17
346

PETA BANTEN : Sejarah, Iklim, Geografi & Gambarnya (LENGKAP)

Peta Banten – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas seputar Provinsi Banten yang dimana Provinsi ini adalah salah satu Provinsi yang ada di Pulau Jawa dan sudah mengalami banyak perubahan serta pemekaran wilayah pada Provinsi Banten ini. Sebelumnya kita telah membahas Peta Jakarta mulai dari Gambar Lengkap nya sampai Sejarahnya. Okee langsung saja kita simak artikel ini dengan seksama!.

Gambar Peta Banten

Peta Banten

Peta Banten

Peta Banten Lengkap

Peta Banten Lengkap

Peta Banten Lengkap

Peta Buta Banten

Peta Buta Banten

Peta Buta Banten

Peta Administrasi Banten

Peta Administrasi Banten

Peta Administrasi Banten

Peta Banten

Peta Banten

Peta Banten

Banten merupakan sebuah provinsi di Tatar Pasundan, dan salah satu Provinsi yang ada di Pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini pernah menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat, akan tetapi menjadi wilayah pemekaran sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada di Kota Serang.

Geografi Banten

Peta Banten

Peta Banten

Jika dilihat dari Peta Indonesia Provinsi  Banten terletak di antara 5º7’50”-7º1’11” Lintang Selatan dan 105º1’11”-106º7’12” Bujur Timur, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2000 luas wilayah Banten merupakan 9.160,70 km². Provinsi Banten tersusun dari 4 kota, 4 kabupaten, 154 kecamatan, 262 kelurahan, dan 1.273 desa.

Kawasan laut Banten ialahsalah satu jalur laut potensial dari Selat Sunda yang merupakan salah satu jalur lalu lintas laut yang strategis karena bisa dilalui kapal besar yang menghubungkan Australia dan Selandia modern dengan zona Asia Tenggara contohnya Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Di samping itu Banten ialah jalur penghubung antara Jawa dan Sumatera. Apabila dikaitkan dengan posisi geografis dan pemerintahan maka Provinsi Banten terutama pada daerah Tangerang raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan) ialah wilayah penyangga bagi Jakarta.

Secara ekonomi wilayah Banten mempunyai banyak industri. Wilayah Provinsi Banten juga mempunyai beberapa pelabuhan laut yang telah dikembangkan sebagai antisipasi untuk menampung kelebihan kapasitas dari pelabuhan laut di Jakarta, dan ditujukan untuk menjadi pelabuhan pilihan selain Singapura.

Iklim Banten

Peta Banten

Peta Banten

Iklim wilayah Banten dipengaruhi oleh Angin Monson dan gelombang La Nina. Cuaca didominasi oleh Angin Barat dari Samudra Hindia dan Angin Asia di musim penghujan serta Angin Timur pada musim kemarau. Suhu udara rata-rata di Banten selama tahun 2013 mencapai 27.0 0C, dengan kelembaban udara rata-rata 83%.

Hujan turun setiap bulannya, dengan jumlah hari dan curah hujan dalam setahun masing-masing sebanyak 206 hari dan 3.573 mm. Dengan demikian, dibandingkan tahun sebelumnya suhu udara di Banten selama tahun 2013 ini terasa lebih sejuk, lebih lembab dan lebih sering hujan, bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi alias lebih lebat

Batas – Batas Provinsi Banten

Peta Banten

Peta Banten

  • Bagian Utara : Berbatasan dengan Laut Jawa
  • Bagian Timur : Berbatasan dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Jawa Barat
  • Bagian Selatan : Berbatasan dengan Samudera Indonesia
  • Bagian Barat : Berbatasan dengan Selat Sunda

Topografi Banten

Peta Banten

Peta Banten

Kondisi topografi Banten merupakan sebagai berikut:

  • Wilayah permukaan (kemiringan 0-2 %) seluas 574.090 hektare
  • Wilayah bergelombang (kemiringan 2-15%) seluas 186.320 hektare
  • Wilayah curam (kemiringan 15-40%) seluas 118.470,50 hektare

Kondisi penggunaan wilayah yang butuh dicermati merupakan menurunnya wilayah hutan dari 233.629,77 hektare pada tahun 2004 menjadi 213.629,77 hektare.

Sejarah Banten

Sejarah Banten

Sejarah Banten

Banten ataupun dulu dikenal dengan nama Bantam pada masa kemudian ialah sebuah daerah dengan kota pelabuhan yang paling ramai, serta dengan masyarakat yang terbuka, dan makmur. Banten pada zaman ke-5 ialah bagian dari Kerajaan Tarumanagara.

Salah satu peninggalan prasasti yang ada pada Kerajaan Tarumanagara adalah Prasasti Cidanghiyang ataupun prasasti Lebak, yang ditemukan di Kampung Lebak di tepi Ci Danghiyang tepatnya di Kecamatan Munjul, Pandeglang, Banten.

Prasasti ini modern ditemukan tahun 1947, dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian Raja Purnawarman. Setelah runtuhnya Kerajaan Tarumanagara (banyak yang memberikan pernyataan dari  beberapa sejarawan ini efek dari serangan Kerajaan Sriwijaya), kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Ci Sarayu dan Ci Pamali diteruskan oleh Kerajaan Sunda.

Seperti yang dinyatakan oleh Tome Pires,seorang penjelajah Portugis pada tahun 1513, Bantam menjadi salah satu pelabuhan penting dari Kerajaan Sunda. berdasarkan sumber Portugis tersebut, Bantam merupakan salah satu pelabuhan kerajaan itu selain pelabuhan Pontang, Cigede, Tamgara (Tangerang), Kalapa, dan Cimanuk.

Diawali dengan penguasaan Kota Pelabuhan Banten, yang diteruskan dengan merebut Banten Girang dari ujung Umun pada tahun 1527, Maulana Hasanuddin, mendirikan Kesultanan Banten di wilayah bekas Banten Girang.

Dan pada tahun 1579, Maulana Yusuf, penerus Maulana Hasanuddin, menghancurkan Pakuan Pajajaran, ibu kota ataupun pakuan (berasal dari kata pakuwuan) Kerajaan Sunda. Dengan begitu pemerintahan di Jawa Barat diteruskan oleh Kesultanan Banten.

Hal itu ditandai dengan dirampasnya Palangka Sriman Sriwacana, zona duduk kala seorang raja dinobatkan, dari Pakuan Pajajaran ke Surasowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf. Batu berukuran 200 x 160 x 20 cm itu terpaksa diboyong ke Banten karena tradisi politik masa itu “mengharuskan” demikian.

Pertama, dengan dirampasnya Palangka tersebut, di Pakuan yang tidak mungkin lagi dinobatkan sebagai raja baru. Kedua, dengan mempunyai Palangka itu, Maulana Yusuf mengklaim sebagai penerus kekuasaan Kerajaan Sunda yang “sah” karena buyut perempuannya merupakan puteri Sri Baduga Maharaja.

Sementara di sisi lain para Kandaga Lante dari Kerajaan Pajajaran secara resmi menyerahkan seluruh atribut dan perangkat kerajaan beserta pelayan kepada Kerajaan Sumedang Larang untuk menyampaikan kelanjutan Kerajaan Sunda ataupun Pajajaran yang ialah trah Siliwangi.

Kota/Kabupaten Provinsi Banten

Peta Banten

Peta Banten

Dibawah ini adalah Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Banten, Antara lain:

  1. Kabupaten Pandegelang
  2. Kabupaten Lebak
  3. Kabupaten Tangerang
  4. Kabupaten Serang
  5. Kota Tangerang
  6. Kota Cilegon
  7. Kota Serang
  8. Kota Tangerang Selatan

Nahh, itulah penjelasan seputar Provinsi Banten yang meliputi Gambar Peta Banten Lengkap, Geografi Banten, Topografi Banten & Sejarah Banten yang perlu Anda ketahui dan sebgagai referensi atau tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply