15
31

Sistem Saraf Manusia : Pengertian, Fungsi, Susunan & Bagiannya

Sistem Saraf Manusia – Pada kesempatan kali ini Admin akan memberikan inforasi mengenai sistem saraf pada manusia mulai dari penjelasannya sampai bagian-bagiannya akan di jelaskan satu-persatu. Untuk lebih jelasnya mari kita simak artikel berikut ini dengan seksama.

Pengertian Sistem Saraf Manusia

Sistem Saraf Manusia

Sistem Saraf Manusia

Sistem saraf adalah suatu struktur yang terdiri atas komponen-komponen sel saraf (neuron). Sistem saraf bersama-sama dengan sistem hormon ini berfungsi untuk memelihara fungsi tubuh kita.

Pada umumnya sistem saraf ini berfungsi untuk mengatur, misalnya kontraksi pada otot, perubahan alat-alat tubuh bagian dalam yang berlangsung begitu cepat, dengan kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin tersebut.

Sistem saraf manusia ini memiliki sifat mengatur yang sangat kompleks dan khusus. Sistem saraf menerima berjuta-juta rangsangan yang berasal dari berbagai organ pada tubuh kita. Semua rangsangan ini akan bersatu untuk bisa menentukan respon apa yang akan diberikan oleh tubuh. Rangsangan ada yang berasal dari luar tubuh contohnya seperti cahaya, gravitasi, suhu, panas, dan dingin.

Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh contohnya seperti rasa lapar, haus, sakit, nyeri, dll. Untuk bereaksi pada rangsangan tersebut tubuh kita membutuhkan 3 komponen, yakni reseptor sebagai penerima rangsangan, sistem saraf sebagai penerima, pengolah, dan penerus hasil olahan rangsangan ke efektor, dan efektor sebagai sel atau organ yang digunakan untuk bereaksi pada rangsangan.

Baca Juga : Sistem Pencernaan Pada Manusia

Fungsi Sistem Saraf Pada Manusia

Sistem Saraf Manusia

Sistem Saraf Manusia

Pada sistem saraf manusia terdapat bagian-bagian yang memiliki fungsi yang berbeda. Namun sistem saraf ini mempunyai fungsi utama yaitu untuk menerima, mengolah dan menyampaikan rangsangan dari seluruh organ. Fungsi ini akan bekerja dengan baik jika ada koordinasi antara fungsi sensorik, fungsi pengatur, dan fungsi motorik.

Baca Juga : Enzim Pencernaan Pada Manusia

Bagian – Bagian Sistem Saraf

Sistem Saraf Manusia

Sistem Saraf Manusia

  1. Sel Saraf Neuron

Neuron adalah sel-sel yang sangat kompleks. Walaupun sangat beragam strukturnya, semua sel saraf memiliki badan sel yang fungsinya sangat penting dalam kerja sistem saraf. Neuron sendiri terdiri atas beberapa bagian, yaitu:

  • Badan Sel (The Cell Body)

Badan sel disembut juga soma (badan). Walaupun sangat beragam ukuran diameternya yaitu dari 5 sampai 140 µm, namun semua sel saraf hanya memiliki satu inti sel yang dikelilingi oleh sitoplasma.

Kandungan sitoplasma pada sel saraf ini tidak berbeda dengan sel-sel lain pada umumnya. Badan sel merupakan tempat proses dari impuls yang diterima oleh ujung-ujung saraf. Badan sel banyak terletak di Sistem Saraf Pusat.  Akan tetapi badan sel yang disebut ganglia yang terletak disepanjang sistem saraf tepi.

  • Dendrit

Banyak dari sel saraf manusia memiliki banyak dendrit yang merupakan percabangan dari badan sel. Dendrit sama halnya ranting pada pohon yang merupakan percabangan dari dahan pohon.

Organel-organel yang ada pada badan sel juga terdapat didalam dendrit. Dendrit sendiri berfungsi sebagai penerima rangsang, memperluas area untuk menerima sinyal dari sel saraf lain dan untuk menghantarkan sinyal ke badan sel.

  • Akson

Setiap sel saraf hanya mempunyai satu akson yang memanjang dari daerah berbentuk kerucut pada badan sel. Akson diselubungi oleh selubung myelin. Akson berfungsi untuk mengantarkan rangsang atau ke badang sel.

Susunan Sistem Saraf Manusia

Sistem Saraf Manusia

Sistem Saraf Manusia

  1. Sistem Saraf Sadar

Sistem ini terdiri dari dua bagian, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer atau tepi. Sistem saraf pusat memiliki fungsi untuk mengatur dan mengendalikan sistem koordinasi.  Ini tersusun atas otak dan sumsum tulang belakang.

  • Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat adalah salah satu bagian dari sistem saraf yang memiliki peran yang sangat penting dan mempunyai fungsi mengkoordinasi aktivitas dari semua bagian tubuh hewan bilaterian yaitu, semua hewan multiseluler kecuali simetris radial spons dan binatang seperti ubur-ubur. Pada vertebrata sendiri sistem saraf pusat yang ditutupi dalam meninges.

Didalamnya berisi sebagian besar sistem saraf dan terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Bersama-sama dengan sistem saraf perifer mempunyai tugas fundamental dalam kontrol perilaku. SSP merupakan yang terkandung dalam dorsal rongga, dengan otak di dalam rongga tengkorak dan tulang belakang di rongga tulang belakang.

Otak dan sum-sum tulang belakang ini merupakan organ yang memiliki tekstur yang sangat lunak dan memiliki fungsi yang sangat penting untuk semua proses yang ada dalam tubuh sehingga memerlukan  perlindungan. Selain dilindungi oleh tengkorak dan ruas- ruas tulang belakang.

  • Sistem Saraf Tepi

Fungsi utama dari sistem saraf tepi yakni menerima rangsangan dan menghantarkan semua respons yang telah diolah oleh sistem saraf pusat. Sistem ini terdiri dari beberapa fungsi, antara lain:

    • Fungsi Sensorik

Fungsi sensorik untuk menerima setiap rangsangan atau impuls, baik yang dari luar maupun dalam tubuh. Rangsangan yang diterima bisa berupa cahaya, suhu, bau, suara, sentuhan, tekanan.

    • Fungsi Motorik

Fungsi motorik untuk memberikan tanggapan atau reaksi tubuh terhadap rangsangan yang sudah diproses oleh sistem saraf pusat. Saat terkena gangguan, misalnya karena penyakit saraf motorik, maka tubuh tidak bisa bergerak dengan normal atau bahkan tidak bisa bergerak sama sekali.

    • Fungsi Somatik

Fungsi somatik untuk mengelola respons semua kegiatan yang tidak disadari, seperti respons flight-or-fight dan kebalikannya. Misalnya, ketika mengalami ancaman, tubuh akan merespons keadaan tersebut dengan mempercepat denyut nadi, meningkatkan frekuensi pernapasan, serta meningkatkan aliran darah. Setelah keadaan yang dirasa mengancam sudah teratasi, tubuh akan mengembalikan respons ke kondisi normal.

  1. Sistem Saraf Tidak Sadar ( Sistem Saraf Otonom)

Sistem saraf tidak sadar atau otonom berfungsi untuk mengendalikan gerak organ visceral yang bekerja tidak sadar. Sistem otonom memiliki 2 macam saraf yakni saraf simpatik dan saraf parasimpatik, antara lain:

  • Saraf Simpatik

Berada di pangkal sumsum tulang belakang di daerah dada dan pinggang. Saraf simpatik umumnya berfungsi untuk mempercepat kerja organ-organ tubuh.

  • Saraf Parasimpatik

Merupakan saraf yang memanjang dari sumsum lanjutan. Pada umumnya, saraf parasimpatik berfungsi untuk memperlambat kerja organ-organ tubuh.

  1. Sistem Saraf Otak

Otak merupakan organ yang sangat penting dan memiliki  fungsi-fungsi yang kompleks, seperti kecerdasan, kesadaran, ingatan dan lain sebagainya. Otak memiliki ukuran kurang lebih 2 genggaman tangan dengan berat kurang lebih 1500 gram.

  • Bagian Saraf Otak

    • Cerebrum (otak besar)

Cerebrum merupakan salah satu bagian yang memiliki peran penting dari otak. Otak sendiri memiliki dua hemisphere. Otak besar mempunyai berat 83% dari total berat otak. Cerebrum terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

    • Cerebral Cortex

Celebral Cortex merupakan bagian dari Cerebrum yang berwarna abu-abu (substansi grissea) karena pada bagian ini banyak terdapat badan sel saraf. Celebral Cortex memiliki 4 area yang disebut dengan lobus nama lobus tersebut antara lain ,lobus frontal, lobus parietal, lobus oksipital, dan lobus temporal. Lobus frontal merupakan pusat kemampuan motorik seperti kecerdasan, berbicara dan daya ingat atau memori.

    • Medullary Body

Medullary body merupakan juga salah satu bagian dari cerebrum yang berwarna putih karena mengandung banyak serabut saraf (akson). Medullary body memiliki fungsi mengirimkan impuls dari dan ke cerebral cortex. Pada medullary body terdapat bagian yang disebut dengan Corpus callosum, yang menghubungkan impuls dari kedua celebral hemisphere.

    • Basal Ganglia

Basal ganglia merupakan salah satu bagian dari cerebrum yang berwarna abu- abu. Pada basal ganglia ada banyak badan sel-sel saraf, yang menyebabkan warna abu-abu pada bagian ini. Basal ganglia memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan otot rangka. Dan juga basal ganglia dapat menghubungkan celebral cortex, thalamus dan hypothalamus.

    • Brainstem

Brainstem merupakan bagian yang memiliki peran penting dari otak, yang terdiri dari beberapa bagian

      • Midbrain

Midbrain merupakan salah satu bagian brainstem yang memiliki peran yang sangat penting. Midbrain ini terletak diantara diencephalon dan pons. Midbrain juga merupakan tempat untuk relay impuls dari cerebral cortex ke pons dan spinal.

      • Pons

Pons merupakan salah satu bagian dari brainstem dan memiliki bentuk  seperti tonjolan. Pons terletak diantara midbrain dan medula oblongata. Pons berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara brainstem dan cerebelum. Pons ini merupakan pengontrol proses pernapasan.

      • Medula Oblongata

Medul oblongata merupakan salah satu bagian dari brainstem yang memiliki bentuk kerucut dan mengandung banyak serabut saraf.  Medula Oblongata juga merupakan pusat pengaturan detak jantung, tekanan darah, pernapasan, menelan dan muntah.

    • Diencephalon

Diencephalon membentuk pusat inti dari otak depan yang dikelilingi oleh belahan otak. Diencephalon terdiri dari thalamus dan hypothalamus.

      • Thalamus

Thalamus merupakan bagian dari diencephalon yang berbentuk seperti telur dan merupakan struktur yang berpasangan. Sebesar 80 % dari diencephalon adalah thalamus. Thalamus berfungsi sebagai relai bagi semua sensori pada celebral cortex.Thalamus juga memiliki peran dalam menginterpretasikan impuls sensorik.

      • Hypothalamus

Hypothalamus merupakan bagian bawah dari diencephalon. Bagian ini sangat penting dalam pengeturan fungsi autonom. Bersama dengan sistem limbic, hypothalamus juga berperan dalam pengaturan emosi. Hypothalamus juga bisa mensekresikan regulatory hormon. Hypothalamus juga mengendalikan rasa lapar, haus, tidur bangun dan ritme biologis lainnnya.

      • Epithalamus

Epithalamus merupakan bagian terkecil dari posterior dan superiorthalamus. Pada epithalamus terdapat pineal gland yang merupakan bagian dari kelenjar endokrin. Kelenjar ini akan mensekresikan melatonin untuk mempersiapkan diri pada siklus tidur dan bangun.

    • Cerebelum

Cerebelum disebut juga dengan otak kecil. Cerebelum terletak di bagian belakang kepala dekat dengan bagian leher ujung atas. Akan teapi,  dengan bentuk yang kecil bila dibandingkan dengan otak besar, cerebelum memiliki fungsi yang sangat penting. Cerebelum memiliki fungsi untuk kontrol kontraksi otot, postur dan keseimbangan.

Baca Juga : Fungsi Pankreas Dalam Sistem Pencernaan Manusia

Nahh, itulah penjelasan seputar sistem saraf pada manusia yang meliputi, pengertian, fungsi, susunan & bagian-bagiannya yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan juga bisa beranfaat bagi kita semua.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply