10
1844

25+ Puisi Sekolah Yang Penuh Makna & Menginspirasi (Rekomended)

loading...

Puisi Sekolah – sekolah merupakan lembaga pendidikan yang sifatnya formal, non formal, dan informal, dimana pendiriannya diusahakan oleh negara ataupun swasta dengan tujuan untuk memberikan pengajaran, mengelola, dan mendidik para murid menggunakan bimbingan yang diberikan oleh para pendidik ataupun guru. Berikut ini adalah beberapa Contoh Puisi Sekolah.

Puisi Sekolah

Puisi Sekolah

Puisi Sekolah

Apa Kabar Pendidikan Negeriku

Dian Hartati

Sampai kini saya tidak tahu
Apakah titel sarjana nan dibangga-banggakan ayahku dulu
Dapat menyambung lambungku, istriku dan anak-anakku
Tujuh Belas tahun sudah segudang uang di lumbung keringat ayah-ibuku
Kuhabiskan di meja pendidikan
Namun saya tetap tidak mampu memberi anak-anakku sesuap makan

Tujuh belas tahun telah kuhabiskan waktuku diruang gerah sekolah dan kuliah
Namun tidak memberiku otak brilian dan keterampilan nan sepadan
Aku hanya terampil menyontek garapan temanku
Aku hanya terampil membajak dan mencontoh karya negeri orang

Aku terampil mencuri ide-ide bukannya mencipta
Apa kabar pendidikan negeriku
Adakah kini kau sudah berbenah
Sehingga anak cucuku akan dapat merasai sekolah dan indah

loading...

Dan masa depan nan cerah?

 

Pesan Dari Guru

Dengan tertatih-tatih
ku kayuh sepeda tua itu
dengan nafas terengah-engah
ku sandarkan di pagar tua

Anakku, aku datang
tak bawa mobil mewah
tak bawa rupiah

Tapi aku punya cinta
cintaku begitu besar
lebih dari sepeda tua itu
tahukah kau
aku sangat menyayangimu

Ini daerah terpencil
tapi jangan kau berpikiran kerdil

Bangkitlah …
Berjuanglah …

Kau harus bisa taklukkan
gedung-gedung pencakar langit itu
hancurkan kebodohanmu

Bangkit dari tidurmu
raih mimpi
gapai prestasi

Aku hanya orang tua
yang tak berarti apa-apa
tapi aku punya cinta

Cinta untukmu begitu besar
lebih dari sepeda tua itu

 

Tak Mau Jadi Orang Bodoh

Seorang anak kecil
Berjalan dengan kaki telanjang
Menapaki jalan berbatu
Terasa sakit menusuk kaki

loading...

Aku ini juga manusia
Yang punya nyawa
Sama sepertimu
Yang punya rasa
Sama sepertimu

Tapi kau tak punya hati
Kau punya mata
Tapi tak melihat
Kau punya telinga
Tapi tak mendengar
Kau punya segalanya
Tapi tak merasa

Lihat dirimu
Uang kau hambur-hamburkan
Lari dari gudang ilmu
Tak kau ingat begitu banyak tetesan peluh
Dan air mata yang membasahi tubuh itu

Aku beda dengan kau
Aku tak punya sepertimu
Tapi aku tak mau jadi orang bodoh sepertimu
Aku ingin punya banyak ilmu
Aku adalah aku
Bukan kau

 

Harapan Yang Kandas

Aku berjalan menyusuri jalan setapak,
pada sebuah pemukiman
tempat sejumlah anak bangsa
berteduh dari rintikan air hujan
mencoba menghindar dari terik panasnya matahari
tempat yang sering mereka sebut ‘Rumah’

Saat aku berjalan,
ku lihat anak bangsa
dengan seragam kumuh yang dikena
tanpa alas kaki yang melindungi
membuat kakinya tidak jarang terkotori cipratan lumpur disisi jalan
tapi semangatnya menuntut ilmu,
seperti api yang menyala-nyala
dan takkan pernah padam

Aku kembali berjalan,
sesaat ku dengar rintihan anak bangsa
“Ibu, Bapa, Aku ingin sekolah seperti mereka. Aku pun punya impian, harapan dan masa depan,” rintihnya.
tapi apa daya, kedua orangtuanya hanya mampu diam seribu bahasa

Pemimpinku, Pemerintahku,
apa kalian tak melihat?
kesusahan menyelimuti anak bangsa
apa kalian juga tak mendengar?
rintihan anak bangsa yang haus akan pendidikan
apa mungkin kalian terlalu sibuk?
terlalu sibuk memanjakan harta
dan terlalu sibuk bermain dengan uang-uang kalian

Atau mungkin kalian lupa?
tiap kali janji manis kau ucapkan
di depan ribuan pasang mata yang menyaksikan

Tak ingatkah kalian, wahai para petinggi negara?
anak bangsa bagian dari rakyat
karena rakyat kalian memimpin
karena rakyat kalian jadi pemimpin
walau hanya satu suara dan satu kepercayaan dari tiap rakyat
tak sadarkah kalian, ‘satu’ pun bermakna
karena takkan ada ‘seribu’ tanpa ‘satu’

Pemimpinku, Pemerintahku,
tak sadarkah?
rakyat telah pertaruhkan segalanya
dari impian, harapan, hingga masa depan
tapi apa balasan dari tiap ‘satu’ suara dan ‘satu’ kepercayaan yang rakyat pertaruhkan?
hanya sebatas tipuan dan angan-angan yang nampak ‘mustahil, jadi kenyataan

Aku hanya berharap
suatu saat, negeri ini
negeri yang kini padam
kan kembali terang benderang

 

Jangan Malas Membaca

Sesobek kertas sudah diberikan
seuntai tulisan pula berada di dalamnya
duhai anak yang malang
mengapa engkau diam saja?

Mengapa kertas itu cuma kau simpan?
sungguh tidak sedikit angan-angan terpendam
ilmu maha luas sudah tertuliskan
tapi sayang kau enggan membaca

Dunia demikian luas ilmu pula demikian terbentang
sungguh dunia sudah bicara,
kau mau tahu isiku?
kau mau mengerti apa menyangkut dunia ini?

Malang beribu malang kau enggan membaca
duhai anak yang malang
bangkitlah kini
pengetahuan luas sudah menantimu
lawanlah jiwa kotormu itu
tuk mencapai impianmu

 

Puisi Sekolahku

Puisi Sekolahku

Puisi Sekolahku

 Sekolahku

Tempat dimana aku mencari ilmu
Tempat tinggal keduaku setelah rumah
Tempat dimana aku diajarkan
Tentang berbagai macam kehidupan

Setelah aku berada di sekolah
Semua masalah yang ada dirumah
Akan hilang disekolah
Sekolah membuatku nyaman

Sekolah mempertemukan aku
Kepada keluarga keduaku
Guruku sebagai orang tuaku
Temanku sebagai saudaraku

Sekolah selalu membuatku tersenyum
Sekolah adalah tempat paling ku sukai
Sekolah membuat ku menjadi
Orang yang selalu bahagia
Dan orang yang tak pernah
Merasa kesepian

Di sekolah aku selalu merasa senang
Di sekolah aku selalu merasa tenang
Di sekolah aku tidak pernah merasa bosan
Sekolahku adalah rumahku

 

Puisi Sekolahku 4 Bait

Puisi Sekolah

Puisi Sekolah

Guruku Pahlawanku

Cindy Agustin

Sinar pagi yang cerah..
membuat aku bergegas untuk berangkat sekolah
sungguh senang hari ini
demi mendapat ilmu
aku rela berjalan kaki
untuk meraih suksesku

Gurulah yang memberiku ilmu
Gurulah yang menyemangatiku
Gurulah yang membimbingku

Tanpa ilmu aku takkan sukses
tidak ada guru tidak ada pula ilmu

Terima kasih guru
kaulah guru terhebat bagiku
kaulah pahlawanku
pahlawan tanpa tanda jasa

Jika suatu saat nanti aku sudah menjadi sepertimu
aku akan memberikan ilmu yang kau berikan kepada ku
untuk mereka yang membutuhkanku
Guru jasamu akan selalu kukenang

 

Pahlawan Pendidikan

Jika dunia kami yang dulu kosong
tak pernah kau isi
mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana
tapi kini dunia kami penuh warna

Dengan goresan garis-garis, juga kata
yang dulu hanya jadi mimpi
kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
itu karena kau yang mengajarkan
tentang mana warna yang indah
tentang garis yang harus dilukis
juga tentang kata yang harus dibaca

Terimakasih guruku dari hatiku
untuk semua pejuang pendidikan
dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
dengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubah

Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
hanya ucapan terakhir dari mulutku
dihari pendidikan nasional ini
gempitakanlah selalu jiwamu wahai pejuang pendidikan Indonesia

 

Puisi Sekolahku Tercinta

Puisi Sekolah

Puisi Sekolah

Ibu Guruku Tersayang

Ibu Guru
kau yang telah mendidikku
kau yang telah menasehati ku
dalam keadaan bingung

Ibu Guru
engkau adalah pahlawanku
engkau bagaikan penyelamatku
engkau tulus mengajariku

Ibu Guru
terima kasih atas semua jasamu
aku sayang padamu
seperti kau menyayangiku

 

Taman Ilmu

Karya Nur Wachid

Musim kemarau panas berkepanjangan
Musim penghujan hujan berdatangan
Itulah hebatnya dirimu

Panas hujan tetap untuk kau berdiri
Kau hanya tumpukan bata merah

Tulang mu hanya dari besi

Seindah dirimu namamu sama
Seburuk bentukmu tidak kurangi gunamu
Kaulah taman kehidupan
Tempat tertanam berjuta ilmu

Bunga merekah terlahir darimu
Hiruk pikuk pendidikan tertelan olehmu
Tanpamu semua tampak bodoh

Alangkah indahnya¡­.
Jika dirimu berdiri dimana-mana
Tanpa ada beda di desa dan kota

Sayangnya kau bukan manusia
Kakimu tertanam di bumi
Tak bisa jalan kemana-mana

 

Waktu Yang Kusesali

Oleh Robiatul Adawiyah

Begitu cepat waktu berlalu
Tak terasa perjumpaan ku sudah berlalu
Sangat cepat ,Sangat menyesal ,Sangat kecewa

Teringat dalam Memori yang lalu
Menangis mengingat masa-masa yang lalu
Melukiskan canda tawa & kebahagiaan bersamamu

Sepanjang waktu berlalu
Kenapa kami baru menaruh perhatian pada Guru
Saat Guru tetah tiada
Karena di panggil oleh Sang Maha Kuasa

Begitu kejamnya kami melupakan jasa mu
Maafkan kami guru
Yang telah menggoreskan tinta hitam,di dalam hidupmu
Andaikan waktu dapat terulang
Kami berjanji akan memberikan yang terbaik bagimu

Tangisan kami hanya untukmu
Saat kami tak mengerti,
Guru yang akan menjelaskannya
Saat kami membuat kesalahan,
Guru yang menasihatinya
Saat kami mengingatmu,
Kau telah tiada

Jasamu kan abadi bersemayam di hati kami
Begitu besar perhatianmu pada kami
Yang selama ini menyusahkanmu
Hanya kata TERIMA KASIH & MAAF untuk Mu

 

Ayo membaca

Karya Abdul Jalil

Sesobek kertas telah diberikan
Seuntai tulisan juga berada di dalamnya

Duhai nak nan malang
Kenapa engkau diam saja?
Kenapa kertas itu hanya kau simpan?

Sungguh banyak asa terpendam
Ilmu maha luas telah tertuliskan
Namun sayang kau malas membaca

Dunia begitu luas ilmu pun begitu terbentang
Sungguh global telah berkata,
Kau ingin tahu isiku?
Kau ingin mengeri apa tentang global ini?

Malang beribu malang kau malas membaca
Duhai anak nan malang

Bangkitlah sekarang
Wawasan luas telah menantimu
Lawanlah jiawa kotormu itu

Tuk mencapai impianmu

 

Puisi Sekolahku Yang Indah

Puisi Sekolah

Puisi Sekolah

 

Pahlawan Kehidupan

Karya: Nur Wachid

Ku lihat kau berbuat
Ku dengar kau berbicara
Ku rasakan kau merasakan
Mata binar tak khayal menjadi panutan
Sejuk terasa haluan kata ¨C katamu
Menjadi sugesti pada diri kami
Hingga jiwa ini tak sanggup berlari
Menjauhi jalan hakiki
Lelah dirimu tak kau risaukan
Hiruk pikuk kehidupan mengharu biru
Itu jasa tentang pengabdian
Bukan jasa tentang perekonomian
Semangatmu menjadi penghidupan
Untuk kami menjalani kehidupan
Jangan pernah kau bosan
Jadi haluan panutan
Meski pertiwi dalam kesengsaraan
Kaulah pelita cahaya kehidupan
Terima kasih untukmu
Sang pahlawan kehidupan

 

Penolong Dalam Kegelapan (Guru)

Oleh Muhammad Hafiz Nur

Sosok yang tanpa mengenal lelah .
Sosok yang menindas perlakuan kasar yang dkeluarkan siswa-siswi kepadanya .
Sosok yang berlangkah tegap dan tegas meskipun kening dan pipi mereka sudah mulai
memancarkan kekusutan dari raut wajahnya .

Wahai guruku ..
Kau telah memberi warna pelangi didalam kehidupan kami.
7 warna yang telah berkumpul menjadi satu paduan .
7 kesempurnaan yang telah kau berikan untuk bekal kami kelak dimasa yang akan datang

Kau mengajarkan yang Awal mulanya kami tidak mengenal huruf abjad sampai kami bisa menjadi orang-orang yang kalian harapkan , orang-orang yang sukses dan orang-orang yang telah menyandang gelar terhormat seperti kalian bahkan akan lebih dari pada itu .

Guru ..
Maafkan kami yang telah berbuat kesalahan kepada kalian .
Dari hal yang sekecil debu yang tak terlihat bahkan sampai kesalahan yang besar yang bisa terlihat dengan mata kasar .

Tak banyak serumpun do¡¯a yang kami panjatkan .
Semoga kalian guru-guru kami tetap sabar dalam membina dan mendidik kami dan menjadi lah PAHLAWAN tanpa tanda jasa dan mengajar tanpa mengenal kata LELAH .

Kami sayang kalian bapak dan ibu guru kami yang tercinta .

 

Buku

Oleh Erni Ristyanti

Buku
Kau adalah sumber ilmu
Dimana aku belajar dan membaca
Dari aku tak tahu sampai tahu

Buku
Kau adalah jendela ilmu
Jendela menuju kehidupan yang lebih sukses
Menuju kehidupan yang lebih indah

Halaman demi halaman
Lembar demi lembar
Kubaca dengan serius
Hingga aku lupa waktu

Terimakasih buku
Engkau temaniku
Dari kecil hingga besar
Tuk menggapai cita-citaku

 

Puisi Cahaya Pendidikan

By. Rozat Rifai

Dalam Keningku aku termangu
Sebuah cahaya penentu masa depan
menjadi sebuah motivator pergerakan
Dalam menjunjung tinggi pendidikan

Di saat mataku tertutup kebodohan
Engkau hadir dengan sejuta harapan
pembongkar sandi kegelapan
pendidikan,,, pengubah zaman

2 mei selalu kami rayakan
mengharap selalu ada kemajuan
menjadikan kami selalu terdepan
dalam segala aspek kehidupan

 

Puisi Hari Pendidikan Nasional

Karya Ismail Ahbar

Jika kau lihat bendera merah putih berkibar dihalaman sekolah
Belum tentu disana ada orang Indonesia
Jika kau dengar Pancasila dibacakan berulang-ulang,
Belum tentu semua yang mendengarnya punya Tuhan Yang Maha Esa

Jika kau lihat Pak Guru pakai sepeda Kumbang,
itu pasti kau sedang mimpi bertemu Oemar Bakri
Jika kau lihat anak sekolah memakai seragam,
pastikan udel dan BH nya tidak terlihat oleh umum

Jika kau lihat guru memukul muridnya, itu biasa
Jika kau lihat sekolah ¨C sekolah negeri dan swasta jauh berbeda,
itu karena sekarang pendidikan pun menjadi ladang bisnis
Jika kau lihat Politisi berikrar tentang pendidikan murah dan cerdas,
lihatlah, pendidikan pun didramatisir

Jika kau lihat dosen-dosen mu tak ada dimeja,
yakinlah, mereka sedang sangat sibuk, urusan ini, dan urusan itu
Jika kau lihat pelajar tawuran,
terbiasalah, pendidikan kita ¡®kan tentang otot dan tulang,
bukan tentang otak dan sosial emosional

Jika kau lihat aku mengkritik saja,
percayalah, lebih baik begini,
daripada diam dan dibodohi sampai tertidur dibangku mu,

Semangat,,Sebab hidup tak boleh mati karena liur-liur politik.

 

Puisi Sekolah Tentang Lingkungan

Puisi Sekolah Tentang Lingkungan

Puisi Sekolah Tentang Lingkungan

Lingkungan Sekolah Berseri

Aku tengok dari sudut kecil lorong sekolah
Nampak sejuk pemandangan taman penuh tumbuhan
Keakraban dan kebersamaan dengan teman-teman
Menyatu dengan kenyamanan lingkungan yang terbersihkan

Tempat yang bersih segala sampah tersisih
Bebas dari serangan kuman yang melenyapkan kesehatan
Sungguh ini tempat yang mendukung akan pendidikan
Nyaman dan sejuk karena peduli lingkungan

Udara segar terhirup tanpa aroma busuk
Debu-debu nakal terbang enggan mengusik
Sampah berada tepat dipenampungannya
Keindahan sesungguhnya kau nampakkan

Bersih sekolahku nyaman saat-saat belajarku
Suasana damai menyatu dengan alam kebersihan
Napas tak tersengap akan jahatnya kotoran
Terasa sejuk dalam peraduan setiap kalbu

Kebersihan sekolah tanggung jawabku
Lestarikan alam sebagai pendukung belajar
Tentramkan lingkungan yang bermata pengetahuan
Ciptakan suasana belajar tersejuk dirasakan

 

Karena Kau Tak Merawatku

Lingkungan yang dulunya bersih dan nyaman
Kini kotor dan tidak terhiraukan
Berbagai jenis tumbuhan di taman sekolahan telah tumbang
Dulu ia hijau nan subur sekarang terkubur
Tiada memberi keindahan setelah kau rusak dan hancur

Berbagai sampah berserakan di halaman depan kelas
Berhamburan penuh sobekan kertas-kertas bekas
Terbang kesana dan kemari tertiup angin silir berganti
Penuhi kotoran merusak pemandangan akan keindahan

Bukankah sekolah tempat membekali ilmu dengan segudang materi?
Tetapi mengapa dengan mudah kau kotori
Bukankah sekolah tempat menimba ilmu hingga penuh?
Tetapi mengapa dengan sengaja kelestariannya kau bunuh

Sungguh ia menangis karena tidak kau rawat
Tangan-tangan nakal tanpa sadar buang sampah sembarangan
Bahkan tak jarang tergenang dalam air di selokan
Berbagai penyakit tumbuh bersama kuman-kuman

Ayo kawan kita bersihkan lingkungan sekolah
Bebaskan dari tumpukkan kotoran dan sampah
Lestarikan halamannya sampai tercipta indah
Nyaman lingkungan sekolah itu
Dengan mudah ilmu menghampirimu

 

Nyaman Akan Lingkungan

Hari demi hari sudah terlewati dengan berbagai misteri
Cuaca panas dan dingin seakan terus menyelimuti
Permukaan yang terus elok akan bunga-bunga di serambi
Menghanyutkan hati setiap pemuda menapakkan kaki di sini

Sekolahku begitu sejuk lingkungan yang nampak kau beri
Berbagai jenis warna bunga kemerlip layaknya lampu diskotik
Dedaunan hijau dan pohon-pohon rindang hiasi taman
Menjadi alam pemandangan hanyut dalam sebuah halaman sekolahan

Saat berada disekitarmu aku tidak ingin terpisahkan
Lingkungan sejuk dan asri menimbulkan kesan motivasi
Dorongan akan merajut segala asa dan mimpi
Menggelora selaras bersama hati yang terus mengukir prestasi

Lambaian daun seakan mengajarkan arti sebuah kehidupan
Dalam sekolahan engkau diajarkan berbagai pengetahuan
Benak kosong dengan senang tertanam akar-akar berilmu
Terrealisasikan dalam sebuah tingkah dan laku

Sungguh disetiap titik lingkungan mengandung rumus
Bagaimana kau bisa menjadi seperti daun yang hijau sedap dipandang
Bagaimana kau bisa menjadi seperti rumput
Yang senantiasa menjalar dan tidak menyumput
Bagaimana kau bisa menjadi seperti bunga
Cantik kelopak mekar merah merona

Segala lingkungan baik sekolah selalu mengajarkan
Akankah dirimu terdiam dan tak tersadarkan
Bangunkanlah matamu dari kebutaan ilmu akan kenyataan
Kejarlah dengan kesungguhan dan tangkaplah sampai kau dapatkan

 

Kisah Sejarah Lingkungan Sekolah

Pagiku menyapa dan tersenyum dengan sang mentari
Gerbang sekolah terbuka menderit
Seolah dengan senangnya menyambut kedatangan murid
Dari sudut-sudut gedung sekolah tua memancarkan kilauan ilmu
Semangat berpacu pada mimpi-mimpi indahku

Selamat pagi aku ucapkan dalam hati sanubari pada hari ini
Langkahku semakin gagah tidak henti menghampiri lorong kelas dan ramai
Jiwa menggebu semangat selalu membara di dalam dada
Akan terungkap cerita di kertas menjadi sebuah kenyataan

Lonceng berbunyi tanda siap memasuki ruang belajar
Suasana ramai antusias dalam menuai ilmu pengisi kalbu
Teman seperjuangan menepuk pundak dan terbangunkan
Kertas-kertas putih tertuang tinta hitam sebagai pemicu pendidikan

Wahai jiwa dan raga engkau harus bisa
Kalahkan tentara yang telah siap lengkap senjata dimedan perang
Musuh-musuhmu segera taklukkan atau serbu dengan serangan
Setumpuk ilmu siap membekali diri
Keberanian mendukung untuk kau maju dan hadapi

Sungguh segala tantangan muncul dari lingkungan sekolah
Akan baik atau buruknya perjuangan itu pilihan
Tugasmu hanyalah belajar dan belajar wahai para ilmuan
Sampai puncak dari titik darah penghabisan

 

Nyaman Akan Lingkungan

Hari demi hari sudah terlewati dengan berbagai misteri
Cuaca panas dan dingin seakan terus menyelimuti
Permukaan yang terus elok akan bunga-bunga di serambi
Menghanyutkan hati setiap pemuda menapakkan kaki di sini

Sekolahku begitu sejuk lingkungan yang nampak kau beri
Berbagai jenis warna bunga kemerlip layaknya lampu diskotik
Dedaunan hijau dan pohon-pohon rindang hiasi taman
Menjadi alam pemandangan hanyut dalam sebuah halaman sekolahan

Saat berada disekitarmu aku tidak ingin terpisahkan
Lingkungan sejuk dan asri menimbulkan kesan motivasi
Dorongan akan merajut segala asa dan mimpi
Menggelora selaras bersama hati yang terus mengukir prestasi

Lambaian daun seakan mengajarkan arti sebuah kehidupan
Dalam sekolahan engkau diajarkan berbagai pengetahuan
Benak kosong dengan senang tertanam akar-akar berilmu
Terrealisasikan dalam sebuah tingkah dan laku

Sungguh disetiap titik lingkungan mengandung rumus
Bagaimana kau bisa menjadi seperti daun yang hijau sedap dipandang
Bagaimana kau bisa menjadi seperti rumput
Yang senantiasa menjalar dan tidak menyumput
Bagaimana kau bisa menjadi seperti bunga
Cantik kelopak mekar merah merona

Segala lingkungan baik sekolah selalu mengajarkan
Akankah dirimu terdiam dan tak tersadarkan
Bangunkanlah matamu dari kebutaan ilmu akan kenyataan
Kejarlah dengan kesungguhan dan tangkaplah sampai kau dapatkan

 

Lingkungan Menoreh Cerita

Saat menuntut ilmu gedung-gedung sekolah itu menjadi saksi
Rumah persinggahan para anak bangsa untuk menempa diri
Suasana kental akan pentingnya suatu bekal pendidikan
Kokoh berdiri siap mencetak generasi pencerdas negeri

Sekolah …
Engkau begitu hebat meneduhkan harapan masa depan
Semangat dalam mengentaskan semua tentang dan bentuk kebodohan
Segala hal bernaung atas atap-atap indah berilmu
Hingga manusia mampu mengukir prestasi dalam sebuah prasasti

Lingkungan gemuruh akan teriakan semangat menggapai cita
Sungguh engkaulah tempat bersejarah tak akan pernah terlupa
Seluruh kisah awal tidak mengerti apa-apa kini menjadi bisa
Tinta-tinta pena telah mengukir cerita nan bahagia

Sekolah …
Karenamu yang disana berdasi bisa duduk diruang megah
Karenamu manusia bernyawa dengan mudah mencari rupiah
Tempat berproses perjuangan tanpa kenal kata lelah
Sampai kesuksesan menunggu kau di rumah

Teruslah menjadi lingkungan yang sangat bermotivasi
Tak gentar akan cita-cita terbuat yang tinggi
Gedung-gedung menjulang tinggi terlewati dengan kekuatan ilmu
Bentangkan sayap-sayap malaikat itu untuk segera menjemput keberhasilanmu

Nah,itulah beberapa Contih Puisi Sekolah yang dapaat Anda jadikan sebagai referensi dan tugas kalian. Puisi Sekolah ini meliputi, Puisi Sekolahku, Puisi Sekolahku Yang Indah, Puisi Sekolah Tentang Lingkungan, Puisi Sekolah 4 Bait. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Puisi Sekolah

 

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply