Peta Sulawesi Tengah

PETA SULAWESI TENGAH : Sejarah, Iklim & Geografi (LENGKAP)

Peta Sulawesi Tengah – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas seputar Provinsi Sulawesi Tengah yang merupakan salah satu Provinsi yang ada di Indonesia tepatnya terdapat di Pulau Sulawesi. Provinsi Sulawesi ini memiliki ibukota yakni Kota Palu. Okee langsung saja kita simak artikel ini dengan seksama. Selamat Membaca.

Gambar Peta Sulawesi Tengah

Peta Sulawesi Tengah
Peta Sulawesi Tengah

Peta Sulawesi Tengah Lengkap

Peta Sulawesi Tengah Lengkap
Peta Sulawesi Tengah Lengkap

Peta Buta Sulawesi Tengah

Peta Buta Sulawesi Tengah
Peta Buta Sulawesi Tengah

Peta Administrasi Sulawesi Tengah

Peta Administrasi Sulawesi Tengah
Peta Administrasi Sulawesi Tengah

Peta Sulawesi Tengah

Peta Sulawesi Tengah
Peta Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah (Sulteng) merupakan sebuah provinsi di bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kota provinsi ini merupakan Kota Palu. Dan memiliki luas wilayah 61.841,29 km² serta  jumlah penduduknya 3.222.241 jiwa pada tahun 2015.

Provinsi Sulawesi Tengah ini menjadi wilayah terluas di antara semua provinsi yang terfapat di Pulau Sulawesi, dan juga mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di Pulau Sulawesi setelah provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur yang menjabat sekarang merupakan Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. bersama dengan (Alm) Sudarto untuk periode kedua.

Pada tahun 1964 dengan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 2 Tahun 1964 terbentuklah Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Tengah yang mencakup 4 kabupaten, diantaranya Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Toli-toli.

Setelah itu Pemerintah Pusat juga menetapkan Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Propinsi yang otonom berdiri sendiri yang telah ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1964 Tentang Pembentukan Propinsi Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Tengah dan selanjutnya tanggal pembentukan tersebut diperingatin sebagai Hari Lahirnya Propinsi Sulawesi Tengah.

Dengan kemajuan sistem pemerintahan dan tuntutan masyarakat pada era reformasi yang menginginkan adanya pemekaran wilayah sebagai Kabupaten, hingga saat ini berdasarkan pemekaran wilayah kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah, sebagai sepuluh daerah yaitu :

  1. Kabupaten Donggala berkedudukan di Banawa
  2. Kabupaten Poso berkedudukan di Poso
  3. Kabupaten Banggai berkedudukan di Luwuk
  4. Kabupaten Tolitoli berkedudukan di Tolitoli

Geografi Sulawesi Tengah

Peta Sulawesi Tengah
Peta Sulawesi Tengah

Jika kita lihat dari Peta Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah terletak di antara 3º 30′ Lintang Selatan – 1º 50′ Lintang Utara wawu 119º 0′ – 124º 20′ Bujur Timur.

  • Demografi

Jumlah penduduk Sulawesi Tengah pada tahun 2010 merupakan 2.831.283 jiwa, dengan kepadatan 46 jiwa/km2. Kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di provinsi Sulawesi Tengah merupakan Kabupaten Parigi Moutong dengan jumlah penduduk 449.157 jiwa, sedangkan Kota dengan jumlah penduduk terbanyak merupakan Kota Palu sebanyak 362.202 jiwa.

Laju pertumbuhan penduduk merupakan 1,95% per tahun (2010). Sementara penduduk Provinsi Sulawesi Tengah yang tinggal di daerah pemukiman dan pedalaman adalah sekitar 30%, daerah pesisir 60%, dan tempat kepulauan adalah 10%.

Pertanian ialah sumber penting mata pencaharian penduduk dengan padi sebagai tanaman utama. Kopi, Kelapa, Kakao dan Cengkih ialah tanaman perdagangan andalan daerah ini dan hasil hutan berupa rotan, beberapa jenis kayu seperti agatis, ebony dan meranti yang ialah unggulan Sulawesi Tengah.

Masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan diketuai oleh ketua adat yang dimana pimpinan pemerintahan seperti Kepala Desa. Ketua adat menetapkan hukum norma dan denda berupa kerbau bagi yang melanggar.

Umumnya masyarakat yang blak-blakan dan ramah biasa mengadakan seremoni untuk menyambut para tamu seperti persembahan ayam putih, beras, telur serta tuak yang difermentasikan dan disimpan pada bambu.

  • Hidrografi

Sulawesi Tengah juga mempunyai beberapa sungai, di antaranya sungai Lariang yang terkenal sebagai arena arung jeram, sungai Gumbasa dan sungai Palu. Juga ditemukan danau yang menjadi objek liburan terkenal yaitu Danau Poso dan Danau Lindu.

Sulawesi Tengah mempunyai beberapa tempat perlindungan seperti suaka alam, suaka margasatwa dan hutan lindung yang mempunyai keunikan tanaman dan hewan yang sekaligus sebagai objek riset bagi para ilmuwan dan naturalis.

Iklim Sulawesi Tengah

Peta Sulawesi Tengah
Peta Sulawesi Tengah

Garis khatulistiwa yang melintasi semenanjung bagian utara di Sulawesi Tengah menjadikan iklim daerah ini tropis. tentu tetapi berlainan dengan Jawa dan Bali serta sebagian pulau Sumatra, musim hujan di Sulawesi Tengah antara bulan April dan September sedangkan musim kemarau antara Oktober hingga Maret.

Rata-rata curah hujan berkisar antara 800 sampai 3.000 milimeter per tahun yang termasuk curah hujan terendah di Indonesia. Temperatur berkisar antara 25 sampai 31° Celsius untuk dataran dan pantai dengan tingkat kelembaban antara 71 sampai 76%. Di daerah pegunungan suhu bisa mencapai 16 sampai 22′ Celsius.

Batas – Batas Wilayah Sulawesi Tengah

Peta Sulawesi Tengah
Peta Sulawesi Tengah

Berikut ini merupakan Batas – Batas wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, diantaranya:

  • Bagian Utara : Berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi dan Provinsi Gorontalo
  • Bagian Timur : Berbatasan dengan Provinsi Maluku
  • Bagian Selatan : Berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Barat & Provinsi Sulawesi Selatan
  • Bagian Barat : Berbatasan Selat Makassar
  • Bagian Tenggara : Berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tenggara

Sejarah Sulawesi Tengah

Sejarah Sulawesi Tengah
Sejarah Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah dibentuk tahun 1964. Sebelumnya Sulawesi Tengah ialah salah satu wilayah keresidenan di bawah Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara & Provinsi Sulawesi Tengah. Provinsi yang ibukota nya adalah Kota Palu ini terbentuk berdasarkan Undang-undang No. 13/1964.

Seperti di daerah beda di Indonesia, penduduk asli Sulawesi Tengah ialah percampuran antara bangsa Wedoid dan negroid. Penduduk asli ini terus berkembang menjadi baru ,menyusul datangnya bangsa Proto-Melayu tahun 3000 SM dan Deutro-Melayu tahun 300 SM.

Keberadaan penduduk/penghuni pertama Provinsi Sulawesi Tengah ini telah diketahui dari peninggalan sejarah berupa peralatan dari kebudayaan Dongsong (perunggu) dari masa Megalitikum.

Perkembangan selanjutnya banyak kumpulan migran yang tiba dan menetap di wilayah Sulawesi Tengah. Penduduk baru ini pada kehidupan kesehariannya bercampur dengan penduduk berlama-lama sehingga menimbulkan percampuran kebudayaan antara penghuni berlama-lama dan baru. Akhirnya, suku-suku bangsa di Sulawesi Tengah bisa dibagi pada tiga kelompok, yaitu, Palu Toraja, Koro Toraja, dan Poso Toraja.

Pada abad ke 13, di Sulawesi Tengah telah berdiri beberapa kerajaan seperti Kerajaan Banawa, Kerajaan Tawaeli, Kerajaan Sigi, Kerajaan Bangga, dan Kerajaan Banggai. Pengaruh Islam ke kerajaan-kerajaan di Provinsi Sulawesi Tengah ini mulai terasa pada abad ke 16.

Penyebaran Islam di Sulawesi Tengah ini ialah hasil dari ekspansi kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan. Pengaruh yang mula-mula tiba merupakan dari Kerajaan Bone dan Kerajaan Wajo.

Pengaruh Sulawesi Selatan begitu kuat terhadap Kerajaan-Kerajaan  yang terdapat di Sulawesi Tengah, malah sampai pada tata pemerintahan. Struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah akhirnya terbagi menjadi 2 yakni, yang berbentuk Pitunggota dan berbentuk Patanggota.

Pitunggota merupakan suatu lembaga legislatif yang terdiri dari tujuh anggota dan diketuai oleh seorang Baligau. Struktur pemerintahan ini mengikuti tatanan pemerintahan ala Bone dan ditemukan di Kerajaan Banawa dan Kerajaan Sigi.

Struktur yang lainnya yakni, Patanggota, ialah pemerintahan ala Wajo yang diikuti oleh Kerajaan Palu dan Kerajaan Tawaeli. Patanggota Tawaeli terdiri dari Mupabomba, Lambara, Mpanau, dan Baiya.

Pangaruh lainnya merupakan tiba dari Mandar. Kerajaan-kerajaan di Teluk Tomini merupakan cikal bakalnya datang dari Mandar. Pengaruh Mandar lainnya adalag dengan dipakainya istilah raja. Sebelum pengaruh ini masuk, di Teluk Tomini cuma dikenal gelar Olongian ataupun tuan-tuan tanah yang secara otonom menguasai wilayahnya masing-masing.

Selain pengaruh Mandar, kerajaan-kerajaan di Teluk Tomini juga dipengaruhi oleh Gorontalo dan Ternate. Hal ini terlihat pada struktur pemerintahannya yang sedikit banyak mengikuti struktur pemerintahan di Gorontalo dan Ternate tersebut.

Struktur pemerintahan tersebut terdiri dari Olongian (kepala negara), Jogugu (perdana menteri), Kapitan Laut (Menteri Pertahanan), Walaapulu (menteri keuangan), Ukum (menteri perhubungan), dan Madinu (menteri penerangan).

Dengan meluasnya pengaruh dari Provinsi Sulawesi Selatan maka menyebar pula agama Islam. Daerah-daerah yang diwarnai Islam awal kali merupakan daerah pesisir. Pada pertengahan abad ke 16, 2 kerajaan, yakni Buol dan Luwuk telah menerima ajaran Islam. Sejak tahun 1540, Buol telah berbentuk kesultanan dan dipimpin langsung oleh seorang sultan yang bernama Eato Mohammad Tahir.

Mulai abad ke 17, wilayah Sulawesi Tengah mulai masuk pada kekuasaan kolonial Belanda. Dengan alasan untuk mengamankan armada kapalnya dari serangan bajak laut, VOC membangun benteng di Parigi dan Lambunu.

Pada abad ke 18, meningkatkan tekanannya pada raja-raja di  Provinsi Sulawesi Tengah. Mereka memanggil raja-raja Sulawesi Tengah untuk datang ke Manado dan Gorontalo untuk mengucapkan sumpah setia kepada VOC. Dengan begitu, VOC berarti telah menguasai kerajaan-kerajaan di Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Pada awal abad ke 20, dengan diikat suatu perjanjian bernama lang contract dan korte verklaring, Belanda telah sepenuhnya menguasai Sulawesi Tengah, kepada kerajaan yang membangkang, Belanda menumpasnya dengan kekerasan senjata.

Pada permulaan abad ke 20 pula mulai muncul pergerakan-pergerakan yang membuat perlawanan kepada kolonial Belanda. Selain pergerakan lokal, masuk pula pergerakan-pergerakan yang berpusat di Jawa. Organisasi yang awal mendirikan cabang di Sulawesi Tengah merupakan Syarikat Islam (SI), didirikan di Buol Toli-Toli tahun 1916.

Organisasi lainnya yang berkembang di wilayah ini merupakan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang cabangnya didirikan di Buol tahun 1928. organisasi lainnya yang membuka cabang di Sulawesi Tengah merupakan Muhammadiyah dan PSII.

Perlawanan rakyat mencapai puncaknya tanggal 25 Januari 1942. Para pejuang yang dipimpin oleh I.D. Awuy menangkap para tokoh kolonial seperti Controleur Toli-Toli De Hoof, Bestuur asisten Residen Matata Daeng Masese, dan Controleur Buol de Vries.

Dengan tertangkapnya tokoh-tokoh kolonial itu, praktis kekuasaan Belanda telah diakhiri. Tanggal 1 Februari 1942, sang merah putih telah dikibarkan untuk awal kalinya di angkasa Toli-Toli. akan tetapi keadaan ini tidak berlangsung berlama-lama karena seminggu terus pasukan Belanda kembali tiba dan membuat gempuran.

Meskipun telah membuat gempuran, Belanda tidak sempat berkuasa kembali di Sulawesi Tengah karena pada masa itu, Jepang mendarat di wilayah itu, tepatnya di Luwuk tanggal 15 Mei 1942. pada masa singkat Jepang berhasil menguasai wilayah Sulawesi Tengah.

Di era Jepang, kehidupan rakyat semakin tertekan dan sengsara seluruh kegiatan rakyat cuma ditujukan untuk mendukung peperangan Jepang. Keadaan ini berlangsung sampai Jepang menyerah kepada Sekutu dan disusul dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada dahulu kemerdekaan, Sulawesi tengah ialah bagian dari provinsi Sulawesi. Sebagaimana daerah lainnya di Indonesia, pasca kemerdekaan merupakan saatnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.

Rongrongan terus tiba dari Belanda yang hendak kembali menjajah Indonesia. Belanda menerapkan politik pecah-belah dimana Indonesia dijadikan negara serikat. Namun akhirnya bangsa Indonesia bisa melalui rongrongan itu dan terdapat tanggal 17 Agustus 1950 Indonesia kembali menjadi negara kesatuan.

Semenjak itu Sulawesi kembali menjadi salah satu provinsi di Republik Indonesia dan berlangsung hingga terjadi pemekaran pada  tahun 1960. Pada tahun tersebut Sulawesi dibagi 2 menjadi Sulawesi Selatan-Tenggara yang beribukota di Makassar dan Sulawesi Utara-Tengah yang beribukota di Manado.

Pada tahun 1964, Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Sulawesi Tengah dimekarkan menjadi provinsi Sulawesi Utara yang beribukota di Kota Manado dan Sulawesi Tenagh yang beribukota di Kota Palu.

 Kota/Kabupaten Provinsi Sulawesi Tengah

Peta Sulawesi Tengah
Peta Sulawesi Tengah

Berikut ini adalah Kota/Kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah, diantaranya:

  1. Kabupaten Banggai
  2. Kabupaten Banggai Kepulauan
  3. Kabupaten Banggai Laut
  4. Kabupaten Buol
  5. Kabupaten Donggala
  6. Kabupaten Morowali
  7. Kabupaten Morowali Utara
  8. Kabupaten Parigi Moutong
  9. Kabupaten Poso
  10. Kabupaten Sigi
  11. Kabupaten Tojo Una-Una
  12. Kabupaten Tolitoli
  13. Kota Palu

Nahh, itulah penjelasan mengenai Provinsi Sulawesi Tengah yang meliputi, Gambar Peta Sulawesi Tengah Lengkap, Geografi Sulawesi Tengah, Iklim Sulawesi Tengah, Batas – Batas Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Kota/Kabupaten Sulawesi Tengah & Sejarah Sulawes Tengah yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Leave a Comment