31
260

PETA PAPUA : Sejarah, Iklim, Topografi & Geografi (LENGKAP)

Peta Papua – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas seputar Provinsi Papua yang dimana Provinsi merupakan Pulau yang berada di bagian paling timur Negara Indonesia. Provinsi Papua ini memiliki Ibukota yakni Kota Jayapura. Okee langsung saja kita simak artikel dibawah ini dengan seksama. Selamat Membaca.

Gambar Peta Papua

Peta Papua

Peta Papua

Peta Papua Lengkap

Peta Papua Lengkap

Peta Papua Lengkap

Peta Buta Papua

Peta Buta Papua

Peta Buta Papua

Peta Administrasi Papua

Peta Administrasi Papua

Peta Administrasi Papua

Peta Papua

Peta Papua

Peta Papua

Provinsi Papua merukan salah satu provinsi terluas yang ada di Indonesia tepatnya terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur wilayah Papua milik Indonesia. Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini. Provinsi Papua sebelumnya bernama Irian Jaya yang dimana meliputi seluruh wilayah Papua Bagian barat.

Sejak tahun 2003, Pulau papua ini telah dibagi menjadi dua provinsi yakni Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Papua memiliki luas wilayah 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia dan terbesar pertama di Indonesia.

Tanggal 1 Mei 1963 diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Papua. Hari tersebut merupakan hari bersejarah yaitu hari bergabungnya Papua ke Republik Indonesia. Ibukota Provinsi Papua adalah Kota Jayapura.

Geografi Papua

Peta Papua

Peta Papua

Jika kita lihat dari Peta Indonesia Provinsi Papua ini terletak di antara 130° – 141° Bujur Timur dan 2°25′ – 9° Lintang Selatan. Provinsi Papua berbatasan dengan Negara Papua New Guinea (Papua Nugini) di sebelah Timurnya, sedangkan disebelah Baratnya berbatasan dengan Provinsi Papua Barat. Sebelah Utara Provinsi Papua adalah Samudera Pasifik dan Di sebelah Selatannya adalah Laut Arafura.

Provinsi Papua memiliki luas sekitar 421.981 km2, pulau Papua berada di ujung timur dari wilayah Indonesia, dengan potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis dan strategis, dan telah mendorong bangsa – bangsa asing untuk menguasai pulau Papua.

Kabupaten Puncak Jaya merupakan kota tertinggi di pulau Papua, sedangkan kota yang terendah adalah kota Merauke. Sebagai daerah yang tropis dan wilayah kepulauan, pulau Papua ini  memiliki kelembapan udara yang relative lebih tinggi, bila dihitung dalam persentase berkisar antara 80-89% kondisi geografis yang bervariasi ini mempengaruhi kondisi penyebaran penduduk yang tidak merata.

Pada tahun 1990 penduduk di pulau Papua ini berjumlah 1.648.708 jiwa dan mengalami peningkatan pada tahun 2006 sekitar 2,8 juta jiwa. Dengan ketinggian 4.884 m, Puncak Jaya merupakan puncak tertinggi di Indonesia sekaligus di Oseania.

Iklim Papua

Peta Papua

Peta Papua

Provinsi Papu ini memiliki curah hujan berkisar antara 45-255 mm/thn dengan jumlah hari hujan rata-rata yang bervariasi antara 148-175 hari hujan/thn. Suhu rata-rata 29° C – 31,8° C. Musim hujan dan musim kemarau tidak teratur. Kelembaban udara rata- rata bervariasi berkisar 79% – 81% baik dilingkungan perkotaan maupun di pinggiran kota.

Topografi Papua

Peta Papua

Peta Papua

Topografi daerah Papua ini cukup bervariasi, mulai dari dataran sampai landai dan gunung/bukit ± 700 meter di atas permukaan air laut. Kota Jayapura dengan luas wilayah 94.000 Ha yang terdiri dari 4 (empat) Distrik yaitu Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura dan Muara Tami. Sebanyak ± 30% tidak layak huni, karena tediri atas perbukitan yang terjal, rawa-rawa dan hutan lindung.

Batas – Batas Wilayah Papua

Peta Papua

Peta Papua

Berikut  ini adalah Batas – Batas Wilayah Provinsi Papua, diantaranya:

  • Bagian Utara : Berbatasan dengan Samudra Pasifik
  • Bagian Timur : Berbatasan dengan Papua Nugini
  • Bagian Selatan : Berbatasan dengan Samudra Hindia, Laut Arafuru, Teluk Carprntaria, Australia
  • Bagian Barat : Berbatasan dengan Papua Barat & Kepulauan Maluku

Sejarah Papua

Sejarah Papua

Sejarah Papua

Asal usul nama pulau Papua ini mempunyai perjalanan yang panjang, seiring berjalannya dengan sejarah hubungan antara bangsa asing dengan masyarakat Papua, termasuk juga dengan bahasa-bahasa lokal dalam memaknai nama Papua.

Provinsi Papua, sebelumnya meliputi seluruh wilayah Indonesia di Pulau Papua. Akan tetapi, pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda atau Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea.

Setelah resminya bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1963-1973. Kemudian namanya diubah  menjadi Irian Jaya oleh Presiden Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga terbitnya UU No.21 Tahun 2001 Tentang  Otonomi Khusus Papua mengamanatkan nama provinsi ini untuk diubah menjadi Papua.

Pada tahun 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua sekarang ini.

Nama Papua Barat ini masih sering dipakai oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang merupakan suatu gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri.

  • Asal Usul Nama Pulau Papua

Dalam peta Papua dahulunya tidak tertulis kata Papua namun Irian dan berkembang menjadi Irian Jaya hingga menjadi Papua kembali. Berikut ini adalah perkembangan asal usul nama pulau Papua :

1. Papa-Ua

Pada tahun 1646 Kerajaan Tidore menyebutnya dengan sebutan Papa-Ua. Papa-Ua memiliki arti tak menyatu  atau tidak bergabung dalam bahasa Tidore. Sedangkan jika diartikan dalam bahasa melayu memliki arti berambut keriting.

Sebagian lainnya, menyebutkan bahwa papua sebagai bahan olokan yang berarti tertinggal atau bodoh. Padahal kata tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan dengan arti tersebut. Hal tersebut ternyata hanya asumsi beberapa masyarakat yang ingin menghina.

Para penduduk papua ternyata setuju dengan nama tersebut. Nama tersebut sesuai dengan keadaan mereka dengan rambut keriting, kulit hitam dan sering kali berbeda dengan masyarakat kerajaan Tidore. Akan tetap0069, masyarakat papua menolak jika arti kata papua dijadikan bahan olokan.

2. Nieuw Guinea

Sekitar tahun 1511 seorang pelaut dari Antonio d’Arbau menyebutnya dengan nama “Os Papuas” atau juga llha de Papo. Kemudian disusul oleh pelaut dari Spanyol yang bernama Don Jorge de Menetes yang menyakini nama Papua.

Tahun selanjutnya pada1528 pimpinan armada laut asal Spanyol yang bernama Alvaro de Savedra, mengatakan pulau Papua sebagai Isla de Oro yang memilki arti Pulau Emas. Kemudian berlanjut pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes pelaut yang berasal dari Spanyol menyebutnya dengan Nueva Guinee.

Nama Papua dan Nueva Guinea ini sudah bertahan selama dua abad. Lalu Belanda tiba di Indonesia sehingga berubah menjadi Nieuw Guinea. Kemudian sekitar tahun 1956, nama Nieuw Guinea dirubah kembali oleh Belanda menjadi Nederlands Nieuw Guinea.

3. Irian

Sekitar tahun 1950, seorang Residen JP Van Eechoud membentuk sekolah Bestuur. Tujuan dibentuknya sekolah Bestuur adalah untuk meneliti budaya dan sejarah Papua. Sekolah Bestuur di ketuai oleh Frans Kaisepo.

Dalam suatu rapat, Frans mengganti nama menjadi Irian. Kata tersebuat didapat dari sebuah mitos Manseren Koreri yang terkenal di masyarakat Biak. Irian berasal dari dua kata yaitu “Iri” yang memiliki arti tanah dan “an” yang memilki arti panas. Kata tersebut memiliki arti yang sama jika diterjemahkan di Serui dan Merauke.

Pada ttanggal 16 Juli 1946, secara resmi Frans Kaisepo mendeklarasikan nama Irian, yang dimana nama Irian juga mempunyai arti politik yakni “Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”. Hal tersebut masuk ke dalam sebuah buku tahun 1972 yang berjudul PEPERA 1969 hal 107-108.

4. Papua

Saat Pemerintahan Reformas,i nama Irian Jaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah orde baru kembali diganti. Banyak masyarakat yang meminta untuk dilakukan perubahan kembali terkait nama Irian Jaya.

1 Januari tahun 2000 dalam acara menyambut tahun baru, Presiden Abdurrahman Wahid secara resmi mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua. Nama tersebut diambil berdasarkan pemberian dari kerajaan Tidore pada tahun 1800-an dan masih digunakan hingga sekarang.

Kota/Kabupaten Provinsi Papua

Peta Papua

Peta Papua

Berikut ini adalah Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Papua, diantaranya:

  1. Kabupaten Asmat
  2. Kabupaten Biak Numfor
  3. Kabupaten Boven Digoel
  4. Kabupaten Deiyai
  5. Kabupaten Dogiyai
  6. Kabupaten Intan Jaya
  7. Kabupaten Jayapura
  8. Kabupaten Jayawijaya
  9. Kabupaten Keerom
  10. Kabupaten Kepulauan Yapen
  11. Kabupaten Lanny Jaya
  12. Kabupaten Mamberamo Raya
  13. Kabupaten Mamberamo Tengah
  14. Kabupaten Mappi
  15. Kabupaten Merauke
  16. Kabupaten Mimika
  17. Kabupaten Nabire
  18. Kabupaten Nduga
  19. Kabupaten Paniai
  20. Kabupaten Pegunungan Bintang
  21. Kabupaten Puncak
  22. Kabupaten Puncak Jaya
  23. Kabupaten Sarmi
  24. Kabupaten Supiori
  25. Kabupaten Tolikara
  26. Kabupaten Waropen
  27. Kabupaten Yahukimo
  28. Kabupaten Yalimo
  29. Kota Jayapura

Nahh, itulah penjelasan mengenai Provinsi Papua yang meliputi, Gambar Peta Papua Lengkap, Geografi Papua, Iklim Papua, Batas-Batas Wilayah Papua, Kota/Kabupaten Provinsi Papua & Sejarah Papua yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply