10
470

PETA KALIMANTAN BARAT : Sejarah, Iklim & Geografi (LENGKAP)

loading...

Peta Kalimantan Barat – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas seputar Provinsi yang terdapat di Pulau Kalimantan yakni Provinsi Kalimantan Barat yang dimana ini adalah 5 dari Provinsi yang ada di Pulau Kalimantan. Okee langsung saja kita simak artikel ini dengan seksama agar kita dapat memahaminya. Selamat Membaca!.

Gambar Peta Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat Lengkap

Peta Kalimantan Barat Lengkap

Peta Kalimantan Barat Lengkap

Peta Buta Kalimantan Barat

Peta Buta Kalimantan Barat

Peta Buta Kalimantan Barat

Peta Administrasi Kalimantan Barat

Peta Administrasi Kalimantan Barat

Peta Administrasi Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

loading...

Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan sebuah provinsi yang ada di Indonesia dan terletak di Pulau Kalimantan dengan ibu kota Provinsi Kota Pontianak. Luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat merupakan 146.807 km² (7,53% luas Indonesia). ialah provinsi terluas keempat sesudah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang bisa dijuluki provinsi “Seribu Sungai”. Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang memiliki ratusan sungai besar dan kecil yang di antaranya bisa dan biasa dilayari.

Beberapa sungai besar sampai saat ini masih ialah urat nadi dan jalur penting untuk transportasi daerah pedalaman, meskipun prasarana jalan darat telah bisa menjangkau sebagian besar kecamatan.

Provinsi Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara bagian darat Sarawak, Malaysia. Walaupun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat ini adalah perairan laut, akan tetapi Kalimantan Barat mempunyai puluhan pulau besar dan kecil (tapi sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan sensus tahun 2016 berjumlah 5.365.256 jiwa (1,85% penduduk Indonesia).

Geografi Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Jika kita lihat dari Peta Indonesia Provinsi Kalimantan Barat ini terletak di antara 108º 30’BT hingga 114º 10’BT, dan antara 2º8′ LU hingga 3º5′ LS.

Iklim Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat ini memiliki iklim tropis basah, dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun dengan ujung hujan terjadi pada bulan Januari lan Oktober suhu angin rata-rata antara 26,0 s/d 27,0 dan kelembaban rata-tara antara 80% s/d 90%.

Batas – Batas Wilayah Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

  • Bagian Utara : Berbatasan dengan Sarawak, Malaysia Timur
  • Bagian Timur : Berbatasan dengan Kalimantan Timur & Kalimantan Tengah
  • Bagian Selatan : Berbatasan dengan Laut Jawa
  • Bagian Barat : Berbatasan Laut Natuna, Selat Karimata dan Semenanjung Malaysia

Sejarah Kalimantan Barat

Sejarah Kalimantan Barat

Sejarah Kalimantan Barat

Bakulapura ataupun Tanjungpura ialah taklukan Kerajaan Singhasari. Wilayah kekuasaan Tanjungpura membentang dari Tanjung Dato hingga Tanjung Sambar. Pulau Kalimantan antik terbagi sebagai 3 wilayah negara kerajaan induk: Borneo (Brunei), Sukadana (Tanjungpura) dan Banjarmasin (Bumi Kencana).

loading...

Tanjung Dato merupakan perbatasan wilayah antara mandala Borneo (Brunei) dengan wilayah mandala Sukadana (Tanjungpura), sedangkan Tanjung Sambar adalah batas wilayah mandala Sukadana/Tanjungpura dengan wilayah mandala Banjarmasin (daerah Kotawaringin).

Daerah aliran Sungai Jelai, yang terletak di Kotawaringin tepatnya di bawah kekuasaan Banjarmasin, sedangkan sungai Kendawangan di bawah kekuasaan Sukadana. Perbatasan di pedalaman, perhuluan daerah aliran sungai Pinoh (Lawai) termasuk pada wilayah Kerajaan Kotawaringin (bawahan Banjarmasin).

Daerah-daerah di Kalbar yang terkenal pada masa dulu diantaranya Tanjungpura dan Batang Lawai. Loue (Lawai) oleh Tomé Pires digambarkan daerah yang banyak intan, jarak dari Tanjompure empat hari pelayaran.

Tanjungpura ataupun Lawai masing-masing dipimpin seorang Patee (Patih). Patih-patih ini tunduk kepada Patee Unus, penguasa Demak.Kesultanan Demak juga telah berjasa membantu raja Banjar Pangeran Samudera berperang melawan pamannya Pangeran Tumenggung penguasa Kerajaan Negara Daha terakhir untuk memperebutkan hegemoni pada wilayah Kalimantan Selatan.

Menurut naskah Hikayat Banjar dan Kotawaringin, negeri Sambas, Sukadana dan negeri-negeri di Batang Lawai (nama antik sungai Kapuas) pernah sebagai taklukan Kerajaan Banjar ataupun pernah mengirim persembahan sejak masa Hindu.

Kerajaan Banjar menamakan kerajaan-kerajaan di Kalbar ini dengan sebutan negeri-negeri di bawah angin. Kerajaan Banjar mempunyai prajurit Dayak Biaju-Ot Danum dan Dayak Dusun-Maanyan-Lawangan yang biasa memenggal kapala musuh-musuhnya (ngayau). Pada masa pemerintahan Raja Maruhum Panambahan seorang Adipati Sambas/Panembahan Ratu Sambas telah menghantarkan persembahan berupa 2 biji intan yang berukuran besar yang bernama Si Giwang dan Si Misim.

Pada tahun 1604 awal kalinya Belanda berdagang dengan Sukadana.Tahun 1609, di Sambas pada saat itu terdapat ketakutan yang paling besar tentu serangan bermusuhan oleh Brunei, sehingga penguasa wilayah itu, Saboa Tangan Pangeran ay de Paty Sambas (Pangeran Adipati Sambas), menjadikan aliansi dengan VOC-Belanda pada 1 Oktober 1609, dengan harapan menentangnya, untuk memperkuat kepada musuh-musuhnya.

Sementara itu serangan itu tidak mempunyai tempat. Walaupun, sultan Brunei telah turun sendiri ke laut dengan 150 perahu, akan tetapi angin kencang telah memaksanya untuk mundur. Pada tahun 1672, Sultan Banjar telah mengesahkan Raja Sintang sebagai Sultan.

Sesuai perjanjian pada tanggal 20 Oktober 1756, VOC Belanda telah berjanji akan membantu Sultan Banjar Tamjidullah I untuk menaklukan kembali daerah-daerah yang memisahkan diri diantaranya Sanggau, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi), sedangkan daerah-daerah lainnya ialah milik Kesultanan Banten, kecuali Sambas.

Menurut akta tanggal 26 Maret 1778, negeri Landak dan Sukadana (sebagian besar Provinsi Kalimantan Barat) diserahkan kepada VOC Belanda oleh Sultan Banten. Inilah wilayah yang mula-mula sebagai milik VOC Belanda selain daerah protektorat Sambas.

Pada tahun itu juga Syarif Abdurrahman Alkadrie yang dulunya telah dilantik di wilayah Banjarmasin sebagai Pangeran yakni Pangeran Syarif Abdurrahman Nur Alam direstui oleh VOC Belanda sebagai Sultan Pontianak yang pertama di wilayah milik Belanda tersebut.

Pada tahun 1789 Sultan Pontianak dibantu Kongsi Lan Fang diperintahkan VOC Belanda untuk menduduki negeri Mempawah dan terus menaklukan Sanggau. Pada tanggal 4 Mei 1826 Sultan Adam dari Banjar menyerahkan Jelai, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi) kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Pada Tahun 1846 daerah koloni Belanda di pulau Kalimantan memperoleh pemerintahan khusus sebagai Dependensi Borneo. Pantai barat Borneo terdiri pada asisten residen Sambas dan asisten residen Pontianak. Divisi Sambas mencakup daerah dari Tanjung Dato sampai muara sungai Doeri.

Sedangkan divisi Pontianak yang berada di bawah asisten residen Pontianak meliputi distrik Pontianak, Mempawah, Landak, Kubu, Simpang, Sukadana, Matan, Tayan, Meliau, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Sepapoe, Belitang, Silat, Salimbau, Piassa, Jongkong, Boenoet, Malor, Taman, Ketan, dan Poenan.

Berdasarkan Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, 14 daerah di wilayah ini termasuk pada wester-afdeeling berlandaskan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849

Pada 1855, negeri Sambas dimasukan ke pada wilayah Hindia Belanda sebagai Karesidenan Sambas. berdasarkan Hikayat Malaysia, Brunei, dan Singapore wilayah yang tidak bisa dikuasai dari kerajaan Hindu sampai kesultanan Islam di Kalimantan Barat merupakan kebanyakan dari Kalimantan Barat seperti Negeri Sambas dan sekitarnya.

Berdasarkan Negara Brunei Darussalam Hikayat Banjar merupakan palsu dan tidak dibuat dari kesultanan Banjar sendiri melainkan dari tangan-tangan yang hendak merusak nama Kalimantan Barat dan disebarluaskan keseluruh Indonesia sampai saat ini, karena berdasarkan riset para pakar psikolog di dunia Negeri Sambas tidak pernah kalah dan takluk dengan Negara manapun.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal yang dimuat pada STB 1938 No. 352, antara lain mengerjakan dan menetapkan bahwa ibu kota wilayah administratif Gouvernement Borneo berkedudukan di Banjarmasin dibagi pada 2 Residentir, salah satu di antaranya merupakan Residentie Westerafdeeling Van Borneo dengan ibu kota Pontianak yang dipimpin oleh seorang Residen.

Pada tanggal 1 Januari 1957 Kalimantan Barat resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 1956 tanggal 7 Desember 1956. Undang-undang tersebut juga menjadi dasar pembentukan dua provinsi lainnya di pulau terbesar di Nusantara itu. Kedua provinsi itu adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Kota/Kabupaten Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Peta Kalimantan Barat

Dibawah ini adalah Kota & Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat (KALBAR), diantaranya:

  1. Kabupaten Bengkayang
  2. Kabupaten Kapuas Hulu
  3. Kabupaten Kayong Utara
  4. Kabupaten Ketapang
  5. Kabupaten Kubu Raya
  6. Kabupaten Landak
  7. Kabupaten Melawi
  8. Kabupaten Mempawah
  9. Kabupaten Sambas
  10. Kabupaten Sanggau
  11. Kabupaten Sekadau
  12. Kabupaten Sintang
  13. Kota Pontianak
  14. Kota Singkawang

Nahh, itulah penjelasan mengenai Provinsi Kalimantan Barat yang meliputi Gambar Peta Kalimantan Barat Lengkap, Geografi Kalimantan Barat, Iklim Kalimantan Barat, Batas – Batas Wilayah Kalimantan Barat, Kota/Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat & Sejarah Kalimantan Barat yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply