Prinsip Geografi : Pengertian & Konsep Beserta Penjelasannya [Lengkap]

Prinsip Geografi : Pengertian & Konsep Beserta Penjelasannya [Lengkap]

Prinsip Geografi – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Geografi yang meliputi Pengertian, Prinsip & Konsep secara ringkas. Kalian bisa jadikan artikel ini sebagai informasi dan referensi kalian ataupun tugas kalian hehe. Okee, langsung aja kita simak artikel dibawah ini.

Pengertian Geografi

Pengertian Geografi
Pengertian Geografi

Secara umum, pengertian geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan, dan perbedaan keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Pembagian ilmu geografi juga meliputi geografi fisik, geografi manusia, geografi teknik geografi manusia-lingkungan, perencanaan dan pengembangan wilayah, ekologi budaya dan politik, penelitian resiko bencana serta geografi sejarah.

Sementara aspek aspek geografi dibedakan menjadi dua yakni aspek fisik (topografi, biotik, non-biotik) serta aspek sosial (ekonomi, budaya, politik). Ilmu geografi diajarkan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Dalam kaitannya dengan wilayah Indonesia, geografi juga berfungsi menentukan letak geografis Indonesia beserta kondisi wilayah, pengaruh dan dampak lain yang ditimbulkan.

Metode pembelajaran geografi pun menganut sejumlah prinsip utama geografi. Ilmu geografi juga mempunyai prinsip dasar geografi yang jumlahnya ada 4. Pengertian prinsip geografi adalah sebuah dasar dalam pengkajian, penjabaran, pengungkapan, penelitian dan penyajian gejala, variabel, faktor dan masalah-masalah geografi dalam fenomena geosfer.

Prinsip Geografi

Prinsip Geografi
Prinsip Geografi

1. Prinsip Distribusi (Penyebaran)

Prinsip distribusi atau penyebaran adalah salah satu dari 4 prinsip ilmu geografi yang paling utama. Fungsi prinsip distribusi ini difungsikan untuk menelaah gejala dan fenomena geografi yang tersebar di permukaan bumi secara tidak sama dan tidak merata. Fenomena geografi yang diteliti bisa berupa bentang alam, tumbuhan, hewan dan manusia.

Tujuan lain penggunaan prinsip penyebaran ini juga dapat mengungkap hubungan antara satu fenomena dengan fenomena yang lainnya secara menyeluruh. Selain itu adanya prinsip distribusi dapat digunakan untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang.

Contoh prinsip distribusi (penyebaran)

  • Persebaran flora dan fauna di wilayah Indonesia
  • Persebaran potensi air yang berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya
  • Persebaran total penduduk transmigran di Indonesia yang tidak sama atau tidak merata

2. Prinsip Interelasi (Keterkaitan)

Prinsip geografi berikutnya adalah prinsip interelasi atau keterkaitan. Fungsi prinsip interelasi ini digunakan untuk menelaah hubungan yang saling terkait antara gejala yang satu dengan gejala geografi yang lain dalam suatu ruang. Tujuan prinsip ini juga berfungsi untuk menguraikan hubungan yang ada di dalam ruangan tersebut antara satu gejala dengan gejala yang lainnya.

Adanya hubungan yang saling terkait antara alam dan manusia menyebabkan dibutuhkannya prinsip keterkaitan atau sebab-akibat ini. Interelasi bisa terjadi antara alam dengan alam, manusia dengan manusia, bahkan alam dengan manusia.

Contoh prinsip interelasi (keterkaitan)

  • Kekeringan yang terjadi sebagai dampak adanya fenomena La Nina
  • Fenomena banjir akibat adanya penebangan hutan di wilayah hulu
  • Keadaan iklim di Indonesia yang dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia
  • Penduduk pesisir pantai banyak yang menjadi nelayan karena dekat dengan wilayah lautan

3. Prinsip Deskripsi (Penggambaran)

Prinsip deskripsi atau penggambaran menjadi salah satu prinsip geografi selanjutnya. Fungsi prinsip deskripsi digunakan untuk memberikan penjelasan lebih jauh tentang gejala-gejala yang terjadi di muka bumi yang dapat diamati. Prinsip deskripsi ini tujuannya adalah memberikan penjelasan yang lebih mendalam lagi tentang karakteristik yang spesifik pada gejala-gejala geografi.

