10
129

13 Penyebab Tanah Longsor dan Cara Mengatasinya

loading...

Penyebab Longsor – suatu peristiwa geologi yang terjadi disebabkan adanya pergerakan masa batuan ataupun tanah dengan bermacam tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan ataupun kumpulan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh 2 faktor yakni faktor pendorong dan faktor pemicu.

Faktor pendorong merupakan faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu merupakan faktor yang menimbulkan bergeraknya material tersebut.

Pengertian Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Tanah Longsor adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena konvoi masa batuan ataupun lahan dengan bermacam tipe dan spesies seperti jatuhnya bebatuan ataupun gumpalan besar tanah.

Pengertian lain dari lahan longsor merupakan suatu peristiwa geologi yang terjadi efek konvoi massa batuan ataupun tanah. ataupun dapat juga didefinisikan dengan kejadian perpindahan material dari zona yang tinggi ke zona yang lebih rendah.

Penyebab Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

loading...

1. Tingginya curah hujan

Curah hujan yang tinggi merupakan lupa satu penyebab terjadinya bencana longsor. saat musim kemarau panjang, lahan tentu kering dan membentuk pori-pori lahan (rongga tanah) dan selanjutnya terjadi keretakan dalam lahan tersebut. jika hujan datang, otomatis air hujan tentu masuk ke dalam rongga.

lahan ataupun pori-pori lahan yang terbuka tadi. Air hujan yang telah memenuhi rongga, nantikan akan menyebabkan terjadinya pergeseran tanah. Yang akhirnya akan menimbulkan longsor dan erosi tanah.

2. Hancurnya Bebatuan

Batu yang rentan longsor merupakan bebatuan yang berada di lereng, dengan spesies batu yaitu sedimen kecil dan batuan endapan yang berasal dari gunung berapi. Biasanya batu di lereng itu sifatnya lapuk ataupun bukan mempunyai kekuatan dan mudah hancur menjadi tanah, inilah pemicu terjadinya lahan longsor.

3. Tumpukan Sampah

Sampah yang menumpuk bukan cuma menjadi penyebab banjir, tentu tetapi juga lahan longsor. Ya, sampah menjadi pemicu longsor bila sampah tersebut telah menggunung ditambah dengan tekanan dari air hujan berintensitas tinggi.

4. Hutan Gundul

Penebangan hutan secara liar yang menimbulkan memberikan dampak akibat hutan gundul mampu berdampak dalam terjadinya bencana longsor. Seperti kita tahu, pohon-pohon yang ada di lereng gunung ataupun pepohonan di hutan sekitar, akarnya bemanfaat bagi ada air dan memperkuat struktur tanah. Sehingga lahan tentu tetap kokoh dan bukan longsor.

5. Getaran

Getaran kecil yang disebabkan oleh kemudian lintas kendaraan di antara lereng perbukitan, bukan secara langsung menimbulkan lahan jadi longsor. Tetapi berproses, pertama jalanan di lereng gunung yang biasa dilewati kendaraan perlahan tentu mengalami keretakan yang apabila dibiarkan, lama-lama tentu longsor. Sementara getaran besar yang langsung menyebabkan lahan longsor sekitar lain diakibatkan oleh bahan peledak ataupun gempa bumi.

6. Erosi

Erosi ialah pengikisan tanah. Penyebabnya bermacam-macam, lupa satunya merupakan aliran sungai yang monoton mengikis tebing di sekelilingnya. Terlebih apabila tebing itu bukan mempunyai penahan berupa pepohonan, maka kemungkinan besar lahan dalam tebing dapat longsor.

loading...

7. Bendungan susut

Turunnya permukaan lahan dan timbulnya retakan diakibatkan oleh penyusutan muka air danau ataupun bendungan dengan cepat. Penyusutan ini berdampak pula dalam hilangnya gaya penahan lereng.Waduk dengan kemiringan 220o berpotensi bagi longsor.

8. Lereng dan tebing yang terjal

Proses pembentukan lereng ataupun tebing terjal merupakan lewatnya angin dan air di antara lereng yang berdampak dalam pengikisan lereng tersebut. Waspada apabila di antara tempat tinggal ditemukan tebing ataupun lereng terjal, karena rawan lahan longsor.

9. Menumpuknya Material

Banyak warga yang hendak membuat ekstensi pemukiman dengan cara menimbun lembah ataupun memotong tebing. lahan yang digunakan untuk menimbun lembah, belum benar-benar padat, jadi tatkala proses terjadinya hujan tiba-tiba mengguyur dapat menimbulkan retakan dan permukaan lahan yang turun.

10. Longsoran Lama

Dalam menunjuk daerah tempat tinggal, hindari daerah yang pernah mengalami lahan longsor karena daerah tersebut rawan longsor kembali. Tanahnya rentan gugur apalagi bila ada tekanan dari angin, air, dan lain sebagainya.

11. Kelebihan Beban

Adanya beban yang terlampau berat tentu memberi tekanan dalam tanah, sehingga lahan mudah longsor. misalnya merupakan adanya rumah, pemukiman di lereng, kendaraan yang kemudian lalang di tikungan lembah.

12. Tanah tak padat

Tanah yang bukan padat misalnya merupakan lahan liat. Sifat lahan yang pecah saat dalam pembagian musim seperti musim kemarau ataupun kering melanda dan lembek ketika terkena curah hujan tinggi menyebabkan rawan mengalami longsor. lahan yang kurang lebih ketebalannya 2,5 meter akan longsor apabila ditemukan dalam kemiringan ataupun sudut lereng 220o.

13. Ada tanah pertanian di lereng

Penataan tanah pertanian ataupun perkebunan yang buruk tentu berdampak dalam timbulnya bencana longsor. flora pertanian dan perkebunan mempunyai akar yang kecil dan bukan lumayan kokoh bagi menjaga struktur lahan tetap kuat. Pepohonan ditebang seenaknya bagi membuka tanah perkebunan dan pertanian tanpa mempertimbangkan efeknya. Pepohonan yang ditebang fungsinya memperkuat lahan dan akarnya dapat menyerap air, dan bagi menghindari penyebab pemanasan global sehingga saat curah hujan tinggi, bukan akan terjadi bencana longsor ataupun banjir.

Proses Terjadinya Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Proses terjadinya lahan longsor yaitu suatu peristiwa pindahnya material pembentuk lereng dalam berupa batuan ataupun lahan yang mengalir turun kebawah. Hal ini mampu terjadi karena bukan seimbangnya kondisi tanah ataupun tekanan dari atas, seperti hujan deras. Berikut ini merupakan proses terjadinya lahan longsor.

  1. Proses Meresapnya air Kedalam Tanah

Proses pertama terjadi lahan longsor adalah akar terdapatnya resapan air hujan kedalam tanah. Dengan meresapnya air kedalam lahan maka tentu berpengaruh beban pada lahan yang akan menjadikan lahan berada diatas ambang maksimum dalam menampung air.

  1. Proses Perubahan Tekstur Tanah

Perubahan tekstur lahan dapat terjadi jika air hujan dengan terus-menerus jatuh dan menerjang tanah, sehingga lahan tertembus sampai poin lahan yang rapat air (tanah yang bergeran menjadi bidang gelincir) maka mengeluarkan lahan licin.

Tanah yang sudah licin tersebut terus akan mengalami konvoi yang cepat menuju kebawah apabila hujan monoton turun dengan deras.

  1. Proses Pelapukan Tanah

Tanah juga akan terjadi pelapukan. Pelapukan dalam lahan ini seringkali terjadi dalam lapisan permukaan tanah. Tetapi dapat juga terjadi di poin struktur lapisan lahan yang terletak dibawahnya sampai dalam dasar tanah.

Sebab peristiwa pelapukan lahan ini yang terus nantinya akan mengeluarkan lahan mengalir mengikuti lereng dan selanjutnya keluar lereng adopsi terjadilah lahan longsor.

Jenis-Jenis Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Adapun jenis-jenis ataupun macam lahan longsor yaitu:

  1. Tanah Longsor Translasi

Jenis tanah longsor ini bisa terjadi disebabkan pergerakan suatu massa tanah dan batuan di bidang gelincir berbentuk rata atau gelombang landai.

  1. Tanah Longsor Rotasi

Jenis tanah longsor ini muncul akibat dari pergerakan massa tanah dan batuan di bidang gelincir berbentuk cekung.

  1. Tanah Longsor Pergerakan Blok

Jenis tanah longosr ini terjadi karena terdapat perpindahan batuan yang bergerak di bidang gelincir berbentuk rata. Tanah longsor macam ini biasa disebut juga dengan tanah longsor translasi blok batu.

  1. Tanah Longsor Runtuhan Batu

Jenis tanah longsor ini terjadi ketika beberapa besar batuan atau material lain bergerak ke bawh dengan cara jatuh bebas.

Seringkali pada tanah longsor ini terjadi di lereng yang terjal sampai mengantung, utamanya di daerah pantai. Runtuhan batu-batu besar dapat mengakibatkan kerusakan parah.

  1. Tanah Longsor Rayapan Tanah

Jenis tanah longsor ini terjadi ketika tanah bergerak lambat dan juga jenis tanahnya seperti butiran kasar dan halus. Longsoran in ihampir tidak dapat dikenali. Setelah terjadinya tanah longsor jenis rayapan ini, posisi tiang-tiang, pohon-pohon dan rumah akan miring ke bawah.

  1. Tanah Longsor Aliran Bahan Rombakan

Jenis tanah longsor ini terjadi pada saat massa tanah bergerak terdorong oleh air dan terjadi pada sepanjang lembah yang mencapai ratusan meter jauhnya. Di kecepatan bergantung di kemiringan lereng volume air, dan jenis materialnya.

( BACA JUGA : PENYEBAB TSUNAMI )

Akibat Terjadinya Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Berikut ini akan dijabarkan apa saja akibat yang diterima jika terjadinya tanah longsor,antara lain:

  1. Adanya Korban Jiwa

Seringkali tanah longsor terjadi saat turun hujan yang tinggi. Hal itu membuat masyarakat lebih berdiam diri dirumah karena hujan yang intensitasnya sering. Bagi masyarakat yang bertempat tinggal di tebing atau lereng akan lebih terancam karena apabila terjadi longsor maka akan menimpa rumah mereka. Hal tersebut menyebabkan muncul korban atau korban luka.

  1. Terjadi Kerusakan Infrastruktur

Peristiwa lahan longsor ini bisa menjadi akar adanya kerusakan infrastruktur. Longsor yang terjadi dalam lingkungan tentu membuat jalan mengalami kerusakan karena beban yang bertambah.

Begitu pula dengan longsor yang menimpa dirumah warga, rumah tentu saja akan mengalami kerusakan. Kerusakan-kerusakan dalam infrastruktur yang terjadi membuat terganggunya aktivitas masyarakat.

  1. Muncul Penyakit

Mirip dengan bencana alam lain yang terjadi, lahan longsor juga dapat membuat terjadinya bibit penyakit muncul. lahan longsor ini merusak pemukiman warga adopsi warga harus mengungsi di tempat pengungsian. Hal yang biasa terjadi yaitu penyakit muncul di tempat pengungsian. Karena evakuasi adakalanya insfrastruktur yang tersedia cuma bersifat sementara dan banyak dipakai bagi orang banyak.

  1. Bertambah Buruk Kesehatan Lingkungan

Tanah longsor tentu membuat kerusakan dalam sanitasi lingkungan. menjadi dampaknya sanitasi lingkungan menjadi buruk. lahan longsor ini membuat saluran air menjadi putus, dan air yang paling diperlukan menjadii tercemar. pasti hal ini membuat lingkungan menjadi buruk.

  1. Sumber Mata Pencaharian Warga Rusak

Beberapa besar peristiwa longsor terjadi dalam daerah pegunungan. Membuat masyarakat di daerah itu yang biasanya bermata pencaharian menjadi petanim menjadi bukan dapat bekerja. Sehingga pemasukan ataupun mata pencaharian menjadi terganggu. Disamping itu keadan infrastruktur yang rusak menjadi akibat longsor juga menjadi akar rusaknya mata pencaharian masyarakat.

Ciri-ciri tentu Terjadi Bencana Longsor

  • Sehabis hujan, tampak retakan dalam lereng
  • Kerikil berjatuhan, tebing terlihat kurang kokoh ataupun rapuh
  • Tiba-tiba timbul mata air baru
  • Genangan air ketika musim hujan tentu lenyap ketika tentu terjadi longsor
  • Pintu ataupun jendela sukar terbuka
  • Pepohonan tampak miring
  • Halaman rumah ataupun pada rumah yang mendadak ambles

 

Pencegahan Bencana Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

  1. Hindari membangun rumah di bawah atau dekat tebing
  2. Buat sengkedan atau terasering di lereng terjal kalau membentuk pemukiman di sana
  3. Hindari buka kolam atau perkebunan di lereng yang dekat dengan pemukiman warga
  4. Apabila terlihat ada retakan, segera tutup retakan tersebut dengan tanah yang kemudian dipadatkan supaya air hujan tidak bisa menerobos celah-celah tanah
  5. Hindari pemotongan tebing jadi tegak
  6. Penebangan pohon di sekitar lereng sebaiknya jangan dilakukan
  7. Pemukiman yang didirikan di tepian sungai, rentan terkena erosi. Jadi cari daerah lain yang lebih aman bila ingin mendirikan rumah
  8. Pembuatan saluran pembuangan air (SPA) yang otomatis bisa menjadi saluran penampungan air tanah (SPAT). Saat curah hujan tengah tinggi saluran menjadi SPA, tetapi ketika intensitas hujan rendah dapat berubah menjadi SPAT (baca : manfaat curah hujan yang tinggi)
  9. Menanam jenis tanaman keras dan ringan, memiliki perakaran dalam di wilayah curam
  10. Pengembangan usaha tani ramah longsor lahan, sebagai contoh menanam hijauan makanan ternak dengan cara panen pangkas.

Tindakan Ketika Tanah Longsor Terjadi

Penyebab Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

  1. Sigap melakukan penyelamatan dan memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat pada korban. Hal ini pun dilakuan agar korban bencana tidak bertambah banyak
  2. Melakukan rehabilitasi, memulihkan kondisi korban beserta sarana dn prasarana. Contohnya keadaan ekonomi dan sosial, termasuk sarana transportasi
  3. Pengkajian terhadap perkembangan tanah longsor dan cara pengendalian
  4. Bila bencana sudah susah untuk dikendalikan, maka harus menyiapkan relokasi para korban bencana longsor.

Jenis Tanaman Pengendali Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Banyak jenis tanaman yang tidak kita ketahui untuk pengendali longsor yang bisa merugikan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Jenis tanamannya memang langka, akan tetapi tanaman ini memiliki banyak kandungan yang bisa menjadi pengendali longsor.

Berikut adalah jenis tanaman pengendali longsor :

  • Pepohonan dengan sifat akar tunggang yang dalam dan akar cabang

  1. Pohon kemiri (Aleurites Moluccana) –Biji kemiri banyak digunakan sebagai minyak dan juga rempah-rempah. Tinggi pohon kemiri sendiri bisa sampai 40 meter. Daunnya berbentuk bulat telur atau lonjong dan memiliki diameter sekitar 30 cm.
  2. Laban (Vitex Pubescens) – Umumnya pohon laban ini mempunyai tinggi 10 sampai dengan 15 meter. Laban banyak tumbuh di seluruh tanah Indonesia, utamanya di lahan kering dan hutan-hutan. Batang yang keras dan bengkok, tak menghasilkan kayu panjang. Banyak dimanfaatkan bagi pembuatan arang dan perintis di hutan yang gundul. Karena sifat laban yang cepat tumbuh, jadi hutan mampu dengan cepat kembali normal.
  3. Dlingsem (Homalium Tomentosum) – Dlingsem ini banyak dikenal orang dengan ucpan kayu batu, kayu kerbau, momala, dan melunas.
  4. Bungur (Lagerstroemia Speciosa) – Bungur biasanya berbentuk perdu ataupun pohon. Bunga bungur jika mekar bersamaan tentu tampak paling indah dengan warna merah jambu cerah. Pohon bungur banyak ditanam di tepi laluan raya, tepian sungai, ataupun halaman dan pekarangan rumah.
  5. Mindi (Melia Azedarach) – Mindi merupakan spesies pohon bercabang banyak yang kulit batangnya berwarna cokelat tua dan bersisik. Pohon yang dapat tumbuh hingga 20 meter ini mampu dijumpai di tepian jalan, dekat daerah pesisir, dataran tinggi ataupun rendah. Pohon dapat tumbuh dengan cepat dan ditanam di tanah beriklim tropis ataupun sub tropis.
  6. Johar (Cassia Siamea) – Pohon yang memiliki batang pendek lurus ini, kulit batangnya samar-samar kecokelatan. Manfaatnya merupakan menjadi pohon penaung yang banyak ditanam di perkebunan kopi ataupun teh, dan mampu menghalangi angin.
  7. Lamtoro merah (Acacia Villosa) – Lamtoro merah dapat mengandung senyawa anti toksik dan nutrisi yaitu polifenol dan asam amino non protein (AANP).
  8. Ampupu (Eucalyptus Alba) – Ampupu mampu terdapat di tanah Indonesia poin timur. Ampupu dimanfaatkan menjadi kayu bakar, bahan pulp, gergajian. Pertumbuhan flora ini terbilang paling cepat dan kadar minyak yang terkandung dalam daun ampupu termasuk tinggi.
  9. Petai Cina (Leucaena Glauca) – flora berkayu dengan tinggi hingga 20 meter. Dengan akar tunggang, batang tegak lurus dan rata.
  • Pepohonan dengan sifat akar tunggang yang pada dan akar cabang sedikit

  1. Mahoni berdaun besar (Swietenia Macrophylla) – Pohon mahoni ini berfungsi menjadi penyaring hawa dan bisa membuat polusi hawa di lingkungan berkurang sampai 69%. Akar-akar pohon dapat ada cadangan air. Buahnya mampu dimanfaatkan menjadi obat kolesterol, penyumbatan aliran darah, dan penangkal radikal bebas.
  2. Rengas (Gluta Renghas) – Pohon rengas dapat mencapai ketinggian 50 meter dengan getah beracun sehingga dapat membuat kulit iritasi dan luka. Warna kulit batang merah kecokelatan, merah jingga, sampai cokelat abu-abu.
  3. Jati (Tectona Grandis) – Pohon jati mampu menghasilkan kayu bermutu baik. Pohonnya memiliki batang lurus dan tumbuh sampai 40 meter. Daunnya lebar dan besar, meranggas saat musim kemarau.
  4. Kesambi (Schleichera Oleosa) – Kesambi ataupun kosambi merupakan pohon yang dapat tumbuh dalam daerah yang kering. mampu menghasilkan minyak. Kesambi berasal dari India.
  5. Sono Kembang (Pterocarpus Indicus) – Sono kembang mampu tumbuh paling besar di hutan rimba, sampai 40 meter. Batang bonggol dengan kulit kayu abu-abu cokelat.
  6. Sono Keling (Dalbergia Sissoides) – Angsana ataupun ucpan beda sono keling mampu ditemui di hutan-hutan nusantara. Dengan persebaran sangat banyak di Jawa Tengah dan Jawa Timur. banyak digunakan bagi perabotan rumah karena sifatnya yang kuat, indah, dan awet.

Pepohonan yang memiliki akar tunggang dengan akar cabang sedikit, selain beberapa model di atas, ada pula yang lainnya. Diantaranya : Dalbergia Latifolia, Trengguli (Casia Fistula), Tayuman (Bauhinia Hirsula), Asam Jawa (Tamarindus Indicus), dan Pilang (Acacia Leucophloea).

Nah, itulah penjelasan mengenai Penyebab Tanah Longsor, Pengertian Tanah Longsor, Dampak Tanah Longsor, Faktor Tanah Longsor, Akibat Tanah Longsor, Upaya Pencegahan Tanah Longsor secara lengkap. Semoga artikel kali ini dapat menambah wawasan Anda dan bisa bermanfaat.

Penyebab Tanah Longsor

 

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply