25
474

Peta Nusa Tenggara Timur (NTT) : Sejarah, Iklim & Geografi (Lengkap)

loading...

Peta Nusa Tenggara Timur (NTT) – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas seputar Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan salah satu Provinsi yang ada di Indonesia dan sudah mengalami pemekaran wilayah dari Provinsi tersebut. Sebelumnya kita telah membahas Peta NTB yang dimana Provinsi ini adalah hasil dari pemekaran Provinsi tersebut. Okee langsung saja kita simak artikel dibawah ini dengan seksama. Selamat Membaca!.

Gambar Peta Nusa Teggara Timur (NTT)

Peta Nusa Tenggara Timur

Peta Nusa Tenggara Timur

Peta Nusa Tenggara Timur Lengkap

Peta Nusa Tenggara Timur Lengkap

Peta Nusa Tenggara Timur Lengkap

Peta Buta Nusa Tenggara Timur (NTT)

Peta Buta Nusa Tenggara Timur

Peta Buta Nusa Tenggara Timur

Peta Administrasi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Peta Administrasi Nusa Tenggara Timur

Peta Administrasi Nusa Tenggara Timur

Peta Nusa Tenggara Timur (NTT)

Peta Nusa Tenggara Timur

Peta Nusa Tenggara Timur

loading...

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ialah salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang meliputi bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi ini beribu kota di Kupang dan memiliki 22 Kabupaten/Kota.

Dahulu saat kemerdekaan Indonesia berlangsung, kepulauan ini merupakan wilayah Provinsi Sunda Kecil yang ibukota nya adalah kota Singaraja, dan sekarang provinsi ini terdiri dari 3 provinsi antara lain, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Setelah pemekaran, Nusa Tenggara Timur ialah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi NTT ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain, Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue.

Provinsi ini NTT juga terdiri dari kurang lebih 550 pulau, 3 pulau penting di Nusa Tenggara Timur ialah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor Barat.

Provinsi ini menempati bagian barat pulau Timor. Sementara pada bagian timur pulau tersebut merupakan bekas provinsi Indonesia yang ke-27, yakniTimor Timur yang sudah merdeka menjadi negara Timor Leste pada tahun 2002.

Geografi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Peta Nusa Tenggara Timur

Peta Nusa Tenggara Timur

Jika kita lihat dari Peta Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur ini terletak antara 80-120 Lintang Selatan dan 1180 – 1250 Bujur Timur. Luas wilayah daratan 47.349,9 km2 dan luas wilayah lautan 200.000 km2.

Jumlah pulau yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur 566 pulau dimana 42 pulau telah dihuni sedangkan 524 pulau tidak berpenghuni. mengenai pulau yang telah mempunyai nama 246 pulau dan yang belum mempunyai nama 320 pulau

Iklim Nusa Tenggara Timur (NTT)

Peta Nusa Tenggara Timur

Peta Nusa Tenggara Timur

Keadaan iklim di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dikenal dengan 2 (dua) musim, yakni musim kemarau dan musim hujan. Pada Bulan Juni–September arus angin datang dari Australia dan tidak banyak memuat uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember-Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan.

Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober – Nopember walaupun demikian mengingat Nusa Tenggara Timurdekat dengan Australia, arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera pasifik sampai di wilayah NTT kandungan uap airnya sudah berkurang yang mengakibatkan hujan di wilayah ini berkurang.

Hal inilah yang menjadikan Provinsi ini sebagai wilayah yang tergolong kering dimana hanya 4 (empat) bulan (Desember s/d Maret) yang keadaannya relatif basah dan 8 (delapan) bulan sisanya relatif kering, dengan suhu udara rata-rata maksimum 30 sampai 36 derajat celcius dan suhu minimum 21 derajat celcius sampai 24,5 derajat celcius.

Serta curah hujan rata-rata 1.164 mm/tahun yang berbeda pada tiap daerah, yaitu: Wilayah Flores bagian barat, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada merupakan daerah yang cukup basah, karena curah hujan rata–ratanya lebih tinggi dari rata–rata total yaitu 3. 849 mm/tahun, sehingga sangat cocok untuk pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan yang berumur pendek.

loading...

Batas – Batas Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Peta Nusa Tenggara Timur

Peta Nusa Tenggara Timur

Berikut ini adalah Batas – Batas Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Antara lain:

  • Bagian Utara : Berbatasan dengan Laut Flores
  • Bagian Timur : Berbatasan dengan Timor Leste,  Provinsi Maluku, dan Laut Banda
  • Bagian Selatan : Berbatasan dengan Samudra Hindia
  • Bagian Barat : Berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

Sejarah Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sejarah Nusa Tenggara Timur

Sejarah Nusa Tenggara Timur

Bentangan kepulauan yang terletak di antara 80o-120o Lintang Selatan dan 1180o – 1250o Bujur Timur, memiliki makna tersendiri kepada kehidupan banyak orang. Gugusan pulau tersebut disapa dengan bermacam sebutan, antara lain, “Sunda Kecil”, “Nusa Tenggara”, “Nusa Tenggara Timur”, dan juga “Flobamora”.

Sebutan tersebut juga bisa bermakna ditemukan banyak suku-suku di wilayah tersebut, akan tetapi memiliki satu tanda keselarasan yakni sama-sama menyatukan diri sebagai Masyarakat NTT. Jauh sebelum nama NTT tersebar, gugusan pulau-pulau di selatan Nusantara tersebut telah sebagai perhatian dunia.

Harumnya aroma cendana dari Timor telah menerobos sampai Timur Tengah, Tiongkok, dan Eropa, dan bermacam penjuru bumi. Kekuatan aroma cendana tersebut menyebabkan para pedagang dari Malaka, Gujarat, Jawa dan Makasar, Tiongkok membuat pelayaran niaga untuk mencapai wilayah sumber cendana.

loading...

Dan mereka membuat kontak niaga secara langsung dengan raja-raja di Timor dan pulau-pulau sekitarnya, sang pemilik wilayah dan pemimpin rakyat. Catatan sejarah dari Tiongkok, “manuskrip Dao Zhi”, sejak tahun 1350 dinasti Sung telah memahami Timor dan pulau-pulau sekitar, dan salah satu pelabuhan yang terkenal di Timor merupakan “Batumiao-Batumean Fatumean Tun Am”, yang ramai didatangi oleh kapal dari beberapa negara lokal dan asing antara lain, Makassar, Malaka, Jawa, Tiongkok dan terus Eropa seperti Spanyol, Britania, Portugis, Belanda.

Tahun 1510, Goa, India dikuasai Portugis, mereka melanjutkan eskpansinya dengan trik menguasai Malaka pada tahun 1511. Malaka dijadikan pusat perdagangan serta kekuasaan wilayah Nusantara. Setelah Portugis berhasil mencapai Maluku, Solor (Flores) pada tahun 1511, armada Ferdinand Magellan dengan 2 kapal itu berhenti  dan singgah di Alor dan Kupang, Pulau Timor.

Dalam penyeberangan ke selat Pukuafu, kedua kapal ini diterjang badai, salah satu kapal hancur dan karam. Jangkar raksasa merupakan salah satu kapal ini yang masih bisa ditemui di pantai Rote. Satu lainnya berhasil lepas dari amukan ombak kemudian melanjutkan perjalanan ke Sabu, terus ke Tanjung Harapan kemudian kembali ke Spanyol.

Ketika Belanda dan VOC nya mencekram Nusantara padatahun 1614, mereka menempatkan Pdt. M van den Broeck di Kupang dan Rote, untuk menanggapi umat Kristen di sana. Ini juga bermakna, walau VOC masih berusia muda (berdiri 1602), kongsi niaga itu telah menempatkan kantor, benteng, pegawainya di Timor dan pulau-pulau sekitarnya dan dengan itu butuh seorang pendeta sebagai pemelihara rohani.

Pada era V0C, tahun 1600 – 1799, dan bahkan sampai tahun 1900, tidak banyak catatan sejarah yang bisa sebagai pengetahuan publik; dan sekaligus bisa sebagai tambahan pengetahuan kepada Masyarakat NTT.

Belanda masa itu masih dikuasai oleh pemerintah boneka dari kekaisaran Prancis di bawah Napoleon. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh Britania yang tujuannya untuk memperluas jajahannya dengan merebut jajahan Belanda.

Armada Britania mengganggu daerah kekuasaan Belanda, sehingga pada tahun 1799 nyaris seluruh wilayah Indonesia (kecuali Jawa, Palembang, Banjarmasin dan Timor) jatuh pada kekuasaan Britania. 2 kapal Britania memasuki pelabuhan Kupang pada l0 Juni l797, akan tetapi berhasil dipukul mundur oleh Greving yang mengarahkannya pada Mardijkers.

Saat VOC dibubarkan pada tahun 1799, segala hak dan kewajiban Indonesia langsung diambil alih oleh pemerintah Belanda. Peralihan ini tidak membawa perubahan apapun, karena pada masa itu Belanda menghadapi perang yang dilancarkan oleh negara tetangga.

Di era kolonial hingga tahun 1942, rakyat NTT, wajib terbagi-bagi sesuai keinginan dari pemerintah Belanda, pada bentuk Raja – Swapraja, fetor – Kefetoran, dan lain sebagainya, terus juga sebagai daerah taklukan di bawah pemerintahan residen. saat Jepang berkuasa di Nusantara, wilayah NTT yang strategis, ditata ulang sebagai basis pertahanan. Penataan tata usaha pemerintahan pun nyaris tidak mengalami perubahan, cuma terdapat perubahan istilah.

Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diumumkan pada tanggal  17 Agustus 1945, NTT sebagai bagian Nusantara yang dijajah Belanda, bebas dari cengkraman kolonial Belanda. Akan tetapi, karena keinginan Belanda untuk tetap berkuasa di Nusantara termasuk NTT, maka mereka membuat bermacam usaha untuk tetap berada di bumi NTT.

Keadaan tersebut, membangkitkan semangat “Nasionalisme – Kebebasan – Kemerdekaan NTT”  pada diri Rakyat NTT. Semangat yang tak pernah pantang menyerah tersebut yang melahirkan Pemerintahan Negara Indonesia Timur dan Pemerintahan Otonom NTT.

Bisa dikatakan, status NTT nyaris sama dengan Yogyakarta pada masa itu, yang menyatakan diri setia kepada Soekarno–Hatta. Perjuangan yang gigih Rakyat NTT tidak berhenti, dan juga tidak pernah terbit pada pikiran untuk melepaskan diri dari RI, yang modern merdeka.

Dan dari terjadinya penjajah yang datang ke Provinsi NTT ada semangat kesatuan Indonesia pada jiwa dan darah A.H. Koroh, I.H. Doko, Th. Oematan, Pastor Gabriel Manek, Drs. A. Roti, dan Y.S. Amalo, agar Provinsi NTT tidak berada pada kekuasaan penjajah, tetapi sebagai bagian dari Negara Republik Indonesia.

Ketika Indonesia masih belum berdiri tegak, NTT sebagai bagian dari Provinsi Administratif dengan nama “Provinsi Sunda kecil”. Nama “Sunda kecil” terus diganti dengan nama “Nusa Tenggara”, berlandaskan peraturan pemerintah No. 21 tahun 1950.

Tidak berlama-lama setelah itu, pada tahun 1957 berlaku lah Undang-Undang No. 1 tahun 1957 Tentang pokok-pokok Pemerintahan Daerah dan dengan Undang-Undang No. 64, tahun 1958, sehingga “Provinsi Nusa Tenggara” dibagi sebagai tiga Daerah Swatantra Tingkat 1, yakni masing-masing Swatantra Tingkat 1 Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sejak 20 Desember 1958, pulau Flores, Sumba, Timor, dan pulau-pulau sekitarnya menjadi salah satu bagian dari provinsi.

Kota/Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Peta Nusa Tenggara Timur

Peta Nusa Tenggara Timur

Berikut ini adalah daftar Kota/ Kabupaten yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Antara lain:

  1. Kabupaten Alor
  2. Kabupaten Belu
  3. Kabupaten Ende
  4. Kabupaten Flores Timur
  5. Kabupaten Kupang
  6. Kabupaten Lembata
  7. Kabupaten Malaka
  8. Kabupaten Manggarai
  9. Kabupaten Manggarai Barat
  10. Kabupaten Manggarai Timur
  11. Kabupaten Nagekeo
  12. Kabupaten Ngada
  13. Kabupaten Rote Ndao
  14. Kabupaten Sabu Raijua
  15. Kabupaten Sikka
  16. Kabupaten Sumba Barat
  17. Kabupaten Sumba Barat
  18. Kabupaten Sumba Tengah
  19. Kabupaten Sumba Timur
  20. Kabupaten Timor Tengah Selatan
  21. Kabupaten Timor Tengah Utara
  22. Kota Kupang

Nahh, itulah penjelasan seputar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meliputi, Gambar Peta Nusa Tenggara Timur Lengkap, Geografi Nusa Tenggara Timur, Iklim, Batas-Batas Wilayah NTT & Sejarah Nusa Tenggara Timur yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply