10 Prinsip Akuntansi Beserta Penjelasannya Yang Perlu Kalian Ketahui!

10 Prinsip Akuntansi Beserta Penjelasannya Yang Perlu Kalian Ketahui!

Prinsip Akuntansi – Pada pembahasan kali ini kita akan menjelaskan tentang Prinsip Akuntansi, untuk Anda yang belum mengetahui apa aja Prinsip Akuntansi mari kita simak artikel ini dibawah ini.

 Pengertian Prinsip Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Pengertian Akuntansi

Prinsip akuntansi adalah sekumpulan guideline, panduan atau sebuah petunjuk yang harus diikuti ketika melakukan pencatatan dan pelaporan transaksi akuntansi untuk memperoleh laporan keuangan.

Dalam dunia akuntansi, istilah prinsip akuntansi biasa digantikan dengan istilah konsep dan asumsi akuntansi. Misalnya contoh, salah satu prinsip akuntansi adalah going concern, biasa ditulis dengan going concern principlegoing concern concept atau going concern assumptions.

Penggunaan ketiga istilah tersebut mungkin menyebabkan kerancuan dan kebingungan bagi orang yang sedang belajar akuntansi. Menurut saya, yang perlu dicatat adalah bahwa sebuah prinsip atau konsep dalam ilmu pengetahuan, bisa berasal dari asumsi-asumsi. Sehingga, kita bisa menggunakan ketiga istilah tersebut.

Prinsip Akuntansi

Prinsip Akuntansi
Prinsip Akuntansi

1. Prinsip Entitas Ekonomi

Prinsip Entitas Ekonomi ini biasa diartikan sebagai konsep kesatuan usaha. Dengan kata lain akuntansi ini memiliki artian bahwa perusahaan merupakan sebuah kesatuan ekonomi yang berdiri sendiri dan terpisah dari entitas ekonomi lain malah dengan pribadi pemilik. Dengan begitu akuntansi ini akan muddah memisahkan dan membedakan seluruh pencatatan transaksi baik itu kekayaan maupun kewajiban perusahaan dengan pribadi pemilik perusahaan.

2. Prinsip Periode Akuntansi

Dalam prinsip periode akuntansi adalah penilaian dan pelaporan keuangan perusahaan yang sudah dibatasi oleh periode waktu tertentu. Contohnya ada sebuah perusahaan menjalankan usahanya berdasarkan periode akuntansi, mulai pada tanggal 1 Januari sampai tanggal 31 Desember.

3. Prinsip Biaya Historis

Prinsip ini mengharuskan setiap barang atau jasa yang diperoleh kemudian dicatat berdasarkan semua biaya yang telah dikeluarkan dalam memperolehnya. Sehingga jikaterjadi pembelian dengan proses tawar-menawar, misalnya ketika perusahaan hendak membeli bangunan yang diiklannya terpasang harga 150 juta ,namun setelah dinego hanya 100 juta maka yang dinilai atau dicatat adalah harga yang menjadi kesepakatan yaitu 100 juta.

4. Prinsip Satuan Moneter

Pada prinsip ini, pencatatan transaksi cuma dinyatakan dalam bentuk mata uang dan tanpa melibatkan hal-hal yang non kualitatif. Semua pencatatan hanya terbatas pada segala yang bisa diukur dan dinilai dengan satuan uang. Transaksi non kualitatif (mutu, prestasi, dan sebagainya) tidak bisa dilaporkan atau tidak bisa dinilai dalam bentuk uang.

5. Prinsip Kesinambungan Usaha

Prinsip Kesinambungan ini maksudnya adalah sebuah entitas ekonomi atau bisnis akan berjalan secara terus-menerus atau berkesinambungan tanpa ada pembubaran atau penghentian kecuali terdapat peristiwa tertentu yang bisa menyanggahnya.

6. Prinsip Pengungkapan Penuh

Dalam Pengungkapan Penuh ini semua laporan keuangan harus mempunyai prinsip pengungkapan penuh dalam menyajikan informasi yang informatif serta dimaklumkan sepenuhnya. Dan apabila terdapat informasi yang tidak dapat disajikan dalam laporan keuangan maka diberi keterangan tambahan informasi. Informasi tambahan ini bisa berupa catatan kaki atau lampiran

7. Prinsip Pengakuan Pendapatan

Pendapatan timbul akibat kenaikan harta yang dihasilkan oleh kegiatan usaha seperti penjualan, penerimaan bagi hasil dan yang lainnya. Pendapatan diakui jika ada kepastian tentang jumlah atau nominal baik besar ataupun kecil yang bisa diukur secara tepat dengan harta yang diperoleh dari transaksi penjualan barang maupun jasa.

8. Prinsip Mempertemukan

Selanjutnya prinsip mempertemukan (matching) dalam akuntansi ini adalah biaya yang dipertemukan dengan pendapatan yang telah diterima dengan tujuan menentukan besar atau kecilnya keuntungan (laba) bersih di setiap periode. Contohnya pada transaksi pendapatan diterima di muka. Prinsip ini sangat tergantung pada penentuan pendapatan, bila pengakuan pendapatan ditunda maka pembebanan dalam biaya juga tidak dapat dilakukan.

9. Prinsip Konsistensi

Prinsip Konsistensi merupakan prinsip akuntansi yang digunakan dalam pelaporan keuangan tetap dan digunakan secara konsisten (tidak berubah-ubah dalam metode dan prosedur). Tujuannya yaitu supaya laporan keuangan yang diperoleh bisa dibandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya sehingga mampu memberikan manfaat lebih bagi penggunanya.

10. Prinsip Materialitas

Prinsip akuntansi mempunyai tujuan untuk menyeragamkan seluruh aturan. Akan tetapi, relaitanya tidak semua penerapan akuntansi itu mentaati teori yang ada, maka tak jarang terjadi pengungkapan informasi yang sifatnya material atau immaterial. Semuanya diterapkan sesuai dengan ranah akuntansi yang orientasinya kepada pengguna laporan keuangan.

Konsep Dasar Akuntansi

Prinsip Akuntansi
Prinsip Akuntansi

Konsep dasar akuntansi adalah hal-hal dasar yang mampu membangun informasi akuntansi. Konsep dasar akuntansi ini sangat diperlukan untuk mempelajari bagaimana pengolahan data keuangan dalam sebuah organisasi atau perusahaan tersebut. Dengan adanya konsep dasar tersebut pengolahan data keuangan dapat dijamin berjalan dengan baik.

Prinsip akuntansi dibutuhkan untuk menunjang pemahaman tentang konsep dasar akuntansi. Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang kegiatannya terdiri atas pengumpulan dan pengelolaan data keuangan suatu organisasi atau perusahaan dan pengkomunikasian hasilnya kepada pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan ekonomi.

Dengan menggunakan prinsip dasar akuntansi, suatu laporan keuangan yang baik dan mudah dipahami serta akurat dalam perolehan yang diharapkan. Dalam cangkupan yang lebih besar konsep dan prinsip dasar akuntansi ini akan lebih bisa bermanfaat untuk berbagai pihak seperti manajer untuk mengambil keputusan, pemegang saham, atau pemilik perusahaan.

Konsep dasar akuntansi merupakan berbagai konsep yang telah dijadikan rujukan dan dijadikan sebagai standar dalam menyampaikan laporan keuangan yang rapi dan mudah dimengerti.

1. Konsep Entitas (Kesatuan Usaha)

Konsep Entitas ini merupakan konsep akuntansi yang paling penting, konsep entitas ini bertujuan supaya transaksi perusahaan tidak boleh digabung dengan transaksi pribadi atau transaksi lainnya. Konsep kesatuan usaha menyatakan bahwa akuntansi yang berlaku cuma untuk suatu unit ekonomi tertentu dan tidak boleh dicampuradukkan atau digabungkan dengan unit ekonomi lainnya.

Maksud unit ekonomi disini adalah, perusahaan dan rumah tangga keluarga. Dalam kehidupan masyarakat, unit ekonomi ini termasuk didalam perusahaan yang mencari keuntungan(laba), badan-badan pemerintah, konsumen, juga organisasi yang tidak mencari keuntungan seperti yayasan, rumah sakit dan organisasi sosial lainnya. Jadi, unit usaha yang menyelenggarakan akuntansi  sendiri merupakan suatu kesatuan yang berdiri sendiri dan terpisah dari pemiliknya dan juga dari perusahaan-perusahaan lain.

Konsep kesatuan usaha mensyaratkan bahwa sebuah perusahaan harus dianggap terpisah dari perusahaan-perusahaan lain. Contohnya, seseorang yang memiliki dua perusahaan yakni elektronik mobil dan perusahaan angkutan, cobalah untuk melakukan pencatatan akuntansi tersendiri untuk masing-masing perusahaan tersebut.

Maksud dari konsep ini adalah bahwa suatu unit ekonomi tertentu harus dibedakan keuangannya dengan unit ekonomi yang lain. Untuk keuangan perusahaan harus dipisahkan dari keuangan direktur utama, karyawan, atau keuangan pemilik. Jadi, para pemakai laporan keuangan perusahaan mengetahui dengan jelas kekayaan/utang sebuah perusahaan dan mengetahui dengan pasti bahwa kekayaan itu tidak dicampur aduk dengan kekayaan karyawan, pelanggan dan pemiliknya.

2. Konsep Beban Historis

Konsep Akuntansi selanjutnya yaitu biasa dikenal dengan cost principle. Dalam konsep ini penilaian detail keuangan didasarkan pada beban yang sudah terjadi dan tercatat dalam sistem pencatatan keuangan tersebut. Dengan menggunakan konsep ini semua aktivas akan dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (konsideran) yang diberikan untuk memperoleh aktivas tersebut pada saat perolehan.

Dan wajib dicatat sebesar jumlah yang telah diterima untuk penukar kewajiban (obligation), atau dalam situasi tertentu (contohnya: pajak penghasilan), dalam jumlah kas (atau setara kas) yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.

3. Priode Akuntansi

Priode Akuntansi ini adalah bertujuan untuk mengetahui gambaran yang tepat tentang kinerja perusahaan yang diperoleh saat perusahaan tersebut mencairkan hartanya menjadi kas. Alasan pertama adalah supaya pihak yang mengambil keputusan bisa mengevaluasi kinerja perusahaan dan melihat lansung kondisi serta kebijakan yang akan diambil.

Alasan kedua yaitu untuk menerapkan konsep periode akuntansi ini adalah untuk kepentingan perencanaan perusahaan. Disetiap periode dibutuhkan laporan keuangan yang tepat dan benar serta pencatatan transaksi yang detail untuk perencanaan anggaran, atau strategi kedepannya.

4. Konsep Kelangsungan Usaha (Going Concern)

Konsep kesinambungan dalam akuntansi menyatakan bahwa suatu entitas akan terus melakukan usahanya untuk masa yang tidak bisa diramalkan dimasa yang akan datang. Untuk itu diperlukan laporan keuangan secata priodik untuk mengukur tingkat keuangan dan kemajuan usaha tersebut.

Konsep kelangsungan usaha adalah konsep yang menyatakan bahwa perusahaan akan berjalan terus-menerus sampai waktu yang tidak ditentukan. Konsep ini juga merupakan dasar yang penting dalam menyusun laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini biasanya disusun per periode yang lamanya bisa setahun, satu semester, atau triwulan.

Keterkaitakn konsep ini bagi pemakai laporan keuangan adalah bahwa pemakai mengetahui perusahaan akan tetap berjalan sampai waktu yang tidak ditentukan dan dapat memakai laporan keuangan tersebut untuk menentukan membeli saham perusahaan tersebut atau berinvestasi dalam bentuk lain.

Laporan keuanga ini biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan usaha perusahaan dan akan meneruskan usahanya dimasa depan. Oleh karena itu, perusahaan diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya.

Jika maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan keuangan mungkin harus disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus diungkapkan.

5. Konsep Satuan Moneter Stabil

Konsep ini bertujuan sebagia dasar untuk mengabaikan adanya efek dari inflasi di dalam laporan akuntansi sehingga kita dapat menambahkan atau melihat lebih detail nilai rupiah tersebut karena memiliki daya beli yang sama.

Nahh, itulah penjelasan mengenai Prinsip Akuntansi yang meliputi juga Pengertian Prinsip Akuntansi dan Konsep Akuntansi yang perlu kalian ketahui. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Prinsip Akuntansi

 

Leave a Comment