24
115

Suku Mante : Sejarah, Ciri-Ciri, Asal Usul & Karakteristik [Zaman Purba]

Suku ManteĀ  – Suku Mante merupakan salah satu etnis paling awal yang menjadi pembentuk etnik-etnik di Aceh. Suku ini masih satu tempat dengan suku lain, yaitu Lanun, Sakai, Jakun, Senoi dan Semang, adalah suku asli yang ada saat ini di Aceh.

Suku Mante berasal dari salah satu bagian dari rumpun bangsa Melayu Proto, dan menetap di wilayah Aceh Besar. Suku ini menggambarkan tinggal di pedalaman hutan Provinsi Aceh.

Sejarah Suku Mante

Sejarah Suku Mante

Sejarah Suku Mante

Menurut sejarawan Teuku Abdullah istilah ‘Mante’ dipopulerkan oleh Dr. Snouck Hurgronje dalam bukunya ‘The Atjehers’. Dia menerangkan bahwa Suku Mante tinggal di daerah perbukitan.

Pada pertengahan abad ke-17 Masehi, ditemukanlah yang menangkap Mante laki-laki dan perempuan yang ditangkap lalu dipersembahkan untuk sultan Aceh. Namun, mereka tidak mau bicara dan makan makanan yang dihidangkan sampai akhirnya mati.

Sementara menurut sejarawan Aceh yaitu, Husaini Ibrahim menyatakan bahwa Suku Mante termasuk ke dalam golongan suku Melayu Tua. Diperkirakan, suku mante ini telah hidup di Aceh sejak 3000 SM. Lalu pada tahun 1500 SM, suku Melayu Muda datang di Aceh. Sebelum menginjakkan kaki di daerah Pesisir Aceh Besar, mereka menyusuri Thailand terlebih dahulu.

Asal Usul Suku Mante

Asal Usul Suku Mante

Asal Usul Suku Mante

Istilah nama Mante ini digagaskan pertama kali oleh Dr. Snouck Hurgronje, yang ada di dalam bukunya yang berjudul ” De Atjehers “. Mante memiliki arti “tingkah kekanak-kanakan dan kebodoh-bodohan”. Snouck Hurgronje sendiri sebenarnya belum pernah bertemu dengan gambar Suku ini yang dia ceritakan.

Asal usulnya, etnis Aceh salah satunya dari Suku Mante, lebih banyak orang-orang Mante-Batak yang dinamakan kawom atau sukee lhee reutoh.

Suku Mante awalnya menetap di wilayah Aceh Besar dan akhirnya menyebar ke tempat-tempat lainnya. Mengenai dugaan pada etnologi tentang hubungan suku Mante ini dengan bangsa Funisia di Babilonia / Dravida membahas di lembah sungai Indus dan Gangga, namun hal ini belum dapat ditentukan oleh para ahli kepastiannya.

Suku Mante ini memiliki ciri-ciri tubuh yang kerdil dan tingginya sekitar satu meter. Rambut terurai panjang hingga pantat. Sebagian dari mereka bertelanjang. Mereka memiliki kulit cerah, tubuh berotot dan wajah kasar yang bersegi dengan ketat. Kedua alis mata mereka bertemu di pangkal hidung yang terlihat pesek.

Karakteristik Suku Mante

Karakteristik Suku Mante

Karakteristik Suku Mante

  1. Suku Mante Masih Hidup

Mante, masyarakat Aceh percaya bahwa suku ini masih ada. Mereka percaya hidup di hutan.

  1. Suku Asing di Indonesia

Suku Mante merupakan suku terasing, akibat tidak adanya interaksi dengan warga atau kehidupan modern maka aktivitas suku ini masih misterius hingga sekarang. Mereka memilih untuk menjauh dari keramaian masyarakat dan hidup di gunung-gunung dan hutan rimba.

  1. Hidup Nomaden

Seperti mengalihkan suku-suku tua pada jaman dahulu, kehidupan orang Mante dijalani dengan cara nomaden atau pindah untuk mencukupi kebutuhan hidup seperti makanan dan udara.

Menurut sejarah, agama Hindu masuk dan berkembang di Indonesia, Suku Mante pindah ke hutan yang lebih dalam. Bahkan memutuskan ada yang menetap di Gayo dan Aceh Tamiang. Selanjutnya setelah Islam datang, mereka kembali beralih karena menghindari aktivitas dengan manusia lain.

  1. Fisik Unik

Orang Mante memiliki tinggi rata-rata 60 -70 cm dan postur membungkuk. Jenis kelamin laki-laki Suku Mante tidak memiliki bulu halus, sedangkan pada perempuan memiliki bulu halus dan rambut panjang.

Mereka sangat lincah dan bisa bergerak cepat untuk menghindar dari kompilasi dengan orang lain. Kulit orang Mante ini berwarna sawo matang dengan rambut lurus. Bentuk mukanya bulat, bertelinga runcing ke atas. walau melibatkan kecil, orang-orang mante saling berotot. Pada bagian yang membentuk lebih lebar di bagian ujung jari.

  1. Larinya Sangat Cepat

Dari sumber-sumber dimana interaksi warga modern dengan Suku Mante yang gagal terjadi, salah satunya disebabkan oleh kemampuan mereka yang berlari cepat dan masuk ke dalam hutan. Bukti tersebut dapat dilihat di video-video yang dikeluarkan, mengembalikan manusia yang lolos rombongan orang-orang yang mengendarai motor.

  1. Mempunyai Bahasa Sendiri

Dalam komunikasi sehari-hari, orang Mante menggunakan bahasa tertentu yang mereka mengerti. Mereka memiliki aksen atau logat berbeda dari bahasa Aceh pada umumnya. Menurut cerita, mereka kerap membantu warga yang tersesat di hutan menggunakan bahasa isyarat.

  1. Omnivora

Seperti manusia pada umumnya, suku Mante hidup berkelompok dan memakan segala, baik hewan dan tumbuhan. Mereka hidup berburu dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan hutan, seperti berburu ikan di sungai dan membeli buah-buahan hutan.

  1. Suka Tanah Becek

Bagi sebagian besar manusia pasti akan menghindari kawasan becek. Berbeda dengan Suku Mante, mereka menyukai tanah yang becek.

  1. Tidak Menggunakan Api

Untuk memulihkan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti menghangatkan tubuh, mengolah makanan dan penerangan, Suku Mante tidak didukung menyalakan api.

  1. Menghindari Manusia

Suku ini menghindari manusia dan menentang hal itu karena mempertimbangkan orang-orang yang dianggap sebagai ancaman. Suku Mante biasa membuat kegiatan bergerombol dan biasa mengintai manusia di luar kelompoknya.

  1. Sulit Ditemukan

Kamera jebakan atau kamera pengintai yang dipasang oleh pelindung lingkungan, pemburu, atau pengawal hutan belum ada yang bisa meminta izin Suku ini scara detail.

  1. Keluar Saat Subuh

Dari kabar warga mengatakan, Orang Mante biasanya muncul pada waktu subuh. Mereka melepaskan muncul dari gua-gua persembunyuan untuk mengambil makanan dan minuman dari alam. Mereka suka menyusuri aliran sungai untuk mencari makanan dan kembali saat hari mulai gelam ke dalam gua di bukit atau gunung.

Nahh, itulah penjelasan mengenai Suku Mante yang berada di Provinsi Aceh yang meliputi, Sejarah, Asal Usul, Ciri-Ciri & Karakteristik yang bisa jadikan sebagai referensi ataupun tugas Anda. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply