12
148

Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Fungsi, Unsur & Jenisnya (LENGKAP)

loading...

Seni Teater – Dalam mementaskan suatu karya seni yakni seni teater yang dimana kita menampilkan sebuah drama diatas panggung dengan beberapa pemain. Pastinya sebelum ditampilkannya sebuah teater harus memiliki konsep dan ceritanya serta unsur, teknik dan lain sebagainya. Dibawah ini akan dijelaskan secara rinci tentang Seni Teater. Mari kita simak artkel berikut ini dengan seksama. Selamat Membaca.

Pengertian Seni Teater

Seni Teater

Seni Teater

Seni Teater merupakan suatu jenis kesenian dalam bentuk pertunjukan drama yang dipentaskan di atas panggung. Seni teater juga merupakan seni drama yang menampilkan prilaku manusia dengan gerakan, tarian, nyanyian, serta dialog dan akting dari para pemainnya.

Secara Etimologi kata “Teater” berasal dari Bahasa Inggris, yakni “Theater”, dari Bahasa Perancis, yaitu“Théâtre”, dan dari Bahasa Yunani, yaitu “Theatron (θέατρον)” yang memiliki arti tempat untuk menonton.

Istilah teater bisa didefinisikan secara luas dan sempit, yaitu:

  • Secara Luas, seni teater merupakan keseluruhan peran dan adegan akting yang dipertunjukkan di atas penggung di depan para pentonton. Contohnya; akrobat, dagelan, ketoprak, wayang, sintren, dan lainnya.
  • Secara Sempit, seni teater merupakan adegan yang mempertunjukkan berkenaan cerita hidup seseorang dan dipertontonkan kepada khalayak umum di atas panggung sesuai dengan naskah yang dibuat.

Baca Juga : Seni Patung

loading...

Pengertian Seni Teater Menurut Para Ahli

Seni Teater

Seni Teater

  1. Balthazar Vallhagen

Menurut Balthazar Vallhagen, pengertian teater merupakan seni drama yang melukiskan berkenaan sifat dan watak manusia menggunakan gerakan.

  1. Moulton

Menurut Moulton, pengertian teater merupakan suatu cerita hidup yang digambarkan dalam bentuk gerakan (life presented in action).

  1. Anne Civardi

Menurut Anne Civardi, teater merupakan seni drama yang menceritakan sebuah cerita menggunakan kata-kata dan gerakan.

  1. Harymawan

Menurut RMA. Harymawan, pengertian teater merupakan kegiatan membuat kegiatan dalam seni pertunjukan (to act) sehingga tindak tanduk pemain di atas pentas disebut acting.

  1. Seni Handayani dan Wildan

Menurut Seni Handayani dan Wildan, pengertian teater merupakan suatu bentuk tayangan yang berpijak pada 2 cabang kesenian, yaitu seni sastra dan seni pentas.

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, pengertian teater bisa didefinisikan menjadi tiga, yaitu;

  • Gedung ataupun ruang tempat pertunjukan film, sandiwara, dan sebagainya.
  • Ruangan besar dengan deretan kursi-kursi ke samping, dan ke belakang untuk mengikuti kuliah ataupun untuk peragaan ilmiah.
  • Pementasan drama sebagai suatu seni ataupun profesi; seni drama, sandiwara, drama.

Sejarah Seni Teater

Seni Teater

Seni Teater

Seni Teater sudah ada pada abad ke-6 SM, didaerah Yunani. Teater dulu dipakai oleh Mereka untuk membuat upacara Keagamaan.

Pada saat itu pentas Teater diusahakan pada sebuah Gedung bernama Theatron. Theatron ialah Bangunan khusus yang didirikan menjadi tempat untuk membuat Pertunjukan sebuah Drama, mempunyai atap yang terbuka (tanpa atap), dan dibangun secara bertingkat.

Awal mulanya Seni Teater ini telah berkembang pesat di Negara Italia, yang bisa dilihat dari segi Panggung, Dekorasi, Ornamen pada layar, dll, dan ialah tempat terciptanya Seni Teater Modern. Tetapi pada saat itu orang-orang yang bisa menonton pertunjukan Teater, cuma kalangan kumpulan bangsawan saja.

Di Indonesia sendiri sebenarnya Seni Teater telah berlama-lama muncul, yang bisa dilihat pada zaman Walisongo, terutama Sunan Bonang. Beliau menerapkan pertunjukan Wayang Kulit pada menyebarkan Agama Islam, supaya para penduduk saat itu tertarik dengan Agama Islam.

Tetapi pada abad ke-20 M, Teater Indonesia berkembang pesat menjadi Teater Modern, yang terlahir karena ditemukan penggabungan antara Teater Tradisional dengan Teater Barat.

loading...

Pertunjukan yang diterapkan pada Teater Modern paling jauh berbeda dari Teater Tradisional, yakni antara lain Terlihat dari segi cerita yang akan disuguhkan, Penataan panggung, Penataan cahaya, dan unsur-unsur pendukung Teater lain-lainnya.

Pada terbentuknya Teater Modern ini juga, telah memunculkan Komunitas-komunitas Teater terkenal, seperti Teater Populer, Teater Kecil, Teater Koma, Bengkel Teater, Studi Klub Teater Bandung, Teater Payung Hitam, dan Teater Gandrik.

Baca Juga : Seni Kriya

Fungsi Seni Teater

Seni Teater

Seni Teater

  1. Teater Sebagai Sarana Upacara

Teater ini hadir sebagai sarana upacara persembahan kepada dewa Dyonesos dan upacara pesta untuk dewa Apollo. Teater  yang

berfungsi  untuk  kepentingan  upacara  tidak  membutuhkan  penonton karena penontonnya merupakan bagian dari peserta upacara itu sendiri.

Di Indonesia sendiri seni teater yang dijadikan sebagai sarana upacara dan dikenal dengan istilah teater tradisional.

  1. Teater Sebagai Media Ekspresi

Teater merupakan salah satu bentuk seni dengan fokus utama pada tingkah laku dan dialog. Berbeda dengan seni musik yang lebih fokus dengan aspek suara dan seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan irama. Dalam praktiknya, Seniman teater akan mengekspresikan seninya pada bentuk gerakan tubuh dan ucapan-ucapan.

  1. Teater Sebagai Media Hiburan

Teater juga sebagai sarana hiburan, sebelum pementasannya sebuah teater itu, maka wajib dengan persiapkan dengan usaha yang maksimal.  Sehingga harapannya agar penonton dapat terhibur  dengan pertunjukan yang digelar.

  1. Teater Sebagai Media Pendidikan

Teater merupakan seni kolektif, pada artian teater tidak dikerjakan secara individual. Melainkan untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja tim yang harmonis. apabila suatu teater dipentaskan  diharapkan pesan-pesan yang hendak diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton.

Menggunakan pertunjukan umumnya manusia akan lebih mudah mengerti nilai baik buruk kehidupan dibandingkan cuma membaca lewat sebuah cerita.

Unsur – Unsur Seni Teater

Seni Teater

Seni Teater

  1. Unsur Internal

Unsur Internal ialah sebuah unsur-unsur yang menyangkut, berkenaan Bagaimana berlangsungnya pementasan pada suatu Teater yang akan dipentaskan. Tanpa adanya Unsur Internal ini, maka tidak akan terdapat sebuah Teater yang akan dipentaskan. Adapun unsur internal teater tersebut antara lain:

  • Naskah atau Skenario

yakni isi dan alur cerita yang akan dipentaskan.

  • Pemain

yakni para pemeran yang memainkan peran tokoh tertentu, baik itu tokoh utama, protagonis, antagonis, dan pemain figuran.

  • Sutradara

yakni pihak yang bertanggungjawab mengerjakan jalannya pementasan dan teknik pembuatan teater.

  • Pentas

yakni semua hal yang mendukung pementasan teater, seperti; panggung, dekorasi, properti, dan perlengkapan lainnya.

  • Properti

yakni semua perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan pada pementasan teater, seperti; meja, kursi, dan peralatan para pemain.

  • Penataan

yakni semua hal yang berkaitan dengan penataan panggung, tata rias, busana, tata suara, pencahayaan, dan lainnya.

  1. Unsur Eksternal

Unsur Eksternal ialah Sebuah unsur-unsur yang mengerjakan segala sesuatu, bersangkutan dengan hal-hal yang akan dibutuhkan pada sebuah pertunjukan. Adapun unsur eksternal teater sebagai berikut:

  1. Staf Produksi

Staf Produksi merupakan Sekelompok regu ataupun Individual yang bertugas sebagai pimpinan produksi, yang meliputi semua bagian-bagian yang berada dibawahnya. Adapun tugas dari Kelompok Regu, yakni sebagai berikut :

  • Pimpinan Produksi (Produser)
  • Mengurus semua hal yang bersangkutan dengan Produksi
  • Menetapkan Seorang petugas (personal), anggaran biaya, Fasilitas, Program kerja dan lain-lainnya
  1. Sutradara (Direktor)

  • Seorang yang akan membawa ataupun pengarah jalannya sebuah Naskah
  • Mengkoordinator semua kegiatan yang menyangkut pada Teater
  • Mencari dan Menunjuk para Pemeran
  • Menyiapkan segala jenis Make up dan Mensetting segala sesuatu yang dibutuhkan bagian dari Desainer beserta Kru
  1. Stage Manager

  • Pemimpin yang bertanggung jawab atas panggung
  • Membantu tugas-tugas dari Sutradara
  1. Desainer

Sekelompok regu yang menyiapkan, segala Aspek Visual yang berupa Penyettingan tempat ataupun Suasana, Properti ataupun Perlengkapan, Kostum ataupun Busana, Tata Pencahayaan, dan perlengkapan-perlengkapan lainnya.

  1. Crew

Crew ialah Sekelompok regu yang bertugas pada Divisi Desainer, yakni diantaranya merupakan :

  • Bagian dalam menata ataupun mendekorasi tempat
  • Bagian dalam menata pencahayaan (Lighting)
  • Bagian dalam mempersiapkan perlengkapan
  • Bagian dalam menata musik yang tentu dimainkan

Macam – Macam Seni Teater

Seni Teater

Seni Teater

  1. Teater Dramatik

yaitu jenis teater yang paling memperhatikan detail tempat dan latar belakang isi ceritanya. Jenis teater ini biasanya menampilkan sebuah kisah senyata mungkin, dan nyaris tidak terdapat unsur improvisatoris.

  1. Drama Musikal

yaitu jenis teater yang menggabungkan seni peran dengan seni musik dan tarian.

  1. Teater Boneka

yaitu jenis pertunjukan yang menggunakan boneka sebagai pemeran tokoh di dalam ceritanya, baik itu boneka tangan, boneka kayu, ataupun boneka tali.

  1. Teater Gerak

yaitu jenis teater yang lebih memfokuskan ekspresi wajah para pemainnya, malah sebisa mungkin menghilangkan unsur dialog.

  1. Teatrikal Puisi

yaitu jenis pertunjukan yang menggabungkan sastra puisi dengan teater yang dimana dalam pelaksanaannya sebuah karya seni puisi disampaikan dengan ekspresi dan lakon para pemainnya.

  1. Teater Wayang Kulit

yaitu jenis pertunjukan yang dimainkan oleh dalang dengan menggunakan wayang kulit sebagai pemeran tokohnya. Teater ini menggunakan layar tipis dan lampu untuk menciptakan kesan bayangan pada wayang kulit.

Jenis – Jenis Seni Teater

Seni Teater

Seni Teater

  1. Teater Tradisional

Merupakan teater daerah yang tersebar di seluruh tanah Indonesia, di antaranya adalah; ketoprak, ludruk, mamanda, dulmuluk, arja, lenong dan masih banyak lagi. umumnya cerita dalam teater tradisional mengusung budaya setempat dan disampaikan secara improvisasi (tanpa naskah).

  • Contoh Teater Tradisional
  1. Banjet,
  2. Longser,
  3. Ogel,
  4. Reog,
  5. Topeng Cirebon,
  6. Angklung Badut,
  7. Wayang Golek dari Jawa Barat
  8. Reog Ponorogo,
  9. Ludruk dari Jawa Timur-Ketoprak,
  10. Wayang Orang,
  11. Wayang Kulit,
  12. Wayang Suket,
  13. Kethek Ogleg,
  14. Dagelan,
  15. Scandul dari Jawa Tengah-
  16. Lenong dan Topeng Blantik dari Betawi
  • Ciri – Ciri Teater Tradisional

Teater Tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Pementasan panggung terbuka (lapangan, halaman rumah),
  2. Pementasan sederhana,
  3. Ceritanya turun temurun.
  1. Teater Modern

Merupakan teater yang penyampaian ceritanya berdasarkan pada naskah dan sumber ilmunya dari dunia Barat, dan juga bahannya dari kejadian-kejadian sehari- hari, ataupun karya sastra.

  • Contoh Teater Modern
  1. Drama
  2. Teater
  3. Sinetron
  4. Film
  • Ciri – Ciri Teater Modern

Teater Modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Panggunga tertata
  2. Ada pengaturan jalan cerita
  3. Tempat panggung tertutup

Baca Juga : Seni Tari

Nahh, itulah penjelasan mengenai Seni Teater yang meliputi Pengertian, Sejarah, Fungsi, Unsur, Macam – Macam & Jenisnya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply