Peta Aceh

PETA ACEH : Sejarah, Iklim & Geografis ( Dilengkapi Gambarnya )

Peta Aceh – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas seputar Peta Aceh mulai dari Sejarah, Iklim, Geografi & Gambar Peta Lengkap. Aceh merupakan salah satu Provinsi di Pulau Sumatera yang letaknya berada di ujung Utara dan Aceh juga memiliki hasil kekayaan dan keindahan dari Provinsi tersebut. Okee langsung saja kita simak artikel dibawah ini dengan seksama!.

Gambar Peta Aceh

Peta Aceh
Peta Aceh

Peta Aceh Lengkap

Peta Aceh Lengkap
Peta Aceh Lengkap

Peta Buta Aceh

Peta Buta Aceh
Peta Buta Aceh

Peta Administrasi Aceh

Peta Administrasi Aceh
Peta Administrasi Aceh

Peta  Aceh

Peta Aceh
Peta Aceh

Sumatera adalah salah satu pulau di Indonesia yang terdiri dari beberapa provinsi. Salah satunya merupakan provinsi Aceh. apabila kita meninjau terhadap peta Aceh, provinsi  yang beribukota di Banda Aceh ini terletak di wilayah paling barat dari negara Indonesia ataupun di ujung utara Pulau Sumatera.

Sedangkan ibu kotanya sendiri berada di ujung utara. berlandaskan letak astronomis, peta Aceh terletak antara 2°-6° lintang utara dan 95°-98° lintang selatan dengan ketinggian 125 meter di terhadap permukaan laut.

Wilayahnya tidak terlalu luas apabila dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Sumatera lainnya. Bahkan semakin ke utara, wilayah tentu semakin sempit. akan tetapi walaupun wilayahnya yang kecil, Aceh ialah alam yang paling makmur bahkan menyimpan catatan sejarah Islam yang paling besar.

Provinsi ini dikenal dengan nama Serambi Mekah. Hal ini dikarenakan adanya peranan penting dalam sejarah Indonesia. Untuk memahami peta Aceh secara lengkap, mari simak uraian berikut ini.

Iklim Aceh

Peta Aceh
Peta Aceh

Sebagai wilayah yang berada tidak jauh dari garis khatulistiwa, iklim di Aceh hampir seluruhnya adalah daerah tropis. terhadap wilayah pesisir pantai suhu udara rata-rata 26,9 °C, suhu udara maksimum mencapai 32,5 °C dan minimum 22,9 °C. Kelembaban relatif daerah ini berkisar antara 70 dan 80 persen.

Antara bulan Maret sampai Agustus Aceh mengalami tahap musim kemarau, kondisi ini dipengaruhi oleh massa udara benua Australia. Sementara unutk musim hujan, berlangsung antara bulan September hingga Februari yang diperoleh dari massa udara daratan Asia dan Samudra Pasifik. Aceh mempunyai curah hujan yang bervariasi berkisar antara 1.500-2.500 mm per tahun.

Geografi Aceh

Peta Aceh
Peta Aceh

Aceh menempati wilayah ujung paling barat di Pulau Sumatera jika dilihat dari Peta Indonesia, di mana titik terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia terletak di Pulau Rondo, sementara itu kilometer Nol Indonesia berada di pulau Weh.

Secara geografis Aceh berada di antara 2° – 6° lintang utara dan 95° – 98° lintang selatan dengan ketinggian rata-rata 125 meter diatas permukaan laut.

Batas-batas wilayah Aceh yaitu, disebelah utara dan timur berbatasan langsung dengan Selat Malaka, sebelah selatan merupakan satu-satunya perbatasan darat dengan Sumatra Utara dan sebelah barat dengan Samudra Hindia.

Luas Aceh 5.677.081 ha, dengan hutan sebagai wilayah terluas yang mencapai 2.290.874 ha, diikuti wilayah perkebunan rakyat seluas 800.553 ha. Sedangkan wilayah industri memiliki luas terkecil yakni 3.928 ha. Cakupan wilayah Aceh tersusun dari 119 pulau, 35 bukit dan 73 sungai utama.

Batas – Batas Provinsi Aceh

Peta Aceh
Peta Aceh

Berdasarkan dari peta Aceh, wilayah Aceh ini tidak terlalu luas, malah bisa dibilang cenderung kecil. Di bagian utara dan timur berbatasan langsung dengan selat Malaka, lalu bagian selatan berbatasan dengan provinsi Sumatera Utara. Dan di bagian barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

Provinsi yang dikatakan Serambi Mekah ini terbagi menjadi beberapa wilayah. yakni 18 kabupaten dan 5 kota. Dari 18 kabupaten dan 5 kota tersebut, tentunya mempunyai ciri khas nya masing-masing. Walau begitu Aceh hidup dengan damai dan makmur hingga kini.

 Sejarah Aceh

Sejarah Aceh
Sejarah Aceh

Pada mulanya, Aceh bernama Aceh Darussalam, kemudia berubah menjadi Daerah Istimewa Aceh di tahun 1959-2001. Pada tahun 2001-2009 mengalami perubahan nama kembali menjadi Nanggore Aceh Arussalam. Dan pada tahun 2009 berubah kembali menjadi provinsi Aceh yang tidak berubah lagi hingga kini. Sedangkan nama Aceh sendiri masih menjadi misteri.

Keturunan bangsa Aceh adalah berasal dari tanah Persia. Dimana sering kita dengar bahwa Aceh berasal dari nama Arab, China, Eropa dan Hindustan (Hindia). Aceh sendiri membangun wilayah di sebelah pulau Ruja (Sumatera). Awalnya Aceh berasal dari bangsa Achemenis yang berada di sebuah bukit Kaukasus di Eropa Tengah.

Achemenis hidup 2500 tahun sebelum Masehi. Bangsa ini merupakan bangsa yang sangat suka merantau hingga tersebar ke seluruh dunia di Asia, Afrika Eropa maupun pulau Ruja. Kemudian terdapat satu keturunan yang pindah ke tanah Persia dan menjadi bangsa Persia. Dan ada satu keturunan lagi yang pindah ke pulau Ruja dan menjadi bangsa Aceh.

Dengan begitu, Aceh berasal dari bangsa Achemenia, Persia dan Acheh. Meski begitu ada yang menarik dari Aceh, dimana simbol agamanya dikekalkan dalam suasana dayah. Yang kemudian menjadi pusat sumber ilmu agama Islam.

Pada saat Aceh akan dijajah oleh sekutu, semua suku dan ulama Aceh sepakat untuk melawan para penjajah. Kebencian orang Aceh terhadap penjajahan bukanlah kebencian etnisitas ataupun sejarah. Melainkan kebencian karena untuk melawan penindasan serta penjajahan dalam bentuk jihad.

Dalam sejarah kebudayaan Aceh, baik persoalan bersatu maupun berpisah menjadi hal yang sangat biasa. Mereka bisa bersatu dengan siapa saja namun budaya yang sudah melekat dengan tradisi Islam tidak dapat dihentikan. Apalagi jiwa nasionalisme mereka menjadi bagian dari Indonesia yang tidak pernah dikhianati dalam perjuangannya hingga kini.

Suku Provinsi Aceh

Suku Provinsi Aceh
Suku Provinsi Aceh

Meskipun memiliki wilayah yang cenderung kecil, namun Aceh memiliki 12 jenis suku yang ada di dalamnya. Berikut ini ke-12 suku tersebut :

1. Suku Aceh

Suku ini berada di ujung utara Sumatera dan menjadi suku di Indonesia yang pertama kali memeluk Agama Islam. Hingga akhirnya mereka mendirikan kerajaan Islam. Masyarakat Aceh sendiri banyak mayoritas yang bekerja sebagai pekerja tambang, petani dan nelayan.

Bahasa yang dipakai adalah bahasa Aceh yang masih bersaudara denngan bahasa Mon Khmer (wilayah Champa). Bahasa Aceh sendiri merupakan bagian dari bahasa Melayu-Polynesia barat. yakni cabang dari keluarga bahasa Ausronesia.

2. Suku Aneuk Jamee

Nama Aneuk Jamee datang dari bahasa Aceh yang artinya adalah keturunan tamu. apabila dilihat menggunakan peta Aceh, suku ini tersebar di sepanjang pesisir barat dan selatan Aceh.

Bahasa yang dipakai adalah dialek dari bahasa Minangkabau. Bahasa Aneuk Jamee cuma dipakai terhadap kalangan orang tua asja. Akan tetapi sekarang mereka menggunakan bahasa Aceh untuk bahasa sehari-hari.

3. Suku Alas

Suku yang bermukim di Kabupaten Aceh Tenggara yang disebut Tanah Alas ini menganut agama Islam. Tanah Alas dilalui oleh banyak sungai. Salah satu yang terkenal adalah sungai Lawe Alas atau sungai Alas.

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat suku Alas adalah bahasa alas. Alas sendiri memiliki arti tikar. Dimana nama tersebut dikaitkan dengan keadaan daerah yang membentang datar seperti tikar di sela Bukit Barisan.

4. Suku Batak Pakpak

Suku ini tersebar di beberapa kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh. Yaitu di kabupaten Dairi, kabupaten Pakpak Bharat, kabupaten Humbang Hasundutan (Sumatera Utara), kabupaten Aceh Singkil dan kota Sabulussalam.

Suku bangsa Pakpak ini mendiami di bagian utara, barat laut Danau Toba hingga perbatasan utara dengan provinsi Aceh (selatan).

Suku pakpak sendiri berasal dari keturunan tentara kerajaan Chola di India yang menyerang kerajaan Sriwijaya pada abad 11 Masehi. Terdapat 5 subsuku yang ada dalam suku Pakpak yang diberi istilah Pakpak Silima Suak. Pertama Pakpak Klasen yang mendiami  kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Kemudian Pakpak Simsim yang berada di kabupaten Pakpak Bharat, suku Pakpak Boang yang berada di kabupaten Singkil dan kota Sabulussalam. Serta suku Pakpak Pegagan dan Pakpak Keppas  di kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

5. Suku Devayan

Keberadaan suku ini ialah di pulau Simeulue, kecamatan Teupah Barat, Simeulue Timur, Simeulue Tengah, Teluk Dalam dan Teupah Selatan.

6. Suku Gayo

Dataran tinggi Gayo didiami oleh suku Gayo. Mayoritas berada di kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah dan 3 kecamatan di Aceh Timur (Serbe Jadi, Simpan Jernih, Peunaron).

Serta beberapa desa di kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara. Mereka menganut agama Islam taat. Sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Gayo.

7. Suku Haloban

Suku Haloban ini terletak  di kabupaten Aceh Singkil yaitu pulau Banyak. Dimana di pulau ini terdapat 7 desa dengan ibukota kecamatan yang terletak di desa pulau Balai.

8. Suku Kluet

Kemudian ada suku kluet yang mendiami beberapa kecamatan di kabupaten Aceh Selatan. Yaitu kecamatan Kluet Selatan, Kluet Utara, Kluet Tengah dan Kluet Timur.

9. Suku Singkil

Berikutnya adalah suku Singkil. Suku Singkil ini berada di kabupaten Aceh Singkil daratan dan kota Subulussalam.

10. Suku Lekon

Salah satu suku di Aceh merupakan suku Lekon. Lebih tepatnya berada di kecamatan Alafan, Simeulue, desa Lafakha dan desa Langi.

11. Suku Sigulai

Selanjutnya suku Sigulai yakni suku yang mendiami pulau Simeulue Utara dan kecamatan Simeulue Barat, Alafan dan Salang.

12. Suku Tamiang

Suku yang dikenal dengan nama Melayu Tamiang ini terletak di kabupaten Tamiang. Dialek bahasa dan kebudayaan yang dipakai oleh suku ini hampir sama dengan masyarakat Melayu yang terdapat di kabupaten Langkat. Walau berbeda dengan masyarakat Aceh, suku ini tetap menjadi bagian dari Aceh.

Pada masa dahulu, kesultanan Aceh ialah negara terkaya, termakmur dan terkuat di kawasan Selat Malaka. Yang butuh kalian tahu, Aceh berbeda dengan provinsi lainnya.

Provinsi yang di peta Aceh ini berada di paling barat Indonesia ini mempunyai otonomi yag diatur sendiri. Hal ini disebabkan karena alasan sejarah Aceh seperti yang telah dipaparkan di atas.

Nahh, itulah penjelasan tentang Peta Aceh yang meliputi Peta Buta Aceh, Peta Administrasi Aceh, Peta Aceh Lengkap, Iklim Acek, Geografi Aceh & Sejarah Aceh yang perlu Anda ketahui dan juga sebagai referensi atau tugas Anda.

Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aaminn

Leave a Comment