Geografi memakai prinsip ini ditujukan untuk menggambarkan fenomena geosfer yang membutuhkan deskripsi baik itu melalui tulisan, tabel, gambar dan grafik yang disajikan melalui fakta, gejala dan masalah sebab-akibat secara kualitatif atau pun kuantitatif.

Contoh prinsip deskripsi (penggambaran)

  • Tabel angka pengangguran di provinsi Jawa Timur
  • Grafik peta lempeng tektonik di dunia
  • Peta wilayah lautan di kawasan Asia Tenggara
  • Gambar persebaran curah hujan di Indonesia

4. Prinsip Korologi (Gabungan)

Contoh prinsip geografi yang terakhir adalah prinsip korologi atau gabungan yang memadukan dari gabungan 3 prinsip geografi yang sudah dibahas sebelumnya. Fungsi prinsip korologi ini bertujuan untuk memahami gejala, fakta ataupun permasalahan yang ada di suatu tempat yang dipantau dari persebarannya, interelasinya, interaksinya dan integrasinya dalam ruang tertentu.

Prinsip korologi ini merupakan prinsip geografi yang komprehensif karena memadukan prinsip-prinsip lainnya yaitu prinsip distribusi, prinsip interelasi serta prinsip deskripsi dalam satu prinsip yaitu prinsip korologi. Prinsip ini juga termasuk sebagai ciri-ciri geografi modern.

Contoh prinsip korologi (gabungan)

  • Untuk meneliti masalah hujan harus diteliti mengenai persebaran curah hujan di Indonesia, penyebab kenapa adanya perbedaan curah hujan di berbagai daerah serta dampak yang ditimbulkan dari tingginya curah hujan di wilayah tertentu
  • Untuk meneliti masalah suhu udara maka harus diteliti mengenai perbedaan suhu udara di pedesaan dan perkotaan, penyebab timbulnya pedesaan serta pengaruh banyaknya pepohonan di desa terhadap suhu udara di wilayah pedesaan dibanding perkotaan

Konsep Geografi

Konsep Geografi
Konsep Geografi

Dibawah ini adalah beberapa Konsep Geografi yang perlu kalian ketahui, antara lain:

1. Lokasi

Lokasi atau letak adalah suatu tempat atau letak daerah dimana adanya keterkaitan suatu objek di muka bumi. Konsep lokasi ini dibagi menjadi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

  • Lokasi Absolut

Lokasi absolut adalah letak suatu daerah yang dapat dilihat dari garis lintang dan garis bujur. Keadaan lokasi absolut bersifat statis dan tidak dapat berubah karena berpedoman pada garis astronomi bumi. Perbedaan lokasi berdasarkan garis astronomis ini yang membuat perbedaan iklim (garis lintang) dan perbedaan waktu (garis bujur).

Contoh lokasi absolut misalnya adalah letak astronomis Indonesia yang terletak antara 6 derajat lintang utara sampai 11 derajat lintang selatan serta 95 derajat bujur timur sampai 141 bujur timur (6°LU-11°LS, dan 95°BT-141°BT).

  • Lokasi Relatif

Lokasi relatif adalah letak atau tempat yang dilihat dari daerah lainnya yang berada di sekitarnya. Lokasi ini juga bisa berganti-ganti sesuai dengan objek yang ada di sekitarnya. Keberadaan lokasi relatif ini sangat penting karena lebih banyak kajiannya dalam geografi yang biasa disebut dengan letak geografis.

Contoh lokasi relatif adalah letak geografis Indonesia yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) serta diapit oleh dua samudera (Hindia dan Pasifik).

2. Jarak

Jarak juga termasuk salah satu konsep dasar geografi. Dalam kehidupan sosial ekonomi, jarak memiliki arti penting. Secara umum konsep jarak dapat dibagi mennadi dua yaitu jarak absolut/mutlak dan jarak relatif.

  • Jarak Mutlak

Jarak mutlak atau absolut adalah jarak geometrik yang dinyatakan dalam satuan panjang meter (m) atau kilometer (km). Konsep jarak mutlak bersifat tetap dan tidak bisa diubah-ubah.

Contoh jarak mutlak adalah jarak Jakarta ke Surabaya adalah 850 kilometer.

  • Jarak Relatif

Jarak relatif adalah jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (hari, jam, menit, detik, dl). Ruang atau sela antara dua titik diukur berdasarkan jarak tempuhnya dan bisa berbeda-beda tergantung kondisi tertentu.

Contoh jarak relatif adalah perjalanan dari Jakarta ke Surabaya memakan waktu sekitar 10 jam sampai 15 jam dengan menggunakan kereta api. Namun jika menggunakan pesawat terbang hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja.

3. Keterjangkauan

Konsep selanjutnya yaitu keterjangkauan, konsep ini merupakan kemudahan akses jarak tempuh menuju suatu titik. Dalam kata lain keterjangkauan adalah jarak yang bisa kita tempuh dengan maksimum dari satu daerah ke daerah lain. Hal yang harus diperhatikan dalam konsep keterjangkauan ini yaitu sarana dan prasarana penunjang yang ada.

Contoh keterjangkauan adalah waktu dulu untuk menuju pulau Madura harus menggunakan kapal. Namun setelah dibangun Jembatan Suramadu, kita bisa menuju ke Madura dengan mobil dan angkutan darat lain melalui jembatan.

4. Pola

Konsep Pola merupakan bentuk, struktur, dan persebaran fenomena atau kejadian di permukaan bumi baik gejala alam ataupun gejala sosial. Pola juga dapat diartikan sebagai tatanan geometris yang beraturan sebagai bentuk interaksi manusia dengan lingkungannya.

Contoh pola dalam konsep geografi adalah pembangunan pemukiman penduduk dibangun memanjang mengikuti jalan raya atau aliran sungai.

5. Geomorfologi

Geomorfologi adalah ilmu yang membahas tentang bentuk permukaan bumi. Ilmu geografi ini tidak terlepas dari bentuk-bentuk permukaan bumi, seperti pegunungan, perbukitan, lembah, dan dataran. Keadaan inilah yang menyebabkan permukaan bumi merupakan objek studi geografi.

Contoh konsep geomorfologi ini adalah kota Sidoarjo terletak di dataran rendah

6. Aglomerasi

Pengertian aglomerasi adalah kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terput dengan kegiatan manusia. Pengelompokkan ini dilakukan sebagai objek studi geografi.

Contoh aglomerasi ini adalah pengelompokan daerah industri yang dipisahkan dari daerah pemukiman

7. Nilai Kegunaan

Dalam kaitannya sebagai salah satu konsep dasar geografis, nilai kegunaan adalah manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang. Tentu manfaat yang dihasilkan bersifat relatif, namun memiliki potensi untuk menunjang perkembangan suatu wilayah.

Contoh nilai kegunaan geografis ini adalah daerah dataran tinggi dapat dimanfaatkan untuk tanah perkebunan yang subur, sedangkan daerah pantai dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi

8. Interaksi/Interpendensi

Interaksi atau interpendensi merupakan terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara suatu gejala dengan gejala lainnya. Definisi lain mencakup keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

Contoh interaksi interpendensi adalah daerah pedesaan menghasilkan bahan-bahan pangan yang akan didistribusikan ke daerah perkotaan

9. Diferensiasi Areal

Pengertian diferensiasi areal ini adalah fenomena yang berbeda antara tempat yang satu dengan yang lainnya. Diferensiasi areal ini membandingkan antara  2 wilayah untuk menunjukkan adanya perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lain karena tiap wilayah mempunyai karakteristik yang unik.

Contoh diferensiasi areal adalah mata pencaharian penduduk daerah pantai kebanyakan adalah nelayan, tapi di dataran tinggi kebanyakan warganya menjadi petani.

10. Keterkaitan Ruang

Konsep geografis terakhir adalah keterkaitan ruang.  Pengertiannya adalah hubungan antara suatu fenomena dengan fenomena lainnya yang merupakan suatu keterkaitan keruangan. Hal ini mendorong terjadinya sebab-akibat antar wilayah.

Contoh keterkaitan ruang adalah polusi udara yang terjadi di Singapura yang diakibatkan oleh kebakaran hutan di provinsi Riau yang letaknya berdekatan

Nah, itulah penjelasan mengenai Prinsip Geografi yang perlu kalian ketahui dan bisa juga jadikan sebagai referensi atau tugas kalian. Prinsip Geografi ini meliputi, Pengertian Geografi & Konsep Geografi. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Prinsip Geografi

Leave a Comment