Tujuan Hukum : Pengertian, Fungsi & Jenis -Jenis Hukum [LENGKAP]

Tujuan Hukum : Pengertian, Fungsi & Jenis -Jenis Hukum [LENGKAP]

Tujuan Hukum Indonesia Sebagai Negara Hukum. Di Indonesia, istilah negara hukum secara konstitusional sudah disebutkan pada UUD 1945. Sedangkan sesudah dilakukannya amandemen UUD 1945 yaitu “Negara Indonesia adalah negara hukum.” istilah negara tersebut dimuat dalam UUD 1945 pasal 1 ayat (3). Berikut ini akan dijelaskan secara rinci mengenai Hukum. Simak dibawah ini!

Pengertian Hukum

Pengertian Hukum
Pengertian Hukum

1. Secara umum

Perlu anda ketahui sebelum dipaparkan berkenaan pengertian hukum, pengertian hukum hingga saat ini belum terdapat kesepahaman dari para ahli.

Namun pada perumusannya, pengertian hukum wajib menganut unsur-unsur hukum yang ada. anda bisa baca berkenaan unsur-unsur hukum di artikel ini.

“Hukum merupakan peraturan yang berupa norma dan hukuman yang dibuat dengan tujuan untuk mengerjakan perilaku laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, mencegah terjadinya kekacauan.”

Ada pula yang mengatakan bahwa,

“Hukum merupakan peraturan ataupun ketentuan tertulis ataupun tidak tertulis yang mengerjakan kehidupan masyarakat dan menyediakan sangsi bagi pelanggarnya.”

 2. Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hukum ialah :

  1. Peraturan ataupun adat, yang secara resmi dinilai mengikat dan dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah ataupun otoritas.
  2. Undang-undang, peraturan dan sebagainya untuk mengerjakan kehidupan masyarakat.
  3. Patokan (kaidah, ketentuan).
  4. Keputusan (pertimbangan) yang ditentukan oleh hakim pada pengadilan, vonis.

Hukum Menurut Para Ahli

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Pengertian hukum menurut para pakar adalah sebagai berikut :

1. Achmad Ali

hukum merupakan norma yang mengerjakan mana yang benar dan mana yang salah, yang eksistensi ataupun pembuatannya diusahakan oleh pemerintah, baik itu secara tertulis atau tidak tertulis, dan mempunyai gertakan hukuman bila terjadi pelanggaran kepada norma tersebut.

2. Plato

hukum ialah sebuah peraturan yang teratur dan tersusun dengan baik serta juga mengikat kepada masyarakat ataupun pemerintah.

3. Tullius Cicerco

hukum ialah sebuah hasil pemikiran ataupun nalar yang tertinggi yang mengerjakan mengenai mana yang baik dan mana yang tidak.

4. Utrecht

hukum merupakan himpunan petunjuk hidup (perintah dan larangan) yang mengerjakan tata tertib pada suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan apabila dilanggar bisa mengakibatkan tindakan dari pemerintah.

5. Prof. Dr. Van Kan

hukum merupakan keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di pada Masyarakat.

Hukum ini ialah segi yang terpenting pada pelaksanaan terhadap rangkaian kekuasaan kelembagaan yang memiliki tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum untuk masyarakat.

Jadi, tiap masyarakat berhak mendapat hak yang sama pada mata hukum.

 Sifat Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

1. Hukum Bersifat Mengatur

Hukum menjadikan bermacam peraturan baik itu peraturan pada bentuk peringatan ataupun perintah yang tentu mengerjakan segala perilaku laku manusia pada kehidupan di masyarakat supaya tercipta ketertiban dan keamanan.

2. Hukum Bersifat Memaksa

Hukum memiliki kemampuan dan kewenangan memaksa warga masyarakat untuk mematuhi setiap aturan. ditemukan hukuman tegas bagi siapa saja yang membuat pelanggaran hukum.

 3. Hukum Bersifat Melindungi

Hukum diciptakan untuk melindungi hak setiap orang dan menjaga keseimbangan antara bermacam kepentingan yang terdapat pada kehidupan bangsa dan negara.

Teori Tujuan Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Dalam literatur sistem hukum, ditemukan 3 teori yang sebagai tujuan bicara tujuan hukum, yakni teori etis, utilities dan yuridis. Berikut di bawah ini pemaparan pengertian teori tujuan hukum yang telah disederhanakan:

1. Teori Etis

Teori ini menyebabkan etika sebagai fondasi dasar. Dimana isi komponen pada suatu hukum ditentukan oleh sikap kepercayaan etis mengenai definisi betul ataupun tidak. pada teori etis, tujuan dari hukum merupakan cuma untuk menegakkan keadilan, dan terus menyerahkannya kepada individu ataupun kelompok yang mempunyai hak terhadap keadilan tersebut.

Penganut teori ini merupakan ilmuwan Aristoteles. Dimana ia juga membaginya terhadap 2 jenis keadilan, yakni distributive justice verdelende dan remedial justice. Distributive justice menuntut agar setiap individu memperoleh apa yang seharusnya sebagai haknya. Hak yang dimaksud berlandaskan dengan jumlah kekayaan, tingkat pendidikan, status sosial dan sebagainya. Sedangkan remedial justice berlandaskan terhadap dimana setiap individu memperoleh hak sama banyaknya dengan individu lain. pada kehidupan bermasyarakat, remedial justice merupakan kewajiban setiap manusia kepada sesamanya.

2. Teori Utilities

Pada teori ini, tujuan hukum yang paling penting merupakan bermanfaat bagi orang banyak. berdasarkan utilities, hukum mempunyai peran menghadirkan kebahagiaan sebesar-besarnya kepada masyarakat di terhadap kepentingan individu ataupun kelompok. Penganut teori ini merupakan Jeremy Bentham.

3. Teori Kepastian Hukum (Yuridis)

Teori ini mempelajari tujuan hukum dari segi normatif, yakni lebih kepada menghadiahkan perlindungan kepada setiap orang agar apa yang sebagai haknya tidak bisa diganggu oleh orang lain.

Mochtar Kusumaatmadja menyatakan, bahwa tujuan awal dan paling penting dari hukum merupakan ketertiban. Tingginya tingkat kebutuhan masyarakat tentu ketertiban sebagai pokok dari terciptanya stuktur sosial yang teratur. kecuali itu juga pada rangka mewujudkan keadilan yang sesuai dengan masyarakat dan zaman.

Tujuan hukum bersifat universal, seperti ketertiban, kedamaian, ketenteraman, kebahagiaan, dan kesejahteraan pada kehidupan di masyarakat. Hadirnya hukum menjadikan setiap perkara bisa diselesaikan menggunakan proses pengadilan dengan perantara hakim berlandaskan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Hukum juga bertujuan untuk menjaga dan mencegah setiap orang untuk tidak menjadi hakim kepada diri sendiri. Hakikatnya tujuan hukum yakni untuk memberikan kebahagiaan dan keadilan.

Tujuan Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum
  • Mendatangkan kemakmuran pada kehidupan di masyarakat
  • Mengatur pergaulan hidup manusia supaya damai
  • Memberikan petunjuk bagi orang-orang pada pergaulan masyarakat
  • Menjamin kebahagiaan sebanyak-banyaknya terhadap semua orang
  • Sarana untuk mewujudkan keadilan sosial (lahir dan batin)
  • Sarana penggerak pembangunan
  • Sebagai fungsi kritis

Tujuan Hukum Menurut Para Ahli

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Para pakar mempunyai pandangan berlainan mengenai tujuan hukum. Hal ini penting untuk diketahui sebagai bahan keterangan sehingga bisa mencapai kualitas yang diinginkan. Di bawah ini merupakan beberapa tujuan hukum menurut ahli:

1. Aristoteles (Teori Etis )

Tujuan hukum sepenuhnya untuk mencapai keadilan. Artinya memberikan kepada setiap orang apa yang telah sebagai haknya.

2. Jeremy Bentham (Teori Utilities )

Tujuan hukum untuk mencapai kemanfaatan. Artinya hukum tentu menjamin kebahagiaan bagi sebanyak-banyaknya orang (1990)

3. Geny (D.H.M. Meuvissen : 1994)

Untuk mencapai keadilan dan sebagai unsur keadilan yakni ‘kepentingan dayaguna dan kemanfaatan‘.

4. Van Apeldorn

Tujuan hukum untuk mengerjakan pergaulan hidup manusia secara damai. Perdamaian antar manusia dipertahankan oleh hukum dengan melindungi kepentingan hukum seperti kehormatan, kemerdekaan jiwa, dan harta benda dari pihak yang merugikan (Van Apeldorn : 1958).

5. Prof Subekti S.H.

Tujuan hukum merupakan menyelenggarakan keadilan dan ketertiban yang sebagai syarat untuk menghadirkan kemakmuran dan kebahagiaan (Subekti : 1977).

6. Purnadi dan Soerjono Soekanto

Tujuan hukum yakni kedamaian hidup manusia yang meliputi ketertiban ekstern antar pribadi dan ketenangan intern pribadi (Purnadi – Soerjono Soekanto: 1978).

7. Roscoe Pound

Pound menyatakan bahwa hukum ialah media untuk membuat perubahan sosial yang tentu membawa masyarakat ke arah kehidupan yang jauh lebih baik, baik secara individu ataupun pada kelompok sosial.

8. Suharjo

Mantan menteri kehakiman ini menyatakan, bahwa hukum bertujuan untuk memberi pengayoman ataupun perlindungan kepada manusia secara pasif ataupun aktif. Secara pasif berarti diusahakan dengan trik menjadikan suatu usaha pencegahan terhadap percobaan penyalahgunaan hak ataupun sikap sewenang-wenang yang ditujukan kepada seseorang ataupun sekelompok orang. Sedangkan secara antusias berarti membuat suatu usaha guna menciptakan situasi sosial yang manusiawi.

9. Bellefroid

Definisi tujuan hukum berdasarkan Bellefroid merupakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan lazim (publik). Dengan kata beda merupakan bahwa kepentingan masyarakat wajib didahulukan di terhadap segalanya.

10. Geny (D.H.M. Meuvissen : 1994)

Hukum mempunyai tujuan guna merealisasikan keadilan dengan berlandaskan terhadap satu unsur dari keadilan, yakni kepentingan upaya guna serta pemanfaatan.

Fungsi Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Sebagai Perlindungan dimana hukum tentu melindungi masyarakat dan gertakan bahaya. Fungsi Keadilan dimana hukum sebagai pelindung, penjaga, dan memberikan keadilan bagi manusia. Dalam Pembangunan hukum sebagai anutan tujuan Negara.

Fungsi dari hukum secara lazim merupakan :

  • Melindungi kepentingan manusia
  • Alat untuk ketertiban dan keteraturan manusia pada masyarakat
  • Sarana untuk mewujudkan keadilan sosial
  • Sarana media penggerak pembangunan
  • Alat kritik / fungsi kritis
  • Menyelesaikan pertikaian

Unsur – Unsur Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Ada 4 unsur hukum yang wajib terdapat pada suatu pengertian hukum ataupun perumusan suatu hukum, yakni :

  1. Hukum mengerjakan perilaku laku ataupun tindakan manusia pada kehidupan bermasyarakat yang berisikan perintah dan larangan.
  2. Peraturan hukum ditetapkan oleh lembaha ataupun badan yang berwenang. Jadi hukum tidak boleh dibuat oleh orang biasa melainkan oleh lembaga yang berwenang. Sifat hukum ini bersifat mengikat masyarakat luas.
  3. Penegakkan tata cara hukum tersebut wajib bersifat memaksa dimana peraturannya tidak untuk dilanggar melainkan untuk dipathui.d. mempunyai sanks di setiap pelanggaran, sanksinya tegas dan diatur pada peraturan hukum.

Jenis – Jenis Hukum di Indonesia

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

1. Hukum Publik

Pengertian Hukum Publik merupakan peraturan hukum yang mengerjakan berkenaan hubungan hukum celah warga Negara dengan Negara yang menyangkut kepentingan umum. Hukum publik ialah hukum yang mengerjakan masyarakat

Hukum Pidana termasuk hukum Publik.

Hukum pidana ini mengerjakan hubungan celah para individu dengan masyarakat serta cuma diterapkan apabila masyarakat sebenarnya memerlukan.

Seorang pakar hukum yang bernama Van Hamel menyatakan Hukum Pidana telah berkembang jadi hukum Publik dan pelaksanaanya penuh berda pada tangan negara, tapi terdapat sedikit pengecualian.

Pengecualiannya gimana?

Ini kepada adanya aduan. Aduannya memerlukan suatu pengaduan terlebih dulu dair pihak yang dirugikan agar negara bisa menerapkan hukum yang ada.

Hukum Pidana ini menitik beratkan terhadap kepentingan umum/maysarakat.

Contoh saja hubungan celah tersangka dengan si korban ialah hubungan celah orang yang bersalah dengan Pemerintah yang bertugas menjamin kepentingan lazim ataupun masyarakat.

Hal tersebut ialah ciri-ciri yang dimiliki oleh Hukum Publik.

Contoh hukum publik :

Hukum tata negara

Hukum tata usaha negara

Hukum pidana

 2. Hukum Privat

Hukum Privat ialah hubungan yang mengerjakan hubungan celah sesama manusia, celah satu orang dengan orang yang lainnya dengan menitikberatkan kepentingan perorangan. Hukum Perdata ialah Hukum Privat.

Hukum Perdata ini ialah rangkaian peraturan ataupun hukum yang mengerjakan satu degan lainnya. pada hukum ini, asas pokok otonomi warga negara ialah milik dirinya sendiri jadi mereka berhak mempertahankan kehendak mereka sendiri.

Namun hal tersebut masih terikat terhadap mekanisme yang ditetapkan pemerintah (pemerintah sebagai pengawas).

Contoh hukum privat :

Hukum sipil

Hukum perdata

Hukum dagang

 Macam – Macam Pembagian Hukum

Tujuan Hukum
Tujuan Hukum

Ada 8 jenis pembagian hukum yang terdapat di Indonesia dan tentunya telah tercantum pada peraturan perundang-undanang yang ada, macamnya yakni :

1. Hukum Berdasarkan Sumbernya

Hukum undang-undang, yakni hukum yang tercantum pada peraturan perundangan.

Hukum adat, yakni hukum yang terletak pada peraturan-peraturan kebiasaan.

Hukum traktat, yakni hukum yang ditetapkan oleh Negara-negara suatu pada perjanjian Negara.

Hukum jurisprudensi, yakni hukum yang timbul karena putusan hakim.

Hukum doktrin, yakni hukum yang timbul dari pendapat seseorang ataupun beberapa orang sarjana hukum yang terkenal pada ilmu pengetahuan hukum.

2. Hukum Berdasarkan Bentuknya

Hukum tertulis, yakni hukum yang dicantumkan terhadap bermacam perundangan

Hukum tidak tertulis (hukum kebiasaan), yakni hukum yang masih hidup pada keyakinan masyarakat, tapi tidak tertulis, akan tetapi berlakunya ditaati seperti suatu peraturan perundangan.

3. Hukum Berdasarkan Zona Berlakunya

Hukum nasional, yakni hukum yang berlaku pada suatu Negara.

Hukum internasional, yakni yang mengerjakan hubungan hubungan hukum pada dunia internasional.

 4. Hukum Menurut Waktu Berlakunya

Ius constitutum (hukum positif), yaitu hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.

Ius constituendum, yaitu hukum yang diharapkan berlaku pada masa yang akan datang.

Hukum asasi (hukum alam), yaitu hukum yang berlaku dimana-mana dalam segala waktu dan untuk segala bangsa di dunia.

5. Hukum Menurut Cara Mempertahankannya

Hukum material, yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah-perintah dan larangan.

Hukum formal, yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur tentang bagaimana cara melaksanakan hukum material.

6. Hukum Menurut Sifatnya

Hukum yang memaksa, yaitu hukum yang dalam keadaan bagaimanapun mempunyai paksaan mutlak.

Hukum yang mengatur, yaitu hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri.

7. Hukum Menurut Wujudnya

Hukum obyektif, yaitu hukum dalam suatu Negara berlaku umum.

Hukum subyektif, yaitu hukum yang timbul dari hukum obyektif dan berlaku pada orang tertentu atau lebih. Disebut juga hak.

8. Hukum Menurut Isinya

Hukum privat, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lain dengan menitik beratkan pada kepentingan perseorangan.

Hukum publik, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat kelengkapannya atau hubungan antara Negara dengan warganegara.

Nah, itulah penjelasan mengenai Tujuan Hukum yang meliputi, Pengertian Hukum, Hukum Menurut Parah Ahli, Tujuan Hukum, Sifat Hukum, Jenis-Jenis Hukum  & Teori Hukum yang harus kalian ketahui. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Tujuan Hukum

Leave a Comment