30
489

PETA JAWA BARAT : Sejarah, Iklim, Geografi & Gambarnya (LENGKAP)

Peta Jawa Barat – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas seputar Provinsi Jawa Barat yang dimana salah satu Provinsi yang ada Indonesia tepatnya berada di Pulau Jawa dan memiliki penduduk paling banyak diantara Provinsi-Provinsi lain. Sebelumnya kita telah membahas Peta Banten yang dimana sebelum Provinsi ini adalah Provinsi Banten dan merupakan urutan Provinsi di Pulau Jawa. Okee langsung saja kita simak artikel dibawah ini dengan seksama. Selamat Membaca!.

Gambar Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat Lengkap

Peta Jawa Barat Lengkap

Peta Jawa Barat Lengkap

Peta Buta Jawa Barat

Peta Buta Jawa Barat

Peta Buta Jawa Barat

Peta Administrasi Jawa Barat

Peta Administrasi Jawa Barat

Peta Administrasi Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan Ibu kotanya berada di Kota Bandung. Dengan perkembangan sekarang yang sudah pesat, sejarah menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (staatblad Nomor : 378).

Provinsi Jawa Barat pertama kali dibentuk berdasarkan UU No.11 Tahun 1950, tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat. Dan Provinsi Jawa Barat juga merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Geografi Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Jika dilihat dari Peta Indonesia Provinsi Jawa Barat memiliki geografis yang terletak di antara 5º50′- 7º50′ Lintang Selatan dan 104º 48′- 108º 48′ Bujur Timur, dengan luas wilayah daratan 3.710.061,32 hektar. Jumlah penduduknya pada tahun 2011 mencapai 46.497.175 jiwa

Kawasan pantai utara ialah dataran rendah rendah. Di bagian tengah ialah pegunungan, yaitu bagian dari rangkaian pegunungan yang membujur dari barat hingga timur Pulau Jawa. Titik tertingginya merupakan Gunung Ciremay, yang berada di sebelah barat upaya Kota Cirebon. Sungai-sungai yang lumayan penting merupakan Sungai Citarum dan Sungai Cimanuk, yang bermuara di Laut Jawa.

Iklim Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat sendiri memiliki iklim Tropis, dengan suhu 9 °C di ujung Gunung Pangrango dan 34 °C di Pantai Utara, curah hujan rata-rata 2.000 mm per tahun, dan di beberapa daerah pegunungan antara 3.000 sampai 5.000 mm per tahun.

Batas – Batas Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Berikut ini adalah Batas-Batas dari Provinsi Jawa Barat, Antara lain:

  • Bagian Utara : Berbatasan dengan Jawa Tengah
  • Bagian Barat : Berbatasan dengan Laut Jawa
  • Bagian Timur : Berbatasan dengan Samudra Hindia
  • Bagian Selatan : Berbatasan dengan Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta

Topografi Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Ciri penting dari daratan Jawa Barat merupakan bagian dari busur kepulauan Gunung barah (yang aktif dan tidak aktif) yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatra hingga ujung utara Pulau Sulawesi.

Daratan bisa dibedakan pada wilayah pegunungan curam di selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di pada permukaan laut, wilayah lereng bukit yang landai di tengah ketinggian 100 1.500 m dpl, kawasan dataran luas di utara ketinggian 0 . 10 m dpl, dan  wilayah aliran sungai.

Penduduk Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat mayoritas penduduknya merupakan suku Sunda. Untuk bertutur kata, suku Sunda menggunakan bahasa sunda. Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan menggunakan bahasa Cirebon yang mirip dengan bahasa Banyumasan.

Sedangkan untuk Kota Bekasi dan Kota Depok masih menggunakan bahasa Melayu dengan dialek Betawi. Pada tahun 2003 jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat antara 37 juta penduduk. Jumlah tersebut sama dengan 16 % dari jumlah seluruh penduduk di Indonesia.

Pertumbuhan penduduk di Jawa Barat paling lekas terutama di daerah JABODETABEK. Provinsi ini mempunyai tenaga kerja berpendidikan berjumlah antara 15,7 juta jiwa. Jumlah penduduk Jawa Barat pada tahun 2018 ini mencapai 46.497.175 jiwa. Penduduk tersebut tersebar di 26 kabupaten/kota, 625 kecamatan, dan 5899 desa/kelurahan.

Jumlah penduduk terbanyak berada di Kota Bogor yaitu 4.966.621 jiwa. Sedangkan untuk daerah yang memiliki penduduk paling sedikit adalah Kota Banjar yaitu 192.903 jiwa. Jika dilihat dari jenis kelamin, provinsi ini memiliki jumlah penduduk pria lebih banyak daripada penduduk wanita.

Sejarah Jawa Barat

Sejarah Jawa Barat

Sejarah Jawa Barat

Temuan arkeologi di Anyer menunjukkan adanya budaya logam perunggu dan besi sebelum milenium pertama. Gerabah tanah liat prasejarah masa buni (Bekasi kuna) bisa ditemukan merentang dari Anyer sampai Cirebon.

Wilayah Jawa Barat pada abad ke-5 ialah bagian dari Kerajaan Tarumanagara.Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara banyak tersebar di Jawa Barat. terdapat tujuh prasasti yang ditulis pada aksara Wengi (yang digunkan pada masa Palawa India) dan bahasa Sansakerta yang sebagian besar menceritakan para raja Tarumanagara.

Setelah runtuhnya kerajaan Tarumanagara tersebut kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Kali Serayu langsung diberikan oleh Kerajaan Sunda. Salah satu prasasti dari masa Kerajaan Sunda merupakan prasasti Kebon Kopi II yang datang dari tahun 1932. Kerajaan Sunda beribu kota yang berada di Pakuan Pajajaran (sekarang adalah kota Bogor).

Pada zaman ke-16, Kesultanan Demak tumbuh menjadi saingan ekonomi dan politik Kerajaan Sunda. Pelabuhan Cerbon (kelak menjadi Kota Cirebon) lepas dari Kerajaan Sunda karena pengaruh Kesultanan Demak. Pelabuhan ini terus tumbuh menjadi Kesultanan Cirebon yang memisahkan diri dari Kerajaan Sunda. Pelabuhan Banten juga lepas ke tangan Kesultanan Cirebon dan terus tumbuh menajdi Kesultanan Banten.

Untuk menghadapi ancaman ini, Sri Baduga Maharaja, raja Sunda saat itu, meminta putranya, Surawisesa untuk menjadikan perjanjian pertahanan keamanan dengan orang Portugis di Malaka untuk mencegah jatuhnya pelabuhan utama, yakni Sunda Kalapa (sekarang Jakarta) kepada Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak.

Pada saat Surawisesa menjadi raja Sunda, dengan gelar Prabu Surawisesa Jayaperkosa, dibuatlah perjanjian pertahanan keamanan Sunda-Portugis, yang ditandai dengan Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal, ditandatangani pada tahun 1512.

Sebagai imbalannya, Portugis diberi jalan masuk untuk membangun benteng dan gudang di Sunda Kalapa serta jalan masuk untuk perdagangan di sana. Untuk merealisasikan perjanjian pertahanan keamanan tersebut, pada tahun 1522 didirikan suatu monumen batu yang dikatakan padrão di tepi Ci Liwung.

Walaupun dalam perjanjian pertahanan keamanan dengan Bangsa Portugis telah dibuat, akan tetapi pelaksanaannya tidak bisa terlaksana karena pada tahun 1527 pasukan aliansi Cirebon – Demak, dibawah pimpinan Fatahilah ataupun Paletehan menyerang dan menaklukkan pelabuhan Sunda Kalapa.

Perang antara kedua Kerajaan Sunda dan aliansi Cirebon – Demak ini berlangsung sampai lima tahun sampai akhirnya pada tahun 1531 dibuatlah suatu perjanjian damai antara Prabu Surawisesa dengan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon.

Dari tahun 1567-1579 dengan dibawah pimpinan Raja Mulya atau biasa disebut Prabu Surya Kencana, Kerajaan Sunda mengalami kemunduran yang pesat dibawah tekanan Kesultanan Banten. sesudah tahun 1576, kerajaan Sunda tidak bisa mempertahankan

Pakuan Pajajaran (ibu kota Kerajaan Sunda), dan akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Banten. masa pemerintahan Kesultanan Banten, wilayah Priangan (Jawa Barat bagian tenggara) jatuh ke tangan Kesultanan Mataram. Jawa Barat sebagai pengertian manajerial mulai dipakai pada tahun 1925 saat Pemerintah Hindia Belanda membentuk Provinsi Jawa Barat.

Pembentukan provinsi ini sebagai pelaksanaan dari Bestuurshervormingwet pada tahun 1922, yang membagi Hindia Belanda pada kesatuan-kesatuan daerah provinsi. Sebelum tahun 1925, dipakai istilah Soendalanden (Tatar Soenda) ataupun Pasoendan, sebagai istilah geografi untuk menyebut bagian Pulau Jawa di sebelah barat Sungai Cilosari dan Citanduy yang sebagian besar dihuni oleh penduduk yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu.

Pada 17 Agustus 1945, Jawa Barat telah masuk menjadi bagian dari Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Desember 1949 Jawa Barat mejadi Negara Pasundan yang ialah salah satu negara bagian dari Republik Indonesia Serikat sebagai hasil kesepakatan tiga pihak pada Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda.

Kesepakatan ini langsung disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan dari PBB. Pada akhirnya Jawa Barat bergabung kembali dengan Republik Indonesia pada tahun 1950.

Kota/Kabupaten Provinsi Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Peta Jawa Barat

Dibawah ini adalah Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat, Antara lain:

  1.  Kab. Bandung
  2.  Kab. Bandung Barat
  3.  Kab. Bekasi
  4.  Kab. Bogor
  5.  Kab. Ciamis
  6.  Kab. Cianjur
  7.  Kab. Cirebon
  8.  Kab. Garut
  9. Kab. Indramayu
  10. Kab. Karawang
  11. Kab. Kuningan
  12. Kab. Majalengka
  13. Kab. Pangandaran
  14. Kab. Purwakarta
  15. Kab. Subang
  16. Kab. Sukabumi
  17. Kab. Sumedang
  18. Kab. Tasikmalaya
  19.  Kota Bandung
  20.  Kota Banjar
  21.  Kota Bekasi
  22.  Kota Bogor
  23.  Kota Cimahi
  24.  Kota Cirebon
  25.  Kota Depok
  26.  Kota Sukabumi

Nahh, itulah penjelasan seputar Provinsi Jawa Barat yang meliputi Gambar Peta Jawa Barat Lengkap, Geografi Jawa Barat, Iklim Jawa Barat, Batas-Batas Wilayah Jawa Barat, Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat & Sejarah Jawa Barat. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan jua bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply