16
972

PETA BALI : Sejarah, Iklim, Geografi & Gambarnya (LENGKAP)

loading...

Peta Bali – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas seputar Provinsi Bali yang merupakan salah satu Provinsi yang ada di Indonesia dan juga banyak para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini karna ingin mengunjungi pariwisatanya dan lain sebagainya.

Sebelumnya kita telah membahas Peta Jawa Timur yang dimana ini adalah perbatasan antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Okee langsung saja kita simak artikel dibawah ini dengan seksama. Selamat Membaca!.

Gambar Peta Bali

Peta Bali

Peta Bali

Peta Bali Lengkap

Peta Bali Lengkap

Peta Bali Lengkap

Peta Buta Bali

Peta Buta Bali

Peta Buta Bali

Peta Administrasi Bali

Peta Administrasi Bali

Peta Administrasi Bali

loading...

Peta Bali

Peta Bali

Peta Bali

Bali merupakan sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kota provinsi ini merupakan Denpasar. Bali juga ialah salah satu pulau di Kepulauan Nusa Tenggara. Pada awal kemerdekaan Indonesia lalu, pulau ini termasuk pada Provinsi Sunda Kecil yang memiliki ibukota Singaraja, dan kini terbagi menajdi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Provinsi Bali didirikan berlandaskan Dasar Hukum UU No. 64 Tahun 1958 berkenaan pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang diberlakukan mulai tanggal 14 Agustus 1958. Tanggal 14 Agustus 1958 terus dijadikan sebagai hari jadi Provinsi Bali.

Sebelum dimekarkan menjadi Provinsi tersendiri, Pulau Bali ialah wilayah dari Provinsi Sunda Kecil yang terdiri dari Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri atas pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya,antara lain: Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjangan.

Secara geografis, Provinsi Bali berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok yang dimana banyak Mayoritas penduduk dari Provinsi Bali yang merupakan pemeluk kepercayaan Hindu. Dalam dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisatanya dengan keunikan yang bermacam-macam seperti hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga lebih dikenal banyak orang  dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

Geografi Bali

Peta Bali

Peta Bali

Pulau Bali merupakan bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km antara 3,2 km dari Pulau Jawa. Bila kita lihat dari Peta Indonesia Provinsi Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Ibu kota Bali merupakan Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya merupakan Ubud sebagai pusat kesenian dan peristirahatan, terletak di Kabupaten Gianyar. Nusa Lembongan merupakan sebagai salah satu tempat menyelam (diving), terletak di Kabupaten Klungkung.

Sedangkan Kuta, Seminyak, Jimbaran dan Nusa 2 adalah beberapa tempat yang menjadi sasaran penting bagi para wisatawan, baik liburan pantai ataupun tempat peristirahatan, spa, dan lain-lain, terletak di Kabupaten Badung.

Provinsi Bali memiliki luas wilayah 5.636,66 km2 ataupun 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi terhadap 8 kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan.

Iklim Bali

Peta bali

Peta bali

Bali dikenal sebagai surga tropis yang terdapat di Indonesia. Iklim Bali merupakan iklim tropis dimana pergantian musimnya dipengaruhi oleh angin musim yang berubah setiap 6 bulan sekali.

Sama seperti musim yang terjadi di Indonesia secara umum, Provinsi Bali mengalami musim penghujan terhadap Bulan Oktober-April dan musim kemarau mulai dari April hingga Oktober. Untuk curah hujan rata-rata di Bali merupakan 127mm/bulan. Sedangkan temperatur udaranya bervariasi mulai dari 24°-38°C.

loading...

Batas – Batas Wilayah Provinsi Bali

Peta Bali

Peta Bali

Berikut ini adalah Batas – Batas Wilayah dari Provinsi Bali, Antara lain:

  • Bagian Utara : Berbatasan dengan Laut Bali
  • Bagian Timur : Berbatasan dengan Selat Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat
  • Bagian Selatan :Berbatasan dengan Samudera Hindia
  • Bagian Barat : Berbatasan dengan Selat Bali, Provinsi Jawa Timur

Sejarah Bali

Sejarah Bali

Sejarah Bali

Bali telah dihuni oleh bangsa Austronesia antara tahun 2000 sebelum Masehi yang bermigrasi dan datang dari Taiwan menggunakan Maritime Asia Tenggara. Budaya dan bahasa dari orang Bali begitu erat kaitannya dengan orang-orang dari kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Oseania. Alat-alat batu yang datang dari saat itu telah ditemukan di dekat desa Cekik di sebelah barat pulau Bali.

Pada masa Bali kuno, ditemukan sembilan sekte Hindu yakni Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Setiap sekte menghormati dewa tertentu sebagai Ketuhanan pribadinya. Budaya Bali paling dipengaruhi oleh budaya India, Cina, dan khususnya Hindu, mulai antara abad 1 Masehi.

Nama Bali Dwipa atau pulau Bali sendiri telah ditemukan dari berbagai bentuk prasasti, termasuk pilar prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 Masehi yang menyebutkan “Walidwipa”. Pada masa itu sistem irigasi Subak yang kompleks telah dikembangkan untuk menanam padi.

Beberapa tradisi keagamaan dan budaya masih terdapat sampai saat ini dan bisa ditelusuri kembali pada masa itu. Kerajaan Hindu Majapahit (1293-1520 Masehi) di Jawa Timur mendirikan sebuah koloni di Provinsi Bali pada tahun 1343. saat masa kejayaan telah menurun, terdapat eksodus besar-besaran dari intelektual, seniman, pendeta, dan musisi dari Jawa ke Bali pada abad ke-15.

Kontak dari bangsa Eropa pertama kali dengan Bali diperkirakan telah terjadi pada tahun 1585 saat sebuah kapal Portugis kandas di lepas Semenanjung Bukit dan meninggalkan beberapa orang Portugis pada pelayanan Dewa Agung.

Pada tahun 1597 penjelajah dari Belanda yang bernama Cornelis de Houtman sampai di Provinsi Bali dan dengan pembentukan Perusahaan India Timur Belanda pada tahun 1602, sebuah tempat yang didirikan untuk mengontrol kolonial dan 2 setengah abad terus saat pengontrolan dari pihak Belanda diperluas di seluruh Indonesia.

Kontrol politik dan ekonomi Belanda pada Bali dimulai pada tahun 1840-an di pantai utara pulau Bali, saat itu Belanda mengadu domba antara kerajaan-kerajaan di Bali supaya tidak percaya kepada satu sama lain dan pada akhir 1890-an, perjuangan antara kerajaan Bali di selatan pulau Bali itu dimanfaatkan oleh Belanda untuk meningkatkan kendali mereka.

Belanda membuat serangan angkatan laut dan darat besar-besaran di wilayah Sanur pada tahun 1906 dan jumpa dengan ribuan anggota keluarga kerajaan dan para pengikut mereka yang berjuang melawan pasukan Belanda dengan serangan defensif bunuh diri (puputan) yang diusahakan oleh anggota keluarga kerajaan dan ribuan pengikut mereka daripada menghadapi penghinaan menyerah dari Belanda.

Sekitar lebih dari 1.000 orang Bali meninggal pada saat itu melawan penjajah. pada intervensi Belanda di Bali pada tahun 1908, pembantaian sama terjadi pada menghadapi serangan Belanda di Klungkung. sesudah itu gubernur Belanda mampu membuat kontrol administratif pada pulau Bali, tetapi kontrol lokal pada kepercayaan dan budaya biasanya awet utuh.

Pada tahun 1930-an, antropolog Margaret Mead dan Gregory Bateson, dan seniman Miguel Covarrubias dan Walter Spies, dan musikolog Colin McPhee menciptakan gambaran barat mengenai Bali sebagai “tanah terpesona yang damai dengan diri mereka sendiri dan alam” maupun pariwisata Barat saat itu jugapertama kali dikembangkan di pulau Bali.

Imperial Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II. Pulau Bali awalnya tidak sasaran pada Kampanye Hindia Belanda mereka, tetapi karena lapangan terbang di Kalimantan yang tidak beroperasi karena hujan lebat tentara Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menduduki Bali, yang tidak mempunyai cuaca yang sebanding seperti Kalimantan.

Pada saat itu Bali belum mempunyai tentara Royal Netherlands East Indies Army (KNIL), yang terdapat hanyalah Native Auxiliary Corps Prajoda (Korps Prajoda) yang terdiri dari sekitar 600 tentara asli dan beberapa petugas Belanda KNIL di bawah komando Letkol KNIL WP Roodenburg. Pada tanggal 19 Februari 1942 pasukan Jepang mendarat di dekat Sanur.

Pulau Bali cepat dikuasai oleh Negara Jepang dan selama pendudukan Jepang perwira militer Bali I Gusti Ngurah Rai, membentuk Bali ‘bebas tentara’. Kurangnya perubahan kelembagaan dari masa pemerintahan Belanda dan kerasnya permintaan resmi perang menjadikan pemerintahan Jepang sedikit lebih baik dari Belanda.

Setelah Jepang menyerah di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda kembali ke Indonesia termasuk Bali dan segera hendak mengembalikan administrasi sebelum perang kolonial mereka. Hal ini ditentang oleh para pemberontak Bali yang pada saat itu telah menggunakan senjata dari Jepang.

Pada tanggal 20 November 1946, Pertempuran terjadi di Marga Tabanan di Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, saat itu berusia 29 tahun, akhirnya membawa pasukannya ke Marga Rana, di mana mereka menjadikan serangan bunuh diri ke pihak Belanda yang bersenjata. Pasukan batalion Bali seluruhnya dihapus oleh Belanda, dan menghancurkan perlawanan terakhir dari perlawanan militer Bali.

Pada tahun 1946 Belanda menyebabkan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah administratif dari negara bagian yang modern diproklamasikan oleh Indonesia Timur, lawan dari negara Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dipimpin oleh Soekarno dan Hatta. Bali masuk pada “Republik Indonesia” saat Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 29 Desember 1949.

 Kota/Kabupaten Provinsi Bali

Peta Bali

Peta Bali

Berikut ini adalah daftar Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Bali, Antara lain:

  1. Kabupaten Badung
  2. Kabupaten Bangli
  3. Kabupaten Buleleng
  4. Kabupaten Gianyar
  5. Kabupaten Jembrana
  6. Kabupaten Karangasem
  7. Kabupaten Klungkung
  8. Kabupaten Tabanan
  9. Kota Denpasar

Nahh, itulah penjelasan seputar Provinsi Bali mulai dari Gambar Peta Bali Lengkap, Geografi Bali, Iklim Bali, Batas-Batas wilayah Provinsi Bali, Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Bali & Sejarah Bali yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply