5
32

PENYEBAB INFLASI : Pengertian, Dampak, Teori dan cara Mengatasinya

loading...

Pengertian Inflasi

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Apa yang dimaksud dengan inflasi (inflation)Pengertian Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian di suatu negara dimana terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam waktu yang panjang dikarenakan tidak seimbangnya arus uang dan barang.

Kenaikan harga yang sifatnya sementara tidak termasuk dalam inflasi, contohnya naiknya harga-harga menjelang hari raya Idul Fitri. Pada umumnya inflasi terjadi ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang diperlukan.

Inflasi adalah gejala ekonomi yang tidak mungkin dihilangkan secara habis. Berbagai usaha yang dilakukan biasanya hanya sebatas pengendalian inflasi saja.

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Agar lebih memahami dan mengerti apa arti inflasi, maka kita bisa merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

loading...
  1. Boediono

Menurut Boediono, pengertian inflasi adalah suatu kecenderungan dalam hal harga-harga agar naik secara umum dan secara terus-menerus. Keadaan ketika harga dari satu atau beberapa barang naik, maka itu tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi. Akan tetapi, jika harga barang yang naik tersebut menyebar dan menyebabkan naiknya sebagian besar dari barang-barang lainnya dan itulah yang dinamakan dengan inflasi.

  1. Winardi

Menurut Winardi, pengertian inflasi adalah suatu periode pada masa tertentu, dimana terjadi penurunan kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan finansial. Inflasi dapat terlihat apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan.

  1. Sadono Sukirno

Menurut Sadono Sukirno, pengertian inflasi adalah suatu proses terjadinya dimana kenaikan harga-harga yang terjadi dalam suatu perekonomian.

  1. Dwi Eko Waluyo

Menurut Dwi Eko Waluyo, arti inflasi adalah bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang kerap muncul dan dialami hampir di seluruh negara. Dan kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus.

  1. Bank Indonesia (BI)

Menurut Bank Indonesia (BI), pengertian inflasi adalah suaru kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus.

Teori Inflasi

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Ada tiga teori inflasi yang digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan mengapa inflasi sering terjadi, yaitu:

  1. Terori Kuantitas

Seperti yang disebutkan pada pengertian inflasi di atas, semakin banyak uang yang beredar maka harga-hargapun akan mengalami kenaikan.

  1. Teori Keynes

Menurut Teori Keynes, inflasi adalah suatu golongan masyarakat yang ingin hidupnya melebihi batas kemampuan ekonominya dengan membeli barang dan jasa secara berlebihan. Sesuai denganhukum ekonomi, semakin banyak permintaan sedangkan penawaran tetap, maka harga-hargapun akan menngalami kenaikan.

  1. Teori Struktural

Inflasi juga bisa terjadi ketika produsen tidak bisa mengantisipasi dengan cepat terjadinya kenaikan permintaan disebabkan oleh pertambahan penduduk.

Kenapa inflasi harus stabil?

Kestabilannya merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang saling berkaitan, yang pada akhirnya mampu memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pentingnya pengendaliannya didasarkan pada pertimbangan bahwa nilai inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Apa yang terjadi jika nilai inflasi tidak stabil?

loading...

Nilai / angka yang tinggi akan mengkibatkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin.

Nilai / angka yang tidak stabil akan memberikan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa nilai / angka yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Tingkat nilai / angka domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil ini menjadi tidak kompetitif dan mampu memberikan tekanan pada nilai Rupiah.

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Seperti yang dijelaskan pada pengertian inflasi di atas, inflasi tidak terjadi begitu saja, tapi disebabkan oleh berbagai faktor. Secara umum, penyebab inflasi ini adalah diesbabkan karenaterjadinya kenaikan permintaan dan biaya produksi.

Selengkapnya, berikut ini adalah beberapa penyebab inflasi:

  1. Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Inflasi yang terjadi disebabkan lantaran peningkatan permintaan untuk jenis barang/ jasa tertentu. Dalam hal ini, peningkatan permintaan jenis barang/ jasa tersebut terjadi secara agregat (agregat demand).

Hal ini terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Meningkatnya belanja pemerintah
  • Meningkatnya permintaan barang untuk diekspor
  • Meningkatnya permintaan barang untuk swasta
  1. Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Inflasi ini terjadi disebabkan karena meningkatnya biaya produksi. Adapun peningkatan biaya produksi dikarenakan oleh kenaikan harga bahan-bahan baku, misalnya:

  • Harga bahan bakar naik
  • Upah buruh naik
  1. Tingginya Peredaran Uang

Inflasi yang terjadi karena uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding yang diperlukan. Ketika jumlah barang tetap sedangkan uang yang beredar meningkat dua kali lipat, maka bisa terjadi kenaikan harga-harga sampai 100%.

Hal ini bisa terjadi ketika pemerintah memakai sistem anggaran defisit, dimana kekurangan anggaran tersebut diatasi dengan mencetak uang baru. Namun hal tersebut membuat jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin bertambah dan menimbulkan inflasi.

Dampak Inflasi

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Mengacu pada pengertian inflasi di atas, kondisi ekonomi ini mempunyai dampak positif dan negatif bagi suatu negara. Berikut ini adalah beberapa dampak inflasi secara umum:

  1. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan

Inflasi bisa memberikan dampak positif dan negatif terhadap pendapatan masyarakat. Pada kondisi tertentu, contohnya inflasi lunak, malah akan mendorong para pengusaha untuk memperluas produksi sehingga meningkatkan perekonomian.

Akan tetapi, inflasi akan berdampak buruk bagi mereka yang berpenghasilan tetap karena nilai uangnya tetap sedangkan harga barang/ jasa naik.

  1. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

Kemampuan ekspor suatu negara nanti akan berkurang ketika mengalami inflasi, karena biaya ekspor akan lebih mahal. Selain itu, daya saing barang ekspor juga mengalami penurunan, yang dimana pada akhirnya pendapatan dari devisa pun berkurang.

  1. Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung

Seperti yang sudah dijelaskan pada pengertian inflasi di atas, pada kondisi inflasi minat menabung sebagian besar orang akan berkurang. Disebabkan karena pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih kecil sedangkan penabung harus membayar biaya administrasi tabungannya.

  1. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Kondisi inflasi akan mengakibatkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi sulit karena bisa menjadi terlalu kecil atau terlalu besar. Persentase inflasi yang terjadi di masa depan seringkali tidak bisa diprediksi dengan akurat.

Hal ini kemudian akan membuat proses penetapan harga pokok dan harga jual menjadi tidak akurat. Pada kondisi tertentu, inflasi akan membuat para produsen kesulitan dan menimbulkan kekacauan perekonomian.

Contoh Dampak Positif Inflasi

  1. Peredaran / perputaran barang lebih cepat.
  2. Produksi barang-barang bertambah, karena keuntungan pengusaha bertambah.
  3. Kesempatan kerja bertambah, karena terjadi tambahan investasi.
  4. Pendapatan nominal bertambah, tapi riil berkurang, disebabkan karena kenaikan pendapatan kecil.
  5. Jika inflasi ringan, dapat meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.

Contoh Dampak Negatif Inflasi

  1. Harga barang-barang dan jasa naik.
  2. Nilai dan kepercayaan terhadap uang akan turun atau berkurang.
  3. Menimbulkan tindakan spekulasi.
  4. Banyak proyek pembangunan macet atau terlantar.
  5. Kesadaran menabung masyarakat berkurang.

Jenis-Jenis Inflasi

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Inflasi bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu berdasarkan tingkat keparahan, penyebab, dan sumbernya. Berikut penjelasan selengkapnya:

Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi dibagi menjadi 4 yaitu:

  1. Inflasi Ringan, yaitu inflasi yang mudah untuk dikendalikan dan belum begitu menganggu perekonomian suatu negara. Terjadi kenaikan harga barang/ jasa secara umum, yaitu di bawah 10% per tahun dan mampu dikendalikan.
  2. Inflasi Sedang, yaitu inflasi yang bisa menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat berpengahsilan tetap, akan tetapi belum membahayakan aktivitas perekonomian suatu negara. Inflasi ini berada di kisaran 10% sampai 30% per tahun.
  3. Inflasi Berat, yaitu inflasi yang menimbulkan kekacauan perekonomian di suatu negara. Pada kondisi ini masyarakat umumnya lebih memilih menyimpan barang dan tidak mau menabung karena bunganya jauh lebih rendah daripada nilai inflasi. Inflasi ini berada di kisaran 30% sampai 100% per tahun.
  4. Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation), yaitu inflasi yang sudah mengacaukan perekonomian suatu negara dan sangat sulit untuk dikendalikan meskipun dilakukan kebijakan moneter dan fiskal. Inflasi ini mampu mencapai kisaran 100% ke atas per tahun.

Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. Demand pull inflation, yaitu inflasi yang terjadi karena permintaan akan barang/ jasa lebih tinggi dari yang dapat dipenuhi oleh produsen.
  2. Cost push inflation, yaitu inflasi yang terjadi karena terjadi kenaikan biaya produksi sehingga harga penawaran barang naik.
  3. Bottle neck inflation, yaitu inflasi campuran yang disebabkan oleh faktor penawaran atau faktor permintaan.

Jenis Inflasi Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumbernya, inflasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Domestic inflation, yaitu inflasi yang bersumber dari dalam negeri. Inflasi ini terjadi karena jumlah uang di masyarakat lebih banyak daripada yang diperlukan. Inflasi jenis ini juga dapat terjadi saat jumlah barang/ jasa tertentu berkurang sedangkan permintaan tetap sehingga harga-harga naik.
  2. Imported inflation, yaitu inflasi yang bersumber dari luar negeri. Inflasi ini terjadi pada negara yang melakukan perdagangan bebas karena adanya kenaikan harga di luar negeri. Contoh, Indonesia melakukan impor barang modal dari negara lain. Ternyata harga barang-barang modal di negara tersebut naik, kenaikan harga tersebut berdampak bagi Indonesia sehingga menimbulkan inflasi.

Cara Mengatasi Inflasi

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Mengingat pentingnya mengatasi masalah inflasi, maka diperlukan penanganan dan pengawasan yang serius dalam pengerjaannya. Untuk mengatasi hal tersebut, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui penyebab terjadinya inflasi agar jalan untuk mengatasinya bisa ditemukan.

Beberapa ahli ekonomi telah menyepakati bahwa inflasi tidak hanya berhubungan dengan jumlah uang yang beredar, akan tetapi juga berkaitan dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia di masyarakat. Maka dari itu, untuk mengatasi masalah inflasi diperlukan kebijakan yang tepat.

Kebijakan yang dapat diambil untuk mengatasi masalah inflasi ada tiga yaitu kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan lainnya.

  • Kebijakan Moneter

Untuk menangani inflasi, tentu digunakan kebijakan moneter yang dapat mengurangi jumlah uang beredar, yang meliputi:

1) Kebijakan Pasar Terbuka adalah kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang yang telah beredar dengan cara menjual SBI (Surat Bank Indonesia). Dengan menjual SBI, Bank Sentral akan memperoleh uang dari masyarakat. Dengan begitu, jumlah uang yang beredar bisa dikurangi.

2) Kebijakan Diskonto adalah kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang yang telah beredar dengan cara menaikkan suku bunga. Dengan menaikkan suku bunga, diharapkan masyarakat akan menabung di bank lebih banyak. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar bisa dikurangi.

3) Kebijakan Cadangan Kas adalah kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang yang telah beredar dengan cara menaikkan dana cadangan kas minimum. Sehingga, bank umum harus menyetop uang lebih banyak di bank sebagai cadangan. Dengan begitu, jumlah uang yang beredar bisa dikurangi.

4) Kebijakan Kredit Selektif adalah kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang telah beredar dengan cara memperketat syarat-syarat pemberian kredit. Syarat pemberian yang ketat akan mengurangi jumlah pengusaha yang bisa mendapatkan kredit. Dengan begitu, jumlah uang yang beredar bisa dikurangi.

5) Sanering adalah kebijakan Bank Sentral memotong nilai mata uang dalam negeri jika negara telah mengalami hiperinflasi (inflasi di atas 100%). Dengan memotong nilai mata uang maka nilai uang yang beredar bisa dikurangi.

6) Memusnahkan uang kuno/lama merupakan kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang yang telah beredar dengan cara memusnahkan uang kuno/lama seperti uang logam Rp5,00; Rp10,00 dan Rp25,00 serta uang kertas Rp100,00.

7) Membatasi pencetakan uang baru.

Untuk mengatasi inflasi pemerintah harus membatasi pencetakan uang baru, supaya jumlah uang yang beredar tidak semakin bertambah.

Kebijakan Fiskal (Kebijakan Anggaran)

Kebijakan fiskal atau kebijakan anggaran merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan cara mengganti penerimaan dan pengeluaran negara. Untuk menagani inflasi, pemerintah bisa melakukan kebijakan fiskal sebagai berikut:

1) Mengurangi pengeluaran pemerintah.

Untuk menangani inflasi, pemerintah bisa mengurangi pengeluaran dana, sehingga permintaan terhadap barang dan jasa berkurang, yang dimana nantinya mampu menurunkan harga-harga.

2) Menaikkan tarif pajak.

Untuk menangani inflasi, pemerintah bisa menaikkan tarif pajak. Kenaikan tarif pajak akan mengurangi tingkat konsumsi masyarakat. Berkurangnya tingkat konsumsi akan mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa yang akhirnya mampu menurunkan harga-harga.

Kebijakan Bukan Moneter dan Bukan Fiskal

Selain dengan kebijakan moneter dan fiskal, untuk mengani inflasi pemerintah bisa menjalankan kebijakan berikut:

1) Menambah hasil produksi.

Untuk menambah hasil produksi, pemerintah mampu memberikan subsidi dan premi atau membuat peraturan yang mendorong pengusaha-pengusaha menjadi lebih produktif sehingga bisa menambah hasil produksi. Bertambahnya hasil produksi berupa barang dan jasa, diharapkan dapat mengimbangi jumlah uang yang telah beredar.

2) Mempermudah masuknya barang impor.

Dengan masuknya barang impor, jumlah barang yang masuk ke dalam negeri menjadi lebih banyak dan diharapkan mampu mengimbangi jumlah uang yang telah beredar. Untuk mempermudah masuknya barang impor bisa melewati penurunan bea masuk impor dan mempermudah aturan impor.

3) Tidak mengimpor barang-barang dari negara yang lagi mengalami inflasi.  Untuk menghindari tertularnya imported inflation (inflasi dari luar negeri), seharusnya pemerintah tidak mengimpor barang-barang dari negara yang sedang mengalami inflasi yang umumnya menjual barang dengan harga lebih mahal.

4) Menetapkan harga maksimum.

Agar harga tidak terus-menerus naik, pemerintah bisa menerapkan harga maksimum sehingga produsen (penjual) tidak dapat menjual melebihi harga maksimum.

5) Melarang penimbunan barang yang biasa dilakukan pedagang.

Penimbunan barang bisa menyebabkan langkahnya barang di pasaran sehingga menimbulkan kenaikan harga-harga. Dengan melarang penimbunan, berarti mencegah kenaikan harga-harga.

6) Menjaga kestabilan tingkat upah.

Dengan menjaga kestabilan tingkat upah (tidak membiarkan upah naik terus-menerus) maka kenaikan biaya produksi bisa ditekan. Dengan demikian, pemerintah bisa menghindari naiknya harga jual barang-barang. Dalam hal ini pemerintah telah mencegah terjadinya Cost Push Inflation (inflasi dorongan biaya produksi, lihat lagi tentang macam-macam inflasi

Pengelompokan Inflasi

 

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose – COICOP), antara lain:

  • Kelompok Bahan Makanan.
  • Kelompok Makanan Jadi, Minuman dan Tembakau.
  • Kelompok Perumahan.
  • Kelompok Sandang.
  • Kelompok Kesehatan.
  • Kelompok Pendidikan dan Olah Raga.
  • Kelompok Transportasi dan Komunikasi.

Cara Menghitung Laju Inflasi

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Untuk mengukur tingkat harga secara makro, umumnya menggunakan pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Indeks (CPI). Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat diartikan sebagai indeks harga dari biaya sekumpulan barang konsumsi yang masing-masing diberikan bobot menurut proporsi belanja masyarakat untuk komoditi yang terlibat.

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan presentase yang dipakai untuk menganalisis tingkat atau laju inflasi. IHK juga merupakan indikator yang dipakai pemerintah untuk mengukur inflasi yang ada di Indonesia.

GNP deflaktor adalah rasio GNP nominal pada tahun tertentu terhadap GNP riil pada tahun berikut. Hal ini merupakan ukuran inflasi dari periode dimana harga dasar untuk perhitungan GNP riil digunakan sampai GNP sekarang. Perhitungan cara ini melibatkan semua barang yang diproduksi.

Indeks Harga Produsen (IHP) ini memperkirakan harga barang yang dibeli oleh produsen yang meliputi bahan mentah dan barang setengah jadi. IHP ini juga dipakai untuk mengukur indeks harga pada awal distribusi.

Rumus untuk menghitung IHK adalah:

IHK = Pn/Po X 100

Diketahui:

Pn = Harga sekarang

Po = Harga pada tahun dasar

Contoh:

Harga untuk jenis barang tertentu pada tahun 2005 Rp 10.000,00 per unit, sedangkan harga pada tahun dasar Rp 8.000,00 per unit maka indeks harga pada tahun 2005 dapat dihitung sebagai berikut:

Jawab:

IHK = Rp 10.000,00/ Rp 8.000,00 X 100 = 125

Nah, itulah penjelasan mengenai Penyebab Inflasi, Pengertian Inflasi, Teori Inflasi, Dampak Inflasi, Jenis-Jenis Inflasi dan Cara Mengatasi Inflasi secara lengkap. Semoga artikel kali ini dapat menambah wawasan Anda dan bisa bermanfaat.

Penyabab Inflasi

 

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply