14
988

60+ Puisi Sahabat Sejati Yang Menyentuh Hati & Mengharukan (Lengkap)

loading...

Puisi Sahabat – Sahabat merupakan orang yang tidak bisa terpisahkan pada kehidupan kita, baik di rumah, di sekolah, dan sebagainya. Oleh sebab itu, sahabat seringkali dijadikan tema pada suatu karya sastra, termasuk puisi. Puisi mengenai persahabatan ini terdapat beragam model, jenis, atau bentuknya tergantung terhadap selera dan kehendak penulisnya.

Sahabat juga orang yang selalu ada untuk kita, walau secara fisik raganya tidak sedang bersama kita, tetapi dengan puisi mengenai sahabat yang kita tuliskan untuknya merupakan sebuah cara untuk mempererat lagi tali persahabatan yang sudah kita jalin selama ini. tidak biarkan hubungan baik kalian terhenti.

Puisi Sahabat Terbaik

Puisi Sahabat Terbaik

Puisi Sahabat Terbaik

Gumpalan awan itu seolah berkisah tentangkita
Langit nan biru adalah suasana bahagia dan ceria kita
Sementara, hujan deras itu bagai air mata
Mentari yang cerah menjadi wajah kita semua

Warna-warni pelangi seolah jalan warna perjalanan kita
Sebagai penanda hujan reda
Kala perbedaan, perselisihan
Berubah menjadi keindahan

Langit menjadi beribu bahasa
Kadang menyangkal dan kadang mengiyakan
Kadang menyedihkan dan kadang menggembirakan
Itupun tak bisa lagi kita sangkal

loading...

Dunia memang begitu adanya
Pun tentang persahabatan
Namun, toh kita tetap bersama
Sebagai kawan bahkan saudara

 

Doa untuk Sahabat

Tuhan terimakasih…
Kau hadirkan dia jadi sahabatku…
Sehingga tampak jelas arahku ke mana aku menuju…
Tuhan terimakasih….Kau hadirkan dia jadi terangku…
Sehingga tampak jelas jalanku kemana aku ayunkan langkahku…
Berikanlah dia sinar cahaya-Mu tambahkan cantiknya
Berikanlah dia suara-Mu tambahkan akal dan bijaknya
Berikanlah dia kekayaan-Mu tambahkan rezekinya
Berikanlah dia jalan-Mu bukakan jodohnya
Berikanlah dia nafas-Mu panjangkan umurnya
Dia yang semalam tersenyum dalam mimpiku.

 

Jiwa Menggebu

Sahabat.. oh sahabat

Engkau terangkan pandangan jiwaku
Bagai bintang di malam hari
Jadikan hidup penuh cahaya
Kau banyak nan indah
beragam bentuk dan sinar yang kau pancarkan
Kau selalu ada untukku setiap
Aku diterpa gulita

Kau tersebar luas di mana-mana
Persatuanmu jadikan setiap percikan
Cahayamu sangat berarti untukku,
Setiap kesendirianku kau isi
dengan kebersamaan, kenyamanan, keteguhan

Sahabat…
Tiada kau ku kan mati melarat
Tanpa kau ku kan terjebak, terperangkap
Dalam terbenamnya hati
Kau curahkan cinta di sela sela kedipan mata
Kau terbitkan sang surya di setiap ilmu yang kau beri
Kau ubah hidup ku yang mewarna sore jingga menuju pagi hari.

 

Sahabat Terbaikmu

Sahabat…
disaat kita menikmati kebersamaan banyak hal yang terlewatkan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersisa seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku teringat kepadamu sahabat.

Semua kenangan-kenangan itu tak terasa, pergi meninggalkan segala kegembiraan
serta canda dan tawamu satu persatu hilang dalam sekejap mata
ada beribu senyum saat terlintas ingatan yang dulu kala

Sahabat…
semua yang pernah kita jalani hari demi hari , waktu demi waktu sudah kita lewati semuanya.

Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki
kadang benci, kesal, dan kecewa serta rasa senang dan sayang
sungguh luar biasa, apa yang telah kita lalui bersama.

loading...

Ya Tuhan…
jagalah dan lindungilah
sahabat-sahabat ku
karena mereka adalah sahabat terbaikku selamanya.

(By: Frizka Tirana)

 

Persahabatan

Sahabat bagaikan tempatku berteduh.
bila diriku terkena air mata dalam kesedihanku,
di sanalah diriku bisa berbagi dalam hidupku, yang tak pernah aku dapatkan di tempat lain…

Hanya sahabatlah yang mampu mengerti dan pahami,
apa yang sedang aku alami saat ini.

Tanpa sahabat
bagai jiwa yang terlepas dari ragaku
membuat ragaku tak mampu bergerak dalam setiap langkahku
persahabatan ini kan abadi
meski di dunia ini tak kan ada yang abadi.

(By: Amal)

 

Menangislah Sobat

Tak bisa ungkap dengan kata apapun
Ini memang sangat membosankan
Ini begitu melelahkan
Bahkan, ini sangat menjengkelkan
Tubuh seakan beku dalam bongkahan es
Membeku tidak tahu kapan akan mencair

Yaa… itu benar sobat
Itu semua seperti sorot lampu panggung tanpa penonton
Menerangi tubuh di dalam kegelapan
Terdiam bisu tanpa senyum dan air mata
Ini sangat menyedihkan..
Namun.. ingatlah sobat..
Kau tidak sendiri
Kau tidak berdiri sendiri di kegelapan itu

Teteskanlah air matamu jika hatimu merasa terisak
Berteriaklah sepuasmu jika hatimu memanas
Karena itu lebih baik ku lihat
Dari pada kau terdiam kaku di bawah sorot lampu itu
Bagai seorang tokoh tanpa dialog.

(By: Maulida)

 

Puisi Sahabat Kecil

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Teman,
Taukah kau sejak kapan kita melewati banyak momen bersama?
Berapa lama kita menjadi sahabat?
Benar, aku tak ingin tau itu
Pun tak ingin menghitungnya

Karena persahabatan kita selamanya
Karena kau selamanya di hidupku
Bersamamu, teman
Dukaku hancur menjadi bahagia
Airmataku hilang menjadi tawa

Kepenatanku pun sirna begitu saja
Diamku pecah menjadi ceria
Lalu ceria itu menjadi bahagia kita semua
Mari kita selalu menjaga persahabatan ini
Hingga nanti, nanti, dan nanti

Nanti, waktu yang tak terkira
Agar kita tak hanya berteman dan bersahabat
Kala senang saja
Agar persahabatan kita tak cukup pada masa kecil saja

 

Bahasa Langit

Gumpalan awan di langit biru
Bercerita kisah kita
Saat deras hujan bagai air mata
Dan cerah mentari jadi wajah kita

Warna pelangi di langit biru
Hanya jadi saksi bisu
Saksi kisah perjalananku denganmu
Saat perbedaan jadi keindahan

Langit pun berbahasa
Dan bersenandung ria
Lantunkan lagu rindu antara engkau dan aku
Oh sahabat…

Langit pun berbahasa
Tanda bersuka cita
Sambut esok dimana kita kan slalu bersama
Selamanya…

Dan dengarlah, dengarlah selalu
Itulah semua tentang kita,
cerita bahasa langit.

(By: Hanifah Nadya Kartika)

 

Ketika Sahabat Menjadi Cinta

Kebahagian sebuah pertemanan kini
telah berubah menjadi keindahan sebuah kisah cinta.
yang dulunya bertengkar sekarang menjadi damai akan munculnya cinta
dan pernah ada yang menyangka bahwa
Sebuah pertemanan bisa menjadi sebuah percintaan.

Dan mungkin semua orang tau,
Bahwa cinta itu berawal dari sebuah pertemanan.

Keindahan sebuah persahabatan lebih indah jika
ditambah dengan sebuah kisah cinta antara dua makhluk
yang saling mengasihi.

(By: Nurul Laili)

 

Puisi Sahabat 2 Bait

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Sahabat adalah tempatku berteduh
Kala gerimis bahkan hujan mengguyur
Sahabat adalah tempatku berbagi
Tentang perjalanan hidup ini

Karena itu, bagaimana bisa orang tanpa sahabat
Tak mungkin seorang tanpa sahabat
Karena bagaimanapun, ia tak bisa memungkirinya
Arti sebuah persahabatan

Teman, sahabat,
Bukan tentang sebuah nama
Bukan tentang sebuah formalitas belaka
Itu adalah keniscayaan dalam hidup kita

Teman, sahabat…
Bukan tentang persamaan
Bukan tentang komitmen pula
Namun adalah tentang semuanya

“Berpisah Jua”

Sahabat…
Ku ucapkan selamat berpisah
Pun aku tak kan pernah lupa
Tentang makna persahabatan kita

Lekaslah pergi
Dan lekas pula kembali
Lalu kita bersuka cita lagi
Bersama-sama dan berkisah ke sana-sini

 

Teman Terhebat

Teman…
kau bagaikan obat yang menyembuhkan setiap lukaku
yang selalu membuatku tersenyum dan bahagia.

Teman…
kau seperti pahlawan yang hebat
kau seperti rumah yang melindungiku.

Terima kasih oh teman terhebat
pertemanan kita tak mungkin kulupa untuk selama lamanya
karena kenangan itu adalah suatu anugerah dari Tuhan yang maha kuasa.

I love u friend
i miss u friend
kita best friend forever.

(By: Asidik Al Jafar)

 

Sebentar Lagi Kawan

Sebentar lagi kawan
Sebentar lagi… Bersabarlah
Langkah akan menuju titik perhentian tujuan
Perjalanan akan berakhir indah.

Kita tak perlu berfikir dan merencanakan bagaimana akhir nya nanti
Kita hanya perlu menjalani nya dengan ikhlas
Mungkin ada airmata, tapi yang pasti bukan airmata duka
Bahkan hewan-hewan pun ada masa nya untuk hijrah.

Sebentar lagi kawan
Sebentar lagi… Bersabarlah
Perjalanan kita sedang meniti untuk sampai
Perjalanan akan berakhir indah.

Sejak awal berjalan juga semua kita lewati dengan indah
Berbagai macam kisah telah terukir di sana
Penghentian terakhir barulah kita bisa mengenang semua dalam kenangan
Dalam peristirahatan nanti kita akan tersenyum-senyum mengingat semuanya dalam temaram sang bulan.

Sebentar lagi kawan
Sebentar lagi… Bersabarlah
Perjalanan akan berakhir indah
Dan kita akan menyaksikan seperti apa tunas-tunas yang akan tumbuh.

Sebentar lagi kawan
Sebentar lagi… Bersabarlah
Perjalanan akan berakhir indah
Maka tersenyumlah, meski pun ada airmata.

(By: Abidin Hanif)

 

Puisi Sahabat 3 Bait

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Sahabat,
Engkau bagai bayangan yang selalu ada padaku
Saat dingin kau menjadi penghangat
Saat terik mentari menyinar, kaulah tirai itu

Sahabat,
Ku akui separuh jiwaku telah termiliki
Namun, engkau pun yang menempati bagian lain
Tetaplah selaludi samping dan untukku

Kau selalu menyemangati
Kau memberi penuh ikhlas
Tak sedikitpun kau lalai
Akan makna persahabatan ini

Pintaku sahabat,
Tetaplah di sini
Menemani kala ku terdiam
Warnai dengan canda tawamu

Kala aku menetes air mata
Kau hadirkan senyum tulus
Yang membawa kembali ceriaku
Kau hadir setiap saat

Kala sedih pun bahagia
Begitlah kita
Selalu bersama
Dalam suka maupun duka

 

Rindu Kirimkan

Entah mengapa
Apa yang aku rasa
Hanyut dalam hampa
Tanpa arah jalan
Tanpa bimbingan seseorang

Ku inginkan hadir di samping kananku
Pendamping pembimbing
Merangkul kenangan
Dekapan manis keibuan
Lampau teringatkan

Kaulah penuh kasih sayang
Saat ku gundah
Engkau tuangi petuah
Beri ku benih kebahagiaan
Hingga tumbuh putih bermekaran.

 

Tangan Tuhan

Dengan menyebut nama Tuhan
kutampakkan syair ini
dalam bingkai persembahan
Kutuangkan isi hati

Sahabat….

Karena Tuhan kita dipertemukan
karena Tuhan kita disatukan
dan karena Tuhan kita berjuang

bersamamu kulalui jalan
jalan hitam menuju Tuhan
bersamamu kudaki impian
impian sejati menghadap Tuhan

Kau benamkan tangisan
dan kau tampakkan harapan
kau tebarkan kehangatan
dalam indahnya kebersamaan

bila Tuhan telah melukiskan
lukisan langit sore untukku
maka kau telah melukiskan
sejuta kenangan di hatiku

Engkau bagai tangan Tuhan
tangan Tuhan yang mengingatkan
betapa hampanya kehidupan
tanpa kasih sayang Tuhan
di bawah langit yang sama
kuingin berdoa,
semoga kita semua selalu bersama.

 

Tentang Aku dan Kamu, Kawan

Kawan,
Taukah kamu berapa lama masa yang kita lalaui bersama?
Aku tak ingin tau,
Karena kamu selamanya bagiku.
Bersamamu,
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan airmata yang terlanjur jatuh….
Takkan berubah menjadi nestapa
Denganmu, kepenatanku tergilas sirna

Terkadang di satu waktu,
Prasangka pernah menjauhkanmu dariku
Tapi sungguh kawan,
Amarah takkan bisa bertahan lama dikalbuku
Kusadari aku terikat jauh kedalam hatimu

Ingatkah kawan,
Kita pernah duduk bersama
Melukis langit dengan impian
Tentang aku, kamu dan kehidupan.

(By: Febi “bee”)

 

Puisi Sahabat 4 Bait

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Denganmu, sahabat…
Biarkan aku berkuyup-kuyup ria menjalani banyak kisah
Kita bersama
Menemui bintang-bintang berkelip di langit
Memancarkan sinar kebahagiaan

Denganmu, sahabat…
Aku ingin menghayati kedalaman arti persahabatan
Raga dan hatipun seolah takkan bosan
Menempuh jalan kebersamaan

Denganmu, sahabat…
Rasa gembira dan bahagia tak terelakkan
Menyemai amal dan persaudaraan
Menerjemahkan segala kerinduan

Denganmu sahabat….
Biarlah aku menjadi sahabatmu selalu
Yang mengalir bersama insan dambaan
Sampai kita tersenyum indah bersama

 

Untuk Sahabatku

Bagaikan bintang di langit
Menyinari tiap kegelapan
Bagaikan mentari yang bersinar
Memberi kehangatan tiap langkahku
Bak pelangi yang indah
Memberi warna warni pada kisah ini
Seperti embun membasahi bumi
Kau memberi ketenangan dalam relung jiwa.

Wahai sahabat,
Kita pernah mengalami masalah
Salah paham bahkan goncangan
Namun semua itu dapat kita lewati
Dan membuat kita saling mengerti.

Walau bunga mulai berguguran
Engkau akan selalu kukasihi
Bahkan pun dunia menjauh darimu
Di kau tetap sahabat terbaikku.

Harapku padamu
Menjadi yang terbaik bagimu
Melewati segala hadangan hidup
Setia dalam duka maupun duka
Harapku padamu
Selalu bisa menemanimu
Bak bintang yang selalu bersama bulan.

(Luh Putu Metta Sari – Balikpapan, 21 April 2014)

 

Puisi Sahabat Sejati

Zaman-berzaman telah berlalu…
Kisah sahabat ada selalu
Setia bersama kini dan deulu
Tetap seiring bila perlu

Sejati berkongsi suka dan duka
Tawa setia tangis diseka
Sakit dirasa bila terluka
Ria dirai tanda sama suka

Biarpun jauh hidup berpisah
Rindu ketemu seresah gelisah
Hanya doa terus dicurah
Tanda ikatan jujur dan pasrah

Duhai sahabat, teman sejati
Saya disini terus mengingati
Hajat berjumpa simpan di hati
Moga tiba jua saat dinanti.

(Gabriella Larasati, Balikpapan 23 Maret 2015)

 

Puisi Sahabat 5 Bait

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Kala hidupku terasa hampa
Kala hari-hariku sendiri
Dan kala anganku sunyi
Aku teringat padanya, adalah sahabat

Tidak satu atau dua orang
Karena itu aku merindukan kebersamaan kembali, sahabat
Kesendirianku tak ubahnya melupakanmu sahabat
Justru membuat ku merasa persahabatan kita makin kuat

Bukan sebab kita jauh
Aku di sini dan kau semua di sana
Tapi karena masa-masa kita bersama
Karena hati dan piker kita pun tak berbeda

Mari kita bertemu lagi
Mari kita bersama kembali
Mari kita berceria, bercanda, dan bercerita
Tentang apa saja

Kita berbagi pengalaman
Kesedihan, bahagia, dan kekonyolan
Kadang pola piker kita berbeda
Selalu ada kesamaan yang teramat banyak antara kita
Begitulah, kita, sahabat

 

Sahabat Biru

Semua terjadi begitu indah
waktu terasa sangat cepat berlalu bagai kilat yang menyambar sekejap mata
Tiga tahun telah berlalu
diawali seragam merah putih
dijalani seragam putih biru
kini putih biru kan terlepas
pertanda perpisahan kan menyertai

Berat rasa hati ini untuk berpisah dengan sahabat biru
namun jalan telah siapkan
bintang di masa depan
menanti sampai kapan tuk berjabat teman sekolah biru.

(By: Maulidiah Nurdwiningrum)

 

Perpisahan

Tak terbayang olehku
Waktu ini kan terjadi padaku
Tak terduga dalam benaku
Waktu kejam kan melanda jiwaku

Perpisahan ini kan meneteskan air mata
Dalam kesedihan di selimuti kegembiraan
Perpisahan ini kan mengukir kenangan
Dalam suka maupun duka

Bertahun lamanya kita bersama
Menggali bakat tuk kedepan
Perpisahan ini kan merindukan sesama
Perpisahan ini kan menumbuhkan kesadaran akan arti kebersamaan

Berpisah akhir pertemuan
Berpisah akhir kesenangan
Berpisah akhir kenangan
Berpisah tiada arti yang menyenangkan

Peluk eratlah semua orang disisimu
Peluk eratlah semua sahabat-sahabat tercintamu
Hingga kau teteskan air mata kerinduan
Hingga kau diam membisu

Karena ku tahu
Tak kan ada waktu lebih tuk kita
Tak kan berarti hidup ini tanpa ada pertemuan dan perpisahan.

(By: Fikriyah Intan Sakinah)

 

Puisi Sahabat Sejati

Puisi Sahabat Sejati

Puisi Sahabat Sejati

Sekian lama aku menjalani hidup bersamamu
Sudah, sedih, bahagia kita rasa bersama
Itu bersamamu, sahabatku

Begitu banyaknya kenangan
Yang membekas di lembar perjalanan hidup kita
Mungkin separuh atau bahkan lebih

Sahabat, lembar itu tidak untuk dikenang bagiku
Itulah bukti dan saksi persahabatan kau dan aku
Walau itu tak berwujud apapun
Aku tak kan bisa menghilangkannya dari ingatan

Aku akan ingat selalu senyummu, sahabat
Senyum yang selalu membawa kegembiraan bersama
Tiada kaupun aku masih bisa melihat itu dari tempat ku berada
Meski, kau tak lagi di sana

Sahabat, kita tetaplah sahabat yang semula
Dulu awal kita bertemu
Juga di akhir kita berjumpa
Aku takkan pernah lupa akan itu

 

Sahabat Sejati

Sahabat sejati bukanlah dicari
Mencari sahabat tentu percuma
Sahabat sejati tak perlu dicari
Sahabat sejati datang sendirinya

Di kala susah datang tanpa dicari
Walau tak cerita tentang kesulitan diri
Bila tak datang sahabat sejati
Ingat yang tak terlihat selalu menemani

Kala senang orang mendekat
Kala susah orang pelupa
kala sulit dialah sahabat
Kala senang janganlah dilupa

Manusia selalu mencari sahabat
Dimana ia berada selalu mencari
Namun sahabat sejati tidak terlihat
Tak bertemu maka pada yang terlihat

Lihatlah anak-anak dahulu mencari sahabat
Tak hirau lelaki dan perempuan
Tak peduli kaya dan miskin serta agama
Walau kini mungkin cuma ada di laskar pelangi

Pada akhirnya, tiada ada sahabat sejati
Cuma biasa teman bersenda
Datanglah ke hadapan Ilahi
Karena Dialah sahabat sejati

Ketika telah mendapat sahabat sejati
Kata mencari tiada lagi berarti
Kata mencari menjelma pada menjadi
Itupun kalau ada menghendaki

***

Dengan keperkasaan matahari
Ia menjadi sahabat seisi bumi
Dengan lemahnya rumput mini
Ia kawan yang rebah memandang awan

Dengan hitamnya pusat bimasakti
Ia teman bintang-bintang galaxi
Dengan fananya debu angkasa
Ia bersahabat dengan cahaya

Dengan sendirinya di padang pasir
Ia berteman dengan gemintang malam
Dengan bermenungnya di gua sunyi
Ia bersahabat dengan tetesan air suci.

(Taufik Hidayat, dalam buku “Puisi Untuk Diri Sendiri)

 

Penghianatan Sahabat

Kau hadir
Dalam suka dan dukaku
Di kala sedih kau ada
Di kala ku suka
kau juga ada
Kau adalah sahabatku

Dulu…

Secercah tawamu yang indah
Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum
Tapi kini
Semua telah berubah
Hitam tak jadi putih kembali

Selama ini…

Kutahu benar sifatmu
Tapi kukeliru bahkan, bahkan aku tahu sifat aslimu
Tlah dibuat akan mata ini
Rasanya tak akan dapat kubedakan
Mana kebaikan asli dan palsu
Kau tusuk aku dari belakang
Kau beberkan kejelekanku
Kau hiasi kebausukanmu dengan basa-basimu
Sungguh aku tak sangka
Kau balas persahabatan aini dengan itu
Mungki itu arti sahabat bagimu.

(Luh Putu Metta Sari – Balikpapan, 10 Januari 2015)

 

Sahabat yang Akan Pergi

Detik demi detik terus bergulir
Tak terasa waktu berjalan
Menghitung mundur hari yang tersisa

Dan kini
Kita telah tiba di penghujung waktu
Di akhir masa kita bersama-sama

Sahabat,
Rasanya baru saja kemarin
Kau kabarkan berita itu
Yang bagaikan petir di siang hari bagiku
Kabar tentang engkau yang kan pergi
Menuju tempat baru
Demi hari esok yang lebih cemerlang

Seketika terlintas
Segala keceriaan yang kita lalui bersama
Semua canda, tawa dan tangis masih terbingkai indah dalam memoriku

Sahabatku tersayang
Sungguh berat rasanya
Tuk mengantarmu ke pintu perpisahan
Namun inilah gerbang menuju masa depanmu

Sahabatku
Terima kasih untuk semua canda tawa yang sudah kau hadirkan
Untuk segala waktu yang kau luangkan untukku

Ingatlah
Teman yang baik dapat terpisah jarak dan waktu
Namun hati kita kan tetap satu
Itulah sahabat sejati.

(Via: penuliscilik.com)

 

Puisi Sahabat Lama

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Sahabat…
Sudah sekian lama kita berkawan
Sejak kita baru mengenal apa itu kata dan angka
Kita sama polosnya
Yang ku tahu hanya bermain dan bermain saat itu

Bertengkar adalah hal yang wajar
Bahkan sudah menjadi kebiasaan
Tanpa itu mungkin tiada warna
Dalam persahabatan kita

Karena itu, aku menyebutnya sahabat lama
Bukan berarti itu artinya persahabatan kita kadaluarsa
Namun, kau adalah kawan masa anak-anak dan dewasaku
Itulah karna kita sudah begitu lama berkawan
Bagaimanapun keadaannya

Bagaimana jika kita ulang masa itu lagi, sahabat
Telah lama kita tak bermain dan tertawa bersama
Karna jarak itu menghalangi kita
Untuk sering bersama

Kalaupun kini ada media whatsapp dan semacamnya
Itu takkan membuatku puas tuk bercengkarama denganmu
Sementara aku tau kita sama-sama terbatas waktu

 

Dulu

Dulu kita tak begini
Tapi kini kita seperti ini
Dulu kita tak berbeda
Tapi kini kita terbelah

Dulu kita tertawa tawa
Tapi kini kita selalu menangis
Dulu kita begitu bebas
Tapi kini kita terhempas

Dulu aku, kita dan dia
Dulu kita dan dia satu
Tapi kini kita tak menyatu lagi
Kabut hitam kini semakin beku

Semua telah berubah
Dulu hari ini dan esok
Dulu masih ada kedamaian untuk kita
Tapi kini semua kian berubah

Hari ini mulai ku rindukan
Kedamaian itu kembali dalam hati ku
Dan menyimpan nya selalu
Untuk hari esok

Karena dia kita begini
Karena dia puisi ini.

(By: Rahma Raichan)

 

Aku mau jadi sahabat kamu

Lontar kata menerawang tiada gema….
Centang prenangkan kelembutan hati..
Kelam mendung pun merintikkan pedih…
Adakah sahabat tuk berbagi….
Kulihat sinar di bayangmu hari ini…
Harapkan semua indah di warna pelangi…
Hadirmu kan membunuh hati beku yang sepi…
Bagiku kaulah mentari pagi.

 

Sahabat

Di relung hati ini terukir kenangan
Indah berdandan menhias hati
Ingin rasa tuk segera bercerita
Mengenang tentang seorang pribadi

Rentang waktu yang panjang mengawali
Terjalin jumpa tak disengaja
Canda tawa mengisi cerita warna
Tercipta janji satu jadi sahabat

Gumul juang lelah melewati hari-hari
Semua terasa seakan tak berarti
Sirna di kala ada di sampingmu
Dia telah menjadi sahabat seumur hidup.

(Margerietje Carla – Balikpapan, 21 April 2012)

 

Bagi Sahabat

Pagi ini sangat cerah sahabat
burung kecil asyik berkicau
dan lihatlah
matahari tersenyum lembut kepadamu
tidak ingatkah engkau sahabat
bahwa hari ini kita mesti sekolah?

hapuslah mimpi-mimpi kecilmu
cemara menggugurkan daunnya beberapa helai
yang berpacu dengan angin untuk sampai ke tanah
jalan masih jauh
yang harus kita tempuh dan kita jalani
semoga engkau sadar sahabat
bahwa pagi ini masih ada
setitik kecerahan bagimu.

(Taufiq Ismail, Kompas Th. XIII, 5 Mei 1978, hal. 5)

 

Puisi Sahabat Singkat

Puisi Sahabat Singkat

Puisi Sahabat Singkat

Kawan…
Lupakan tentang semua
Apapun masalahnya
Tentang hal buruk yang pernah ada

Lupakan tentang selisih antara kita
Sebab itu hal biasa
Jangan kau anggap itu pembeda
Pembeda yang memecahkan kita

Kawan…
Aku bukanlah kecil lagi
Ku yakin, begitupun engkau
Mari kita baikan kembali

Seperti semula
Mari kita bangun persaudaraan
Melalui sebuah persahabatan
Tanpa ada dendam antara kita

Kawan…
Mari kita buat ini pelajaran
Pelajaran akan makna kehidupan
Pun makna sejatinya persahabatan

Tiada yang lebih baik
Dan tiada yang lebih buruk
Antara kita
Karena harusnya kita saling melengkapi

 

Purnama Tanpa Akhir Cerita

Kuceritakan lagi tentang purnama
Suatu hari
Pernah kubayangkan sakitnya melihat purnama tersenyum lalu pergi menuju arah yang berlawanan

Tepat!
Dipermulaan bulan Dzulhijah
Purnama akan segera pergi
Dan kotak hitam yang mengapung itu akan terbawa ombak kehidupan
Hingga ia hilang tanpa arah yang pasti
Tidak ada akhir cerita.

Terima kasih kuucap untuk yang kesekian kali
Atas kesetiaanmu menemani menghiasi mimpi
Sampai aku terbangun kembali dan menyadari
Bahwa banyak nikmat Tuhan patut disyukuri.

Kuingatkan padamu, simpan baik-baik rahasia yang pernah kubisikkan dimalam itu..
Malam indah yang sinarmu begitu sempurna
Cerita kita tidak akan pernah berakhir, purnama
Karena purnama akan selalu ada pada setiap waktunya.

(By: Astrie Linda)

 

Sahabat

Tali perkenalan mengikat sahabat
tersimpul mati lagi erat
datang panas kita teduh berpayung
disimbah hujan rela basah
suka dan duka ditempuh bersama
itulah sahabat setia.

 

Sahabatku

Bagiku engkau adalah jiwaku
Senyummu adalah semangatku
Kata kata mu adalah penguat belulangku
Simpatimu adalah nafasku…

Pagiku cerah dengan tawamu
Siangku indah tak pernah kelabu
Malamku hangat dengan candamu
Mimpiku indah karenamu

Apakah engkau seorang malaikat?
Bertubuh manusia sejuta harkat
Karenamu aku bermatabat
Sungguh sejati engkau sahabat.

 

Puisi Sahabatku

Puisi Sahabatku

Puisi Sahabatku

“Sahabatku”
Sahabatku, saudaraku
Saudara kala di perantauan
Saudara sama sepernasiban
Mungkin nasiblah yang mempertemukan

Sahabatku…
Kawanku, biarlah relasi kita ini tetap menjadi saudara
Hingga ajal tiba
Walau kita tak satu rahim yang sama

Sahabatku…
Kita adalah saudara seperjuangan
Saudara sekebangsaan
Kita sama-sama punya sebuah impian

Kalaupun itu kita harus menggapai impian
Dengan perpisahan
Ku yakin kita tetap tak kan merenggang
Kita saling kabar, sahabat.

 

Tak Lekang oleh Waktu

Diawali dari perkenalan
Tersusun menjadi keakraban
Mengisi hari-hari penuh makna
Terjalin persahabatan antara kita

Hari-hari kian berlalu
Walaupun aku dan kamu hanya sebatas waktu
Kita telah ukir sebuah persahabatan
Melangkah dalam satu rasa, suka maupun duka

Telah berlembar-lembar cerita kita torehkan
Berbaur dalam persahabatan yang indah
Kamu begitu mengerti apa mau dan maksudku
Sahabat… kaulah teman dalam hidupku
Tak pernah membenci menyakiti
Tak pernah pula berhenti memberi motivasi

Sahabat…
Waktu telah bergulir
Tali persahabatan telah kita rajut
Bersama kita semaikan bunga-bunga di hati
Dalam hasrat ini,dan dalam angan ini
dan dalam asa mimpi ini
Hanya satu kuingin, hati kita sama
Di dalam satu kalimat, bahwa aku dan kamu

“Tak lekang oleh waktu”

(By: Catur Setianingsih)

 

Motivator Sejati

Sang sahabat utusan Tuhan
Ajakan dan nasihat yang kau beri
Jadikannya sosok yang berarti
Guna dewasaku di masa depan

Motivator sejati…
Kau beri penataran ciptakan solusi
dari perangkap kehidupan yang membelenggu pemikiran
jadikan diri ini seputih melati
Semangat motivasi yang tak pernah berhenti
Dari pengalaman yang kau beri
Ikhlas dan tulus arahanmu
Tuk raih tujuan hidupku

Motivator sejati…
Janganlah kau pergi
Dari kehidupanku ini
Tinggalkan ku sendiri
Urai muslihat berduri
Dalam sepinya ide yang kumiliki.

 

Puisi Sahabat Ceria

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Mari kita bermain, sahabat
Permainan apapun itu
Permainan yang ceria
Permainan yang bisa mendekatkan kita lebih

Mari kita bercurhat, sahabat
Ceritalah tentang apapun itu
Aku kan mendengarkannya
Begitupun aku kan bercerita tentang apapun
Mari kita lakukan bersama

Mari kita bercanda, sahabat
Topik apapun itu
Apa kau sudah menyiapkannya?
Akupun sudah, dan mari kita mulai bercandanya

Agar kita tertawa
Agar kita bahagia
Agar kita sama-sama merasa tak sendirian
Karna kita bersama

Mari kita lukis impian
Pasti kau dan aku berbeda
Aku kan mewujudkan asaku, demikian kau
Sepakat, ya kita kan berpisah tuk sementara

 

Tiada Lupakan Ia

Siapa tak kenal pendamping setia
Selalu ada untuk kita, saat suka atau duka
Siapa tak tahu perbuatan haru
Seorang penyeru ,dengan isi hati yang syahdu
Siapa tak senang melihat semua riang
Bahagia selalu ,meski saat saat tertentu
Duka bisa datang beribu.

Sahabat…

Itulah dia pendamping setiaku
Seseorang yang menjaga harkat martabat
Teman akrab sepanjang masa
Sahabatlah dermawan dermawan tanpa uang.

Tanpa ragu tanpa paksaan
Kau datang, masuk kedalam perasaan
Kau sirami hatiku yang layu
Jadikan diri ini segar kembali.

 

Sahabat Itu…

Selalu hadir dalam kehidupan kita
Baik itu senang atau susah
Tak perlu berkata ia pasti mendengar
Semua cerita akan tercampur dengan bumbu kisahnya
Menegur kala kita salah mengambil langkah
Menyokong kala kita mengangkat satu keputusan
Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan
Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi

Dan,
Selalu seperti itu hingga takdir memisahkan.

(By: Psycho)

 

Puisi Sahabat Menyentuh Hati

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Tak mudah untuk mengungkapkannya dengan kata
Mungkin ini akan begitu melelahkan
Ini begitu membosankan
Bahkan, mungkin begitu menjengkelkan

Tubuh ini seolah beku bagai bongkahan salju
Dan entah kapan mencairnya itu
Benar sahabat,
Semua itu seolah sinar lampu
Di depan panggung yang tiada penonton
Menerangi diri ini kala dalam kegelapan

Bisu, ku terdiam
Tanpa senyum ataupun air mata
Bagiku ini begitu menyedihkan

Tetapi, mari kita ingat bersama, sahabat…
Kau tak sendiri,
Kau tak pernah dan tak akan berdiri sendiri
Begitupun aku

Jika ingin pun perlu
Biarlah air matamu jatuh
Biarlah mulutmu berteriak keras kala hatimu memanas
Itu lebih baik bagiku
Dari pada aku harus melihat kau terdiam kaku
Seolah seorang tanpa dialog

 

Bintang untuk Sahabat

Malam nan suci dan sepi,
Menarikku untuk keluar dari rumah.
Kupandangi Langit malam.
Ternyata bertaburkan Bintang yang tak terhitung jumlahnya.

Andaikan ku seorang bidadari,
Akan kubawa diriku dan sahabatku untuk menari diatas sana.

Kuraih sebuah bintang terindah,
dan kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu menemaniku.

(By: Siti Halimah)

 

Sahabat

Sahabat…
Yah sahabat…
Kau adalah sosok yang kucari

Meski kau tak peduli akan hatiku
Meski kau tak pernah melihat deritaku
Meski kau tak tahu akan keterpurukanku

Namun kau adalah sahabat
Yang selalu melukiskan senyum di hatiku
Menggoreskan seribu asa dibenakku

Kau adalah sahabat
Yang slalu menolongku saat aku terjatuh
Menorehkan sejuta inspirasi dalam ilusiku
Kau adalah sahabat
Meski wajah tak pernah bertatap
Meski tangan tak pernah bejabat
Kaulah yang terbaik dalam hidupku.

 

Puisi Sahabat Tersayang

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

Bergandeng tangan
Kemanapun kita berjalan
Berjalan menyusuri lorong kecil pun jalanan besar
Tak pernah sekalipun menyerah
Tuk sampai sebuah tujuan

Erat sungguh kala itu
Kau pegang tanganku
Begitupun aku
Memoriku masih ingat betul
Kala itu kita masih begitu polosnya

Berjalan tak peduli itu duri,
hutan lebat, ataupun berliku
Kita terjang begitu saja
Akupun tak takut apapun itu
Karna aku tak sendiri

Ada kamu sahabatku…
Aku percaya padamu
Menyusuri jalan yang berliku
Mengambil keputusan tanpa pemikiran panjang

Berjalan dan berlari
Dengan begitu yakinnya
Tak peduli hujan pun gelap malam
Teringat pada tujuan nan jauh di sana
Demi itu saja

Dan kini kita telah sampai, sahabat
Lakukan apa yang kau impikan
Akupun demikian
Mari kita lukis kembali perjalanan hidup
Di tanah rantauan ini.

 

Rindu Sahabat

Di kala malam datang
Di saat itulah aku selalu merindukanmu
Kamu yang dulu selalu bersamaku
Kini kau telah jauh di negeri orang
Kita terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh.

Andai kau tau
Aku di sini selalu merindumu
Aku rindu pada sosok dirimu yang begitu ceria
Entah gimana keadaanmu sekarang.

Hanya potret gambarmu yang bisa menepis rindu ini
Kau adalah sahabat terbaikku
Jangan lupakan aku
Walau raga kita jauh, tetapi kita tetap satu tujuan.

(By: Verrenika Asmarantaka)

 

Teruntuk Sahabat

Layaknya lilin di tengah gulita
menyiramkan cahaya dalam kegelapan
Seperti mentari di pagi buta
menghantarkan sinar kehangatan, mengusir kebekuan
Bagaikan bintang yang mewarnai malam
yang tak membiarkan rembulan mengangkasa tanpa teman
membawa keceriaan dan kesetiaan

Bersamamu…
Melalui hari-hari yang penuh liku
Bergenggaman erat menepis gundah dan nestapa
Berbagi kisah…
Tentang cita-cita namun bukanlah angan belaka
Tentang cinta yang membuncah namun tertahan di dalam jiwa
Tentang harapan yang hendak digapai di masa datang
Tentang kegagalan yang hampir meremukkan keyakinan

Sahabat…
Kita bersama dalam suka maupun duka
Saling mengingatkan di tengah canda
Aku berharap dan berdoa…
Kita kan terus melangkah bersama
Menggapai ridho dan cinta-Nya
Meski jarak membentang di antara kita
Tak kubiarkan meluluhkan benang kasih yang telah tercipta

Sahabat…
Terima kasih untuk segalanya
Dan biarkanlah kisah kita terus terangkai
Kini, esok, hingga masa depan
Aku bangga dapati Dirimu seadanya
Kupikir, pantaslah dirimu kutemani
Aku bahagia, Sungguh ingin terurai Kata

Kaulah sahabatku…
Bila hari-harimu tertimpa Bahaya,
Kudoakan Kasih Bagimu
Bila hari-harimu dilanda duka,
Kudoakan Harapan Bagimu
Bila HAri-harimu Barlarut ceria,
Kudoakan Damai bagimu
Selama matahari masih terbit dan terbenam,
Selama panas dan hujan masih silih Berganti,
Selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya,

Akulah sahabatmu…
Biarpun kita tak mungkin bersama
Sendiri kan kurangkai karsa
Sendiri kan kususun cerita
Berjalan terus menggapai cita
Dalam satu asa dan doa
Bahagia menyertaimu selamanya.

(Oleh: Distryadeanis)

 

Puisi Sahabat Bahasa Inggris

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

“Friendship”
By: Henry David Thoreau

I think a while of love,
And while I think,
Love is to me a world
Sole meat and sweetest drink
And close connecting link
Tween heaven and earth

I only know it is, not how or why
My greatest happiness
However hard I try
Not if were to died
Can I am explaining

I fain would ask to my friend ,
How it can be,
But when the times arrives
Then love is more lovely
Than anything to me
So, I am dumb

For if the truth were known,
Love cannot speak,
But only does and things
Though surely out twill leak
Without the help of Greek
Or any tongue

A man may love the truth,
And practice it
Beauty he may admire,
Goodness not omit
As much as may befit
To reverence

But only when these three together meet
As they always incline
Make one soul the seat
And favorite retreat, of loveliness

When under kinden shape,
Like loves and hates
A kindred nature
Proclaim us to be mates,
Exposed to equal fates
Eternally

Each may other help,
And service do
Drawing loves’s bands more tight
Service he neer shall rue
While one and one mak two
And two are one

In such case only doth man fully prove
Fully as man can do
What power there is in love
His inmost soul to move
Resistlessly

 

Puisi Sahabat Bahasa Inggris dan Artinya

Puisi Sahabat

Puisi Sahabat

 

A friend is a treasure
Someone who we turn to
Some who fills our lives, with beauty, and grace

A friend is always there
Someone, where I look up to
Someone, where I talk to
Someone, where I run to then I have the problems

Friend….
He is always listen my voice heart
He is always know my secrets
He is never stops believing in my evens

Really, he is a best friend
I don’t forget our moment when together
Because he is always there for me
And I wanna thank you all everything

Artinya:

Teman adalah sebuah harta
Seorang yang menjadi tempat kita kembali
Seorang yang telah mengisi hidup kita
dengan kebahagiaan dan kasih sayang

Seorang teman tetap selalu ada
Orang, sebagai tempatku
Seseorang tempatku bertanya
Seseorang tempatku lari kala aku sedang ada masalah

Teman…
Dia selalu mendengarkan suara hatiku
Dia selalu tau tentang rahasiaku
Dia tak pernah berhenti percaya padaku

Sungguh, dia adalah sahabat terbaik
Aku takkan pernah lupa saat-saat kita bersama
Karna dia selalu ada
Dan ku ingin mengucapkan terimakasih atas semuanya

 

Puisi Sahabat Karya Chairil Anwar

Puisi Sahabat Karya Chairil Anwar

Puisi Sahabat Karya Chairil Anwar

“Kepada Kawan”

Sebelum ajal mendekat dan berkhianat
Mencengkam dari belakang ketika kita tak melihat
Selama masih bergelombang dalam darah serta rasa
Belum bertugas kecewa dan gentar belum ada

Tidak lupa tiba-tiba bisa malam terbenam
Layar merah terkibar hilang dalam kelam
Kawan, mari kita putuskan kini di sini
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!

Jadi…
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan
Tembus jelajah dunia ini dan baikkan
Peluk kecup perempuan, tinggalkan kalau merayu

Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam.

Dan…
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat
Tak minta ampun atas segala dosa
Tak memberi pamit pada siapa saja!

Jadi…
Mari kita putuskan sekali lagi
Ajal yang menarik kita kan merasa angkasa sepi
Sekali lagi kawan, sebaris lagi
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!

“Kawanku dan Aku”

Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan menghancur badan
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan

Darahku mengental pekat
Aku tumpah padat
Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali,
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti

 

Puisi Sahabat Karya Kahlil Gibran

Puisi Sahabat Karya Kahlil Gibran

Puisi Sahabat Karya Kahlil Gibran

Sahabatmu adalah jawaban dari kebutuhanmu
Ia adalah lading yang kau tebar
dengan cinta dank au panen juga

Dia adalah papan dari perapianmu
Karena kau datang padanya dengan rasa laparmu
Dan kau mencarinya untuk kedamaian

Ketika temanmu membicarakan pikirannya,
Kau tak takut “tidak”
Dalam pikiranmu sendiri, atau menarik “ya”
Dan ketika ia diam,
Hatimu berharap tidak akan mendengarkan hatinya

Karena tanpa kata-kata
Dalam persahabatan
Semua pikiran, semua harapan
Semua keinginan dilahirkan dan diserakkan
Dengan kebahagiaan yang tak terkatakan

Kala kau berpisah dengan sahabatmu
Kau tidak menderita
Karena yang kau cintainya mungkin kan terlihat lebih jelas
Kalau dia tak ada,
Seperti gunung yang terlihat lebih jelas dari gurun pasir

Dan biarkan tak ada tujuan
Dalam persahabatan menyimpan semangat yang salam
Karena cinta yang tidak mencari apapun
Kecuali penyingkapan misterinya

Bukanlah cinta yang sebenarnya
Melainkan sebuah jaring
Dan hanya kesia-siaan yang berhasil ditangkap

Kala ia harus tau tentang ombakmu
Birakan ia tau tentang banjir-banjirmu jua
Untuk apa seorang sahabat harus kau cari
Dengan waktu yang kau bunuh?

Carilah dia selalu dengan waktu untuk hidup
Karena dia ada untuk memenuhi kebutuhanmu
Tetapi bukan kekosonganmu
Dan dalam manisnya persahabatan,
Biarkan ada tawa dan kebahagiaan

 

Puisi Sahabat Karya Gus Mus

Puisi Sahabat Karya Gus Mus

Puisi Sahabat Karya Gus Mus

“Selamat Tahun Baru Kawan”
Kawan, sudah tahun baru lagi
Belum juga tibakah saatnya kita
Menunduk memandang diri sendiri
Bercermin firman Tuhan sebelum kita dihisab-nya

Kawan, siapakah kita ini sebenarnya?
Muslimkah, mukminin, muttaqin,
Khalifah Allah, umat Muhammadkah kita?
Khairul ummatinkah kita?

Atau kita sama saja dengan makhluk lain
Atau bahkan lebih rendah lagi
Hanya budak perut dan kelamin
Iman kita kepada Allah dan yang ghaib
Rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan

Lebih pipih dari kain rok perempuan
Betapapun tersiksa, kita khusyuk di depan masa
Dan tiba-tiba buas dan binal di saat sendiri bersama-Nya

Syahadat kita rasanya lebih buruk dari bunyi bedug
Atau pernyataan setia pegawai rendahan saja
Kosong tak berdaya

Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam ibu-ibu
Lebih cepat dari pda menghirup kopi
Panas dan lebih ramai daripada lamunan seribu anak pemuda
Doa kita sesudahnya justru lebih serius,
Memohon enak di dunia dan bahagia di akhirat

Puasa kitarasanya sekedar mengubah jadwal makan dan minum
Dan saat istirahat, tanpa menggeser acara buat syahwat
Ketika datang rasa lapar atau haus

Kita manggut-manggut,
Oh…beginikah rasanya
Dan kita sudah merasa memikirkan
saudara-saudara kita yang melarat

Zakat kita jauh lebih berat terasa
dibanding tukang becak melepas penghasilannya
Untuk kupon undian yang sia-sia

Kalaupun keluarkan,
harapanpun tanpa ukuran upaya Tuhan
menggantinya lipat ganda

Haji kita tak ubahnya tamasya menghibur diri
Mencari pengalaman spiritual dan material
Membuang uang kacil dan dosa besar

kemudian pulang membawa label suci asli made in Saudi “Haji”
Kawan, lalu bagaimana
dan seberapa lama kita justru sibuk menjalankan
tugas mengatur bumi seisinya
menyiasati dunia khalifahnya

Kawan, tak terasa kita semakin pintar
Mungkin kedudukan kita sebagai khalifah
Mempercepat proses kematangan kita
Paling tidak kita semakin pintar berdalih

Kita memperkosa alam dan lingkungan
Demi ilmu pengetahuan
Kita berkelahi demi menegakkan kebenaran,
Mengacau dan menipu demi keselamatan

Memukul, mencaci demi pendidikan
Berbuat semaunya demi kemerdekaan
Tak berbuat apa-apa demi ketenteraman
Membiarkan kemungkaran demi kedamaian
Pendek kata demi semua yang baik
Halallah sampai yang tidak baik

Lalu bagaimana para cendekiawan,
Seniman, mbaligh, dan kiai sebagai penyambung lidah Nabi
Jangan ganggu mereka

Para cendekiawan sedang memikirkan segalanya
Para seniman sedang merenungkan apa saja
Para mubaligh sedang sibuk berteriak kemana-mana
Para kiai sibuk berfatwa dan berdoa

Para pemimpin sedang mengatur semuanya
Biarkan mereka di atas sana
Menikmati dan meratapi nasib
Dan persoalan mereka sendiri

 

Puisi Sahabat Ajip Rosidi

Puisi Sahabat Karya Ajip Rosidi

Puisi Sahabat Karya Ajip Rosidi

“Kepada Kawan”
Apa sih kiranya yang mau kau cari?
Maka kau terjang segala penghalang
Dan kau abaikan segala nilai
Asal kau sendiri menang?

Apa sih kiranya yang mau kau dapat?
Maka kau tinggalkan semua sahabat
Pun orang di sekelilingmu
Kau anyam rapat pagar curiga
Kau kira di mana kau kan tiba
Bila hari sudah senja?

Ternyata taka da tarian gemulai
Ataupun suara gamelan mengalun permai
Kemenangan-kemenanganmu selama ini
Telah melontarkanmu pada langit hampa

 

Puisi Sahabat Karya Idrus Tintin

Puisi Sahabat Karya Idrus Tintin

Puisi Sahabat Karya Idrus Tintin

“Sahabat”

Dari perca
Ku bangun sebuah persahabatan lama
Lebih lama dari layaknya orang bersahabat
Dibuhul mufakat saling mengerti
Benar-benar bersahabat pada titik atau koma

Kamipun membuat lukisan bersama sebagai pernyataan
Wajah kami, wajah perca
Hari dan waktu bertimpa
Lukisan guram kehidupan selesai juga

Namun wajah itu entah kemana arahnya?
Tak tentu letak
Saling tak bersua wajah kita
Asyik mencari kita jadinya
Terus mencari kerinduan-kerinduan kita yang makin panjang

 

Puisi Sahabat Karya Wiji Thukul

Puisi Sahabat Karya Wiji Thukul

Puisi Sahabat Karya Wiji Thukul

 

“Sehari Saja Kawan”

Satu kawan bawa tiga kawan
Masing-masing menggandeng lima kawan
Sudah berapa kita punya kawan

Satu kawan bawa tiga kawan
Masing-masing bawa lima kawan
Kalau kita satu pabrik bayangkan kawan

Kalau kita satu hati kawan
Satu tuntutan bersatu suara
Satu pabrik satu kekuatan
Kita tak mimpi, kawan.

Kalau satu pabrik bersatu hati
Mogok dengan seratus poster
Tiga hari tiga malam
Kenapa tidak kawan?

Kalau kita satu pabrik satu serikat buruh
Bersatu hati
Mogok bersama sepuluh daerah
Sehari saja kawan
Sehari saja kawan

Sehari saja kawan
Kalau kita berjuta-juta
Bersatu hati mogok
Maka kapas tetap terwujud kapas
Karena mesin pintal kan mati

Kapas kan tetap berwujud kapas
Tak akan berwujud menjadi kain
Serupa pelangi pabrik akan lumpuh, mati

Juga jalan-jalan
Anak-anak tak pergi sekolah
Karena tak ada bis
Langitpun kan sunyi
Karena mesin pesawat terbang tak berputar
Karena lapangan terbang lumpuh mati

Sehari saja kawan
Kalau kita mogok kerja
Dan menyanyi dalam satu barisan
Sehari saja kawan
Kapitalis pasti kelabakan

 

Puisi Sahabat Karya Agam Wispi

Puisi Sahabat Karya Agam Wispi

Puisi Sahabat Karya Agam Wispi

“Sahabat”

Dua kali dimamah maut
Oleh cinta hidup tertambat
Baru berarti mereguk hidup
Jika derita duka sahabat

Puisi Sahabat Karya Djamil Suherman

Puisi Sahabat Karya Djamil Suherman

Puisi Sahabat Karya Djamil Suherman

“Persahabatan”

Kita pada hakekatnya dilahirkan satu nama
Penderitaan dan kesetiaan
Tarikan tali nasib
Menyeretku mengenai takdir

Sebabnya, mari kita berbimbing tangan
Fajar gemilang di depan
Kita adalah orang-orang merdeka
Mengetahui betapa kebenaran ditempa
Meski dalam dunia yang terpisah

 

Puisi Sahabat Karya W.S Rendra

Puisi Sahabat Karya W.S Rendra

Puisi Sahabat Karya W.S Rendra

“Rindu Sahabat”

Malam yang sunyi ini
Kini ku sendiri
Tanpa ada sahabat saat ini
Namun ku hadapi semua rintangan ini
Walau hatiku sepi taka da yang menemani

Hari demi hari yang kulewati
Kini kau telah pergi meninggalkanku sendiri
Pergi jauh merantau ke negeri orang
Ku harap kau tak melupakanku

Aku merindukanmu, oh sahabat
Ku harap engkau kembali lagi ke sini
Aku ingin kita bersama lagi
Berkumpul tuk hadapi hari hari
Hanya potret dirimuah
Yang bisa obati rinduku kini
Ku mohon sahabat, datanglah kembali lagi

Dimalam sepi ini, ku merasa seakan ku tidak berdaya
Aku perlu sahabat yang dapat temani malam sepiku ini
Aku rindu sosok dirimu yang begitu ceria
Aku berharap bisa bertemu dirimu lagi

Nah, itulah beberapa Contoh Puisi Sahabat yang dapat Anda jadikan sebagai referensi kalian dan sebuah ungkapan untuk sahabat terbaik. Puisi Sahabat ini meliputi, Puisi Sahabat Sejati, Puisi Sahabat Singkat, Puisi Sahabatku, Puisi Sahabat Terbaik, Puisi Sahabat Pendek. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Puisi Sahabat

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply