30
552

PETA GORONTALO : Sejarah, Iklim & Geografi (LENGKAP)

Peta Gorontalo – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Provinsi Gorontalo yang merupakan salah satu Provinsi yang terdapat di Indonesia tepatnya terletak di Pulau Sulawesi dan memiliki nama ibukota yang sama dengan nama Provinsinya yakni Kota Gorontalo. Okee langsung saja kita simak artikel ini dengan seksama. Selamat Membaca.

Gambar Peta Gorontalo

Peta Gorontalo

Peta Gorontalo

Peta Gorontalo Lengkap

Peta Gorontalo Lengkap

Peta Gorontalo Lengkap

Peta Buta Gorontalo

Peta Buta Gorontalo

Peta Buta Gorontalo

Peta Administrasi Gorontalo

Peta Administrasi Gorontalo

Peta Administrasi Gorontalo

Peta Gorontalo

Peta Gorontalo

Peta Gorontalo

Provinsi Gorontalo adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang lahir pada tanggal 5 Desember, 2000 dan memiliki Ibu kota provinsi bernama sama yaitu, Kota Gorontalo. Provinsi Gorontalo memiliki julukan yakni “ Serambi Madinah”

Dalam catatan sejarah Indonesia, satu-satunya Presiden RI yang berasal dari Suku Gorontalo adalah Presiden Republik Indonesia ke-3 yakni Prof. DR. Ing. B.J. Habibie, dari garis keturunan ayahnya yang memiliki marga Habibie, yaitu Alwi Abdul Jalil Habibie.

Seiring dengan munculnya pemekaran wilayah yang berkenaan  dengan Otonomi Daerah di Era Reformasi, Provinsi ini kemudian dibentuk berdasarkan UU No. 38 Tahun 2000, pada tanggal 22 Desember dan menjadi Provinsi ke-32 di Indonesia.

Provinsi Gorontalo terletak pada Semenanjung Gorontalo (Gorontalo Peninsula) di Pulau Sulawesi, tepatnya di bagian barat dari Provinsi Sulawesi Utara. Luas wilayah provinsi ini 12.435,00 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 1.166.142 jiwa (2018), dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0.91%.

Disisi lain, masyarakat Gorontalo juga memiliki budaya “Moleleyangi” atau dalam bahasa Indonesia disebut “Merantau”, dimana penyebaran etnis Gorontalo paling banyak tersebar di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur. Ditengarai, penyebaran Diaspora Orang Gorontalo telah mencapai 5 kali lipat dari total penduduknya yang sekarang dan telah tersebar di seluruh dunia.

Geografi Gorontalo

Peta Gorontalo

Peta Gorontalo

Provinsi Gorontalo ini pada zaman kolonial Belanda dikenal dengan “Semenanjung Gorontalo” atau (Gorontalo Peninsula) terletak pada bagian utara Pulau Sulawesi. Jika kita lihat dari Peta Indonesia Provinsi Gorontalo ini  terletak di antara 0° 19′ 00” – 1° 57′ 00” LU (Lintang Utara) dan 121° 23′ 00” – 125° 14′ 00” BT (Bujur Timur).

  • Kependudukan

Jumlah penduduk yang terdapat di Provinsi Gorontalo  pada tahun 2013 sebanyak 1.097.990 jiwa yang terdiri dari 550.004 jiwa laki-laki dan 547.986 jiwa perempuan. Percepatan pertumbuhan penduduk di Provinsi Gorontalo tahun 2011 – 2013 mencapai 1,67 persen/tahun.

Jumlah penduduk terbanyak berada di wilayah Kabupaten Gorontalo dengan penduduk sebanyak 365.781 jiwa, sedangkan jumlah penduduk terkecil berada di Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 108.324 jiwa.

Topografi Gorontalo

Peta Gorontalo

Peta Gorontalo

Permukaan tanah yang ada di Provinsi Gorontalo ini sebagian besar adalah perbukitan. Oleh karna itu provinsi ini memiliki banyak gunung dengan ketinggian yang berbeda-beda. Gunung Tabongo yang terletak di Kabupaten Boalemo merupakan gunung yang tertinggi sedangkan Gunung Litu-Litu yang terletak di Kabupaten Gorontalo adalah yang terendah.

Selain memiliki banyak gunung, Provinsi Gorontalo juga banyak sungai yang sering dilintasi. Sungai terpanjang yang terdapat fdi Provinsi Gorontalo ini adalah Sungai Paguyaman yang terletak di Kabupaten Boelemo dengan panjang aliran 99,3 km. Sedangkan sungai terpendek yang terdapat di Provinsi Gorontalo ini adalah Sungai Bolontio dengan panjang aliran 5,3 km yang berada di Kabupaten Gorontalo Utara.

Iklim Gorontalo

Peta Gorontalo

Peta Gorontalo

Kondisi Provinsi Gorontalo ini berada di dekta garis khatulistiwa yang menjadikan daerah ini memiliki suhu udara yang lumayan panas. Suhu minimum terjadi di bulan September yaitu 22,8 °C. Sedangkan suhu maksimum terjadi di bulan Oktober dengan suhu 33,5 °C. Pada tahun 2013, Provinsi Gorontalo ini mengalami suhu rata-rata berkisar antara 26,2 °C hingga 27,6 °C.

Provinsi Gorontalo memiliki kelembaban udara yang relatif tinggi dan rata-rata kelembaban pada tahun 2013 telah mencapai 86,5% persen. Sedangkan untuk curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Mei yaitu 307,9 mm tetapi jumlah hari hujan terbanyak ada pada bulan Juli dan Desember yaitu sebanyak 24 hari.

Batas – Batas Wilayah Gorontalo

Peta Gorontalo

Peta Gorontalo

Berikut ini adalah Batas – Batas Wilayah Provinsi Gorontalo, diantaranya:

  • Bagian Utara : Berbatasan dengan Laut Sulawesi di Samudra Pasifik
  • Bagian Selatan : Berbatasan dengan Laut dengan Provinsi Sulawesi Tengah yang dipisahkan oleh Teluk Tomini
  • Bagian Barat : Berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah
  • Bagian Timur : Berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Utara

Sejarah Gorontalo

Sejarah Gorontalo

Sejarah Gorontalo

Menurut sejarah Gorontalo sendiri terbentuk kurang lebih 400 tahun yang  lalu dan merupakan salah satu kota tua di Sulawesi selain Makassar, Pare-pare dan Manado. Gorontalo pada saat itu menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur diantaranya Ternate, Gorontalo, Bone.

Berjalan dengan cepatnya penyebaran agama islam tersebut Gorontalo juga menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat di wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow (Sulut), Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulteng) bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara.

Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang sangat strategis dengan posisi menghadap Teluk Tomini di bagian selatan dan Laut Sulawesi (bagian utara). Kedudukan Kota Kerajaan Gorontalo ini awalnya terletak di Kelurahan Hulawa Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya berada di pinggiran sungai Bolango.

Menurut Penelitian, pada tahun 1024 H, kota Kerajaan ini telah dipindahkan dari Keluruhan Hulawa ke Dungingi Kelurahan Tuladenggi Kecamatan Kota Barat. Kemudian dimasa Pemerintahan Sultan Botutihe kota Kerajaan ini dipindahkan dari Dungingi di pinggiran sungai Bolango, ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B.

Dengan letaknya yang stategis yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan serta penyebaran agama islam maka pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang mencakup Gorontalo dan wilayah daerah sekitarnya seperti Buol ToliToli dan, Donggala dan Bolaang Mongondow.

Sebelum masa penjajahan keadaaan daerah Gorontalo ini berbentuk kerajaan-kerajaan yang sudah diatur menurut hukum adat ketatanegaraan Gorontalo. Kerajaan-kerajaan tersebut ikut tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut dengan “Pohala’a”. Menurut Haga (1931), dian menyebutkan bahwa daerah Gorontalo ada 5 pohala’a , diantaranya:

  • Pohala’a Gorontalo
  • Pohala’a Limboto
  • Pohala’a Suwawa
  • Pohala’a Boalemo
  • Pohala’a Atinggola

Dengan hukum adat seperti itu, maka Gorontalo termasuk dalam 19 wilayah adat di Indonesia. Antara agama dengan adat di Gorontalo minit telah enyatu dengan istilah “Adat bersendikan Syara’ dan Syara’ bersendikan Kitabullah”.

Pohala’a Gorontalo adalah pohala’a yang paling menonjol diantara kelima pohalaa tersebut. Itulah sebabnya kenapa Gorontalo ini lebih banyak dikenal. Asal usul nama Gorontalo ini juga banyak berbagai pendapat dan penjelasan, diantaranya:

  • Kata Gorontalo ini berasal dari “Hulontalangio” yang artinya nama salah satu kerajaan yang dipersingkat menjadi hulontalo
  • Kata Gorontalo berasal dari “Hua Lolontalango” yakni yang artinya orang-orang Gowa yang berjalan lalu lalang.
  • Kata Gorontalo berasal dari “Hulontalangi” yakni yang artinya lebih mulia.
  • Kata Gorontalo berasal dari “Hulua Lo Tola” yakni yang artinya tempat berkembangnya ikan Gabus.
  • Kata Gorontalo berasal dari “Pongolatalo” atau “Puhulatalo” yakni yang artinya tempat menunggu.
  • Kata Gorontalo berasal dari Gunung Telu yang artinya tiga buah gunung.
  • Kata Gorontalo berasal dari “Hunto” suatu tempat yang senantiasa digenangi air

Asal usul nama Gorontalo ini (arti katanya) tidak diketahui lagi, namun jelas kata “hulondalo” samppai sekarang masih hidup dalam ucapan orang Gorontalo dan orang Belanda karena kesulitan dalam mengucapkannya diucapkan dengan Horontalo dan jika ditulis menjadi Gorontalo.

Pada tahun 1824 daerah Limo Lo Pohala’a telah berada di bawah kekusaan seorang asisten Residen disamping pemerintahan tradisonal. Pada tahun 1889 sistem pemerintahan kerajaan dipindahkan ke pemerintahan langsung yang dikenal dengan istilah “Rechtatreeks Bestur”.

Pada tahun 1911 terjadi lagi perubahan dalam struktur pemerintahan Daerah Limo lo pohalaa dibagi atas 3 Onder Afdeling, diantaranya:

  • Onder Afdeling Kwandang
  • Onder Afdeling Boalemo
  • Onder Afdeling Gorontalo

Selanjutnya pada tahun 1920 berubah lagi menjadi 5 distrik, diantaranya :

  • Distrik Kwandang
  • Distrik Bone
  • Distrik Gorontalo
  • Distrik Boalemo

Pada tahun 1922, Gorontalo ditetapkan menjadi 3 Afdeling, diantaranya :

  • Afdeling Gorontalo
  • Afdeling Boalemo
  • Afdeling Buol

Sebelum terjadinya kemerdekaan Republik Indonesia, rakyat Gorontalo ini dipelopori oleh Bpk H. Nani Wartabone yang dimana berjuang dan merdeka pada tanggal 23 Januari 1942. Selama kurang lebih dua tahun tepatnya sampai tahun 1944 wilayah Gorontalo berdaulat dengan pemerintahannya sendiri.

Perjuangan patriotik ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia dan memberi imbas dan inspirasi bagi wilayah sekitar bahkan secara nasional. Oleh karena itu Bpk H. Nani Wartabone dikukuhkan oleh Pemerintah RI sebagai pahlawan perintis kemerdekaan.

Pada dasarnya masyarakat Gorontalo memiliki jiwa nasionalisme yang amat tinggi. Indikatornya bisa dibuktikan pada saat “Hari Kemerdekaan Gorontalo” yaitu pada tanggal 23 Januari 1942 dikibarkan nya bendera merah putih lalu dinyanyikan lagu Indonesia Raya.

Padahal saat itu Negara Indonesia sendiri masih merupakan mimpi kaum nasionalis, namun rakyat Gorontalo telah menyatakan kemerdekaan dan telah menjadi bagian dari Negara Indonesia.

Lain hal itu, saat pergolakan PRRI Permesta di Provinsi Sulawesi Utara masyarakat wilayah Gorontalo dan sekitarnya telah berjuang untuk tetap menyatu dengan Negara Republik Indonesia  dan memiliki semboyan “Sekali ke Djogdja tetap ke Djogdja” yang dimana pernah dikumandangkan pertama kali oleh Ayuba Wartabone di Parlemen Indonesia Timur ketika Gorontalo menjadi bagian dari Negara Indonesia Timur.

Kota/Kabupaten Provinsi Gorontalo

Peta Gorontalo

Peta Gorontalo

Berikut ini adalah Kota/Kabupaten yang terdapat di Provinsi Gorontalo, diantaranya:

  1. Kabupaten Boalemo
  2. Kabupaten Bone Bolango
  3. Kabupaten Gorontalo
  4. Kabupaten Gorontalo Utara
  5. Kabupaten Pohuwato
  6. Kota Gorontalo

Nahh, itulah penjelasan tentang Provinsi Gorontalo yang meliputi, Gambar Peta Gorontalo Lengkap, Geografi Gorontalo, Iklim Gorontalo, Batas – Batas Wilayah Gorontalo, Kota/Kabupaten Provinsi Gorontalo & Sejarah Gorontalo yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply