11
220

Seni Ukir : Pengertian, Fungsi, Jenis & Perbedaannya (LENGKAP)

loading...

Seni Ukir – Seni ukir merupakan Suatu kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra (tiga dimensi) dengan menjadikan perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut. Sehingga menghasilkan sebuah produk karya seni yang mempunyai bentuk permukaan tidak rata. Dibawah ini akan dijelaskan tentang Seni Ukir secara rinci, jadi jangan sampai Anda tidak membaca artikel ini sampai habis. Selamat membaca.

Pengertian Seni Ukir

Pengertian Seni Ukir

Pengertian Seni Ukir

Seni mengukir merupakan kegiatan menggores, memahat dan menoreh pola pada sesuatu permukaan benda yang sedang diukir. Umumnya kegiatan mengukir ataupun memahat demi memperoleh bentuk yang dikehendaki.

Dengan mengurangi dan membuang bagian yang tidak diperlukan. Untuk membentuk ornamen sesuai dengan gagasan sang seniman sehingga mengakibatkan bentuk artistik.

Di Indonesia sendiri, karya ukir telah dikenal sejak zaman batu muda. Pada zaman tersebut banyak sekali peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah dan kayu.

Benda-benda tersebut diberi ukiran bermotif geometris, seperti balok atau persegi, lingkaran, garis, ziq zaq dan segitiga. Pada umumnya, ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga memuat makna simbolis dan religius.

loading...

Karya seni ukir merupakan karya seni kasat mata yang dapat dilihat secara langsung dan dinikmati semua oleh semua orang, baik dari segi bentuk design ataupun teknik yang digunakan. Sehingga menunjukkan suatu bentuk/gambar hiasan yang berulang ataupun berkesinambungan satu dengan yang lainnya.

Seni ukir sendiri bisa dibuat dengan menggunakan bermacam jenis bahan. Diantaranya seperti kayu, tulang, batu, logam bahkan buah. Untuk menentukan bahan-bahan yang tentu dipakai pada pembuatan karya seni ukir tergantung dari tujuannya.

Baca Juga : Seni Kriya

Perbedaan Seni Ukir & Seni Pahat

Seni Ukir

Seni Ukir

Seni ukir biasa kali dihubungkan dengan seni pahat, akan tetapi 2 kegiatan ini sangatlah berbeda. Seni pahat ini bertujuan untuk menghasilkan karya tiga dimensi, seperti patung. Sedangkan seni ukir, pada biasanya produknya lebih mengarah pada benda yang berwujud dwimatra (2 dimensi).

Seni pahat merupakan suatu kegiatan karya seni ukir yang dibuat pada bentuk empat ataupun lima dimensi. Sementara untuk seni ukir sendiri cuma menggunakan bidang datar. terus dibentuk bagian-bagian cekung dan bagian-bagian cembung untuk memperoleh suatu pola seni ataupun gambar tertentu.

Jenis – Jenis Seni Ukir

Jenis - Jenis Seni Ukir

Jenis – Jenis Seni Ukir

Menurut Bastomi (1982 : 3-4), ditemukan enam jenis seni ukir yang dihasilnya oleh para seniman, antara lain:

  1. Ukiran Cembung

Ukiran cembung ialah berbentuk ukiran cembung, jenis ukiran ini banyak dipakai pada pembuatan relief.

  1. Ukiran Cekung

Ukiran cekung yakni suatu bentuk ukiran yang membentuk cekung.

  1. Ukiran Susun

Ukiran susun merupakan suatu ukiran yang berbentuk bersusun-susun. contohnya pada ukiran daun yang besar di bawah ukiran daun yang sedang dan kecil sehingga terjadi bentuk yang indah.

  1. Ukiran Garis ( Cawen)

Ukiran garis ialah bentuk ukiran yang diukir pada garis-garis gambarnya saja. Jenis ukiran garis banyak dipakai pada logam sebagai ukiran guratan.

  1. Ukiran Takokan

Yaitu Suatu bentuk ukiran yang tidak menggunakan  bingkai, jadi ukiran ini memperlihatkan tepi-tepi batas ukiran. Ukiran takokan erat hubungannya dengan jenis ukiran krawangan.

loading...
  1. Ukiran Tembus (Krawangan)

Ukiran tembus ataupun krawangan merupakan suatu bentuk ukiran yang tidak menerapkan dasar, jadi ukiran ini dasarnya tembus (berlubang). Sehingga biasa digunakan untuk penyekat ruang (sketsel), kursi, ukir tempel dan sebagainya.

Kayu sebagai salah satu media bahan utama ukiran berperan penting pada pengerjaan suatu karya seni ukiran. memperoleh jenis kayu tertentu pada pembuatan sebuah hasil karya tentu menunjang hasil karya seni ukir yang maksimal.

Fungsi Seni Ukir

Fungsi Seni Ukir

Fungsi Seni Ukir

Dalam karya seni ukir mempunyai beberapa fungsi yakni :

  1. Fungsi Hias

Karya seni ukir yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak mempunyai makna tertentu.

  1. Fungsi Magis

Karya seni ukir yang memuat simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis yang berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.

  1. Fungsi Simbolik

Seni ukiran tradisional juga berfungsi hal tertentu yang berkaitan dengan ciri khas kebudayan setempat. Contohnya seperti bentuk kode-kode visual tradisi Minangkabau yang biasa disebut dengan “Kupang-kupang si awang labiah” pada bagian singok bangunan tradisi minang.

  1. Fungsi Konstruksi

Fungsi Konstriksi dalam karya seni ukir yang lain sebagai pendukung sebuah bangunan.

  1. Fungsi Ekonomis

Yang terakhir yakni  karya seni ukir juga berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan.

Teknik – Teknik Seni Ukir

Teknik - Teknik Seni Ukir

Teknik – Teknik Seni Ukir

Ada beberapa teknik seni ukir yang biasa kita temukan pada bermacam karya seni ukir , antara lain :

  1. Teknik Carving

Teknik carving merupakan seni chipping dan memotong pada bagian permukaan dari kayu untuk membentuk ukiran supaya tampaknya sebagai tiga dimensi. Teknik ini umumnya diusahakan dengan menggunakan media bantu seperti pahat dan palu, serta pisau ukir yang dipakai untuk memperjelas detail.

  1. Teknik Chip Carving

Teknik ship carving biasanya digunakan pada potongan-potongan yang lebih besar dari pekerjaan seperti tunggul pohon ataupun kayu dan menggunakan kapak dan pahat yang lebih besar. Teknik ini menciptakan karya yang besar seperti patung dan melibatkan proses yang lumayan rumit.

  1. Teknik Pembakaran Kayu

Pembakaran kayu merupakan teknik terutama yang digunakan untuk menambah desain ataupun finishing kayu, namun beberapa seniman benar-benar menggunakan metode pembakaran untuk mengukir kayu kecil. Kayu yang telah dibakar tentu menghitam di sekitar ukiran ujung dan memperjelas kesan sehingga tampak lebih hidup.

  1. Teknik Mengerik

Teknik mengerik merupakan salah satu cara lama dan paling sederhana pada teknik mengukir pemula. Teknik ini cuma membutuhkan tidak lebih dari sepotong kayu dan pisau ukir.

Berlatih teknik seni ukir lumayan rumit dan sulit meskipun tampaknya lebih mudah, bagi pemula untuk menjadikan ukiran dari teknik ini bisa menghabiskan waktu yang lumayan lama.

Macam – Macam Motif Seni Ukir Di Nusantara

Macam - Macam Seni Ukir

Macam – Macam Seni Ukir

Perlu kita ketahui, terdapat bermacam jenis motiv seni ukir di nusantara yaitu:

  1. Motif Seni Ukir Jepara

Jepara sudah terkenal dengan daerah yang mengolah dengan berbagai jenis kayu seperti kayu jati & mahoni. Hasil seni ukir jepara ini sudah terkenal pada aneka furniture atau peralatan rumah tangga berat layaknya lemari dan tempat tidur. Bahkan ada suatu daerah yang terkenal dan menjadi pusat seni ukir dan pembuatan patung di Jepara.

Ciri – ciri motif seni ukir Jepara yaitu :

  • Motif jumbai dan daun yang berbentuk relung
  • Ukiran daun berbentuk miring
  • Tangkai dari bentuk tanaman dibuat melengkung dan rantingnya mengisi ruang
  • Bersifat fleksibel sehingga dapat diaplikasikan pada benda interior dan eksterior
  1. Motif Seni Ukir Toraja

Motif ukiran toraja ini sudah terkenal dan banyak dijual dan digemari oleh pecinta ukiran. Motiv ini pelaksanaan utamanya pada kayu. Leluhur Toraja mengartikan bahwa ukiran dari Toraja memuat arti bahwa setiap masyarakat Toraja harus memilki sifat yang saling membantu sesama baik keluarga ataupun bukan.

Ciri – ciri motif seni ukir Toraja yaitu:

  • Warna dasarnya merah
  • Hitam yang banyak dipakai sebagai simbol tanah Toraja, sama pada kain yang biasa dipakai suku Toraja
  • yakni hasil dari pengolahan unsur-unsur estetik dari titik, garis bidang, tekstur yang diorganisir sebagai kesatuan.
  • Digunakan sebagai hiasan baju dan sarung
  1. Motif Seni Ukir Jogjakarta

Ciri – ciri motif seni ukir Jogjakarta yaitu:

  • Bentuk daun pokok yang merelung-relung lemah gemulai dengan ukiran daun cekung maupun cembung
  • Unsur-unsur hiasan pokoknya yakni hampir sama dengan bentuk daun mahkota yang terjadi secara alami. ialah gubahan dari tumbuh-tumbuhan pada mahkota yang menjalar sulur-suluran sehingga menyerupai bentuk bunga.
  1. Motif Seni Ukir Bali

Karya seni ukir bali telah biasa di eksor ke manca negara. Motif seni ukir Bali paling terkenal, terutama luar negeri dan umat beragama Hindu dan Budha. Banyaknya ukiran yang melambangkan dan mengartikan dewa dewi dari 2 agama tersebut menyebabkan seniman Bali paling terkenal.

Pada biasanya pengukir Bali menggunakan media penting kayu, khususnya kayu Jati.

Ciri – ciri motif seni ukir Bali yaitu:

  • Angkup yang berikal pada ujungnya
  • Semua bentuk ukiran daun, buah dan bunga memiliki bentuk cembung dan cekung
  • Benangnya memiliki bentuk cembung dan miring sebagian tumbuh melingkar hingga ujung ikal
  • Sunggar yang tumbuh dari ujung ikal benangan pada daun pokok
  1. Motif Seni Ukir Surakarta

Ciri – ciri motif seni ukir Surakarta yaitu:

  • Ukirannya yang paling lembut dan harmonis
  • Penggunaan motif biasanya yakni pakis ataupun tanaman pakis yang sulurnya dibiarkan bergerak secara alami
  • Ukiran Surakarta paling banyak menggunakan pengaruh ataupun gambaran alam
  1. Motif Seni Ukir Asmat / Papua

Pada Suku Asmat di Irian menggunakan karya seni ukirannya sebagai icon ataupun perwakilan dari hasil seni yang bergerak pada darah suku tersebut.

Ciri – ciri motif seni ukir Papua yaitu:

  • Gambar yang masih kasar
  • Ukiran yang dibuat besar dan jelas
  • Ukirannya biasanya doigunakan untuk topeng khas suku asmat, perahu, barang yang berguna untuk upacara tradisional lainnya
  • Ukirannya dipakai untuk barang rumah tangga dan pendukung kehidupan lainnya

Baca Juga : Seni Patung

Nahh, itulah penjelasan mengenai Seni Ukir yang meliputi Pengertian, Perbedaan, Fungsi, Jenis & Macamnya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

loading...

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply