12
147

40+ Puisi Pahlawan Tak Dikenal & Tanpa Tanda Jasa yang Menyentuh Hati

Puisi Pahlawan – Perjuangan para pahlawan tidak diragukan lagi. Mereka dengan gagah berani dan pantang menyerah mengusir penjajah untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Jasa mereka janganlah dilupakan. Salah satu bentuk terima kasih terhadap perjuangan mereka, maka kita bisa menjadikan puisi.

Puisi Pahlawan Menyentuh Jiwa

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Kepada Pahlawan Negeriku
Tanah airku
Seakan hancur bak kepingan tulang belulan
Berserakan tak berbentuk

Peluh jatuh seolah darar mengalir sekujur raga
Meski kini keringat bercucuran menjadi penyejuk hati
Rela juangku bagi Bumi Pertiwi
Mempertahankan kibaran sang saka maha berani

Merah putih tanpa noda
Menatap kibarannya sampai jatuh setitik demi setitik air mata
Tak lupa sepenggal doa penuh makna terpanjatkan
Kepada pahlawan negeri ini

Tak kenal mundur
Berpijak dalam kabut berdebu pasir
Kasih sayang tak terhingga untuk kalian pejuang bangsa
Berkat jasamu kini ku bisa lihat

Berkat semangat juangmu kini ku kenang
Walau ragamu hancur terkubur tanah serta terurai zaman
Demi darah yang kau tumpahkan
Tulang patahmu akibat perlawanan
Aku pun anak bangsa
Akan memperjuangkan negeri ku Indonesia
Meski dengan cara berbeda

 

Puisi Pahlawan Indonesia

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Tanah air ku tercinta Indonesia
Nasibmu kini seakan terombang-ambing
Rakyat makin jelata
Penguasa makin merajalela

Pantaskah memimpin bumi Ibu Pertiwi
Tanah tumpah darahku
Mahasuci Tuhan melimpahkan segala keindahan alam

Kekayaan melimpah ruah
Dari Sabang sampai Marauke
Benarkah kita kini pemiliknya
Atau telah berpindah tangan

Dimiliki oleh orang dari negeri entah berantah
Masihkah kini disematkan merdeka nan jaya
Hutang pun terlilit oleh dunia
Indonesia

Pada mu ku berjanji
Akan memperbaiki diri untuk kelak dapat mengabdi
Melanjutkan perjuangan bambu runcing
Kini menjelma berjuang melawan diri sendiri

 

Puisi Pahlawan Pejuang Indonesia

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Untukmu para pejuang Indonesia
Berbekal bambu runcing
Berbaris jajaran terdepan
Berteriak maju melawan penjajah

Peluh keringat bercucuran darah jua
Kau hiraukan demi kemerdekaan bangsa
Tak gentar semua pengorbananmu

Kini Indonesia telah merdeka
Bagaimana anak bangsa seperti kami membalas perjuanganmu
Segala kau berikan pada bumi Ibu Pertiwi
Tanpa mengharap imbalan balas jasa

Tak sedikit dari para pejuang kehilangan nyawa
Tak diketahui pula apa benar telah dikebumikan
Semua yang bertempur dengan layak
Izinkan kami menjadi sepertimu

Terbakar semangat hingga urat nadi
Memperjuangkan Indonesia dengan cara berbeda
Pahlawanku
Engkau kan selalu dikenang
Atas jasamu dan dalam sejarah perjuangan

 

Puisi Pahlawan Semangat

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Dibalik Kobaran Semangat Juang Mu
Kabut
Membekas kenangan Ibu Pertiwi
Mendung menyelimuti

Rintik kian deras menerpa
Turuk membanjiri lautan peluh dan darah
Dia tak menunggu keputusan pencipta
Serbu

Maju untuk merdeka atau mati
Takbir berkumandang Allahu Akbar
Teriakmu terdengar hingga sukma
Sebilah bambu runcing bersatu

Tak lupa panjatan ayat suci
Kau kumandangkan bukti semangat juang
Demi melepas belenggu penjajahan
Belati tak kau hiraukan

Meski mengoyak kulit mengiris nadi
Semua demi tanah air
Kini dari atas kau lihat
Perjuanganmu terbayar lunas

Indonesia telah merdeka
Tenanglah diperistirahatan abadimu
Kami akan melanjutkan perjuanganmu
Demi melindungi Indonesia
Mensejahterakan seluruh anak bangsanya

 

Puisi Pengorbanan Pahlawan

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Pengorbananmu
Tak terhitung kubik darahmu bercucuran
Dari luka belati hingga senapan
Hasil perjuangan melawan penjajah

Peluh membasahi tubuhmu
Tak kau hiraukan
Anganmu tak tentu arah
Bulatkan tekat pada satu tujuan

Tak lelah dimedan perang
Walau rindu keluarga kau sembunyikan
Kejam
Itulah gambaran pertempuran

Jiwa tak dapat berdusta
Tengah dirundung kesedihan
Hanya satu pilihan
Merdeka atau mati ditangan penjajah

Pagi hinggan malam
Bulan pun menjadi tahun
Telah beribu malam menanti
Tetap jua tak terlepas

Pengorbananmu demi bangsa
Akan selalu kami kenang
Tak kubiarkan tuk dilupakan
Wahai pahlawanku
Ksatria pelindung negeri
Pejuang kemerdekaan

 

Puisi Pahlawan Tumpah Darah Indonesia

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Tanah Tumpah Darah Indonesia
Indonesia
Tanah tumpah darah tercinta
Rasa tak ingin melihat bangsaku

Terpuruk perekonomia
Tersungkur belenggu hutang
Hingga jatuh dalam jurang kehancuran
Tekad bulat setinggi cakrawala

Demi Ibu Pertiwi kan kuperjuangkan
Peluh pengorbanan melanjutkan perjuangan
Para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran
Aku tak boleh kalah

Dengan ketakutan diri sendiri
Aku tak boleh menyerah
Dengan keadaan yang mencengkram memaksa
Semangatku akan selalu berkobar

Untuk mengharumkan nama Indonesia
Selama mentari terus hidup didunia
Selama itu pula aku tak akan berhenti
Dalam semangat kobaran perjuangan masa kini

Sebagai anak bangsa
Sebagai penerus pendahuluku
Aku kan terus melindungi
Tumpah darah Indonesia
Hingga raga ini menyatu dengan tanah

 

Puisi Pahlawan Melawan Para Penjajah

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Hai kalian para penjajah
Bangsa asing merasa terhebat
Paling tinggi dan berkuasa
Berani mengusik ketentraman bumi Indonesia

Telah lama kalian merajalela
Mengeruk harta Ibu Pertiwi dan tenaga rakyat
Kini waktunya angkat kaki
Kami tidak rela dibawah perintah kalian

Yang menghabiskan kekayaan negeri kami
Pergi
Menyingkir atau bertempur
Mati pun kami tak takut

Pendahulu kami mengajarkan arti perjuangan
Kami tak akan menyerah
Meski darah tergenang hingga oksigen tak mampu dihirup
Kejahatan kalian sungguh keji

Alam kami kalian rampoh
Penerus kami kalian musnahkan
Kami tidak akan tinggal diam
Perlakuanmu yang selalu menginjak

Pergi
Mungkin kau lebih lincah dengan senapan dan kendaraan baja
Tipu daya muslihat kalian tak terbaca
Ya kalian lebih keji dari binantang

Aku akan melawan
Merdeka harga mati
Tak peduli bermodalkan bambu runcing
Tak peduli berjuang dengan kain rusuh
Aku akan terus maju
Hanya untuk memperjuangkan tanah airku

 

Puisi Pahlawan Dari Istri

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Suamiku
Sudah lama kita tak berjumpah
Tak terhitung tetesan air mata
Bukti kerinduan menanti kepulanganmu

Rumah sepi tanpa dirimu
Hari-hari seakan kosong tanpa hadirmu
Aku tak ingin beranjak dari kamar ini
Penuh dengan kenangan kita

Aku mengerti kamu sedang bertemput
Berjuang demi tanah air
Beribu fikiran negatif sering menghampiriku
Banyak kemungkinan kamu dapat gugur

Mungkin aku akan kehilangan ragamu
Tapi tidak cintamu dan kenangan kita
Aku tak ingin mati jika kau tak kembali
Aku akan tetap disini

Menjaga rumah, anak-anak, dan kenangan
Aku mulai mengerti
Jika kau gugur mungkin disematkan sebagai pahlawan
Tetapi kau tetap jua
Pahlawan bagi hatiku pertama dan satu-satunya
Hingga mata ini tak mampu lagi terbuka

 

Puisi Pahlawan Garuda Harga Mati

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Terlahir dari gagasan pendiri bangsa
Prinsipmu menjelma menjadi lambang
Bukti dari perjuangan para pahlawan dan rakyat
Hingga hembusan nafas terakhir mereka

Saat berada di medan perang
Setiap inci tubuhmu mengandung makna
Terdiri dari segenap harapan
Terselipkan sebuah impian

Menjadikan rupamu kian gagah mulia
Pandangan mata tajam
Dengan tubuh tegap dan tegar
Menggambarkan rakyat tanah air
Serta semangat juang menopangnya

 

Puisi Senyum Para Pahlawan

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Peluh bercucuran dari tubuhmu
Darah tak hentinya mengalir dalam nadimu
Api semangat seakan berkobar abadi
Tidak berhenti walau terluka

Semangat juang meliputi
Demi tercapainya harapan dan kemerdekaan
Segenap jiwa ragamu bertekad membara
Dengan tegap dan gagah kau berdiri di barisan terdepan

Tak penting semua kesakitan kau alami
Demi bumi Ibu Pertiwi
Kini kau telah tiada
Beristirahat tenang dialam berbeda

Engkau dapat melihat senyum anak bangsa
Terbebas dari belenggu kaum penjajah
Kini dari atas sana
Engkau mungkin hanya bisa memanjatkan doa
Agar semua tetap aman dan sentosa

 

Puisi Dongeng Perjuangan Pahlawan

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Aku seakan tak melihat keadaan
Tak dapat pula mendengar deru amarah
Bahkan sebuah tangisan menyerupai dongeng
Kakek bercerita dengan pilunya

Raut wajah keriputnya perlahan tersenyum
Membelai lembut puncak kepala
Sambil menceritakan
Dua manusia dengan latar belakan berbeda

Tidak sederajat namun terikat dengan tali kebebasan
Secercah harapan mulai timbul dari impian
Akhirnya terwujud jadi kenyataan
Pahlawan

Rela gugur dimedan pertempuran
Nyawa terpisah dari raga akibat peluru
Menembus kulit serta menghabiskan darah
Perjuanganmu tidak sia-sia

Kini Indonesia telah bebas dari penjajah
Kami telah merdeka berkat perjuanganmu jua
Kami generasi muda
Calon penerus bangsa

Takkan mengecewakan dirimu
Yang telah tenang disisi Pencipta
Namun jika kau mengintip bangsa ini kini
Mungki senyummu dapat memudar

Tangismu akan kembali lagi pecah
Tawamu mungkin tak mampu terdengar lagi
Wahai pahlawanku
Maafkan kami tak mampu memperbaiki

Negara ini yang semakin lama kian merana
Aku berjanji padamu
Kan berjuang merebut kembali kemerdekaan itu
Kemerdekaan yang hakiki
Membuat bangsa ini aman dan sejahtera
Untuk selamanya

 

Puisi Pahlawan Jejak Para Pejuang

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Membela segenap bangsa dan tanah air
Tanpa kenal lelah
Maju melawan digaris depan
Mungkin saja ajal datang menjemput

Mungkin pula malaikat pencabut nyawa enggan mendekati
Nafas perjuangan sampai titik darah penghabisan
Mata menatap tajam para penjajah
Tak akan sirna bayangan perjuanganmu

Walau telah terlewati zaman
Syair pujangga seolah berlomba-lomba
Mengkisahkan perjuanganmu pada masa itu
Meski kau mengalami kepahitan meregang nyawa

Ditengah hiruk pikuk peperangan
Meski ragamu tersungkur tak berdaya di atas tanah
Berlumur darah dan peluh
Kau tetap menjadi bagian sanubari anak bangsa

Jejak perjuanganmu tak akan sirna
Menapak sungguh jelas melewati zaman
Dari alam baka kini kau dapat menyaksikkan
Bangsamu kini bersatu, hidup aman, dan tentram

 

Puisi Pahlawan Saat Pertempuran

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Pagi buta kau terbangun
Tak tentram hatimu memikirkan tanah air
Penjajah yang belum terusir
Membuatmu gundah dan bergegas untuk pergi

Seramam lusuh diujung bilik kamar kau kenakan
Dengan sangat rapi serta penuh tekad
Meski namamu tak dikenal
Wajahmu tak familiar dimata Indonesia

Tidak menyurutkan api perjuanganmu
Sampai kini kobaran semangat juang masih terasa
Tak lupa senapan berpeluru tajam
Kau sampitkan diantara lengan

Gagah berani lakumu di barisan terdepan
Menjadi pemimpin strategi pertempuran
Medan perang yang kejam
Tidak membuatmu takut dengan kekalahan

Tak kau pedulikan bila dijadikan umpan kemenangan
Serang
Kau kumandangkan menggelegar
Semangatmu pun terasa hingga urat nadi

Pejuang lain yang mendengarkan
Tanpa kau sadari
Ditengah medan perang sebuah peluru menembus jantungmu
Membuatmu seketika terjatuh

Tergeletak hingga terbujur kaku tak bernafas
Meski namamu tak dikenal
Perjuanganmu akan selalu kami kenang
Semangat perjuanganmu akan selalu kami jaga
Dalam hati dan keturunan kami kelak

 

Puisi Pahlawan Mengharukan

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Perang memilukan hati bangsa
Bagi para keluarga pejuang yang ditinggalkan
Membekas luka dan kesedihan
Para pejuang bertempur seolah tak takut ajal

Demi membela Indonesia
Demi membebaskan generasi selanjutnya dari tangan penjajah
Masih terngiang dering peluru menembus kulit
Membuat hentakan jiwa menjadi lemah

Saat menegangkan di medan perang
Sederetan serdadu maju di garis depan
Berlari tanpa takut peluru menembus raganya
Sambil memegang bambu runcing

Serta menenteng senapan
Lantas tak takut dengan gertakan lawan
Bertempur merebut asa
Genderang peperangan pun ditabuhkan

Pejuang rakyat bergerak maju melawan penjajah
Dentuman ledakan berkali-kali tidak dihiraukan
Hanya demi satu tujuan mulia
Mengusir penjajah dari bumi Ibu Pertiwi

 

Puisi Pahlawan Kemerdekaan

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Kisah heroik penuh perjuangan seorang patriot diceritakan
Langsung dari bibir seorang veteran perang
Ketika itu pula rasa berkobar dalam nadi
Seakan tengah berjuang dihadapan penjajah

Kini menjadi legenda masa lampau
Kekejian penjajah terdengar bak hewan liar
Tanpa belas kasih menumpas para pejuang
Para pahlawan pun tak menyerah

Mereka biarkan tubuh berdarah demi membela tanah air
Perasaanku pun bercampur aduk mendengarnya
Antara sedih dan bersemangat
Akan perjuangan mereka yang tanpa lelah

Aku bagaikan tak rela para pejuang harus terinjak
Beberapa kehilangan nyawa dengan tubuh membujur kaku
Tak manusiawi ditangan penjajah
Usaha mereka tak sia-sia

Akhirnya Indonesia dapat merebut tambuk kemerdekaan
Tak lagi teraniaya oleh orang asing
Cerita dari para pejuang
Rela berkorban jiwa raga menghadapi penjajah

Sungguh membekas bagi pendengar
Terutama diriku yang masih muda
Masih harus jalan panjang dilalui
Rasa cinta pada bangsa pun harus terus dipupuk
Agar tidak terlena dengan kebahagiaan fana

 

Puisi Pahlawan Tentang Keadilan

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Dentuman genderang perang berbunyi
Deringan peluru membesit sukma
Saling beradu antar dua kubu
Ledakan tak terelakkan lagi

Menunjukkan babak pertempuran dasyat sedang berlangsung
Saat itu terjadi begitu mencekamkan
Keadilan dan ketidakadilan kabur
Menimbulkan suatu pertanyaan

Tentang siapakah yang keluar sebagai pemenang
Kemenangan tak dapat dipastikan
Para pertempur tidak mau kalah
Membela kepentingan dan haknya
Akhir cerita sebuah bendera berkibar di cakrawala senja
Pertanda kemenangan mulia bangsa

 

Puisi Pahlawan Gagah

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Bambu runcing senjata ksatria
Sungguh ikonik sejak zaman peperangan
Para pahlawan tak gentar
Meski menerjang dengan bambu runcing

Menantang sejata  besi yang angkuh
Penuh kesombongan serta ketamakan
Yang mencoba merampas kemerdekaan
Bambu runcing telah menghunus

Pasukan musuh diseberang
Hingga mundur berlari dan menghilang
Tapi sungguh disayangkan
Bambu runcing bukanlah dewa

Penggunanya pun berlumur darah
Tak tahu darah siapa gerangan
Pejuang berperang menumpas kedzaliman
Angkara murka berkobar pada manik mata

Seakan belati tajam mampu mengoyak sukma
Bambu runcing tegak dengan gagahnya
Tak takut akan tank dan meriam
Yang mampu takluk

Hanya dengan senjata buatan rakyat
Hingga kini bambu runcing menjadi legenda
Serta bukti nyata dari semangat perjuangan
Yang melahirkan buah kebebasan

 

Puisi Pahlawan Bagus

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Kemerdekaan ini bukti
Perjuangan anak bangsa
Yang telah gugur sebagai pahlawan
Usaha tanpa mengenal lelah

Tak menyerah walau peluh darah mengalir
Kemerdekaan ini hadiah dari lelah
Tak terhingga gugur sang pahlawan
Kemerdekaan ini tetesan darah

Bercampur peluh penderitaan serta semangat
Pantang menyerah pantang mundur
Merdeka harga mati
Teriakan semangat dikumandangkan

Hingga  terdengar dipelosok negeri
Kemerdekaan ini mengorbankan nyawa
Nadi-nadi putus dan tulang mengoyak
Sukma hilang dari raga

Kemerdekaan ini kegeraman rakyat
Telah tertindas sekian abad lamanya
Maju tanpa takut kalah
Demi kebebasan anak cucu kelak

Semua dipersembahkan untuk Indonesia
Semua untuk membuat senyum putra putri bangsa
Agar terwujudnya masa depan
Indonesia gemilang dan sejahtera

 

Puisi Pahlawan Bikin Semangat

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Merah putih gagah berani
Bergantung ditiang tertinggi
Berkibar sungguh gagahnya
Pesona kemerdekaan menyimpan sejuta perjuangan

Tak akan kubiarkan seseorang menginjaknya
Kan kujaga dengan jiwa raga
Meski harus beradu kata hingga raga
Tak terhingga pejuang gugur

Hanya demi mengibarkan sang saka
Berkibarlah wahai merah putih
Tunjukkan kekuatanmu
Kegagahanmu pada cakrawala

Berkibarlah sang saka merah putih
Menunjukkan jiwa ksatriamu
Melambangkan sejuta keberanian
Dan kesucian seputih awan

Berkibarlah dan jangan kau lelah
Meski veteran kian berpulan kepada-Nya
Kami kan selalu mengagungimu
Menjunjung tinggi ragamu hingga keangkasa

Wahai merah putih
Lambang kemerdekaan bangsa
Kami kan selalu menjagamu

 

Puisi Pahlawan Realita Hari Ini

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Hari ini kita mampu berdiri di depan cermin
Memandang rona ceria wajah
Serta indah busana
Takjub dengan rupa ciptaan Ilahi

Dengan lihai berlenggok centil
Hari ini
Wajah kita seakan bahagia
Seakan sumringah tanpa malu

Seakan urat telah putus
Muka tak berbentuk
Bagai tembok beton
Angkuh dengan bangganya

Tahukah kau
Dirimu yang tak berpikir
Perjuangan para pahlawan
Melawan penjajah hingga gugur

Agar kau dapat menikmati kebebasan
Hari ini
Terlihat banyak pemuda pemudi
Berlalu lalang memadu kasih dalam ilalang

Tak berfikirkah engkau
Kesengsaraan pejuang
Rela tertembak peluru
Demi anak cucunya kelak

Hari ini
Kenanglah perjuangan mereka
Hargai tumpah darah mereka
Jangan hanya mampu berhias diri

Agar terlihat mempesona
Hiaskanlah pula pemakaman mereka
Dengan bunga dan lantunan ayat suci
Hari ini

Mulailah berubah untuk menjadi lebih baik
Serta menghargai jasa mereka
Telah gugur dimedan peperangan.

 

Puisi Berterima Kasih Untuk Pahlawan

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Dari kedalaman hati yang mencintai tanah air
Jasamu tak ragu kau berikan
Hingga gugur ragamu
Hidupmu bagai jungkir balik

Dengan jam tidur tak menentu
Penuh luka sekujur tubuh
Peluh menetes menunjukkan lelahmu
Kau tak pernah mengeluh

Pengorbananmu demi Indonesia dahulu
Membuat penderitaan hidupmu
Miskin keadaanmu demi kami
Hancur ragamu demi membela kami

Berkat dirimu kini Indonesisa terbebas
Dari belenggu penjajahan
Seakan dapat membentang sayap indahnya
Menembus cakrawala dari sabang sampai merauke

Berkat dirimu Indonesia kini berjaya
Melewati berbagai masa
Hingga kami dapat mencecap zaman canggih kini
Tak terbayangkan jika tidak ada kalian

Para pahlawanku
Mungkin saat ini kami tidak mampu tersenyum lebar
Menatap kamera smartphone untuk berselfie
Mungkin tanpa perjuanganmu

Penjajah bisa saja masih menguasai negeri ini
Merampas kebahagiaan dan hak-hak kami
Mungkin jika kau tak maju bertempur di medan perang
Kami tak dapat menikmati indahnya sekolah

Puji syukur kami panjatkan beserta doa
Untukmu yang telah mati jiwanya
Namun tetap hidup di hati kami
Puisi pahlawan ini mungkin tak cukup

Mengenang jasamu yang tak terhingga
Perjuangan luar biasa kalian tanpa henti
Indonesia kini dapat menikmati udara kebebasan
Serta betapa indahnya sebuah kemedekaan

 

Puisi Pahlawan Tentang Perjuangannya

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Pagi ini kami melakukan upacara
Berdiri tegap memberi hormat terhadap bendera
Derap langkah rombongan paskibraka
Mengetuk sunggu bersemangat

Dengan formasi lengkapnya
Tak ragu maju ke depan
Sigam melangkah menaikkan bendera
Tak terbayang jika kita masish dijajah

Mungkin moncong senjata masih mengarah sebagai ancaman
Semua kini hanya kenangan yang tak mampu dilupakan
Akan para pejuang kemerdekaan
Dengan suara lantang hingga ujung penjuru

Dia sang pemimpin upacara
Menyuarakan tugasnya
Kami bangga sebagai putera puteri bangsa
Perjuanganmu tiada tara

Membuat Indonesia kini merdeka
Saat peperangan dulu kau berjuang
Hingga kubik tak terhingga darahmu tumpah
Penjajah durjana pun dapat kau taklukkan

Meski sebagian dari kalian merengang nyawa
Penjajah keji tak beretika mundur
Kalah oleh perlawananmu
Yang hanya berbekal sebilah bambu runcing

Kau mantan penjajah durjana
Sampai saat ini kami tak akan membiarkan
Memasuki Indonesia tercinta
Untuk merampas kembali kemerdekaan

Yang ingin kembali menjajah Indonesia
Sampai nyawa ini meregang
Kami tak akan membiarkanmu
Merampas kemerdekaan hadiah dari pahlawan kami

Sampai mati kami akan berusaha
Menjaga Indonesia agar tidak kembali terjajah
Kami akan mempertahankan hak kami
Sebagai putera puteri Ibu Pertiwi

 

Puisi Pahlawan Dari Generasi Muda

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Kami sang generasi muda
Para pahlawanku
Kami menjadi ujung tombak negeri ini
Menentukan kemana arah Indonesisa

Kami seperti seorang nahkoda
Melihat maju menghantam badai
Tak peduli karamnya kapal
Hanya berfikir berjuang menembus gelombang

Maafkan kami pahlawanku
Jika tangan ini mungkin dapat mencoreng
Membuat noda dari perjuanganmu
Kadang sebagian dari kami tak menyadari

Berpesta foya ria serta maksiat
Mengisi kekosongan waktu
Berbuat hal yang sia-sia
Dari lubuk hatimu mungkin menangis

Seakan teriris karena sikap kami
Maafkan kami
Yang terkadang tak mampu membendung amarah
Sebagian berubah menjadi pemimpin semena-mena

Memutuskan persoalan tak adil
Hanya mementingkan kesejahteraan diri sendiri
Kami seakan membuat noda
Hasil jerih payahmu memperjuangkan Indonesia

Sampai merah putih dapat berkibar
Gagah tegak di cakrawala
Kegetolan perjuangan kalian wahai pahlawanku
Gigih bertarung dan bersiasat

Berusaha menyingkirkan kenitaan penjajah
Kami seakan tak menghargai perjuanganmu
Maafkan kami
Mulai saat ini ingin berbenah diri

Mensyukuri semua yang kau wariskan
Yakni kebebasan dan kemerdekaan
Maafkan kami
Kami akan berjuang sepertimu

Membuat Indonesia kearah lebih baik lagi
Agar dapat disegani bangsa lain
Karena meneruskan pejuangan dan semangatmu

 

Puisi Mengenang Jasa Pahlawan

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Nikmat kemerdekaan ini tak terhingga
Mampu menyaksikkan kedamaian
Seluruh penjuru dari sabang sampai merauke
Kini kami mampu mewujudkan segala impian kami

Mampu mengenyam pendidikan hingga tinggi
Tak lupa didukung sebuah teknologi canggih
Semua ini ada bukan hanya karena kami
Tetapi utamanya berkat perjuangan kalian

Melepaskan anak cucu dari belenggu penjajah biadab
Hening cipta tak lupa kami lakukan
Setiap peringatan akan jasa-jasamu
Penderitaan dan pengorbananmu

Membuat kami saat ini berdiri gagah
Menikmati indahnya kebebasan sebagai warga negara
Kami takkan melupan seluruh perjuanganmu
Meski belum ada yang mampu kami persembahkan

Kami akan selalu berupaya
Melanjutkan semua perjuanganmu
Untuk membalas jasamu dan kematianmu
Kami tak akan pernah menyerah lagi

Membuat Indonesia semakin maju
Terdepan disegani bangsa lain
Rakyat hidup damai sejahtera
Itulah impian kami

Kan selalu kami kenang perjuanganmu
Kan kami lanjutkan perjuanganmu
Hingga kau dapat berbangga kepada kami
Dan senyum kebahagiaanmu

Kan mengembang dari atas sana
Terimakasih yang sedalam samudera
Setinggi langit cakrawal
Kami haturkan bersama doa kepadamu
Para pahlawan perjuangan tanah air Indonesia

 

Puisi Pahlawan Ibu Kartini

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Tak asing lagi
Sebuah kata pamungkas bagi para perempuan
Habis gelap terbitlah terang
Perjuanganmu dapat kami rasakan

Wahai Ibu Kartini
Kami kini dapat berdiri berani
Tanpa takut menatap lawan jenis
Tanpa takut terintimidasi

Berkat kesetaraan gender
Jerih payahmu dulu
Membuat kami mampu mengenyam pendidikan
Hingga setinggi langit

Mampu membuat kami belajar
Hingga ke negeri Cina
Kebodohan pergi tak berbekas
Bangku pendidikan tak ada lagi kasta

Anak-anak perempuan kini pintar
Prestasi tak terhitung telah diraih
Semua tak dapat terwujud
Tanpa perjuanganmu Ibu Kartini

Meski kau hanya diperingati setiap 21 April
Hingga kemeriahan acara peringatan atas dirimu
Tetapi kau akan selalu dihati ini
Semua tak akan cukup hanya dengan mensyukuri
Akan kami lanjutkan perjuanganmu
Demi memajukan kaum perempuan negeri ini

Tanah Tumpah Darahku

Aku tak ingin melihat bangsaku
Kalah tersungungkur oleh waktu
Aktu tak ingin melihat bangsaku
Jatuh tenggelam ke dalam kehancuran

Dengan tekad setinggi langit
Untuk tanah ini aku rela berkorban
Disaat percaya diriku menyusut
Disaat itulah semangatku semakin berkobar

Selama mentari masih menyinari dunia
Aku takkan berhenti sedetik pun
Menyelamatkan melindungi dan mempertahankan
Walaupun hingga aku menyatu dengan tanah negeriku

Bersatulah wahai penerus bangsa
Bulatkan tekadmu dan tegarlah bagai batu karang
Keraskan segala usahamu serta keraskan pula suaramu
Karena setiap usaha yang keras takkan mengkhianati

Harapanku akan selalu mengiringi
Untuk tanah negeri ini setiap hari
Aku tidak ingin lagi
Melihat ibu pertiwi tersiksa hati

 

Puisi Buat Pahlawan

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Demi sang negeri
Kau korbankan jiwamu
Demi sang bangsa
Rela kau pertaruhkan nyawamu
Maut yang menghadang di medan tempur
kau bilang itu hanyalah hiburan

Nampak jelas raut wajahmu
Tak segelintirpun rasa takut
Semangat membara di dalam jiwamu
Taklukkan mereka penjajah negeri

Harimu yang berwarna merah membara
Pembunuhan, pembantaian yang dihiasi bunga api
Mengalirkan sungai darah di hadapanmu
Bahkan saat mata air darah itu
Mengalir dari tubuhmu
Namun tak dapat runtuhkan benteng semangat juangmu

Bambu runcing yang selalu setia menemanimu
Kaki telanjang penuh luka
Pakaian lesuh dengan seribu wangi
Basah badanmu kering badanmu
Kini menghantarkan bangsa ini
Kedalam kemerdekaan yang hakiki

 

Senyum Pahlawanku

Cucuran keringat di tubuhmu
Darah yang mengalir dalam ragamu
Tak patahkan semangat juangmu
Untuk meraih harapan, kemerdekaan

Tekadmu yang membara
Dengan gagah tegap kau berdiri
Tak pedulikan rasa sakit
Demi sang bumi pertiwi ini

Namun…
Kini perjuanganmu itu seperti tak berarti
Tangisan sedih rakyat kecil menjadi-jadi
Korupsipun seperti sudah menjadi tradisi

 

Wahai Pahlawan Sejati

Andai kau mengerti bangsa ini sekarang
Mungkin senyumu akan menjadi tangismu
Mungkin tawamu akan menjadi sedihmu

Wahai pahlawanku
Maafkan kami yang tak bisa memperbaiki
Negara yang merana ini
Tapi kami akan berjanji padamu

Merebut kembali kemerdekaan yang hakiki itu
Perjuangan dulu menjadi bangsa yang bermartabat
Yang sejahtera abadi selamanya
Di saat ini hingga nanti

 

Puisi Pahlawan Singkat

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Wahai Penjajah

Hai kamu wahai penjajah
Kamu yang merasa tinggi
Kamu semua yang mengusik kedamaian di tanah airku
Kamu semua yang hanya peduli akan bangsa sendiri
Sudah waktunya kalian pergi dari bumi pertiwiku

Pergi
Ibu pertiwi sudah tidak kuat lagi
Dia sudah tidak kuat dengan darah yang kalian tumpahkan
Tidak kuat dengan kejahatan yang kalian nampakkan
Tidak kuat dengan alam yang selalu kalian injak

Pergi
Mungkin memang kalian lebih pandai
Mungkin memang kalian bisa memakai senjata dan kendaran baja
Mungkin memang kalian bisa menciptakan tipu daya muslihat
Mungkin memang kalian penuh dengan kekejaman

Pergi
Pergilah sekarang juga
Aku tak peduli walau hanya dengan senjata dari bambu
Aku tak peduli walau hanya memakai kain lusuh
Aku tak peduli darahku tumpah ruah

 

Pesan Istri Pejuang

Suamiku…
Sudah berapa lama kita tidak berjumpa
Rumah ini terasa sepi tanpa kehadiranmu
Namun aku tak ingin pergi
Karena aku yakin kamu pasti akan kembali

Aku tahu kamu sedang berjuang untuk orang lain
Dan kamu mungkin saja akan kehilangan nyawa di sana
Namun aku tak ingin kau mati
Aku ingin kau kembali ke sini
Ke rumah tempat kita berbahagia

Aku tidak mengerti
Mungkin kau akan disebut sebagai pahlawan jika kau gugur
Yang hanya bisa ku mengerti
Kau selalu menjadi pahlawanku yang pertama

 

Dongeng Perjuangan

Aku tidak melihat akan keadaan
Aku tak mendengar akan amarah
Bahkan tangisan seolah sebuah dongeng
Cerita dari kakek yang pilu

Perlahan wajah keriput itupun tersenyum
Membelai lembut kepalaku sambil bercerita
Dua manusia berbeda latar belakang
Yang tidak sederajat dan hanya terikat tali kebebasan

Sebuah harapan yang berawal dari impian
Hingga berakhir menjadi kenyataan
Pahlawan yang terlahir dari perjuangan
Pahlawan terpisahkan oleh sebutir peluru

Takkan ada kekecewaan pahlawanku
Takkan ada yang perlu disesali
Kau akan merasakan sejuknya angin kebebasan
Dan aku hanya bisa beristirahat di sini

 

Keteguhan Sang Garuda

Kau terlahir dari sebuah gagasan
Prinsip yang telah menjadikanmu sebagai lambang
Bersumber dari perjuangan seluruh rakyat
Berhembuskan nafas kemerdekaan

Di tubuhmu terukir simbol yang penuh makna
Terdiri atas banyaknya harapan
Tersisip akan impian
Hingga menjadikanmu gagah dan mulia

Sorot pandangmu yang tajam
Tubuh yang tegap dan tegar
Mencerminkan rakyat negerimu
Serta kuatnya semangat yang menopangnya

 

Puisi Pahlawan Pendek

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan

Mengenang Perjuangan Pahlawanku

Kami bisa nikmati kemerdekaan ini
Kami mampu menyaksikan kedamaian di seluruh penjuru negeri
Kami dapat menggapai cita dan asa kami
Kami begitu sadar inilah buah perjuanganmu
Pahlawan kami, kami bangga meski kau tiada
Kemerdekaan yang kami nikmati ini
Pendidikan memadai yang kami enyam kini
Fasilitas dan teknologi canggih ini
Ada bukan karena kami, tapi ini karena kalian
Kami heningkan cipta untuk jerih payahmu
Tak ada yang bisa kami persembahkan
Kecuali sebatas upaya
Tuk lanjutkan asamu yang tinggi menjulang

 

Pahlawanku, Senjata Usangmu Lahirkan Militer Canggih

Bambu Runcingmu dulu, kini menjadi rudal
Pedang usangmu kini jadi torpedo handal
Ketapelmu, kini amunisi tuk jadikan musuh terpental
Sepeda usangmu, kini jadi tank di jalanan aspal
Pahlawanku, ini bukan kebetulan
Bukan pula kepiawaian tangan ilmuan
Apalagi sekedar buah kemajuan jaman
Inilah bagian dari perjuanganmu pahlawan
Berbanggalah, kini Indonesia semakin maju
Tak kan ada musuh yang berani melaju
Terlebih merebut kemenanganmu

 

Pahlawanku, Kan Ku Jaga Negeri Kita

Kemerdekaan negeri ini bukanlah hadiah
Kau raih dengan darahmu yang tlah tumpah
Merah Putih itu kini telah berdiri gagah
Tanpa seorangpun berani mengubah
Pahlawanku, kan ku jaga negeri kita
Ku curahkan jiwa dan raga tuk Indonesia tercinta
Ku bangun dan ku isi kemerdekaan ini
Dengan penuh upaya meski tak seberapa

 

Maafkan Kami, Pahlawanku

Kamilah generasi mudamu, Pahlawanku
Kamilah ujung tombak perjuangan kini
Di tangan kamilah setir nahkoda kami arahkan
Tuk berjuang diantara karam dan gelombang
Namun, maafkan kami pahlawanku
Jika dengan tangan ini terkadang kami corengkan noda
Kami habiskan masa muda ini untuk berfoya
Kami isi waktu kami dengan hal sia-sia
Di lubuk hati ini kami menangis
Ada dari kami yang menyalahi amanah
Jadi pemimpin yang kadang semena-mena
Dan memutuskan hal dengan tak adil
Kami, memang menodai jerih generasi muda lain
Mereka begitu getol berjuang untuk maju
Mereka begitu gigih menyingkir dari kenistaan
Kamipun ingin kembali dalam lintasan itu

 

Mengenang Perjuanganmu Wahai Ibu Kartini

Habis gelap terbitlah terang
Kemudahan jenjang pendidikan ini
Kesetaraan antar gender ini
Kemajuan wanita masa kini
Itulah jerihmu wahai Kartini
Kebodohan yang semakin beranjak pergi
Pendidikan yang tidak mengenal kasta ini
Anak-anak perempuan yang tak bodoh lagi
Prestasi wanita yang bisa digeluti kini
Tak kan terwujud tanpa tetes peluhmu
Meski 21 April adalah harimu
Setiap perempuan mengenakan kebaya sepertimu
Kemeriahan acara memperingatimu
Namun rasanya tak cukup untuk menyanjungmu
Tapi, kau tak perlu risau
Begitu banyak Kartini sebagai penerusmu
Pejuang emansipasimu yang sesungguhnya
Untuk generasi gemilang berikutnya

Nah, itulah beberapa Contoh Puisi Pahlawan yang dapat Anda jadikan referensi untuk sebagai tugas kalian dan pengetahuan kalian. Puisi Pahlawan ini meliputi, Puisi Pahlawan Tak Dikenal, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Puisi Pahlawan 4 Bait, Puisi Pahlwan 2 Bait. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan bisa bermanfaat bagi kita semua.

Puisi Pahlawan

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply