individu / masyarakat sesudah terjadi letusan merupakan sebagai berikut.

  1. Mengikuti informasi kemajuan status gunung api.
  2. jika sudah dianggap kondusif dan berhasil kembali, periksalah rumah dan barang lain yang ada.
  3. Menghubungi dan melihat langsung saudara dan kerabat yang lain.
  4. Bersama dengan warga dan pemerintah bergotong royong membersihkan dan memperbaiki sarana – sarana yang masih berhasil dimanfaatkan.
  5. Jauhi daerah yang terkena hujan abu.
  6. menopang tim medis menolong para korban.

Nah, itulah penjelasan mengenai seputar Gunung Meletus yang meliputi, Pengertian Gunung Meletus, Penyebab Gunung Meletus, Proses Terjadinya Gunung Meletus, Dampak Gunung Meletus dan Contoh Gunung Meletus.

Penyebab Gunung Meletus

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply